NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Tabib Jenius

Reinkarnasi Tabib Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ahli Bela Diri Kuno / Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:59.7k
Nilai: 5
Nama Author: shennaartha

Kehebatan ilmu bela diri serta kejeniusannya dalam bidang obat-obatan, mengantar Zhao Jun ke jurang maut mengerikan!

Zhao Jun dikhianati, dibunuh, dan semua hal termasuk gelar 'Tabib Jenius'-nya itu direnggut oleh sahabatnya.

Kematiannya yang tragis membuat Zhao Jun bersumpah pada langit, bahwa jika dia diberi kesempatan untuk hidup kembali, dia akan membalaskan dendam pengkhianatan ini berkali-kali lipat!

Dan ternyata, Dewa mengabulkannya. Zhao Jun terlahir kembali di tubuh seorang pemuda payah di pinggiran kota.

“Hmph! Aku akhirnya terlahir kembali! Dengan tubuh baruku ini, aku pastikan dendamku terbalaskan!”

Dengan ini, perjalanan Zhao Jun membalas dendam sebagai reinkarnasi Tabib Jenius pun dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shennaartha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Alasan, Sebuah Tawaran

“Apa yang terjadi padaku kemarin, aku yakin Putri Baili tahu detailnya dengan baik. Bukankah mereka adalah orang-orang yang Putri Baili kenal?”

Balasan Zhao Jun berhasil membuat Putri Baili terdiam sesaat.

Jarang-jarang dia kalah bicara dengan orang lain hingga terdiam karena bingung harus membalas bagaimana. Beruntung tabib tadi sudah keluar. Jadi, tidak ada yang tahu momen langka Putri Baili ini selain Zhao Jun.

Akan tetapi, Zhao Jun sendiri sebenarnya tidak terlalu peduli akan reaksi Putri Baili. Sebab menurutnya, itu bukan hal yang penting untuk dipedulikan lebih jauh. Dia pun tidak keberatan untuk melanjutkan ucapannya, memberi sedikit ‘wajah’ bagi Putri Baili.

“Seperti yang Putri Baili lihat, mereka kemarin menyerangku secara berkelompok. Mengatakan bahwa aku adalah seorang pengemis gelandangan dari Kekaisaran Nan yang harus segera diusir dari sini.”

Putri Baili yang mendengar ini, melebarkan kedua matanya karena terkejut. “APA?!”

“Omong kosong apa yang mereka katakan?! Tidak pernah ada hal seperti itu! Siapa pun yang datang ke Kekaisaran Bei selalu dipersilakan untuk masuk ataupun menetap. Apalagi jika itu adalah orang dari Kekaisaran Nan!”

Zhao Jun mendelik santai ke arahnya. “Hanya saja, mereka yang menyerangku kemarin, berkata demikian. Aku tidak berbohong sama sekali, karena itu tidak ada gunanya bagiku.”

Sebelum Putri Baili menyelanya lagi, Zhao Jun pun berbicara kembali. “Jangan Putri Baili pikir, aku tidak mencoba melawan ataupun berusaha menjelaskan maksud kedatanganku ke sini pada mereka.”

“Semua itu sudah aku lakukan sebisaku. Tapi mereka semua tidak mau mendengarku sama sekali. Alih-alih mendengar, mereka justru semakin mencaci dan memakiku habis-habisan karena tidak terima aku membawa-bawa namamu.”

“Dan pada akhirnya, mereka langsung mengeroyokku dan menghancurkan semua barang yang aku punya, sekaligus bahan obat yang baru saja aku beli dari pedagang di sana. Semuanya hancur dan uangku sekarang sudah habis.”

Putri Baili benar-benar tidak bisa berucap sepatah kata pun. Dia terlalu kaget dengan ulah para murid Istana Obat Ilahi milik ayahnya yang telah kelewat batas itu.

“Lalu, masalah bahan obat langka yang kau buat itu? Bagaimana kau akan menjelaskannya? Apa kau tahu apa saja bahan-bahan obat itu?”

Zhao Jun mengangguk. “Tentu saja aku tahu. Kalau tidak, aku tidak mungkin membelinya. Semua itu adalah bahan untuk membuat Pil Pembersih Tulang dan Darah.”

