NovelToon NovelToon
Bukan Benih Suami

Bukan Benih Suami

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Selingkuh / Cinta Terlarang / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:305.3k
Nilai: 4.5
Nama Author: Moena Elsa

Meyra Melati adalah istri dari Reynand, seorang manager perusahaan swasta yang besar.
Menjadi seorang manager mengharuskan dirinya untuk mengikuti segala kegiatan yang ada di kantor. setiap rapat internal tak ada yang boleh dilewatkan olehnya.
Hingga suatu hari, perusahaan tempat Meyra bekerja mengadakan pesta ulang tahun perusahaan. So pasti, Meyra pun ada ada di sana.
Tepat tengah malam Meyra merasakan pening yang luar biasa.
Saat sadar didapatinya, dirinya polos bertelanjang dada dan berada di ranjang yang sama dengan sang bos.
Apa yang terjadi? Bagaimana jika suamiku tahu? Saat pikiran sedang berkecamuk, sang bos terbangun.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? No one knows.
Stay tune di sini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilema Meyra

'Tapi apa iya aku musti bekerja? Rafa dan Rafi aja masih merah dan butuh perhatian aku' Meyra dalam dilema.

Baru beberapa hari melahirkan dan masih dalam masa pemulihan juga.

Police line yang terbantang sudah disingkirkan, itu artinya kafe sudah bisa dibuka.

"Apa aku buka kafe dengan karyawan yang ada saja ya?" ujar Meyra bermonolog.

Meyra membuat keputusan untuk membuka kafe keesokan hari, meski hanya siang hari.

Tentu saja agar dapur tetap mengebul serta uang susu dan diapers bisa kebeli.

.

Karena beberapa hari tak buka, kafe Meyra masih sepi saat baru dibuka.

Meyra ambil kesempatan itu untuk promo-promo di akun sosmed kafenya.

"Kak, tuh sudah mulai ada pelanggan yang datang," seru karyawan cewek yang setia ikut membuka kafe.

"Wah, betul apa kata kamu nih Mel," tukas Meyra mengikuti arah mata Melanie.

Melanie, anak yatim yang menjadi karyawan kafe sejak Meyra membukanya.

Meyra menyambut sendiri pengunjung kafe yang pertama kali datang itu.

"Lama kali kak tutupnya?" tanyanya.

Meyra tersenyum, "Inginnya sih buka kak, tapi mau gimana lagi," jawab Meyra.

Meyra tak menyadari jika ada yang memperhatikannya di pintu masuk kafe.

Meyra menyodorkan buku menu yang ada.

"Silahkan kak, aku tinggal dulu. Kalau sudah siap, panggil aja," ucap Meyra menyilahkan.

"Siapppp," seru pengunjung itu.

Meyra menjauh dari meja yang ada di pojokan kafe untuk kembali ke meja kasir.

"Meyra!" panggil orang itu.

Reflek Meyra menoleh.

"Loh... Tuan Adnan?" Meyra bengong.

Adnan mendekat.

Pucuk dicinta ulam tiba. Batin Adnan.

Dua harian ini, Leo sudah menerornya bagai ******* gagal. Karena Adnan tak kunjung melakukan perintah untuk mencari keberadaan Meyra.

"Apa kabar?" basa-basi Adnan saat berada jarak dua meter di depan Meyra.

Meyra tersenyum, "Seperti yang anda lihat, aku baik. Tuan sendiri? Kok ada di sini?" tukas Meyra.

"Owh, kebetulan ada proyek di kota ini," tanggap Adnan.

"Kamu kerja di sini?" karena saat itu Meyra telah berposisi di balik meja kasir.

Meyra mengangguk, ngapain juga menjelaskan siapa dirinya yang sekarang. Toh Adnan juga bukan siapa-siapanya, meski laki-laki di depannya ini ada hubungannya dengan ayah biologis anak kembarnya.

"Mau pesan apa? Silahkan duduk?"Meyra menyilahkan.

"Oh ya, sampai lupa," Adnan terkekeh.

Adnan duduk dekat meja kasir, di mana Meyra berada. Membuat Meyra sedikit risih karena diperhatikan Adnan.

Dalam benak Adnan, 'Sebaiknya aku nggak usah lapor tuan bos dulu, sebelum tahu benar apa yang dikerjakan oleh Meyra di sini'.

.

Dalam tiga hari, Adnan dengan setia berkunjung ke kafe Meyra saat jam makan siang.

