Menceritakan kisah percintaan dua anak manusia, yang melewati banyak cobaan serta ke salah fahaman, hingga terjadi konflik akibat dendam lama, yang berakhir penyesalan.
Akankah....cinta mereka bersatu, mari simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kinoi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana pelarian
Bagaimana tidak kesal. Nona Diana pikir saat ini, Lusiana telah dipindahkan kedalam kamarnya.
Tapi yang ia lihat saat ini adalah. Dimana baik Andreas maupun Lusiana. Tidak ada penampakan salah satu dari mereka yang telah keluar dari dalam kamarnya.
Malam pun menjelang. Ia duduk sendiri di Ruang makan saat ini.
Kemarahan Nona Diana semakin menjadi, dan ini membuatnya semakin membenci Lusiana. Dan berlalu memasuki kamarnya.
Lusiana belum juga tersadar saat ini. Hingga tengah malam pun, ia akhirnya tersadar.
Andreas yang memilih tidur disebelah Lusiana mendengar pergerakan hingga racauan Lusiana yang berkata haus saat ini.
Andreas pun terbangun, hingga melihat dan mendengarkan racauan Lusiana saat ini.
Dan hatinya mulai tergerak, serta dengan segerah mengambilkan nya air minum dan membangunkan Lusiana.
Lusiana tersadar dan melihat, Tuan si bertopeng yang ingin memberikannya minuman.
Ia berusaha duduk dan meraih dengan sedikit melirik serta mengambil dengan tangan yang gemetar.
Takut akan kemarahan Tuan si bertopeng tersebut.
Setelah minum, Lusiana merasa sedikit lebih baik.
Dan setelahnya suaminya itu memberikan bubur yang telah dingin tersebut.
Karena menunggu Lusiana yang belum juga sadar dari tadi.
Lusiana yang merasa sangatlah lapar. Ia pun akhirnya, dengan lahap menghabiskan bubur tersebut.
Dan...setelah menghabiskan buburnya. Andreas menatap tajam wajah Lusiana, hingga entah apa yang dipikirkan Andreas.
Ia pun langsung kembali melalukan hubungan itu. Hingga pagi menjelang.
Mereka masih terlelap tidur. Serta terdengarlah gedoran pintu yang terdengar pula suara pelayan serta Nona Diana.
Andreas dan Lusiana terbangun bersamaan. Dikarenakan keterkejutan atas suara gedoran pintu tersebut.
Lalu..."Dengan terburu-buru dan wajah kesal pula, Andreas mengambil pakaiannya, yang masih berserakan dilantai dan segerah memakainya.
Begitupun dengan Lusiana. Ia pun terburu-buru memakai pakaiannya.
Setelah memakai pakaiannya. Andreas pun dengan segerah dan kesal pula membuka pintu, serta menahan nya. Agar...tidak ada yang boleh memasuki kedalam kamarnya.
Dengan aura kemarahan ini, Andreas bertanya, "Ada apa ?
Iiiii....itu Tuan....!
Ini sudah waktunya sarapan pagi, dan sarapan nya sudah siap dibawah. Dengan gugup, sang pelayan berucap.
Hemmm....! Jawab Andreas dengan wajah dingin.
Lalu Nona Diana yang penasaran. Mencoba melirik kedalam kamarnya Andreas.
Tapi karena tapi saat dibuka sudah ditahan pintunya oleh Andreas.
Maka Nona Diana hanya bisa pasrah. Dan ia pun mulai merayu dan membujuk Andreas saat ini.
Tuan Andreas...! Tunggu....! Sambil mulai merangkul lengannya Andreas manja.
Sayang...
Aku kangen dari semalam lo. Dan Aku ingin kita secepatnya sarapan dan setelahnya kita menjemput Ayah di bandara.
Kamu tidak lupa kan sayang ! Kalau pagi ini kita akan menjemput Ayahku dan besok malam itu, adalah hari pertunangan kita.
Aku tau..." Jawab Andreas datar.
Dan berucap, "Kamu tunggulah terlebih dahulu diruang makan.
Nanti Aku akan segerah menyusul mu, untuk segerah sarapan.
Lalu....karena senangnya. Nona Diana memeluk erat Andreas, hingga ia pun dengan berani, memulai pertama mencium pipi Andreas kiri dan kanan.
Tapi saat ingin mencium bibirnya. Andreas langsung menahan, hingga ia berucap, "Aku akan segerah mandi dahulu. Dengan lembut, Andreas berucap.
Dan...tak sengaja pula Lusiana mendengar, serta ada rasa sedikit sakit. Dan Lusiana harus bersabar serta terlihat kuat.
Andreas pun tau itu. Hingga ia sedikit memainkan peranannya seperti saat ini.
Tapi sebenarnya, ia benar-benar tidak menginginkan ini juga.
Sebenarnya ia juga sangat merasa jijik dengan kelakuan Nona Diana yang terlalu agresif seperti perempuan murahan.
