NovelToon NovelToon
Kesayangan Ceo

Kesayangan Ceo

Status: tamat
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Konglomerat berpura-pura miskin / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 4.5
Nama Author: Mr. Jay H

Lagi di revisi.

Marcell dikhianati oleh pacarnya
Namun ternyata dia sebenarnya orang kaya.
Marcell kemudian bertemu dengan Kinara
bagaimana kisah mereka ikuti terus.

vote like

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Jay H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

"Apartemen ini aku berikan pada Wilona Sebagai hadiah pernikahan, dan dia akan tinggal disini tidak di kediamanku, aku akan kemari 3 kali dalam seminggu, itu menguntungkan bukan, dan untuk perusahaan Wijaya aku sudah menyuntikkan dananya kau bisa periksa,"ucap Samuel.

Wilona, Erick dan Anaya mendengar hal ini cukup lega dan berterimakasih pada Samuel.

"Terimakasih tuan," ucap Erick dan Samuel hanya mengangguk.

Wilona dalam batinnya ia cukup bersyukur Karena dia tidak akan bertemu dengan pria tua itu setiap hari, namun dia merasa jijik Karena mungkin ia harus melayani Samuel.

Wilona, meski dia gadis manja dan angkuh, namun ia tetap menjaga kehormatannya, Karena Wilona benar-benar pemilih dalam hal pria, dia ingin menikahi dan memberikan kesuciannya pada pria tampan dan kaya raya, yang sudah menjadi keinginannya, namun nyatanya itu tidak akan mungkin lagi.

"Untuk saat ini, dalam seminggu kedepan aku akan tinggal di disini, dan kau Wilona harus melayaniku seminggu ini dengan baik,"ujar Samuel tersenyum penuh arti.

Wilona berdecih namun tetap mengangguk ia tahu dan sadar jika dia sudah menjadi istri walau siri dan lagi ia tahu di otak Samuel hanya menginginkan tubuhnya saja.

Anaya mengusap lembut punggung Wilona seolah menguatkan nya, ia benar-benar merasa kasihan dan tidak tega.

Erick, ia tidak banyak bicNara, ia bersumpah akan membalas penderitaan putrinya dan Nara lah yang bertanggung jawab dalam hal ini.

Marcell, Nara serta kedua orang tua Marcell dan juga Reno, kini tengah berada di restoran, mereka tengah merayakan pernikahan Marcell dan Nara.

"Selamat untuk kalian berdua," ucap Arya dan di angguki oleh Safira, Marcell dan Nara yang hanya tersenyum menanggapi pernikahan dadakan ini.

"Selamat bro, aku ga nyangka kau akan menikah secepat ini," ucap Reno, Marcell mengangguk.

"Reno, apa yang aku minta sudah kau siapkan?" tanya Marcell.

"Sudah, semua beres bos," ucap Reno sambil mengancungkan jempolnya pada Marcell.

"Apa itu?" tanya Safira dan Arya pun menyimak Karena penasaran.

Apa mereka akan pergi berbulan madu? pikir mereka bersamaan.

"Aku minta Reno menyiapkan keperluan Nara bu di Penthouse " ucap Marcell yang membuat Nara dan juga Safira terkejut.

"Penthouse, apa kalian akan tinggal disana?" tanya Safira dan Marcell mengangguk.

"Aku ingin mengenal Nara lebih dalam bu, mungkin dengan kita tinggal berdua itu juga akan membuat kita saling mengenal lagi, bahkan lebih dekat, dan juga ini sudah keinginanku sejak lama, jika menikah aku ingin tinggal bersama pasanganku," ucap Marcell sambil menatap Nara, dan Nara pun mengangguk senang dan setuju Karena jika dia tinggal di mansion itu akan membuatnya canggung dan segan Karena ia yang belum terbiasa.

"Ayah setuju dengan keputusan Marcell, biar dia belajar menjadi kepala rumah tangga," ucap Arya.

"Baiklah jika begitu," ucap Safira yang akhirnya pasrah, walau dia berharap Marcell dan Nara akan tinggal bersama nya di mansion,"tapi ibu harap kalian akan sering berkunjung ke mansion?" lanjut Safira.

"itu pasti bu, kami pasti akan sering berkunjung" ucap Marcell dan di angguki Nara dan mereka tersenyum pada kedua orang tuanya.

Sore menjelang, hari pun semakin gelap, Marcell dan Nara kini mereka sudah berada di penthouse.

Nara terlihat canggung entah apa yang harus ia lakukan, Marcell yang sedang di kamar mandi membersihkan diri, dan Nara yang duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.

Marcell terlihat sudah keluar kamar mandi, badannya sudah terlihat lebih segar.

"Kau sudah selesai, aku sudah menyiapkan pakaianmu," ucap Nara.

Marcell tersenyum, "terimakasih."

Nara mengangguk, "aku juga akan membersihkan diri," ucap Nara canggung.

Marcell melihat Nara seperti itu hanya tersenyum, setelah itu pun memakai pakaian santainya yang sudah Nara siapkan, lalu ia meraih ponselnya di atas nakas, untuk memesan makanan untuk makan malam nanti.

Tiga puluh menit berlalu Nara sudah keluar dari kamar mandi, Nara mencari kopernya yang sudah di bawa oleh Reno namun, ia tidak menemukannya dimana pun.