"Belum balik tuan?" kata Meyra dengan menyodorkan buku menu seperti biasa.

"Seminggu gue di sini," jawab Adnan tanpa menoleh.

"Menu di sini lumayan loh, taste rasanya seperti masakan di rumah. Pasti kokinya terkenal nih," puji Adnan.

Tak tahu saja, kalau ini menu andalanku. Sombong Meyra dalam hati.

Meyra masih berada dekat Adnan saat ponsel Adnan berdering.

"Wah, sialan nih bos. Nggak tahu apa kalau sekarang waktunya istirahat," gerutu Adnan, dan masih kedengaran sama Meyra.

Meyra tertawa, "Ternyata tuan Adnan berani juga memaki tuan muda,"

"He...he...," Adnan lupa kalau Meyra juga kenal Leo. Kenal luar dalam malah.

"Apa kabar tuan bos, tuan?" tanya Meyra tulus.

"Kok nanyain tuan Leo? Apa kamu tak sakit hati padanya? Setelah apa yang dilakukannya?" heran Adnan tanpa memperdulikan panggilan Leo.

"Untuk apa tuan, toh semua sudah lewat," Meyra mencoba berbesar hati. Meski telah banyak pengorbanan yang telah dilakukan olehnya untuk sampai di titik ini.

"Semua hanya masa lalu," lanjut Meyra.

"Eh, kok malah ngobrol. Ponsel anda demo tak mau diam tuh," ucap Meyra sembari meraih pesanan yang ditulis oleh Leo.

Meyra meninggalkan Leo yang mulai mengangkat panggilan dari sang bos.

"Ha...,"

"Share lok, aku sudah di kota B nih. Nggak pakai lama!" perintah Leo menyela sapaan Adnan yang terucap hanya awalan nya saja.

'Wah, bisa berabe nih kalau bos ketemu Meyra. Apalagi aku belum dapat info lengkap tentang Meyra yang tentu saja sudah melahirkan itu,' pikir Adnan yang melihat perut Meyra telah kempes.

Adnan sudah tahu kalau kafe itu milik Meyra.

Adnan beranjak, "Mey, sorry gue nggak jadi pesan. Ada rapat mendadak,"

Tak ada lagi panggilan nyonya buat Meyra, seolah Meyra adalah teman lama Adnan.

Tapi tak lupa Adnan mampir meja kasir untuk membayar makanan yang terlanjur dipesan olehnya.

"Temennya kak? Ganteng," sela Melanie dengan malu-malu.

"Issshhhh, tau aja kalau ada yang bening," Meyra menanggapinya sambil tersenyum. Melanie tergelak.

Sementara itu Adnan buru-buru menshare lok saat dirinya sudah berada dalam mobil menuju lokasi proyek yang tak jauh dari kafe milik Meyra.

"Ngapain nyusul ke sini tuan? Minggu depan aku sudah balik," kata Adnan saat Leo sudah berkacak pinggang di samping sedan mewahnya.

"Inspeksi mendadak," kata Leo ketus.

Hampir seminggu Leo menyuruh Adnan untuk mencari keberadaan Meyra.

Jangankan melaporkan, membalas chat Leo saja jarang.

"Kenapa?" tanggap Adnan.

"Tentu saja lihat kinerja kamu selama seminggu ini," jawab Leo ngasal. Sebal dengan ulah asistennya akhir-akhir ini.

Urusan kerjaan Leo yakin seribu persen jika Adnan mampu mengatasi. Tapi untuk urusan Meyra, tak biasanya Adnan lelet seperti ini.

Adnan menjelaskan perkembangan proyek hotel dan resto yang hampir sembilan puluh persen.

"Bulan depan anda sudah bisa meresmikannya," jelas Adnan bangga.

"Biasa aja. Gue hanya ingin tahu, apa Meyra sudah ketemu?" lanjut Leo.

"Belum," tandas Adnan singkat.

Adnan sengaja masuk ke area proyek agar Leo tak mengejar dengan seribu tanya.

Leo terus mengikuti langkah Adnan.

"Adnan, lo dengar nggak sih?" serunya.

"Apalagi tuan? Kerja di sini banyak menyita waktu, aku belum sempat mencari keberadaan Meyra," jelas Adnan.

Leo mengacak rambutnya yang klimis karena pakai pomade itu.

"Menyebalkan banget sih lo," tukas Leo.

Padahal tujuan Leo menyusul keberadaan Adnan karena jengah terus diusik oleh kakek Armando untuk segera tunangan dengan Alea.

