"BRUZZLY" sebuah agen rahasia pembasmi kejahatan siapa sangka di pimpin oleh seorang wanita cantik, tomboy dan dingin yang terkenal dengan nama MESLY.
RADITYA ANGGARA seorang pengusaha muda yang sukses dan berhati dingin karena di tinggal kekasihnya demi pria lain.
apakah MESLY dan Raditya berjodoh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 18
Di sebuah kota yang cukup jauh dari keramaian mami Rose membuka usaha protitusi yang cukup ramai di datangi para pengunjung, banyak para pengusaha muda datang ketempat itu untuk kesenangan semata ada juga yang datang hanya mencari hiburan pelepas lelah.
Melisa di bawa keruangan khusus, gadis itu sudah di dandani secantik mungkin dengan juru rias mami Rose karena sebentar lagi akan di buka acara lelang.
Setiap mami Rose mendapatkan pengikut baru yang masih virgin dan memiliki wajah dan tubuh yang sempurna akan di lelang kepada semua pengusaha di tempat itu.
Acara lelang pun di mulai semua tamu sudah tidak sabar menunggu sang primadona yang sudah di umumkan di awal acara, satu persatu gadis pendatang baru sudah di pasarkan Dengan harga yang cukup fantastik.
Kini tiba waktunya Melisa di bawa keatas panggung, Rasa cemas, takut, kumpul jadi satu di hatinya. semalaman gadis itu menangis namun tidak ada yang bisa menolongnya.
Ingin memberikan kabar ke Mesly tetapi dia tidak bisa karena handphonenya di sita mami Rose.
"Ya Tuhan..., apa akan terjadi denganku, tolong sampaikan kepada Mesly biar dia datang menolongku Tuhan!" doanya dalam hati dengan deraian airmata di pipinya.
Melihat kecantikan Melisa membuat para tamu berlomba-lomba memberikan harga tinggi untuk mendapatkannya, mereka tidak peduli berapapun yang harus mereka bayar asal malam ini bisa tidur dengan wanita cantik yang ada di panggung itu.
Hasil lelang jatuh kepada peserta VVIP yang bernama Richard Hanz sang pengusaha asal Italia yang sedang bertamu di negara itu dan mendapat traktiran dari rekan kerjanya untuk bersenang-senang di tempat protitusi itu.
Richard Hanz tipe lelaki yang tidak suka jajan sembarangan tetapi sejak iya menatap wajah Melisa iya merasa kasihan dan ingin menolongnya.
"Entah mengapa aku ingin menolong wanita itu, untuk saat ini aku bayar lelangnya semoga ada jalan untuk menolongnya." kata Richard dalam hati.
Melisa di bawa ke kamar VVIP untuk bertemu dengan pembelinya, kamar itu di sekelilingmu banyak bodyguard untuk menjaganya takut-takut Melisa kabur dan mengecewakan pelanggannya.
Di dalam kamar Melisa terus menangis, namun kecantikannya tidak luntur sekalipun walaupun airmatanya membasahi hampir seluruh wajahnya.
Richard Hanz masuk kekamar itu dengan perasaan iba, setelah menutup pintu kamar dan menguncinya pria itu mendekati gadis berpenampilan yang sangat sexy itu.
Melihat seorang lelaki tampan menghampirinya membuat Melisa ketakutan dan bangun dari ranjang besar itu, dengan wajah memohon dia meminta pria itu untuk tidak menjamahnya.
"Aku Mohon Tuan..., jangan sentuh aku karena aku bukan bukan wanita malam aku seorang dokter yang di culik dan di jual kesini!" kata Melisa dengan wajah penuh permohonan.
"Kamu tenang aja, saya tidak suka tidur dengan wanita selain saya menikahi wanita itu, saya berani membayar mu supaya kamu tidak jatuh ke tangan pria hidung belang di luaran sana saya percaya kamu wanita baik-baik" kata Richard pelan.
"Kalau Tuan ingin menolong saya bolehkan saya meminjam handphone tuan buat mengabari sepupu saya supaya dia datang kesini menolong saya" kata Melisa kepada Richard.
"Boleh tapi ada syaratnya!" jawab pria itu.
"Apa syaratnya itu, apa setiap menolong sesuatu anda mengharapkan imbalan?" kata Melisa.
