NovelToon NovelToon
Maira And The Bad Boy

Maira And The Bad Boy

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:703.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Merpati_Manis

"Turun!" titah seorang pemuda pada pengendara mobil yang baru saja dia tabrak. "Kamu bisa mengendarai mobil enggak, sih?"

"Maaf ya, Mas. Masnya yang salah, tetapi kenapa Mas yang nyolot?" Gadis berhijab tersebut menatap sang pemuda, tanpa rasa takut.

Pertemuan tidak sengaja antara Maira dan Yudhistira di jalan raya yang sepi karena pemuda tersebut menabrak mobil Maira ketika gadis berhijab itu hendak pulang ke rumah, akankah membawa perubahan positif bagi pemuda yang saat ini tengah mengalami broken home setelah ditinggal mati oleh sang mama?

Simak kisah mereka dalam novel; Maira and The Bad Boy

🌹🌹🌹

Best ... jangan lupa dukung kisah bungsu dari keluarga Rehan Alamsyah ini, ya 🥰🙏🙏

Yang baru saja mampir di lapakku, simak kisah emak dan bapak dari Maira, dalam novel; Ketulusan Cinta Nabila 😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merpati_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diabaikan dan Tidak Dianggap

Jenazah omanya Yudhistira disambut oleh keluarga besar Daddy Rehan dan Mommy Billa yang tadi langsung meluncur ke kediaman keluarga Bisma begitu daddy-nya Maira mengabarkan pada semua keluarga, bahwa Nyonya Saidah Bisma telah berpulang.

Kursi-kursi yang di tata rapi di halaman, di bawah tenda yang juga telah terpasang, sudah banyak terisi oleh keluarga besar Alamsyah-Antonio.

Mereka tetap bersemangat untuk datang dan menunjukkan rasa simpati serta bela sungkawanya pada Yudhistira, meskipun malam telah sangat larut.

Saudara-saudara Maira langsung mendekati Yudhistira dan memeluk pemuda yang wajahnya terlihat sangat kuyu dan lelah itu untuk memberikan semangat dan dukungannya, begitu Yudhistira turun dari mobil ambulans.

"Abang turut berbelasungkawa atas kepergian oma, Bro. Yang sabar, ya. Masih ada kami yang akan selalu mendukungmu, kami semua keluargamu," ucap Mirza seraya menatap hangat netra elang Yudhistira, setelah melerai pelukannya.

"Yang ikhlas ya, Mas. Mas Yudhis tidak sendiri, Iqbal akan selalu ada untuk Mas," ucap Iqbal.

Bergantian, mereka semua memberikan dukungannya pada Yudhistira dan pemuda yang saat ini tengah sangat berduka itu hanya bisa mengangguk, setiap kali saudara-saudara Maira berbicara padanya.

Yudhistira kemudian duduk dengan menundukkan kepala di samping jenazah sang oma. Dia sama sekali tidak mau beranjak sedikitpun dari sana.

Anjuran Mommy Billa yang selalu setia menemani di sampingnya, agar Yudhistira beristirahat terlebih dahulu barang sejenak, dia tolak karena tidak ingin kehilangan momen bersama sang oma untuk yang terakhir kalinya.

"Nak Yudhis, beristirahatlah dulu. Biar kami yang menjaga oma untukmu," titah Mommy Billa seraya mengusap lembut punggung kokoh Yudhistira.

Pemuda itu menggelengkan kepala. "Tidak, Tante. Yudhis mau di sini saja, menemani oma," tolaknya.

Dia abaikan semua orang yang berusaha untuk membujuk dan memberinya perhatian, termasuk Maira yang wara-wiri menyuguhkan minuman hangat dan makanan ringan untuk Yudhistira, sebagai pengganjal perut agar pemuda yang telah menyatakan cinta pada putri bungsu Daddy Rehan itu tidak masuk angin.

"Mas, silakan diminum dulu jahenya mumpung masih hangat," ucap Maira, lembut.

Yudhistira hanya melirik sekilas dan kemudian kembali fokus dengan buku kecil di tangan, pemuda itu melanjutkan membaca Surat Yasin untuk sang oma.

Bahkan kedatangan Om Alex dan Kevin yang terlambat karena mereka baru saja menyelidiki teman-teman Yudhistira, pun tidak mampu mengalihkan perhatiannya.

"Nak Yudhis, mau ikut menemui Om Alex dan Bang Kevin, tidak?" Daddy Rehan menatap Yudhistira dengan tatapan penuh keprihatinan.