Adnan memutar bola matanya malas.

'Bos pasti lagi bete,' tebak Adnan dalam hati.

"Heiii...Linda! Kesini kamu!" panggil Leo.

"Iya tuan," Linda mendatangi sang bos yang barusan duduk

"Laper gue, beliin makanan dong," suruh Leo.

"Wah, Tuan Adnan yang tahu makanan enak di kota ini tuan," beritahu Linda.

"Adnan," Leo kembali menoleh ke arah Adnan.

"Aku pesankan aja," seru Adnan. Tak mungkin baginya untuk mempertemukan Meyra dan tuan bos nya sekarang.

Adnan mencari kontak yang tertera di akun sosmed kafe milik Meyra, karena makanan yang dibawakan untuk Linda kemarin berasal dari kafe Meyra.

"Bisa diantar kak?" ketik Adnan setelah menulis menu makanan yang dipesan.

"Oke tuan, tunggu aja sebentar," Adnan mengajak sang bos untuk ke ruangan yang sudah beres. Karena di sana sudah ada pendingin ruangan.

Tak lama, ponsel Adnan berdering.

"Lurus saja, kemudian belok kanan. Ruangan paling ujung ya," kata Adnan memberi arahan.

"Siapa?" telisik Leo.

"Pengantar makanan," balas Leo.

Tok...tok...terdengar pintu diketuk.

"Masuk!" suruh Adnan.

Pintu terbuka dan Meyra berdiri di tengah pintu yang terbuka dengan membawa pesanan Adnan.

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Sorry guyyssss, lama update nya. Makasih yang tetep setia dengan novel ini.

Like, komen and subscribe ya. Nuhun 😊😊😊

1
ayu cantik
seru
moenaelsa: thengkiyu kak
total 1 replies
Netty Indriani
bikin nagih.. thanks thor,, terus semangat berkarya
moenaelsa: makasih kak... silahkan lihat karya yg lain
total 1 replies
tulus kesawen
Adnan asisten lemot
tulus kesawen
bos kq ga peka.. hrsnya selidiki meyra hamil anak sp
nox's
aku sangat menikmati kisah ini,asyik/Angry//Drool/
moenaelsa: makasih kakak /Heart/
total 1 replies
Yuliana Tunru
Luar biasa
Nety Dina Andriyani
3 th berlalu berarti kembar umur 4 th knp blm bs bicara kakak
ruly
saya heran knp byk novel yg membenarkan perselingkuhan apakah emang novel ndak ada yg memberikan pesan moral. yg baik
Shifa Burhan: fakta
karena novelis itu rata2 wanita maka ini yang terjadi
jika novel bertema suami selingkuh maka mereka akan laknat habis habisan perselingkuhan suami itu
tapi jika novel bertema istri (pemeran utama wanita/sudut pandang novelis itu) maka mereka akan melakukan berbagai cara untuk membela dan membenarkan perselingkuhan itu

yang artinya novel bukan membenarkan perselingkuhan tapi novel2 wanita akan melaknat suami selingkuh tapi mereka akan membela dan membenarkan jika posisi mereka yang selingkuh dengan kata lain dari novel2 ini kita bisa lihat sifat asli author yang tidak bermoral dan munafik
total 2 replies
Nicky Nick
meyra sembuh gnti alea yg gila
Shifa Burhan: hanya tukang selingkuh yang membela tukang selingkuh
total 1 replies
Nicky Nick
cakeeeep thor👍
Nicky Nick
haduuh mlah ktmu ulat bulu.. 🙃
Nicky Nick
reynand pura2 gila.. gila beneran looh
Nicky Nick
meyra cari masalah aja
Nicky Nick
mantaaaf thoor
Setianingrum Ningrum
Luar biasa
Nicky Nick
cakeeep thoor
Nicky Nick
met berbahagia
Nicky Nick
meyra ayo dong buka hatimu..
Nicky Nick
alea percaya diri bgt mo dpt gono gini dr leo
Shifa Burhan
najis lihat novel yang membela dan membenarkan sebuah perselingkuhan dan tukang selingkuh berakhir bahagia

atau apakah novelis tukang selingk.. juga

karena fakta hanya tukang selingkuh yang membela tukang selingkuh

sampai disini pahamkan
G.Lo: Shifa Burhan...bukan kah sering orang bilang tulisan sebuah novel adalah cermin penulis itu sendiri...karena tokoh utama itu penulis sendiri...menjijikan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!