Tiga tahun menyimpan rasa dalam diam bukan hal yang mudah.apalagi kalau orang yang kamu cintai tidak pernah benar-benar melihatmu.
"gue Syakila adzkia putri.hanya ingin satu hal,yaitu bisa bersama kakak kelas yang selalu jadi alasan gue buat datang kesekolah setiap pagi".
Namun,takdir justru mempertemukan dia dengan seorang badboy yang penuh rahasia,namanya Galen athar wijaya.hingga terjadi suatu insiden yang membuat mereka harus menjalin kesepakatan yang dapat menguntungkan satu sama lain.
"Mari kita buat kesepakatan di mana lo harus tutup mulut soal kejadian barusan.dan gue bakal atur lo sama zayyan".
"Lo beneran?tapi sampai kapan?"
"Ya...sampai lo jadian sama dia.setelah itu kesepakatan kita selesai!"ucapnya serius.
"Deal..?"ucapnya mengulurkan tangan.
syakila meraih tangan itu dan kesepakatan pun di mulai.
setelah lama berlalu syakila berhasil dekat dengan zayyan bahkan lebih dari sekedar teman.namun perhatian itu...
kalau penasaran ikutin terus ya kelanjutannya.bye🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyra Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Galen?
__________
Lea yang sejak tadi tersenyum tipis tiba menyuruh alaska untuk mendekatinya."Alaska sini ada yang mau gue bilang....."
Alaska mengernyit."Apa?"
"Sini bentar."
"Ngapain?"lea tak menjawab tapi tangan memanggil alaska untuk mendekat.
Laki-laki itu mendekat beberapa langkah.lea masih melambai-lambaikan tangannya."Deket lagi."
Alaska menurut."Apaan sih?rahasia banget."bibirnya mencebik karna penasaran.
"Dikit lagi."
Kini wajah alaska sudah benar-benar berada di dekat ranjang,lea tersenyum manis."Gini..."
"Hm?"
Dengan gerakan kilat,lea mengambil sesuatu dari balik bantal.
"HAP!"
Seekor ular karet langsung dilempar tepat ke pundak alaska.
"AAAAAAAAAA!"
Alaska refleks melompat ke belakang sambil mengibaskan tangan ke segala arah.
"ULAR!ULAR!WOYYY!"ia bahkan hampir menabrak lemari obat UKS.
Syakila yang melihat itu langsung memegangi perutnya."HAHAHAHA...alaska!itu cuma ular karet!"
Alaska membeku.pelan-pelan ia menoleh ke samping.
Benar saja.
Ular itu sama sekali tidak bergerak.ia memungutnya dengan wajah datar,"Lea..." sementara pelaku utama sudah menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
Dari balik selimut terdengar suara cekikikan yang sengaja ditahan."Hihihi..."
Alaska mengepalkan tangan."Keluar lo!"
"Nggak mau."
"Keluar gak lo?!"
"Tak nak.takut lah ada grandong."
"Grandong pala lo!"
Baru saja alaska hendak menarik selimut itu. tiba-tiba pintu UKS terbuka.
Guru UKS masuk sambil mengernyit melihat keributan."Ada apa ini ribut-ribut?"
Alaska langsung berdiri tegak.
"Eh,ibu."
Guru itu menunjuk pintu."Kalian."ucapnya ke alaska dan syakila.
"Iya,bu?"
"Keluar."
"Bu,tapi saya kan cuma-."
"Keluar sekarang.tidak ada tapi-tapian."
Alaska mengembuskan napas pasrah."Iya,bu..."sebelum keluar,ia sempat melotot ke arah lea.
"Tunggu aja lo."ucapnya pelan sembari menggoreskan ibu jari ke lehernya,untuk mengancam lea.
Dari balik selimut terdengar suara lea yang masih menahan tawa."Di tunggu pembalasannya..."jawab lea meledek.
"Lea gue balik,istirahatlah."ucap syakila dan di angguki lea.
Tiba di luar."AAAAAH!"
Alaska mengacak rambutnya sendiri karena kesal,sementara syakila hanya bisa tertawa melihat tingkah dua sahabatnya yang memang tidak pernah akur lebih dari lima menit.
Bel istirahat baru saja berbunyi.
Syakila mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas.
"Hah?"ia mengernyit.
"Tumben...si preman nggak ada."
Alaska yang sedang sibuk mengunyah roti ikut menoleh."Si galen?"
"Iya."
"Mungkin lagi tidur di gudang."
"Bisa aja lo."syakila menggeleng pelan.
Alaska pergi ke luar kelas.begitu pula dengan syakila yang merasa sunyi karna masih jam istirahat.
"Nggak biasanya dia bolos."gumamnya,entah kenapa rasa penasarannya muncul begitu saja.
Ia menyusuri lorong sekolah hingga halaman belakang.lalu duduk di bangku yang di lindungi pohon mahoni yang menjulang tinggi.angin siang berembus pelan membuat daun-daun itu ikut berguguran.
Ia menggerak-gerakkan kaki sambil menatap kesana-kemari,tak terasa ia menghela napas panjang."suntuk banget."
