NovelToon NovelToon
Dendam Suamiku

Dendam Suamiku

Status: tamat
Genre:Menantu Pria/matrilokal / Romansa / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: wilia

Sudah biasa mendengar seorang istri yang di perlakukan buruk oleh mertuanya. Tapi, bagaimana jika kebalikannya?

Yah, itu yang sedang Eadwald rasakan setelah menikahi putri pertama dari keluarga Harmon. Ia yang tak punya kedudukan dan kekayaan setara dengan mereka selalu direndahkan oleh mertuanya sendiri.

Tapi, siapa sangka kebengisan mertuanya itu adalah awal mula kehancuran mereka semua. Edwald hanya bertopeng rendah tapi mereka tak tahu betapa besar pengaruh pria itu.

"Akan-ku hancurkan satu persatu."

Itu kalimat yang ada di balik wajah tampan hangat yang nyatanya adalah seorang iblis. Apakah ia akan menghancurkan keluarga itu termasuk istri yang begitu mencintainya? atau mungkin Edwald tak akan perduli dengan wanita itu?!

...

Jangan lupa vote, like and subscribe ya say.. ☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasil perselingkuhan

Tangis nyonya Colins pecah mendengar kabar kecelakaan Freya yang sekarang sudah kritis di rumah sakit. Walau ia sering di buat kesal oleh kebodohan Freya tapi anak tetaplah seorang anak dan tak bisa di pungkiri kekhawatiran itu langsung membongkem dadanya.

"Freyaa!!" Isak nyonya Colins terduduk di depan ruang IGD yang masih mengurung para team medis untuk menangani gadis malang itu.

Tuan Walter yang juga duduk mendampingi nyonya Colin juga merasakan hal yang sama. Ia tak menyangka jika Freya akan mengalami kecelakaan yang begitu besar sampai darah segar itu masih lumer di permukaan aspal tadi.

"Dia pasti akan baik-baik saja."

"B..baik kau bilang. Ha? Mereka mengatakan jika Freya tak sadarkan diri dan ada retakan di tulang kepalanya. Dia kritis Walter!! Dia mengalami benturan yang keras!!" Frustasi nyonya Colins tak bisa menahan diri.

Tuan Walter hanya bisa diam karna ia juga tahu presentase keselamatan Freya hanya 5% menurut keterangan pihak kepolisian yang tadi mengabari mereka.

Setelah beberapa lama terdengar suara Shireen dari lorong rumah sakit. Wanita cantik dengan tubuh semampai itu berlari menapaki lantai ruang IGD dimana sudah terlihat kedinginan disini.

"M-momyy!!" Panggil Shireen dengan mata berkaca-kaca pucat pasih. Ia tadi baru tahu kabar kecelakaan Freya dari pelayan di kediaman tepat jam 3 dinihari.

Melihat kedatangan Shireen yang tampak syok, nyonya Colins bangkit dari duduknya. Ia mendekati Shireen dengan wajah marah dan kelap.

"Kau senang-kan??"

"M..mom!" Lirih Shireen dengan air mata yang turun di pipi mulusnya. Nyonya Colins tampak murka dengan sorot mata benci menyalahkannya.

"Kau senang karna Freya kecelakaan dan kritis!! Ini yang kau mau-kan?"

"M..mom! Aku.. Aku tak seperti itu. Aku.."

"Kenapa bukan kau saja yang mengalami ini? Shireen!! Kenapa??"

Degg..

Jantung Shireen seakan terhenti di tempat. Dadanya terasa nyeri bahkan sangat sakit mendengar kalimat menohok yang di keluarkan oleh nyonya Colins padanya.

Melihat ucapan nyonya Colins sudah terlalu jauh, tuan Walter berdiri menatap tegas wanita di sampingnya ini.

"Jaga bicaramu. Colins!"

"Kenapa?? Kenapa aku harus menjaga ucapanku. Ha? JIKA SAJA DIA TAK MEMUSUHI FREYA MAKA FREYA AKAN HIDUP TENANG! DIA YANG SELALU KAU BANGGAKAN TAPI BAGAIMANA DENGAN PUTRIKU FREYA!!"

"COLIIINS!!" Bentak tuan Walter menggema membuat nyonya Colin terdiam begitu juga Shireen yang juga membisu.

Manik hitam bening berair itu menatap kosong wajah keras nyonya Colins padanya bahkan itu terasa seperti tatapan permusuhan dan penuh kebencian.

"Hentikan ocehanmu dan tutup mulutmu!"

"Cih, sejak kapan kau bisa memerintahku. Ha? Semua ini terjadi karna kau lebih memperdulikan Shireen dari pada Freya."

Ketus nyonya Colins belum juga mau menyudahi makiannya. Tuan Walter tampak marah tapi ia segera beralih pada Shireen yang hanya diam tanpa suara.