Pria itu tersenyum manis bahkan wajahnya bisa menghipnotis semua kaum hawa yang melihatnya.
"Saya seorang pengusaha yang cukup terkenal di negara saya, saya kesini karena urusan bisnis. Orang tua saya menjodohkan saya dengan wanita yang tidak saya sukai saya ingin kamu berpura-pura menjadi kekasih saya supaya perjodohan itu di batalkan, Drama kamu bukan cuma di depan orangtua saya tetapi juga di depan semua rekan bisnis saya yang di sini karena biar saya punya alasan pada mereka kenapa saya menyelamatkanmu." kata Richard sambil menatap wajah Melisa.
"Oke... Dil!" kata Melisa sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan pria itu tanda setuju.
"Malam ini Tuan menyelamatkan saya, saya janji kedepannya saya akan bantu Tuan di depan keluarga Tuan" kata gadis itu lagi.
Richard mengeluarkan handphonenya dan memberikannya kepada Melisa, gadis itu segera menelpon sepupunya dan menceritakan apa yang di alaminya.
Mesly yang belum menyadari bahaya yang menimpah sepupunya itu masih duduk manis di depan laptopnya, namun tak sekali dia melirik handphonenya mengharapkan ada pesan masuk dari Melisa.
Melihat handphonenya berdering Mesly segera menjawab telepon dari nomor yang tidak di kenal itu.
📞 :"Hallo!"
☎️ :"Mesly ini aku Melisa, tolong aku Mes...! aku di culik dan di jual di tempat protitusi.
📞 :"Astaga... sekarang kamu dimana?
☎️ :"Aku tidak tau tempatnya Mes, tetapi aku masih pakai giwang pemberianmu kau pasti tau aku dimana.
📞 :"Oke aku akan segera datang kamu bersabar ya
Setelah menghubungi Mesly Melisa mengembalikan handphone pria yang kini ada di kamar itu.
"Terimakasih" ucapnya.
Richard membuka jasnya dan merobek seprei di kamar itu lalu menghampiri wanita yang berdiri di depannya itu, dengan perlahan seprei itu di lilitkan ke tubuh Melisa membuat sesuatu berdetak kencang di dada wanita itu melihat perhatian pria itu.
"Aku tidak mau kalau semua mata pria memandang tubuh kekasihku walaupun kau hanya bersandiwara menjadi kekasihku tetapi aku tetap harus menjaga nama baikmu" kata Richard sambil memakaikan jas miliknya ke Melisa.
Melisa belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun, sifat protective papanya membuat dirinya malas berpacaran karena sang papa pasti akan memilih jodoh mana yang akan menjadi pendamping putrinya itu.
Berbeda dengan Richard Hanz pria itu memang sudah jatuh hati pada pandangan pertama dengan Melisa, walaupun dirinya baru mengenalnya tetapi dia berharap kalau kedepannya gadis dihadapannya akan menjadi kekasihnya utuh bukan dengan drama dan Richard tidak ingin egois dia akan terus berusaha mengambil hati gadis itu supaya gadis itu bisa menerima dan mencintai dia dengan tulus.
"Namaku Richard Hanz, tolong biasakan memanggil nama jangan memanggil Tuan" ucap pria itu.
"Namaku Melisa, boleh aku memanggilmu Hanz?" jawab gadis itu.
Pria kebangsaan Italia itu tersenyum manis, dan perkataannya cukup membuat wajah Melisa tersipu-sipu menahan grogi.
"Panggil sayang juga boleh, sebagai seorang kekasih kita harus tampil mesra kan semoga nyata bukan drama"jawab Richard.
"Maksud Hanz!" tanya Melisa memastikan ucapan pria di depannya ini bercanda atau benar-benar menyatakan cinta.
"Sudah lupakan saja, anggap saya tidak ngomong apa-apa" jawab pria itu.
Setelah 2 jam menunggu bantuan dari sepupunya itu, akhirnya yang di tunggu datang.
Mesly mengerahkan semua anak buahnya juga anak buah papanya untuk mengepung tempat protitusi itu. Dan perang pun di mulai
Melisa yang tidak tau keadaan di luar kamar sibuk ngobrol dan bercanda dengan Richard yang menurutnya cukup humoris di matanya.
jangan marah ya mesly... radit begitu karena takut kamu di ambil orang... jadi sudah sembuh langsung gas..