"iya."jawab seseorang,tapi syakila belum sadar kalau dia cuma sendirian."Ya kan,orang-orang pada kema-eh....."ia terdiam sejenak tunggu....ia langsung menoleh ke samping tapi tak ada siapa siapa di sana dan ia juga baru sadar kalau lea kan di uks.
Jadi....itu siapa dong?
hendak ingin menoleh ke samping lagi....tiba-tiba ada wajah yang sudah menggantung tepat di hadapannya membuatnya berteriak sekaligus terlonjak kaget.
Sedangkan laki-laki itu tertawa melihat raut ketakukan gadis itu.ia masih degan posisi menggantung di pohon dengan kepala yang di bawah.
"Kurang ajar lo sialan!"teriak syakila dan memukul wajah galen,membuat sang empu meringis."awss...sakit woy."
"Mampus situ,lo hampir bikin jantung gue lompat dari tempatnya."kesalnya.
"Alay lo..."
"Nggak segitu juga nya kali.paling lompatnya ke anus terus jadi tai."ujar galen,membuat syakila mendelik sembari menipiskan bibirnya."eeee....enak aja lo jadi tai."
Laki-laki itu kembali naik ke salah satu dahan yang cukup besar sambil rebahan santai.
Satu tangan menjadi bantal kepalanya.sementara tangan satunya lagi memainkan ujung earphone yang terpasang di telinganya.
Topinya menutupi sebagian wajah.
"Galen?"panggil syakila.
Tak ada jawaban,syakila mendongak lebih tinggi."Woy!"
Masih diam.
"Halo!masih napas kan?!"
Barulah galen membuka sebelah matanya,tatapannya turun ke bawah."Apa?"
"Ngga ada."galen kembali memejamkan mata.
"Galen.lo nggak takut jatuh apa?"tanya nya lagi.
"Kalau jatuh juga bukan urusan lo.
"Iya sih."syakila mengangguk santai.
"Tapi kalau lo jatuh terus mati,sekolah kita bisa masuk berita."
Galen membuka matanya lagi."Perlu gue ambil lakban buat nutup muncung lo itu?"hal itu langsung membuat syakila menutup rapat bibirnya.
Gadis itu menghela napas.ia kembali menggerak-gerakkan kakinya."Kenapa lo nggak masuk kelas?"tanyanya lagi.
hening beberapa saat."Lo kenapa nggak sama tuh cewek mullet?"tanyanya balik.
Syakila terdiam,ia membuka sedikit mulutnya."lea maksudnya.emmmhh....dia di uks."jawabnya,sedangkan galen biasa saja karna ia lah penyebab gadis itu jatuh.
"Oh,iya gue lupa.jaket lo masih sama gue."
"Buang aja."hal itu membuat syakila melirik ke atas lalu,"kok di buang kan sayang lo nggak tahu apa cari du-"
"Gimana perkembangan lo sama zayyan?"
Syakila sedikit kesal,lalu mengulum bibirnya."ya...gitu."
Terdengar helaan napas dari atas."Lo udah ada percakapan sama dia secara online?"
"Belum."
Kali ini terdengar lagi helaan napas yang lebih kasar."bodoh."syakila langsung mendelik ke atas menatap galen yang rebahan santai di sana.
Ia ingin berkomentar.tapi...ia kembali diam,matanya menyapu halaman sekitar,menikmati angin sepoi-sepoi yang berembus pelan.
_________
Langkah syakila terasa berat menyusuri trotoar, tas yang berisi perlengkapan melukis menggantung di bahunya.sore mulai berganti senja,langit dihiasi semburat jingga yang perlahan memudar.
Pikirannya kembali dipenuhi ucapan sang ibu.
"Mama nggak mau kamu buang-buang waktu buat melukis lagi."
Syakila mengembuskan napas panjang.
tangannya tanpa sadar menggenggam map lukis lebih erat.
"Kenapa sih mama benci banget sama melukis..."gumamnya lirih.
Saat melewati sebuah kafe,langkahnya terhenti.
"Istirahat bentar aja deh..."ia masuk ke dalam. suasana kafe cukup tenang,hanya beberapa pelanggan yang sedang mengobrol.syakila memilih duduk di dekat jendela,tepat di sudut ruangan.
Tak lama kemudian seorang pelayan menghampiri."Mau pesan apa,kak?"
"Americano satu."
"Baik,ditunggu ya kak."pelayan itu pergi.
Syakila membuka map lukisnya.matanya menatap hasil gambar yang baru saja ia selesaikan.jemarinya mengusap pelan bagian sudut kertas.
Lumayan...
Setidaknya hari ini ia masih sempat melukis.
baru saja ia hendak memasukkan kembali lukisan itu,telinganya menangkap suara yang terasa sangat familiar.
Syakila mengernyit."Itu..."ia menoleh ke arah sumber suara.
Sayangnya,meja di sebelah tertutup sekat kayu setinggi bahu sehingga orang yang berbicara tidak terlihat.
Rasa penasarannya langsung muncul.pelan-pelan ia memajukan badan, mengintip dari sela sekat.seketika matanya langsung membulat sempurna.
"Galen?"
Bersambung~