Tapi karena misinya yang ingin selalu menyakiti Lusiana. Ia sudah bertekad dan ini pun ia rela melakukannya.
Setelahnya Andreas langsung memasuki kedalam kamar serta mengunci pintunya. Tak perduli disitu ada Lusiana.
Ia cuma berkata, biar Aku mandi sendiri dan kamu kembalilah ke tempatmu.
Lusiana hanya patuh dan ingin keluar saat ini.
Andreas pun setelahnya langsung memasuki kedalam kamar mandi.
Diluar...."Nona Diana nampak senang karena kejadian tadi, hingga dia langsung berlari keruang makan dan menunggu Tuan Andreas sarapan bersamanya.
Dan kini Andreas telah sampai di tuang makan. Ia duduk dan melihat belum ada Lusiana.
Lalu Andreas mulai bertanya kepada Pelayan. Pelayan...! Dimana wanita itu ?
Ooohh....itu Tuan ! Dengan ragu pelayan menjawab.
Nyonya...eh...Nona sepertinya belum keluar dari kamarnya.
Cepat panggil dia untuk sarapan bersama.
Baik Tuan. Dan setelahnya, pelayan tersebut langsung menuju ke tempat kamar Lusiana serta segerah memberitahukannya.
Lusiana bergegas keluar, mengikuti pelayan menuju ke ruang makan.
Dan saat ini, kembali Lusiana melihat pemandangan yang tak mengenakkan hatinya.
Nona Diana berkata manja sambil menaruh beberapa lauk ke piring Tuan Andreas, hingga merangkul Mesranya.
Dan sepertinya, dua manusia itu tak menghiraukan keadaan nya saat ini.
Lusiana merasa miris. Hingga sarapan selesai pun. Mereka pergi tampa berkata apapun kepada Lusiana.
Kini mereka telah pergi keluar. Tampa memberitahu Lusiana. Dan seperti yang Lusiana dengar akan menjemput Ayah Nona Diana, ke Bandara.
Lusiana ditinggal sendiri didalam Mansion ini. Ia mengunci diri didalam kamarnya.
Dan kini Lusiana mulai memikirkan bagaimana caranya ia akan kabur nanti.
Apa yang telah direncanakan oleh Dokter Felix dan berpikir juga. Apakah ia nanti akan berhasil kabur.
Serta ia benar-benar berharap kepada Dokter Felix. Dan menunggu kembali info selanjutnya dari Dokter Felix.
Merenung lama, Lusiana didalam kamarnya. Hingga terdengar suara ketukan pintu kembali. Dan itu adalah seorang petugas yang baru lihat oleh Lusiana.
Ia hanya berucap ada apa ?
Dan petugas itu hanya melirik kiri dan kanan, dan memberikan sesuatu kepada Lusiana secara diam-diam.
Lusiana pun terkaget menerimanya. Tapi Lusiana tetap mengambilnya, dan setelahnya, melihat petugas itu pergi entah kemana.
Lusiana langsung mengunci pintunya. Membaca isi surat yang barusan di berikan oleh petugas tadi.
Dan Lusiana membaca dengan teliti, hingga ia mengetahui isi surat dan kembali merobek kertas itu secara kecil-kecil serta langsung membuangnya ketempat sampah.
Lusiana kini tau apa yang harus ia lakukan di saat perta besok malam.
Ia mulai mempersiapkan diri serta memantapkan hatinya yang terasa sangat gugup.
Bagaimana tidak gugup. Bila gagal maka konsekuensinya kali ini. Bukan hanya Lusiana yang mendapatkan nya tapi juga Dokter Felix.
Dan mungkin ia akan lebih berat lagi mendapat hukuman dari si Tuan kejam itu.
Maka Lusiana sangat gugup dan menjadi tegang.
Tapi ia sudah tidak kuat lagi berada disini. Walaupun harapannya bisa berhasil nanti kecil.
Ia sungguh berharap bisa berhasil dan segerah terbebas dari si Tuan kejam ini.
Dan saat ini berbeda dengan Andreas serta Nona Diana, yang selama didalam mobil ia terasa kaku serta tak ada pembicaraan sepatah katapun.
Karena saat itu. Andreas hanya mendiamkan nya saja, hingga sampai di Bandara.
Saat ini telah sampai pula Ayah dari Nona Diana dan mereka sedang berbincang.
Tapi Tuan Andreas sangat terlihat Dingin dan tak banyak menjawab. Sehingga membuat Ayah Nona Diana semakin yakin ingin menyingkirkan wanita yang diberitahukan oleh putrinya itu.
Kini mereka telah sampai di apartemen milik salah satu Andreas dan akan dihadiahkan kepada Nona Diana, sebagai tanda pertunangannya nanti.
Dan kini Andreas meninggalkan mereka berdua, karena Andreas yang akan langsung menuju ke kantornya.
Hingga sampai di dalam Apartemen. Ayah dan anak tersebut mulai berpelukan karena kerinduan mereka serta mulai merencanakan sesuatu.
tinggal revisi cara penulisannya kak
lanjut ya