Laura seorang wanita yang tumbuh di panti asuhan membuat dirinya menjadi seorang wanita yang sangat membutuhkan karih sayang seseorang, Laura begitu mencintai Gian suaminya hingga dia rela menjadi seorang yang bodoh mempertahankan pernikahan dengan orang yang mengkhianati dirinya di sisi lain baik Ibu dan Saudara Gian yang sesuaki hati pada nya membuat Laura merasa lelah dengan pernikahannya hingga satu saat ketika dia bekerja di sebuah perusahaan menjadi sekertaris seoang Gerald Graham ternyata pria itu menaruh hati padanya
"Pak Bapak tidak serius ka, bapak tahu saya sudah menikah".Laura mundur hingga tubuhnya menabrak tembok
"Aku tidak peduli Laura suamimu dan keluarganya tidak menginginkan mu tapi aku menignginkan mu lebih dari apapun yang ku ingin kan!!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon natural, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga yang Hangat
Beberapa menit berlalu Rose dan Laura akhirnya sampai di depan sebuah rumah
“Mom Dad, I’m Home!!”. Rose berteriak seperti biasa saat wanita itu pulang “Mom kenapa baunya sangat enak Mommy pasti masak sesuatu ya?”.
“Sayang jangan berteriak ingat umur mu!”. Wilda menegur putrinya dari dapur “Cepat mandi lalu kita akan makan”
“Mom apa mommy lupa jika kau mengatakan akan membawa kakak panti asuhan ku dulu kesini?”. Rose kembali berteriak hingga Wilda tersadar lalu Wilda mematikan kompor kebetulan dia sudah selesai memasak
Wanita tua itu bersiap untuk menyambut tamu yang dia juga sendiri sebenarnya menunggu Laura hanya saja dia terlalu sibuk dengan persiapan nya
“Halo Nyonya”. Laura menatap Wilda ketika wanita itu sudah berada di hadapannya “Aku Laura, kakak Rose di panti”
Wilda menatap Laura seksama “oh jadi kau yang namanya Laura, putri ku sering kali bercerita tentang mu”
Laura hanya mengangguk dan Wilda membawa wanita itu ke ruang makan, kau duduklah di sini aku akan menyiapkan makan malam
“Biarkan aku membantu mu Nyonya”. Laura merasa tidak enak di layani seperti itu
“Tidak kau duduk saja yang baik di sana”. Wilda menolak dengan halus “Dan jangan panggil aku Nyonya itu terdengar sangat asing kau adalah teman putri ku”
“Umh tapi…”.
“Panggil aku mommy saja sama seperti Rose”. Wilda tersenyum manis dan Laura seketika merasa nyaman dengan perilaku wanita itu
Rose menatap Laura dari lantai dua wanita itu tersenyum kala melihat sang kakak yang nyaman dengan keluarganya . Lebih baik aku cepat membersihkan diri, supaya bisa bantu mama. Rose seketika mengingat dirinya yang masih memakai baju kantoran
“Ku dengar kau sudah menikah”. Wilda bertanya sambil mengerjakan pekerjaannya “Lihat aku begitu iri, wanita seusia Rose sudah banyak yang menikah sama seperti mu tapi anak itu selalu saja….”
“Mungkin Laura masih memilih mana yang terbaik mom….”. Laura menjaawab keluahan Wilda
“Ya kau benar dan itu adalah satu alasan kenapa aku tidak emmarahinya kau tahu lebih baik bagi ku untuk melihatnya sendiri dari pada memilih pasangan yang salah”. Wilda mengeluh karena wanita itu sudah pernah mengalaminya. “Ku harap kau juga bahagia dalam pernikahan mu Laura”
Laura hnya mengangguk wanita itu sedang tidak ingin memikirkan apapun, mereka mengobrol banyak hingga kedua orang keluarga tiba di sana
“Mommy…. Daddy dan aku pulang”. Seorang pria menyaa Wilda di dapur “Mama dia siapa”. Pria itu menata ke arah Wilda
“Dia Laura, kakak Panti yang sering Rose ceritakan”. Wilda menjelaskan sekarang wanita tua itu sudah duduk di samping Laura “Kalian mandilah dulu”
“Oh kau ternyata Laura selamat datang nak, maaf kami baru saja kembali dari kantor kami”. Isaiah pria tua suami dari Wilda menyambut baik wanita itu dan Laura membalas sopan pria itu “Panggil saja aku Daddy, karena kau adalah kakak putri ku bukan, aku akan membersihkan dulu lalu bergabung dengan kalian”
“Sayang kau cepatlah mandi”. Wilda menatap putranya yang hanya mematung
Ck jadi dia yang sering Rose ceritakan dia cukup cantik hanya saja kurang perawatan pasti suaminya tidak memperlakukannya dengan baik, di lihat dari sisi manapun dia sangat cantik natural. William memandang Laura lekat pria itu sedikit tertarik dengan wanita di hadapannya
“William Ricardo!”. Wilda menatap putranya yang sejak tadi tidak fokus “Kua tidak mendengar mommy?”