Sepasang mata cantik nan tegas milik Putri Baili membulat sempurna mendengar jawaban Zhao Jun.

“KAU!” serunya sambil menunjuk wajah Zhao Jun dengan menggunakan jari telunjuknya. “Kau benar-benar tahu tentang Pil Pembersih Tulang dan Darah?!”

“Bagaimana dan dari mana kau mengetahuinya? Siapa sebenarnya kau ini?! Kenapa kau bahkan paham pil yang kategorinya pil tingkat tinggi?! Para murid dari Istana Obat Ilahi saja belum diajarkan tentang komposisi pil ini!”

Zhao Jun tidak langsung menjawabnya. Dia mengamati ekspresi dan tatapan mata Putri Baili itu lekat-lekat, sebelum akhirnya menghela nafas panjang.

Dia tahu betul bahwa dengan kecerdasan dan betapa kritisnya pemikiran Putri Baili terhadap sesuatu, terlepas dari seluruh sifatnya yang cenderung arogan dan sombong, akan sulit bagi Zhao Jun berbohong di hadapannya.

Kalau dia ingin mencari sebuah alasan, dia harus memastikan bahwa alasan itu benar-benar alasan yang konkret dan tidak bisa dicari lagi celahnya. Hanya saja, alasan macam apa yang harus dia katakan?

“Zhao Jun! Semakin kau diam, aku akan semakin curiga padamu! Ingatlah bahwa sejak aku bertemu denganmu pertama kali waktu itu, aku sudah mencurigaimu!”

Zhao Jun tidak membalasnya. Dia hanya berbalik dan duduk di atas dipan yang sebelumnya dia gunakan untuk berbaring semalam penuh.

“Putri Baili layak mencurigaiku. Tapi semua kecurigaanmu itu tidak berdasar sama sekali. Sebab aku hanyalah seorang pemuda yang hidup sebatang kara di sebuah desa yang terletak di pinggiran hutan kota Kekaisaran Nan.”

Zhao Jun lanjut menjelaskan bahwa dia mengetahui hal-hal semacam itu karena dia pernah bertemu dengan mendiang Tabib Jenius Zhao saat beliau datang ke desa untuk berkeliling sambil mengobati para warga yang tengah sakit.

Dan dari sanalah, minatnya berkembang. Beberapa kali dia bertemu dengan Tabib Jenius Zhao dan menanyakan banyak hal mengenai ilmu pengobatan. Sampai pada akhirnya, Tabib Jenius Zhao memberinya sebuah buku berisi catatan-catatan pengobatan dan beberapa resep obat juga pil.

Tapi tentu saja, semua itu hanyalah karangan kosong dari Zhao Jun untuk Putri Baili. Setidaknya dengan begini, Putri Baili tidak akan bisa mencari dan membuktikan kebenarannya karena Tabib Jenius Zhao sudah mati.

“Benarkah? Lalu di mana buku itu sekarang?” tanya Putri Baili langsung setelah Zhao Jun selesai berbicara.

Zhao Jun menaikkan alisnya dan mendelik ke arah Putri Baili dengan sedikit heran.

“Buku itu adalah buku rahasia milik mendiang Tabib Jenius Zhao yang diberikan kepadaku. Keberadaannya, hanya aku yang tahu. Dan orang luar tidak berhak mengetahuinya.”

“KAU!”

Sayangnya, Zhao Jun tetap bergeming di tempat dengan ekspresi datar, tak peduli bagaimana Putri Baili memelototi dirinya dengan sangat sengit.

“HUH!”

Pada akhirnya, Putri Baili mendengus keras, lalu berbalik memunggungi Zhao Jun. Ekspresinya ditekuk dan sorot matanya dipenuhi sinar kekesalan yang begitu jelas.

“Sudahlah! Kalau kau memang tidak mau memberitahuku buku yang kau dapat dari Tabib Jenius Zhao, aku tidak akan memaksa.”

Zhao Jun sedikit mencebikkan bibirnya. “Memang seharusnya begitu.”

