Persahabatan antara laki-laki dan perempuan apakah benar-benar murni? ataukan sebenarnya salah satu atau bahkan keduanya saling menyembunyikan perasaan satu sama lain untuk sebuah ikatan yang dinamakan Persahabatan. Sandra Dinata seorang dokter yang memiliki sahabat yang sangat ia cintai dan sayangi siapa lagi kalau bukan Dave Samudra. Persahabatan mereka terjalin sejak TK, dan bahkan hingga bekerja pun mereka bekerja ditempat yang sama. Dave selalu ada untuk Sandra begitupun sebaliknya. Hingga suatu ketika mereka mereka dihadapkan pada suatu keadaan yang membuat persahatan mereka menjadi renggang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Namuseo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Stay With Me Part 2
"Perjanjian apa Sand?" tanya Dave
"Setelah akhirnya aku memutuskan untuk menjauh dari kamu, dan akhirnya kita sepakat untuk memutuskan hubungan kita, aku pergi menemui Friska."
..."Sebenarnya aku marah dan kecewa sama kejadian kemarin. Kenapa harus persahabatan kita yang tidak bersalah harus dihancurkan hanya untuk menjaga perasaan seorang wanita. Bukan kah seharusnya dia mengerti bagaimana hubungan kita?"...
"Kenapa dia harus memberikan pilihan yang sulit untuk kamu pilih. Kenapa dia begitu egois... Aku marah, aku sedih, aku kecewa saat itu Dave. Tapi aku tidak bisa mengatakan padamu apa yang aku rasa saat itu."
"Aku pergi menemui Friska. Aku membuat perjanjian dengan dirinya. Aku tidak ingin hanya kita yang terluka dan berkorban untuk dirinya. Aku ingin dia juga berkorban untuk kamu."
"Aku meminta dia untuk memutuskan hubungan dia dengan Bryan. Aku tau itu pasti sulit untuk dia lakukan karena aku tau dia juga mencinta Bryan. Tapi dia sepakat melakukan itu."
"Mungkin memang benar cinta mereka begitu kuat, jadi bagaimana pun caranya cinta itu akan menemukan jalan nya untuk bersatu." Ujar Sandra menjelaskan semuanya pada Dave tanpa ada yang ia tutupi lagi
Dave hanya bisa diam menundukkan kepalanya yang saat ini terasa amat berat seperti dihantam batu yang besar.
"Kamu boleh marah sama aku Dave, karena pada kenyataan nya aku juga ikut membohongi kamu. Seharusnya aku mengatakan hubungan mereka padamu sejak dulu. Tapi akh tidak sanggup untuk mengatakan nya Dave. Mungkin kini saatnya kamu mengetahui semuanya sebelum kamu dan Friska melangkah ke jenjang pernikahan." Ucap Sandra yang juga merasa bersalah pada Dave
Mendengar penjelasan dari Sandra membuat Dave diam seribu bahasa. Dia masih mencerna setiap kata yang Sandra ucapkan baru saja. Jadi benar selama ini dia dibutakan oleh cinta.
Lama mereka terdiam dengan pikiran mereka masing-masing hingga akhirnya Dave pun berbicara.
"Terimakasih Sandra."ucap Dave yang membuat Sandra menatap dirinya
"Terimakasih karena selama ini kamu selalu menjadi sahabat terbaik ku. Kamu benar menyembunyikan semua ini dari aku sampai semesta membukakan tabir yang selama ini tersembunyi tentang hubungan Friska dan Bryan. Dan membuat aku mengetahui kebenarannya secara langsung."
"Karena jika kamu yang berbicara, aku mungkin saja tidak akan percaya karena saat itu aku masih dibutakan oleh cinta." Ucap Dave yang membuat Sandra berkaca-kaca
Dave dan Sandra pun saling menatap, Dave memegang tangan Sandra.
"Tetaplah bersamaku jadi sahabatku, jangan tinggalkan aku seperti yang sudah pernah terjadi." Ucap Dave
Sandra tidak kuasa untuk menahan air matanya yang akhirnya jatuh juga membasahi pipinya.
"Hey jangan nangis, kamu kan aku paling tidak suka melihat kamu menangis." Ucap Dave sambil menghapus air mata Sandra.
"Aku menangis bahagia karena akhirnya aku bisa kembali bersama dengan sahabat kecil ku."Ucap Sandra yang disertai dengan senyum manisnya
"Sahabat untuk selamanya?"Ucap Dave
"Sahabat untuk selamanya." Ucap Sandra
Mereka pun tersenyum bersama. Tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya jika mereka bisa kembali menjalin hubungan persahabatan.
Mereka berjalan beriringan dipinggir pantai menikmati suasana malam seperti sepasang kekasih, ya setiap mata yang melihat akan berpikiran seperti itu.
"Dave...."Panggil Sandra yang membuat Dave menoleh kearahnya
"Sudah merasa baik kan?"Tanya Sandra yang diangguki oleh Dave
"Sudah." Jawab Dave sambil tersenyum