[Baca Season 1 Agar Paham Alur]
Season 2 Dari Cewek Berandal SMA
Genre: School, Comedy, Slice Of Life
Hari hari baru Vani dan ketiga orang temannya ( Agnes, Putri, Awani) di kelas Dua SMA, yang mereka jalani dengan suka riang dan tentunya banyak rintangan yang menghadang
[Next.. Jan lupa baca Cewek Berandal SMA 3]
_____________________________________________
WARNING!!
Cerita ini hanyalah Fiktif Belaka
____________________________________________
Bantu Author dengan Like, Comment dan Vote :)
Makasih dah Baca (≡^∇^≡)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Varha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CBS2_018
Beberapa jam kemudian, mereka sampai di bandara tepat pukul 13.00, Kim dan Vani membantu orang tua Vani menurunkan barang barang mereka
"Sini, biar papa yang bawa" Ucap papa Vani
"Nggak perlu pa, biar aku yang bawa sampai dalam" Ucap Vani
"Kan berat" Ucap papa Vani
"Nggak masalah" Ucap Vani
Setelah itu mereka masuk kedalam bandara, di sana Vani memberikan koper yang ia bawa ke papanya
"Nih pa, papa aja yang bawa. Kalau aku yang bawa, ntar aku jadi ngikut hehe" Ucap Vani sambil memberikan koper pada papanya
"Kenapa nggak ikut aja?" Tanya Kim
"Nggak" Jawab Vani
"Ahahahaa, suatu saat nanti kamu pasti mau tinggal di negara A" Ucap papa Vani
"Aku masih pengen sekolah di sini pa" Ucap Vani
"Iya iya, papa tahu" Ucap papa Vani sambil tersenyum
"Kamu harus jadi anak yang rajin ya, jangan nyusahin Kakakmu" Ucap mama Vani sambil memeluk Vani
"Iya ma, lagian yang lebih nyusahin itu Khakim bukan aku" Ucap Vani
"Kamu juga Kim, jaga kesehatanmu dan jaga adikmu" Ucap mama Vani sambil memeluk Kim
"Iya ma, mama juga jaga kesehatan" Ucap Kim
"Peluk nggak?" Tanya papa Vani
"Papa" Ucap Vani. ia memeluk papanya
"Pa, kalau ada waktu main kesini lagi ya" Ucap Vani
"Pasti papa akan kesini. Kim juga peluk sini" Ucap papa Vani. Kim menghampiri papanya dan memeluknya. Setelah itu mereka melepaskan pelukannya, "Oh ya Van, papa sama mama ada sesuatu buat kamu" Ucap Papa Vani
"Aku nggak di kasih pa?" Tanya Kim
"Yang ulang tahun kan Vani" Jawab papa Vani
"Wohohoo.. Kasihannya Khakim. Hadiahnya nggak akan ku bagi" ejek Vani
"Kakak bisa beli sendiri, nggak kayak kamu bisanya cuma minta" Ucap Kim
"Aku kan masih sekolah, udah kewajiban orang tua buat mencukupi kebutuhanku kan" Ucap Vani bangga
"Udah udah, kalian jangan bertengkar" Ucap papa Vani
"Ini Van, kamu harus jaga liontin ini selamanya, jangan sampai hilang! Ini Liontin yang sangat berharga untuk keluarga kita. Mama tahu kalau kamu nggak suka pakai beginian, tapi setidaknya simpan liontin ini di tempat yang bisa kamu andalkan untuk menyimpannya" Ucap mama Vani sambil memberikan liontin pada Vani
("Apa apaan ini, hadiah ulang tahun malah dikasih beginian, nggak ada gunanya njerr. Tapi kasihan juga, mereka udah susah payah mau kasih aku hadiah. Biar nggak merusak suasana, terima aja") Batin Vani, "Makasih ma"
"Bhakss.. Ahahahahaaa.. Kelihatan banget kamu nggak suka" Ucap Kim sambil tertawa
"Siapa bilang aku nggak suka?", "Wah.. Liontin apa ini, bagus banget, berkilau lagi" Ucap Vani sambil tersenyum, "Khakim, aku mau tarik kata kataku. Khakim mau hadiahnya?"
"Nggak perlu, buat kamu aja. Kakak nggak tega rebut hadiah punya adik sendiri" Ucap Kim sambil tersenyum
("Njerr") Batin Van
"itu kan Liontin keluarga kita, kenapa kesan kalian kayaknya nggak suka di kasih itu" Ucap Papa Vani
"Becanda hehe, aku pasti jaga dengan baik" Ucap Vani sambil tersenyum
"Oh, udah waktunya pa" Ucap mama Vani
"Kalau begitu, papa sama mama pulang dulu ya. Kalian jaga kesehatan kalian" Ucap papa Vani sambil melambaikan tangannya. Mereka berdua pergi meninggalkan Kim dan Vani
"Pulang?" Tanya Vani
"Ambilin tikar gih, kita nginap disini" Ucap Kim
"Hehe, lucu sekali lawakan garing Khakim" Ucap Vani dengan muka datar
"Coba buka liontin itu, di dalamnya pasti ada foto" Ucap Kim
"Wah, ini bisa dibuka?" Ucap Vani penasaran. ia membuka liontin itu. Di dalam liontin itu terdapat foto kedua orang tuanya dan juga foto mereka berdua, "Ahahahaaa, ini Khakim ya" Ucap Vani saat melihat foto kecil kakaknya
"Lihat kamu, masih bayi gini. Cengengnya masih awet sampai sekarang" Ucap Kim
"Bayi identik dengan nangis" Ucap Vani
"Iya deh cengeng, ayo pulang" Ucap Kim
"Hm.." Ucap Vani. Mereka berdua berjalan keluar dari bandara, "humm.. Khakim udah ketemu cewek baru belum?"