Tapi percayalah. Hatinya sakit bahkan air mata itu terus mengalir menggambarkan luka batinnya.

"Shireen! Tenangkan dirimu dulu. Pergilah!"

Shireen tetap diam. Ia masih memandang wajah nyonya Colins yang terpaku pada pintu ruang IGD tanpa mau memandangnya.

"Shireen!" Tegas tuan Walter dan barulah Shireen memaksakan kakinya berbalik pergi menjahui ruangan itu.

Pijakan heels terasa berat seakan tubuhnya tak punya tenaga lagi. Ia hanya berjalan dengan pandangan yang kosong tak tentu arah.

Belum sempat ia melangkah jauh dari pusat keributan tadi. Shireen kembali mendengar perdebatan nyonya Colins dan tuan Walter secara jelas dan lantang.

"Kenapa kau harus pilih kasih? Walter!! Kau mendidik Shireen hingga menjadi wanita yang cerdas dan bisa dalam segala hal. Dia juga bisa memimpin perusahaan mu tapi tidak dengan Freya!"

"Apa kau pikir karakter Shireen dan Freya sama? Shireen rela mengorbankan dunianya hanya untuk keluarga ini tapi Freya menuruni sikapmu!!"

"Ouh. Jadi kau mengatakan jika anak dari SELINGKUHANMU itu lebih baik dari putrimu sendiri!!"

Duaarr...

Bagai tersambar petir di dini hari ini Shireen terkejut setengah mati.

S..selingkuhan? A..aku..

"Dia juga putriku Colins! Selama ini aku bersikap tak adil padanya itu karna dirimu!! Kau hanya ingin menerima Shireen jika dia berguna dan lihat!! Dia lebih berharga dari apa yang kau bayangkan."

"Tapi dia bukan anakku."

Lagi-lagi Shireen merasa dilempar dengan batu besar. Ia tak punya tenaga untuk berdiri sampai tersandar di dinding tak jauh dari tuan Walter dan nyonya Colins yang masih bersitegang.

Shireen membekap mulutnya sendiri dengan air mata terus keluar membuktikan betapa sakit dan sesak dadanya sekarang.

J..jadi selama ini aku hanya hasil dari perselingkuhan. A..aku sama sekali tak di harapkan olehnya.

Batin Shireen meremas dadanya yang terasa sangat sakit. Bahkan, bernafas saja Shireen tersendat tak lagi punya tenaga.

Setelah beberapa lama bertengkar di depan sana, barulah tuan Walter menyadari keberadaan Shireen yang tersandar lelah dengan mata sembab tanpa energi.

"S..Shireen!" Lirihnya nanar meraup sosok rapuh itu dengan keterkejutan.

Sementara nyonya Colins hanya acuh. Ia tak perduli Shireen tahu atau tidak masalah keluarga mereka yang diredam selama bertahun-tahun.

"Bagus kalau dia sudah tahu."

"Kau memang sialan," Umpat tuan Walter berjalan mendekati Shireen di ujung sana.

Wanita malang itu hanya diam menatap lurus kedepan. Jelas Shireen terpukul hebat sampai tak perduli jika ia terduduk di lantai sekarang.

"Shireen!"

Sosok itu hanya diam. Tak ada suara yang keluar selain air mata dari manik hitam yang biasa menguarkan keceriaan sekarang sudah terpaku kosong.

"Shireen! Ini tak seperti yang kau bayangkan," Gumam tuan Walter berjongkok di dekat tubuh lemah putrinya.

Sudut bibir Shireen tertarik miris. Ia ingin menjerit sekuat tenaga tapi pikirannya tak memperbolehkan hal itu.

"Shireen!"

"A..apa karna itu aku di b..bedakan?" Lirih Shireen tersenyum nanar tapi air matanya terus turun. Bibir tuan Walter terkunci tak sanggup menjawab pertanyaan yang ia takutkan selama ini.

Ia bersikap keras dan tak adil pada Shireen karna tak ingin berdebat dengan nyonya Colins yang tak ingin Shireen dimanjakan.

Kebisuan tuan Walter sudah memberi jawaban yang sangat pasti. Shireen terkekeh pelan tapi itu tawa kecil yang sangat menyedihkan.

"Ini sangat lucu, Dad! Sungguh!" Gumam Shireen seperti kehilangan akal sehatnya. Ia berusaha berdiri walau berpeggangan ke dinding di sampingnya.

"Shireen!!"

Lirih tuan Walter menatap sendu Shireen yang berjalan tak tentu arah. Sesekali ia ingin terjatuh tapi segera berdiri lagi tanpa menghentikan langkahnya.

Padahal, tuan Walter tak melihat wajah Shireen yang berusaha menahan isakan. Ia tak mau menangis tapi air matanya terlalu mendesak sampai dadanya mau terkoyak di dalam sana.