Pemuda tampan itu kembali menggeleng. "Tidak, Om. Yudhis di sini saja."

Yudhistira tidak lagi peduli dengan kabar berita mengenai orang-orang yang telah memfitnah dirinya, yang dibawa oleh Om Alex dan Kevin karena semua itu tidak lagi penting baginya.

Dia tidak peduli jika semua orang, termasuk Maira mempercayai perkataan Mili.

Meskipun kebenaran kemudian akan terungkap jika Mili dan Awang bersedia berkata jujur, semua itu tidak akan dapat mengembalikan sang oma.

'Semua telah terjadi dan itu karena kesalahanku semata yang begitu percaya pada teman,' batin Yudhistira dalam hati, tetap menyalahkan diri sendiri.

Daddy Rehan kemudian mendekati asisten pribadinya serta Kevin, setelah mereka berdua duduk di antara keluarga besarnya.

"Bagaimana, Lex? Informasi apa yang kalian dapatkan?" Daddy Rehan menatap sang asisten dan sang putra sulung, bergantian.

"Kedua gadis teman Yudhis berhasil kami temukan, tetapi Awang belum berhasil kami lacak keberadaannya. Di rumahnya, menurut asisten rumah tangga, dia juga belum pulang sejak tadi sore," terang Om Alex.

"Icha dan Mili mengakui, bahwa itu memang rencana mereka berdua, khususnya Icha yang memiliki ide tersebut, Dad," timpal Kevin.

"Tapi, ada yang mencurigakan dari gelagat mereka berdua," lanjutnya.

"Mencurigakan bagaimana, Bang?" Dahi Daddy Rehan berkerut dalam.

"Mereka kayak ketakutan gitu, ketika kami menanyakan kabar di mana Awang," balas Om Alex, mewakili.

"Dan melalui pesan chat si Icha, kami berhasil menemukan bukti kalau Icha dan teman laki-lakinya berusaha menghilangkan nyawa Awang, agar dia tidak menjelaskan apapun pada Maira, dengan cara mencelakakan mobil teman baik Yudhis itu, Dad." Kevin menatap sang Daddy, khawatir.

"Sayangnya, dalam chat yang berhasil dilacak, Icha dan laki-laki itu tidak menyebutkan daerah tempat Awang akan di eksekusi dan ketika kami desak, si Icha tidak mau mengakui meskipun dia sudah kami ancam!" lanjut Kevin yang terlihat geram mengingat sikap Icha dan Mili yang tidak berperikemanusiaan.

"Tapi gue sudah menghubungi pihak kepolisian dan memberikan bukti chat Icha pada mereka, Rey. Semoga mereka bergerak cepat, agar Awang bisa segera ditemukan," timpal Om Alex.

Daddy Rehan mengangguk-anggukkan kepala. "Terima kasih, Bang, untuk kerja kerasnya," tutur Daddy Rehan seraya menepuk pundak Kevin dengan rasa sayang.

Daddy Rehan segera beranjak dan berlalu dari sana.

"Lah, Rey! Lu enggak berterima kasih sama gue!" protes Om Alex, berseru, tetapi suaranya menghilang di telan kegelapan malam dan diabaikan oleh Daddy Rehan.

Laki-laki paruh baya yang masih terlihat tampan tersebut kemudian kembali mendekati Yudhistira yang masih berada di ruang tamu.

Ya, pemuda itu masih tetap berada di sana, dengan posisi semula dan tanpa bergeser sedikitpun.

"Nak Yudhis, apa kamu tidak ingin mengetahui kabar tentang Awang?" pancing Daddy Rehan.

Yudhistira menoleh ke arah Daddy Rehan dan kemudian tersenyum masam. "Buat apa, Om? Yudhis tidak peduli lagi dengan apa yang terjadi pada Awang atau siapapun," balasnya, tegas.

Daddy Rehan menghela napas panjang, cukup mengerti dengan kekecewaan serta kemarahan Yudhistira pada teman-temannya.

Shubuh menjelang. Sayup-sayup kumandang adzan terdengar dari Masjid di kejauhan.

Suara adzan itulah yang berhasil membuat Yudhistira beranjak dari tempatnya semula untuk mengambil air wudhu dan segera menunaikan kewajiban, sebagai seorang muslim.

Pemuda itu sholat di kamarnya sendiri dan tidak ingin bergabung bersama keluarga besar Daddy Rehan. Sepertinya dia mulai menjaga jarak dengan keluarga Maira.

