NovelToon NovelToon
Setelah Malam Pertama

Setelah Malam Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Pernikahan adalah impian semua orang, termasuk Calista, ia terpaksa harus menikah dengan sosok pria yang seharusnya ia benci, karena sudah membunuh ayahnya. Namun, ayah Danis justru menukar semuanya dengan sebuah pernikahan dengan sang putra. Alih-alih mendapatkan kebahagiaan, Calista justru tersiksa. Ia di benci ibu dan kakak Danis, bahkan tak di anggap oleh Danis. Pria itu bersikap dingin padanya. Beberapa bulan kemudian, Calista sudah muak, apalagi saat Danis meminta akan menikah dengan kekasihnya, ia yang tak siap di madu, akhirnya memilih meminta cerai. Namun sebelum itu, Calista memberikan hak Danis, ia dan Danis malam itu melakukan hubungan suami istri untuk yang pertama kali, sebelum paginya Danis menceraikan Calista.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24

Sore perlahan bergeser menjadi petang. Di lantai dua puluh...

Arga kembali duduk di ruangannya.

Laptop terbuka.

Beberapa dokumen menunggu tanda tangan.

Namun sejak kembali dari makan siang...

Konsentrasinya entah menghilang ke mana.

Ia memutar pulpen di antara jari-jarinya.

Kemudian tanpa sadar membuka kalender di komputer.

Besok.

Tidak ada rapat penting pada pukul dua belas.

Arga tersenyum kecil.

"Bagus."

Ia baru hendak menutup kalender ketika suara ketukan terdengar.

Tok... tok...

"Masuk."

Dimas muncul.

"Pak, ini dokumen dari divisi legal."

Arga menerima berkas tersebut.

"Taruh di sini."

Dimas meletakkannya di meja.

Namun bukannya langsung pergi, ia justru berdiri sambil memperhatikan Arga.

Arga mengangkat wajah.

"Apa?"

Dimas tersenyum.

"Besok jadi makan siang?"

Arga langsung memasang wajah datar.

"Itu bukan urusanmu."

"Saya hanya memastikan."

"Memastikan apa?"

"Memastikan restoran kita tidak kekurangan stok makanan."

Arga langsung melempar tatapan tajam.

"Dimas."

"Iya, Pak?"

"Keluar."

Dimas terkekeh.

"Baik."

Ia baru berjalan beberapa langkah ketika Arga memanggilnya.

"Dim."

Dimas berbalik.

"Iya?"

Arga terdiam sebentar.

"Restoran di bawah..."

"Kenapa, Pak?"

"Besok... pesan meja yang agak tenang."

Dimas menahan senyum.

"Untuk dua orang?"

Arga menghela napas.

"Iya."

"Baik, Pak."

Dimas berjalan keluar dengan senyum lebar.

Begitu pintu tertutup...

Arga menyandarkan tubuhnya ke kursi.

Ia mengusap wajah.

"Kenapa aku sampai mengatur meja segala?"

Namun senyum tipis tetap muncul di wajahnya.

Di lantai administrasi...

Calista baru saja menyelesaikan laporan.

Ia menutup laptop lalu menghela napas lega.

Seorang rekan kerjanya, Nita, menghampiri.

"Calista."

"Hm?"

"Tadi makan siang sama Pak Arga?"

Calista langsung menoleh.

"Kok kamu tahu?"

Nita terkekeh.

"Ya tahu."

Calista tersenyum canggung.

"Hanya makan siang."

"Hanya?"

"Iya."

Nita duduk di kursi sebelah.

"Katanya meja kalian penuh makanan."

Calista langsung menutup wajahnya sebentar.

"Jangan diingatkan."

Nita tertawa.

"Memangnya sebanyak apa?"

Calista mulai menghitung dengan jari.

"Sup, salad, ayam, steak, udang, spaghetti, kentang..."

Nita membelalakkan mata.

"Berdua?"

Calista mengangguk.

"Berdua."

"Pak Arga ternyata kalau makan tidak main-main."

Calista tertawa kecil.

"Dia yang pesan."

Nita memperhatikan wajah Calista.

Kemudian senyumnya berubah jahil.

"Kamu suka?"

Calista langsung terdiam.

"Suka apa?"

"Dia."

Wajah Calista seketika memerah.

"Nita!"

"Apa?"

"Jangan sembarangan."

Nita terkekeh.

"Aku cuma bertanya."

Calista menggeleng.

"Pak Arga itu atasan."

"Terus?"

"Ya... tidak boleh sembarangan."

Nita mengangkat bahu.

"Aku juga tidak bilang kamu harus sembarangan."

Calista terdiam.

Namun dalam hati...

Ia tidak bisa memungkiri bahwa perhatian Arga membuatnya merasa nyaman.

Bukan karena statusnya sebagai CEO.

Melainkan karena cara pria itu memperlakukannya.

Tidak merendahkan.

Tidak memaksakan.

Dan selalu memperhatikan hal-hal kecil.

Calista tersenyum samar.

"Besok katanya makan siang lagi."

Nita langsung membelalakkan mata.

"HAH?"