Putri Baili berbalik lagi guna menghadap Zhao Jun. Kali ini, kedua matanya memicing tajam. “Meski begitu, aku tetap tidak bisa menghilangkan kecurigaanku padamu, Zhao Jun!”

“Itu hakmu, Putri,” balas Zhao Jun acuh tak acuh.

“Kau! Coba katakan padaku, kenapa kau sakit-sakitan dan hidup dengan begitu payah? Apalagi kau juga memiliki wajah yang sangat pucat seperti orang sekarat setiap waktu!”

“Jika benar Tabib Jenius Zhao adalah orang yang memberimu buku pengobatan itu, maka seharusnya dia bisa membuatkanmu obat untuk menyembuhkanmu!”

“Tidakkah tujuanmu membeli bahan guna membuat Pil Pembersih Tulang dan Darah itu adalah untuk keperluanmu sendiri? Apa kau membersihkan tulang sekaligus titik meridianmu dari racun?”

Zhao Jun mendesah dalam hati. Dia sudah menduga semua itu. Putri Baili terlalu kritis dan pandai menganalisis situasi bahkan jika itu hanya secara sekilas. Dia benar-benar sulit jika harus terus mencari alasan untuk berbohong.

“Iya, semuanya seperti yang Tuan Putri katakan.”

“Tapi mengenai kenapa Tabib Jenius Zhao tidak membantuku, itu karena kondisiku dulu terlalu menyedihkan. Jadi kalaupun Tabib Jenius Zhao membuatkanku pil, tubuhku belum tentu sanggup menerimanya. Apalagi pil itu adalah pil tingkat tinggi. Risikonya sangat besar.”

“Oleh karenanya Tabib Jenius Zhao memberikanku resep obat ini, kalau-kalau nanti kondisiku sudah membaik, aku bisa membuatnya sendiri. Meski pada awalnya, Tabib Jenius Zhao juga berkeinginan untuk bisa mengobatiku secara langsung. Sayang sekali dia berumur pendek.”

Putri Baili menyipit. “Itu artinya, kau bisa membuat obat?”

“Tentu saja. Aku biasa membuat obat kelas rendah untuk mengobati diriku sendiri. Hanya saja, dengan peralatan dan kemampuanku yang serba terbatas, kualitasnya sangat buruk.”

Sejenak, keheningan jatuh di antara keduanya.

Zhao Jun tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Putri Baili. Hanya saja, dia yakin kalau Putri Baili sudah tidak lagi menaruh kecurigaan berlebih terhadap asal-usul pengetahuan dan kemampuannya dalam bidang pengobatan.

“Baiklah!”

Putri Baili tiba-tiba berseru dan mengulas senyum cukup lebar ke arah Zhao Jun. Mau tak mau, Zhao Jun mengerutkan keningnya karena bingung.

“Ada apa, Putri Baili?”

Sembari mempertahankan senyumannya, Putri Baili kemudian mencondongkan tubuhnya ke depan.

“Karena kau ternyata memiliki kemampuan dalam bidang pengobatan, maka aku sarankan kau untuk ikut berguru pada Ayahku bersama murid-murid lain! Bagaimana?”

1
Eddy.H
tamat ga ni Thor lagi seru2 nya eh authornya menghilang
Her dian
mantaf..
Jimmy Avolution
ayo
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
lanjut
Anik Purwantoro
tutup wae .. gak usah di lanjut
Anik Purwantoro
menarik
Uswatun Hasanah
kok nggak dilanjutin?
forza 💫✨🎗️🪙👑
mcnya kok goblok ya
forza 💫✨🎗️🪙👑
ujung"nya gampang percya dgn orang lagi di kehidupan ke dua..ckckck
Jimmy Avolution
ayo
Jimmy Avolution
laaaaaarrrrriiiii
Jimmy Avolution
lanjut
Jimmy Avolution
terus
Jimmy Avolution
hadir
@lan
logis dan tidak terlalu fantasi mantab thor kami tunggu up nya
Linda Samudin 88
napa tdk minta kompensasi sb sdh di rugikn oleh pelajar dewa obat xiao jun
Linda Samudin 88
apakh tdk ada cincin spasialnya zhao jun
nabawi ahmad
lanjut
nabawi ahmad
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!