"Buat apa kamu tanya itu?" Tanya balik Kim
"Tcih.. ga jadi" Ucap Vani sambil memalingkan wajahnya
"Jahat amat punya adik" Ucap Kim
"Serius deh, umur Khakim udah dua puluh lima tahun loh. Masa belum punya pasangan sih" Ucap Vani
"Jangan bahas itu di jalanan, ayo ke mobil" Ucap Kim. Mereka menerobos keramaian di bandara itu dan mempercepat jalan menuju mobil. Setelah masuk ke dalam mobil, Kim melajukan mobilnya menuju rumah Vani
"Nah, udah di mobil kan. Jawab pertanyaanku" Ucap Vani
"Apa pertanyaannya tadi?" Tanya Kim
"Hum.. Apaan ya" Ucap Vani sambil mencoba mengingatnya
"Owh, soal hadiah yang Belz kasih ya?" Ucap Kim
"Oh, iya juga. Dimana Kak Belz, aku belum ketemu dia lagi. Hadiahnya juga belum dia kasih" Ucap Vani bersemangat
("Untung daya ingatnya rendah. Tapi yang benar aja belum sampai setengah jam udah lupa. Gimana cara dia inget pelajarannya") Batin Kim, "Belz udah pulang ke negara C, dia kesini cuma buat urus sesuatu. Untuk hadiah yang mau Belz kasih, udah kakak taruh di meja belajar kamarmu"
"Wohoo... Kak Belz emang mantap Jiwa. Pasti hadiahnya paling the best diantara hadiah hadiah yang lain" Ucap Vani senang, "btw mana hadiah Khakim?"
"Eh? Kakak juga harus kasih hadiah? Bukannya dengan kehadiran kakak di samping kamu setiap hari, kamu udah senang ya?" Ucap Kim
("Seneng darimananya Woy! Seneng kagak, sengsara iya") Batin Vani, "Senang jidat kau"
"Humm... Kalau gitu tunggu aja hadiah dari kakak" Ucap Kim sambil tersenyum
"Nunggu ya? Berapa abad?" Tanya Vani
"Segitu nggak percayanya sama kakak" Ucap Kim
"Yeee" Ucap Vani. saat menoleh ke arah Kim, ia merasakan keanehan, "Khakim kenapa pucet gitu? capek nyetir kah? mau istirahat?"
"nggak ada, perasaan kakak cuma agak nggak enak", "apa ada masalah di kantor ya" ucap Kim
"mana ku tahu yekan" ucap Vani cuek
di tengah perjalanan, Kim mendapat panggilan telepon dari Zuan, 'Halo Presdir Kim, maaf mengganggu waktu anda' Ucap Zuan dari telepon
"Ada apa Zuan?" Tanya Kim
'Hari ini, Presdir Kim harus menghadiri dua rapat penting. Rapat yang seharusnya dilakukan kemarin, juga diundur sampai hari ini. Ketiga rapat ini sangat membutuhkan kehadiran Presdir Kim secara langsung. Untuk mempersingkat waktu, rapat pertama akan di mulai setengah jam lagi. Apakan presdir Kim berkenan? Jika tidak saya bisa mengundurkan jamnya sesuai keinginan presdir Kim' Jelas Zuan dari telepon
"Tidak perlu, aku ingin cepat menyelesaikannya. Aku segera kesana" Ucap Kim
'Baik presdir Kim, saya akan menyiapkan keperluan lainnya' Ucap Zuan dari telepon. Kim memutuskan panggilan teleponnya
"Vani, kakak nggak bisa temenin kamu di rumah. ada rapat yang harus kakak hadiri" Ucap Kim
"Rapat lagi? Nggak bosen apa? Rapat terus" Ucap Vani
"Ini udah kewajiban kakak sebagai seorang Presdir" Ucap Kim
"tapi kakak beneran nggak apa apa langsung kerja?" tanya Vani
"kamu cemasin kakak ya?" tanya Kim
"nggak juga sih, terserah Khakim" ucap Vani cuek
senior apaan itu mau ngajak ke jalan yg benar
dia aja blm bnr kok😑😏😏
Awas sja, klo sampai mereka berantem gegara omongan mu😡😡😡
Makanya kalau bicara tuh di rem dikit biar gak kelewatan, mwahaha😆🤙🤙