"L..lucu. I..ini sangat lucu," Gumam Shireen dengan bibir bergetar mencoba tertawa tapi tangisnya yang sendat mencuat tertahan.

Shireen membekap mulutnya lalu bergegas pergi menuruni tangga yang ada di sampingnya. Karna tak punya tenaga dan kekuatan lagi kaki Shireen mulai oleng tak mampu menahan bobot tubuhnya.

Ia terhuyung ke depan nyaris menghantam anak tangga tapi sekilas bayangan tubuh kekar seseorang langsung menyambut ringan pinggangnya.

"Shireen!"

Suara itu sangat familiar. Manik hitam berair Shireen menatap nanar wajah tampan pria yang mengemban jiwanya.

"E..ed!"

"Kau bisa menggunakan lift, bukan?? Kenapa kau.."

Ucapan Edwald terhenti saat melihat kehancuran di mata Shireen. Keduanya bersitatap sangat dalam bahkan Edwald mulai merasakan apa yang tengah menggerogoti hati wanita ini.

"Shi!"

"Eeed!! Hiks!" Isak Shireen berhambur memeluk Edwald yang juga langsung mendekapnya erat. Tangis wanita ini pecah menusuk dadanya yang mulai terasa sesak dan perih.

"S..sakiit hiks! Ini sangat sakit!" Gumam Shireen mencengkram erat punggung kekar Edwald yang tanpa sadar mengusap kepala Shireen yang terbenam di dadanya.

"S..sakiit hiks!"

"Susst!! Aku disini. Kau akan baik-baik saja," Bisik Edwald menenagkan Shireen yang masih membutuhkan sandaran tubuhnya.

Bahu wanita ini bergetar pertanda ia benar-benar terluka. Seharusnya jika hanya masalah Freya respon Shireen tak akan serapuh ini. Pasti sesuatu telah terjadi sebelum ia datang kesini.

Setelah menangis cukup lama dan beberapa Suster yang lewat hanya bisa diam saja melihat mereka, tiba-tiba saja Shireen tak sadarkan diri.

"Shireen!" Panggil Edwald menepuk pipi sembab Shireen yang tak menjawab. Kedua matanya tertutup dan tubuhnya dingin tak bergerak.

Ada rasa cemas di lubuk hati Edwald yang segera menggendong ringan Shireen dan membawanya turun dari tangga ini. Beberapa orang yang melihatnya terpaku kosong tapi wajah Edwald seperti tak menunjukan emosi apapun.

....

Vote and Like Sayang..

1
Wiwin Al Razhaf
aku baca lagi ka will gak bosen baca ini gak tau kenapa suka banget kisah she sama ed...
Iyhen Asmara waruwu
karyamu lebih bagus dari karya novel lain Thor tapi saya heran kok novel lain yang sangat jelek justru banyak yang baca 😕
🧟‍♂️🧟‍♂️
dan awal sampai akhirnya cerita nya sangat anehh, bahkan ini cerita teraneh yang pernah gue temuii, hanya ada masalah sampai akhir gk ada bahagia nya sama sekali, udah kek cerita ikan terbang banget
🧟‍♂️🧟‍♂️
hah cerita nya cukup menjijikkan, kirain beda dengan yang lain eh sama aja menjijikkan
Wiwin Al Razhaf
sudah berulang x baca kisahnya edwald sama shireen gak pernah bosen paling suka di antara semua judul novel kk willi.. meskipun yang lain jg gak klah keren kisahnya....
Earlyta a.s Salsabila
good
Earlyta a.s Salsabila
Buruk
liya kurniawan
Luar biasa
s
begitulah manusia karena iri dengki hati jadi lupa status sebenarnya dia berasal
Lis Nawati
sangat bagus
Edelweiss
Luar biasa
RENI NURAENI
nyesek bangettt anjirrr
Budi Hermawan
judulnya harusnya "perempuan di sarang penyamun"
Imach Khan
bagus cerita nya
Susila Ratih
kerennn bangettttt. udah berapa hari masi stan by di lapak ini soalnya ceritanya keren". makasih thorr atas ceriranya kerenya semangattt berkarya thor
Dina Marliana
langsung meluncur ke karya selanjutnya tapi cerita yg Latizia mah udah duluan aku baca kak 😁🤭semangattt teruss yaa ka💪 buat karya baru lagi👍🥰
Dina Marliana
yaahhh udh tamattt😭
Sulaiman Efendy
YAA IYAALAH SEMPIT LAGI. 7 TH GK DITMBUS RUDAL, DN MLAHIRKN JUGA CESAR..
Sulaiman Efendy
KAYAKNYA COOPER BRJODOH SAMA CATH...
Sulaiman Efendy
YA IYALAH. KN BENIH LO, BUAH JATUH TK JAUH DARI POHON, LIKE FATHER, LIKE SON..😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!