NovelToon NovelToon
JANGAN AMBIL ANAK KU

JANGAN AMBIL ANAK KU

Status: tamat
Genre:KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Poligami / Obsesi / Keluarga & Kasih Sayang / Selingkuh / Konflik etika / Tamat
Popularitas:65.9k
Nilai: 5
Nama Author: Afriyeni Official

Asyifa yang lugu dan polos, menjadi korban permainan kotor dari sepasang suami istri.

Pernikahan Asyifa dengan Randa, ternyata hanyalah bagian dari rencana busuk Randa dan Nikita untuk segera mendapatkan keturunan.

Setelah Asyifa melahirkan anaknya, Asyifa shock ketika Nikita datang tiba-tiba membuka jati dirinya sebagai istri pertama Randa dan berniat untuk merebut Safina anaknya.

Asyifa berjuang keras mempertahankan anaknya Safina. Segala cara yang dilakukan Nikita, selalu bisa ia gagalkan.

Namun suatu hari, Randa yang sudah dilanda cemburu buta karena melihat Asyifa bersama pria lain, berhasil kabur membawa Safina anaknya dari tangan Asyifa.

Bagaimanakah kisah selanjutnya? Apakah Asyifa dan Safina bisa bertemu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afriyeni Official, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

"Bos! lebih baik anda sembunyi! para petugas telah menangkap anak buahku. Kabarnya, ada orang penting yang terlibat dalam penangkapan mereka. Sepertinya, ini ulah pemuda yang bernama Kenzie!" suara Jay si pemimpin preman yang disewa Randa terdengar gemetaran lewat handphone.

Randa seketika terkejut mendapat laporan dari Jay. Setelah telpon dari jay berakhir, ia pun bergegas mengumpulkan beberapa lembar pakaiannya ke dalam koper dan tergesa-gesa keluar dari kamarnya tanpa menghiraukan Nikita yang ikut panik melihat reaksinya yang tak terduga itu.

"Ada apa mas? Kenapa kau ketakutan begitu?" tanya Nikita khawatir mengiringi langkah Randa yang begitu cepat menuju keluar rumah.

Randa tak menggubris pertanyaan Nikita. Dia bergegas masuk kedalam mobil dan berusaha menutup pintu mobilnya yang telah lebih dulu di pegang Nikita dengan kuat, hingga sulit baginya untuk menutup pintu mobil.

"Aku harus sembunyi Nikita. Petugas sedang mencari ku." Ucap Randa panik dan cemas.

Nikita tertegun mendengar ucapan Randa.

"Petugas, Kenapa? Apa yang terjadi mas?" tanya Nikita bingung dan ikut merasa cemas.

"Pemuda itu, Kenzie, mantan kekasihnya Asyifa. Aku tak tahu dia siapa. Beberapa petugas keamanan bersama pihak berwenang bekerjasama menangkap preman yang kemarin ku sewa. Mereka sekarang mencariku. Lebih baik kau berhati-hati dirumah. Jika mereka datang mencariku, katakan saja, kau tidak tahu apa-apa." Kata Randa dengan nada panik luar biasa.

Tenaga Nikita langsung melemah saat mendengar perkataan Randa. Dia melangkah mundur membiarkan Randa menutup pintu mobil dan menyalakan mesin mobilnya.

"Jaga dirimu baik-baik. Aku akan menghubungimu jika perlu." Randa berteriak sebelum mobilnya melaju kencang meninggalkan Nikita yang terdiam bingung ditempatnya berdiri.

Tak lama kemudian, Nikita tersadar tatkala mobil Randa telah pergi tak terlihat lagi. Tangannya bergegas mengeluarkan ponsel dan mengirimkan pesan pada Wahyu.

"Berhati-hatilah! petugas keamanan dan pihak berwenang sekarang bekerjasama mencari keberadaan Asyifa. Lebih baik kau bersembunyi untuk sementara waktu. Jangan sampai kau tertangkap!" sederet kalimat peringatan dikirim Nikita lewat ponselnya pada Wahyu.

Raut gundah serta kepanikan dan kekhawatiran terlihat di wajah Nikita yang mulai didera rasa penasaran."Siapa sebenarnya pemuda bernama Kenzie? kenapa dia bisa melibatkan petugas keamanan dan pihak berwenang dalam masalah itu?" Hati Nikita diliputi tanda tanya besar.