Usai sholat shubuh, pemuda berambut gondrong yang kini wajahnya sudah terlihat lebih segar setelah terkena air wudhu, kembali lagi ke tempatnya semula, di samping jenazah omanya.

Maira yang baru selesai melaksanakan sholat shubuh, mencoba untuk mendekat dan memberanikan diri untuk berbicara pada Yudhistira.

"Maaf, Mas Yudhis. Apa, Mas Yudhis tidak mencoba menghubungi papanya Mas Yudhis?"

Yudhistira menoleh ke arah Maira dengan tatapan dingin, tidak seperti biasanya yang hangat dan menggoda.

"Apa pedulimu, Ra? Lagipula, aku sudah tidak memiliki papa!"

Mendengar jawaban Yudhistira, bulir bening menetes dari sudut netra indah Maira. Sakit rasanya, diabaikan dan tidak lagi dianggap oleh Yudhistira sebagai seseorang yang istimewa.

🌹🌹🌹 bersambung ... 🌹🌹🌹

1
Rini Anggraini
Luar biasa
falea sezi
meski kesel ttep panggil mas sopan bgt maira
Merpati_Manis (Hind Hastry): 😁😁 didikan keluarga, sangat besar pengaruhnya terhadap sikap seseorang, Kak ...
total 1 replies
Irni Yusnita
bagus karyanya Thor
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
💗vanilla💗🎶
masukkk thor 😁👍
Merpati_Manis (Hind Hastry): hehehe... makasih, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Wina Ningsih
novelnya bagus thor
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadir dan apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
zian al abasy
crtnya sllu bestt..crta malik judlny ap y mom blum ktmu ap blum ad y
Merpati_Manis (Hind Hastry): Malik nongol dikit di kisah anaknya Opa Alvian, Mak.. jufut, Aqidah Cinta
total 1 replies
zian al abasy
ko yudhis tau klo sudh ad tnda"yudhis junior hehe..
zian al abasy
iqbal gntiin om ilham perusuh ska iseng bkin greget tp kocak🤣🤣🤣
Merpati_Manis (Hind Hastry): iseng banget emang dia, selalu bikin ulah 😄
total 1 replies
zian al abasy
iqbal siap"d kunci d kmar biar gk gnggu pngntin baru🤣🤣
zian al abasy
emng pling best kluarga alamsyah
bhineka tunggal ika bnget .rukun antar besan sepupu abang klop lh brstu padu sling mndukung stu sm lain. klo ad mslh smua trselesaiakn dngan damai
zian al abasy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣anak om ilham 🤣🤣🤣🤣
zian al abasy
krya yng trbaik 💪n sehat sllu trus brkarya
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksih apresiasi dan do'anya, Mam 🤗🙏
total 1 replies
zian al abasy
ouh di sni maida blum mnikah y.mlah bru dr acra prnikahan ailea sm gilang tho..maida sm erlang
zian al abasy
kangen kbrsamaan kevin sm salma .romantisnya ngalahin daddy Reyhan .crta yng pling best ini author merpati.smbung mnymbung sprti bhineka tunggal ika..klaurga alamsyah ptut jd panutan tp syang hnya ad d dunia novel hehe.kluarga taat agama smua gk neko"adem dngernya.konglomerat tp jauh dr tinta hitam hehe .rielny ad gk y
Merpati_Manis (Hind Hastry): InsyaAllah keluarga seperti itu masih ada, Mam, meski seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami 😌
total 1 replies
zian al abasy
enak bnget hidup pandu gk mkir ank mlah senng"sndri sm istri mudanya..yah bgtulh lki"klo udh otakny ngegumpal jd ky kerbau .kasian yudhis
zian al abasy
akan ad pelangi setelah badai hujan ait mata hehe sabarrr
zian al abasy
blum tahu nie pra brandal siapa kluarga mela..psti nyesel sudh brurusn dngan kluarga alamsyah.huhh ayam kampus murhan .tnggu kjutan klian😠😠
zian al abasy
oma psti denger obrolan 2 jalang td..
zian al abasy
ktulusan hti alea udh slse ak bca sbulan lalu..smua crta author ini bgus"ak ska .bab ny gk pnjang tp jelas padat dn sat set sat set mudh d cerna dn komplit ad kocakny ad sedhny pkokny best dec smua
zian al abasy
yah bru d omong udh nongol ajh iqbal si biang ngakak hehe tp bkin seru mlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!