NovelToon NovelToon
Pak Guru, Aku Mencintaimu

Pak Guru, Aku Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Citra Gtw

Ini adalah cerita dewasa yang ditokohutamai oleh anak remaja. Jadi, anak di bawah umur, tetep enggak boleh baca, ya 😉

💃💃💃

Zeo adalah anak SMA yang sangat cantik sehingga membuatnya menarik perhatian para murid laki-laki. Sialnya, di usia 18 tahunnya ini, dia malah mencium seorang laki-laki paruh baya. Lebih sialnya, laki-laki itu adalah seorang guru di sekolahnya. Bagaimanakah Zeo menghadapi kerumitan hidupnya saat ini?

Season 2

Zeo sudah menikah. Namun, di tengah-tengah kehidupan pernikahannya, ia malah terjebak oleh cinta di masa lalu.

Instagram: @citragtw_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Citra Gtw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Pergi Tanpa Pamit

“Gimana kamu bisa tahu? Apa kamu mencarinya?” tanya Bara tanpa mememiliki niat untuk memperbaiki posisinya.

“Semua orang di sekolah tahu itu,” jawab Zeo.

“Kamu kan enggak tahu sebelumnya,” jelas Bara.

“Itu enggak penting. Tapi ….”

“Benarkah?”

“Iya. Tapi … badan Bapak berat.”

Bara langsung melihat ke bawah. Dia benar-benar menindihi Zeo ternyata. Ah, ke mana saja pikiran Bara selama ini sampai tidak menyadari itu. Itu benar-benar memalukan. Bara pun bangun. Keduanya segera memperbaiki posisi masing-masing. Tiba-tiba keadaan menjadi canggung.

Zeo mengalihkan pandangannya ke jendela di sampingnya. Dia melihat jalan raya yang ramai di sana. Sebenarnya dia tidak tahu sedang berada di mana, tetapi dia tidak bisa tinggal dalam keadaan yang penuh kecanggungan seperti ini. Dia pun menoleh ke Bara. “Pak, biar saya turun di sini. Jadi tolong buka pintunya,” katanya.

Bara membiarkan Zeo membuka pintu mobil itu. Namun, saat Zeo hendak bangun, Bara langsung memegan tangan Zeo.

“Ada apa, Pak?” tanya Zeo keheranan.

“Kayaknya ada warung bakso di sana. Gimana kalo kita makan di sana dulu?” Bara menunjuk sebuah tempat yang tampak ramai di seberang jalan.

“Enggak usah, Pak. Saya udah kenyang,” tolak Zeo.

Tiba-tiba terdengar suara dari perut Zeo. Ah, sial! Berani-beraninya perut Zeo berbunyi di saat-saat seperti ini? Zeo meringis. Ini sungguh memalukan.

“Ka-kayaknya Bapak lapar banget, ya, sampai perutnya berbunyi?” Zeo malah melemparkan tuduhan.

Bara menanggapi itu dengan senyuman. “Iya. Bapak emang lapar banget,” katanya mengalah. “Di rumah enggak ada yang masakin, sih. Makanya Bapak minta tolong kamu buat nemenin Bapak makan.”

Zeo malah dipojokkan oleh Bara. Akhirnya Zeo pun menyetujui itu. Dia mengembalikan posisinya dan menutup pintu mobil. Kemudian Bara melajukan mobilnya lagi untuk menyeberangi jalan menuju warung itu.

Meski di dalam warung itu udaranya lebih baik dan lebih ramai, tetap tidak ada apa pun yang dibicarakan Zeo dan Bara. Mereka saling mendiami masing-masing. Mungkin karena kecanggungan yang terjadi di dalam mobil itu belum menghilang. Zeo baru merasa lega setelah Bara pamit pergi ke toilet. Seakan-akan udara yang mengikat tubuhnya melonggar seketika.

Cukup lama Bara pergi membuat Zeo memiliki sebuah ide. Dia pun berjalan cepat keluar dari warung. Dengan lebih cepatnya dia berlari meninggalkan Bara yang belum kembali dari toilet. Setelah warung itu lenyap dari pandangan Zeo, Zeo pun menghentikan sebuah angkot dan menaikinya menuju rumahnya. Ah, tidak …. Zeo teringat kalau dia harus bekerja mulai petang ini. Dia pun menukar angkotnya sampai beberapa kali karena salah angkot. Angkot yang dikiranya akan lebih murah dibandingkan taksi, rupanya justru mengosongkan kantong sakunya.

***

Zeo pulang sedikit larut: pukul sepuluh malam. Jika Tiwi belum tertidur, Zeo tidak akan bisa langsung beristirahat setelah sampai di kosan. Perempuan itu akan memberondonginya dengan pertanyaan. Sebelumnya Zeo tidak mengatakan apa pun kepada perempuan itu tentang pekerjaan.

Rupanya perkiraan Zeo salah. Bukan Tiwi yang membuatnya tidak bisa langsung tertidur setelah pulang karena seorang laki-laki tengah menyandari motor yang terparkir di depan rumah. Siapa lagi kalau bukan Satria?

“Kenapa lo di sini?” tanya Zeo dengan menampilkan wajah kelelahan.

“Apa lo masih bisa nanyain gue setelah apa yang lo lakuin?” Wajah Satria begitu kesal.

***

1
Karmani
lanjut autor
Atika Oktaviana
wkwkwkwkwk... gila ga kebayang malu nya 😂😂😂😆
Humanoid
Hmm.. karakter Zeo setelah 6 tahun lumayan juga.. 😂
Humanoid
Tim Zeo-Satria.. 😍
Humanoid
So far cukup menarik cerita nya..
Humanoid
Yang penting dapat uang halal ya Zeo..
Humanoid
Oppa Gong Yoo juga sudah 42 Th.. Tapi still hot..
jeong hyang
lh Satria ky gk bisa dapetin cwe yg lebih, thooorr ni kisah seputar hidup zeo,bara,Tiwi, satria,Hendri dh
re
Next
Nadiyah1511
aq ampe lupa alur'y thor
Berdo'a saja
👍👍👍👍
Berdo'a saja
hemm
Berdo'a saja
emmmmm
Berdo'a saja
kirain zeo cowok
Faridha Hamid
mantaap
Ninie Zika
emang enak zeo jd cwe trlalu murahan che mw so2r aj jd nya hmil lg & nyesel sndri kn
Ninie Zika
zeo nya trlalu murahan bnget2 che ga ad jaim2nya jd cwe amit2 deh
Naci_Ardana
belom paham
Lisna Wati
Haaaaa....haaaaa....
Diana Andy
aduh ngakak Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!