Apa yang dipikirkan Nikita, begitu pula yang ada dalam benak Randa. Sepanjang perjalanan menuju persembunyiannya, dia sibuk memikirkan siapa pemuda itu. Berulangkali dia mengumpat dan mengucapkan kata sumpah serapah menunjukan rasa amarah dan kesal dihatinya selama ia mengemudikan mobilnya yang semakin jauh meninggalkan kota tempat dia dan Nikita tinggal.

.

.

Sementara itu, Wahyu yang tengah asyik menikmati secangkir kopi panas didalam sebuah warung pinggir jalan, tampak mengerutkan dahinya setelah membaca pesan yang dikirim Nikita padanya.

"Aku sudah telanjur jatuh dalam permainan ini. Aku tak mungkin mundur begitu saja. Asyifa harus membalas luka yang ia berikan padaku." Desis Wahyu seraya membelai bekas jahitan di kepalanya yang masih terasa ngilu.

Matanya berpendar memperhatikan sepanjang jalanan yang tampak ramai siang itu disebuah komplek pertokoan diseberang jalan. Tak sengaja, ia memperhatikan sesosok perempuan cantik yang terlihat berjalan tergesa-gesa menyusuri jalanan.

Sepasang bola matanya mengernyit, memperhatikan perempuan itu dengan seksama.

"Asyifa...," gumam Wahyu lirih.

Senyuman seringai mengembang di bibirnya. Diapun segera mengeluarkan selembar uang sepuluh ribu dan memberikan pada pemilik warung tanpa meminta kembalian.

"Pak! kembaliannya!" teriak pemilik warung memanggil Wahyu.

Wahyu terus berlari mengabaikan panggilan si pemilik warung yang jadi bingung memandangi Wahyu dari warung miliknya.

Langkah kaki Wahyu berlari cepat menyusuri pertokoan, mengikuti sosok perempuan yang ia duga sebagai Asyifa.

Sosok perempuan itu, tampak berbelok masuk ke sebuah gang kecil diantara pertokoan. Wahyu tak ingin kesempatan itu hilang begitu saja. Dia pun mempercepat langkahnya mengejar sosok perempuan itu.

Gang yang tidak terlalu besar dan cukup sempit untuk dilewati itu, membuat Wahyu semakin yakin, jika perempuan yang berjalan dihadapannya adalah Asyifa. Diapun menyeringai dingin, saat sosok perempuan yang ia duga Asyifa itu berhenti didepan sebuah rumah kecil.

Dari belakang, Wahyu bisa melihat penampilan perempuan yang mirip Asyifa itu dengan jelas.

"Hahaha..., mau lari kemana kau Asyifa!?" tegur Wahyu sambil tertawa meledek.

Perempuan yang hendak mengetuk pintu rumah yang ada dihadapannya, seketika melonjak kaget. Sepasang matanya mendelik tatkala tangan Wahyu terulur menyentuh bahunya. Perempuan itu berbalik menatap Wahyu bingung bercampur ketakutan.

Sosok Wahyu yang melangkah pelan mendekatinya dengan seringai jahat dibibir, juga ikut terkejut. Wajahnya seketika berubah merah padam menahan malu.

"Ma-maaf mbak, saya salah orang." Ucapnya jengah.

Perempuan itu ternyata bukan Asyifa. Hanya penampilannya saja yang mirip dari belakang. Perempuan itu bergegas mengetuk pintu rumah dengan keras.

"Mas, mas..., buka pintu!" teriaknya keras menggedor pintu rumah yang ada dihadapannya dengan panik.

Seketika, Wahyu merasa cemas.

"Jangan-jangan dia memanggil suaminya?" pikir Wahyu dalam hati merasa takut.

Tubuhnya beringsut mundur menjauhi perempuan itu dan segera pergi meninggalkan perempuan yang masih berteriak memanggil penghuni rumah yang dia ketuk.

Rasa malu yang tak tertahan, membuat Wahyu dongkol setengah mati. Sambil berjalan, dia menendang sebuah kaleng minuman bekas yang berserakan dijalan. Kaleng itu melayang dan tanpa sengaja mengenai seorang bapak tua yang sedang memungut sampah.

"Hei...,! Kau pikir ini lapangan bola hah...?!" suara bapak tua yang cukup lantang itu membuat nyali Wahyu sedikit menciut.

"Maaf pak, saya tak sengaja." Ujar Wahyu dengan wajah pucat pasi.

Bapak tua si pemulung itu hanya menggerutu panjang mendengar ucapan maaf dari bibir Wahyu. Dia kembali meneruskan pekerjaannya saat Wahyu kembali berjalan membawa rasa jengkel bercampur malu dihatinya.