Nara yang memakai baju handuk berjalan kesana kemari mencari kopernya.

"Apa yang kau cari?" tanya Marcell.

"Koper ku, bukankah kak Reno sudah membawanya?" tanya Nara malu, karena dia hanya memakai handuk.

Marcell mengangguk, "kemarilah!" ajak Marcell dan Nara mengikutinya.

Marcell membawa Nara ke lemari pakaian besar, di hadapan lemarinya, wardrobe. Marcell membuka wardrobe itu dan terlihatlah banyaknya pakaian wanita yang sudah di siapkan Reno yang di pesan oleh Marcell, Belum itu saja, di sana juga terlihat lengkap bahkan dengan sepatu tas, perhiasan dan juga kosmetik ataupun skin care.

"Ini.. " ucap Nara terhenti Karena Marcell berbicara. "Ini semua milikmu," ucap Marcell.

Nara tercengang mendengar perkataan Marcell, pasalnya ia melihat semua pakaian wanita di dalam sana, jika itu terlihat barang-barang yang mahal, "apa ini tidak berlebihan, lagi pula pakaianku masih layak untuk di pakai dan cukup banyak," ucap Nara pada Marcell.

"Tidak sama sekali Nara, ini sudah sewajarnya aku sebagai suami memberikan padamu, Nara anggaplah ini sebagai hadiah pernikahan dariku," ucap Marcell dan akhirnya Nara mengangguk, Karena percuma saja jika ia menolak.

"Ya sudah pakailah pakaianmu, aku akan menunggumu di luar untuk makan malam, aku sudah memesan makanan untuk kita," ajak Marcell dan Nara mengangguk.

"Atau jika kau ingin mengulang malam panas kita aku bersedia," lanjut Marcell menggoda Nara.

Sontak Nara mendengar Marcell berbicara seperti itu pun terkejut dan mendorong Marcell agar keluar dari wardrobe.

Nara menghela napasnya, jantung nya berdegup kencang memikirkan malam panas yang telah mereka lakukan, Nara benar-benar sangat malu.

Nara berpikir apa ia harus kembali melakukannya, "ah tentu dasar kau bodoh Nara, kau sudah menikah dengannya, itu kewajibanmu!" ucap Nara berbicara sendiri, yang sadar jika dia sudah resmi menikah, maka itu adalah satu kewajiban untuknya melayani suami.

Nara bergegas memakai pakaian, ia memilih pakaian santainya, dan tidak berdandan. Nara hanya mengenakan pelembab wajahnya, walaupun begitu Nara terlihat cantik dengan rambut yang di biarkan di gerai.

Nara keluar kamarnya mencari keberadaan Marcell, dan terlihat sedang menonton TV. Nara pun menghampiri Marcell.

Marcell melihat Nara tersenyum, "duduklah." Nara pun duduk si samping Marcell.

Marcell setelah melihat Nara duduk di sampingnya pun memberikan satu buah kartu hitam pada Nara.

"Pakailah, ini untuk semua kebutuhan mu, dan aku pun akan mentransfer uang kerekningmu tiap bulan senilai 1M."

Lagi Nara tercengang mendengar perkataan Marcell, " apa ini tidak terlalu banyak?" tanya Nara yang membuat Marcell tersenyum, pemikiran Marcell benar jika Nara bukan wanita yang gila harta.

1
Anna Raisan
ceritanya bagus...
tapi banyak diulang ulang tiap paragraph...
Anna Raisan
kenapa banyak diulang ya ????
Evalina
Ulat bulu sama ulat keket banyak bangettt
Ari_nurin
harusnya sembunyi jangan di hotel .. itu paling mudah dicari ..
Lies Atikah
pokok nya aku suka thor anak nya kembar ya kan uthor yang brkuasa hehe lanjut
Lies Atikah
cewe muka tembok tak punya harga diri udah di buang masih ngemis ih amit 2
Lies Atikah
semoga aja nara ga oon kadang terlalu baik itu mirip2 dengan oon hehe sory thor
Lies Atikah
marsel nya krang tegas kurang galak tak ada wibawa jadi kesan nya kaya menye 2 gak laki banget jadi kesel thor
Lies Atikah
kirain nara tuh pinter taunya oon
Anonymous
Sudah aku kirim BUNGA ya …. Biar semangat thir
Seroja
BERKAS THOR, BUKAN BEKAS
Seroja
dari awal kepala pelayan namanya agus,, eeee sekarang ferdi,,, ga skalian ferdi sambo thor 🤪🤪🤪🤪
D.E rawr
lanjutt
Sri Rahayu
banyak nama yg g.nyambung ....bikin bingung ...
Seroja
THOR KENAPA SIH SELALU DI ULANG ULANG 😠😠😠
Sri Rahayu
harusnya klo mo masuk paragraf berikutnya dgn cerita yg berbeda, pasti ada tandanya ....
Sri Rahayu
hamidun .....
Sri Rahayu
iya nie ...kenapa doble terus ....jd malesĺ bacanya .
Sri Rahayu
knp banyak jalang disini ya ?
risiiiihhhh.....
Sri Rahayu
pating blasur ...
bingung dach ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!