“Ahk aku dengar, ini aku juga mau mandi”. William dengan gugup berjalan ke kamarnya
“Anak itu selalu saja”. Wilda mengeluh “Maaf ya nak mereka memang seperti itu”. WIlda menatap ke arah Laura
‘Ti..tidak apa mama…”
Beberapa menit berlalu tiga sudah selesai dengan ke sibukan mereka, Rose duduk di samping Laura wanita itu sudah tampak lebih segar dari sebelumnya
Lalu William dan Isaiah juga menyusul untuk makan malam mereka, Wilda memasak lebih dan juga memasak makanan mewah untuk makan malam itu
“Jadi kalian saling mengenal ketika umur kalian 4 tahunan begitu?”. Isaiah bertanya pada Laura.”Pantas saja aku seperti pernah melihat mu hahaha”
“Iya pa…”. Laura sudah mulai beradaptasi mereka sama sekali tidak canggung karena sikap keluarga mereka sangatlah merangkul dan Laura tidak pernah merasa senyaman itu
“Papa benar keajaiban itu memang ada, aku bahkan tidak menyangka jika akan bertemu kak Laura di kantor yang sama ternyata keputusan ku untuk hidup mandiri itu sangat tepaat”. Rose berujah dengan bangga karena memang dulu saat lulus kuliah wanita itu menolak mentah-mentah tawaran Isaiah yang menyuruhnya untuk bekerja di perusahaan mereka
“Apanya yang mandiri, kau bahkan tidak akan bangun jika mama tidak membangunkan mu iyakan”. William mengejek adik kesayangannya dan juga mencubit pipi wanita itu
“Kakak hentikan sakit tahu!”. Rose tidak terima karena William sering kai mencubit pipi Rose sesuka hati “Pipi ku bisa melar nanti, kalau sudah begitu bagaimana aku akan menikah!”
“Memangnnya siapa yang berani menolak adik ku yang sagat cantik ini hmmm?”. William memuji adiknya kebiasaan saat dia sudah mendapat yang dia mau
“Ck dasar menyebalkan, kakak sendiri tidak menika-menikah”. Rose menatap tajam Wiliam pria itu sudah berusia 30 tahun tapi belum juga menikah “Kenapa kakak ku yang sangat tampan ini belum laku juga sih?”
“Bukan aku yang tidak laku, hanya saja memang wanita jaman sekarang jarang ada yang baik cih aku akan menikah begitu menemukan wanita baik sekalipun dia janda”. William berbicara serius membuat semua orang di meja makan itu tercengang
“William!”. Wilda dan Isaiah menatap tajam putra mereka
“Iya mom Dad, aku akan menikah nanti….”. Wlliam menghindari tatapan tajam kedua orang tua itu
“Laura kau pasti sangat terganggu kan mereka memang seperti itu selalu saja ribut jika sudah bersama buat pusing saja”. Wilda memijit keningnya
“Tapi mommy senangkan, anak orang lain akan sibuk dengan diri mereka”. Rose dan William membela diri dan Isaiah juga Wilda tidak bisa mengelak karena nyatanya mereka juga sangat bahagia melihat mereka bersama seperti malam ini
“Tidak apa mommy ini jauh lebih baik….”. Laura tersenyum tulus hingga pria muda di sana tertegun dengan senyum manis nan tulus wanita itu
Sial jantung ku berdetak, kenapa dia sangat menarik sih lihat senyum itu kenapa bisa semanis itu. William tanpa sadar tersenyum menatap Laura hingga gadis di dekatnya menyadarinya
“Kalau kakak menginginkannya tunggu ketika dia selesai bercerai…”. Rose berbisik pelan pada William
“Maksud mu?”. William membalas bisikan wanita itu
“Nanti aku jelasih deh.”. rose menjauh dari William lalu bergabung dengan kedua orang tuanya yang mengobrol dengan Laura
Tidak terasa mereka sudah mengabiskan waktu tiga jam hanya untuk makan dan mengobrol ria jam sudah menunjukkan pukul 10 malam waktunya Laura untuk pulang
“Kakak tolong antarkan kak Laura ya, aku tidak berani berkendara sendiri jam segini”. Rose mengedipkan mata pada William
Tapi kenapa End nya aga kurang menceritakan soal bagaimana juga kehidupan Hanzo dan Rose tuhh... mkn dengan anak-anak mereka 👍🤗🤗🤗
cuma modal seksi doang, otak Nol 👎