"Dasar sial! Nasibku makin sial saja!" rutuknya kesal sembari mengacak-acak rambutnya dengan gusar.

Tiit... Tiit... Tiit...

Dering ponsel yang bergetar disaku celananya membuat Wahyu melonjak kaget. Dia menatap layar ponselnya dengan penuh keraguan. Nama Randa tertulis dilayar ponselnya.

Hatinya dilanda kegundahan. Haruskah dia mengangkat telpon dari Randa saat ini? dia harus menyiapkan berjuta alasan jika Randa menanyakan banyak hal padanya. Dalam keadaan bimbang, Wahyu memberanikan diri mengangkat telpon dari Randa.

"Ha-halo." sapa Wahyu gugup.

"Dimana kau? Aku ingin bertemu denganmu?" ucap Randa lewat ponselnya.

"A-aku, aku sedang diluar." jawab Wahyu gugup.

"Kirim alamatmu padaku. Aku ingin melihat anakku Safina." Nada suara Randa yang terdengar mendesak, membuat Wahyu makin kelimpungan.

"Mampus aku! Dia pasti marah dan curiga jika Safina tak ada bersamaku." Batin Wahyu seketika dilanda ketakutan yang luar biasa.

"Baiklah, sebentar. Aku akan mengirim alamatku padamu." Jawab Wahyu seraya mengetik alamatnya dan mengirimkannya pada Randa melalui pesan telpon.

"Aku akan menghubungimu kembali saat aku sampai di rumahmu." Ucap Randa seraya menutup panggilan telponnya.

Wahyu tertegun sejenak. Benaknya berpikir keras untuk menjelaskan pada Randa apa yang telah terjadi. Dia tidak mungkin jujur atas perbuatannya pada Asyifa dan Safina. Randa bisa saja berbalik, melaporkannya pada pihak berwajib.

"Apa yang harus kulakukan? Dia tidak boleh tahu jika aku pelaku penculikan itu." Gumam Wahyu ketakutan.

"Asyifa, kemana lagi aku harus mencari perempuan itu? Aku harus merebut Safina dari tangannya dan memberikan Safina pada Randa." Tekad Wahyu dalam hati.

Dia pun menyusuri jalanan gang dengan perasaan cemas dan kalut. Matanya terus bergerak liar, memperhatikan lingkungan sekelilingnya dengan seksama. Wahyu yakin, Asyifa belum terlalu jauh dari kota itu.

.

.

BERSAMBUNG

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
👋
☠ ❤️⃟Wᵃfᴀsᴛɪᴀʀᴀᵃʸᵘᵈᶦᵃѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Gak mungkin bisa memilih, karena dia mau ke dua nya🤣🤣
☠ ❤️⃟Wᵃfᴀsᴛɪᴀʀᴀᵃʸᵘᵈᶦᵃѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Mana ada seorang ibu yang mau menyerahkan darah daging nya untuk di asuh orang lain. Emang gampang ya mengandung dan melahirkan, kalo mau anak mah bikin aja sendiri🤣🤣
Oma yeni*🦋: ya ampyuun kamu beneran baca ya say 🤭✌️ makasih sygku, cintaku, kamu udah mampir baca /Kiss//Rose/
total 1 replies
Mr.Arez-Jr
lanjut karya baru 😍
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
semangat terus kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Asyifa astagfirullah deh
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak👋
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
semangat terus kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
maaf bru mampir lagi kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
gara2 lukisan itu hampir aja ketahuan Asyifa
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
smoga ga ktemu
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
syifa harus hati-hati nih
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
bapak2 hdeh
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
niki lgi banyak pikiran
🌺Bunga_Ros⁹⁷
Oma @Afriyeni Official maaf baru sempat mampir lagi..😊😊🙏🏻🙏🏻🙏🏻
MULIANA💦
Jika ada alvino, dia pasti berseru bukan muhrim/Grin//Joyful/
Oma yeni*🦋: kalau ada Alvino, novelnya jadi seru 🙃
total 1 replies
MULIANA💦
Kenapa tuan arif yang gerak cepat /Facepalm/
MULIANA💦
Rasanya aaaa sekali mendengar dan melihat assyifa
MULIANA💦
Astaga, kenapa harus di permalukan sih /Facepalm/
MULIANA💦
Kenapa sih, demen banget ngosip. Nanya langsung aja sama Assyifa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!