Calista buru-buru menutup mulut Nita.

"Pelan-pelan!"

Nita tertawa.

"Besok lagi?"

Calista mengangguk malu.

"Iya."

"Calista..."

"Apa?"

"Kayaknya bukan cuma kamu yang mulai nyaman."

Calista terdiam.

Ia tahu maksud temannya.

Dan untuk pertama kalinya...

Ia tidak langsung membantah.

Malam harinya...

Di rumah keluarga Arganta...

Ratna duduk sendirian di ruang keluarga.

Beberapa panggilan tidak terjawab memenuhi layar ponselnya.

Ada pesan masuk satu demi satu.

"Kapan uang saya kembali?"

"Saya minta pertanggungjawaban."

"Besok kita bertemu."

"Jangan menghilang."

Ratna menutup mata.

Kepalanya terasa berat.

Ia membuka aplikasi investasi sekali lagi.

Rp360.000.000.

Angka itu masih ada.

Namun sekarang...

Ratna sudah tidak mempercayainya.

Ia mencoba menekan tombol pencairan.

Tetap gagal.

Ratna mengembuskan napas panjang.

Tiba-tiba terdengar suara langkah.

Danis muncul dari arah kamar.

"Ma."

Ratna segera mematikan layar.

"Iya?"

Danis duduk di sofa seberangnya.

"Mama sudah lapor?"

"Lapor ke mana?"

"Polisi."

Ratna terdiam.

"Belum Danis."

"Kenapa?"

Ratna menunduk.

"Mama malu."

Danis menghela napas.

"Justru karena malu, penipu seperti itu semakin mudah mengambil korban."

Ratna menggenggam ponselnya.

"Danis..."

"Hm?"

"Kalau uang itu tidak kembali..." Suaranya mulai bergetar. "...Mama harus bagaimana?"

Danis menatap ibunya. "Kita cari jalan keluarnya."

"Bagaimana?"

"Pertama, kumpulkan semua bukti."

Ratna mengangkat wajah.

"Bukti?"

"Transfer, chat, brosur, nama perusahaan, nomor rekening, semua."

Ratna mengangguk perlahan.

"Baik."

Danis berdiri.

"Besok kita periksa semuanya."

Ratna menatap putranya. Ia merasa sedikit memiliki pegangan.

Namun di tempat lain...

Para korban investasi bodong itu ternyata sudah membuat grup khusus.

Dan nama Ratna menjadi salah satu nama yang paling sering disebut.

Seseorang bahkan menulis:

"Besok kita datangi rumahnya."

Keesokan harinya...

Pukul 11.55.

Arga kembali melihat jam.

Kali ini ia tidak sendirian.

Dimas berdiri di depan meja sambil membawa tablet.

"Pak."

"Hm?"

"Meja sudah disiapkan."

Arga mengangguk.

"Bagus."

"Bu Calista juga sudah diberi tahu."

Arga langsung menoleh.

"Siapa yang memberi tahu?"

Dimas tersenyum.

"Saya."

Arga terdiam.

Kemudian ia mengambil jasnya.

"Baik."

Dimas memperhatikan atasannya yang tampak jauh lebih bersemangat daripada biasanya.

"Pak."

"Apa?"

"Jangan sampai salah bawa map kosong lagi."

Arga berhenti.

Menatap Dimas.

Kemudian menghela napas panjang.

"Keluar."

Dimas tertawa.

"Siap, Pak."

Arga akhirnya berjalan menuju lift.

Kali ini...

Tidak ada alasan pekerjaan.

Tidak ada dokumen.

Tidak ada laporan.

Ia memang ingin bertemu Calista.

Dan perlahan... Ia mulai menyadari bahwa perasaan itu semakin sulit disembunyikan.

1
Melda indah
please jangan sampai hamil , masa balik lagi ke mantan 🥹
Adinda
semoga cuma magh jangan smpai hamil kasihan calista lebih baik sama arga
Adinda
jangan balikkan sama arga aja calista
Adinda
gak rela calista balikkan sama danis
Adinda
gak usah balikkan sama danis buat apa hanya sakit hati, lebih baik sama Arga
Adinda
jangan balikkan lagi sama danis,calista
Melda indah
berharap Calista sama pak Arga ☺️
Eva Karmita
Denis tetap semangat tunjukkan kamu bisa berubah... sangat sulit untuk melupakan perlakuan keluargamu dulu Denis ke Calista 😩
mama
ku pikir udh gk dilanjut ini cerita kak.. kan syg
Julia and'Marian: lanjut kak... kemarin tunggu kontrak nya dulu. lama bingit..
total 1 replies
Lia se
kalau gue jadi faas, udah gue tonjok Lo nis
Lia se
kapok, udah terasa kayaknya dia
Lia se
kau yang nggak tahu diri taiiu
Lia se
Ya ampun cal, kalau aku udah aku Jambak tuh orang
Lia se
benci banget sama keluarga kayak begitu
Lia se
😲
Lia se
Danis...🤭
partini
kena tipu ini mah
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
semoga saja ada maaf untuk mu Danis...,, dan semoga secepatnya bertemu Calista
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!