seorang gadis SMA menyukai seorang polisi ganteng yang memberikan surat tilang kepadanya saat dia mengendarai mobil nya tanpa SIM, perjuangan berat yang harus dia lakukan untuk melepaskan sang polisi ganteng dari masa lalunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
...
"Pagi Sinta..." Sapa Hana yang baru saja datang.
"Pagi, cerah banget tuh muka" sahut Sinta.
"Cie yang jomblo....ngiri aja sama gue yang udah punya suami." sindir Hana.
"Rese loe!!!"
"Sabar dong, jangan rusak mood gue yang lagi berbunga-bunga"
"Iya, kelihatan kok dari raut mukanya"
Sinta terkikik geli melihat leher Hana yang penuh tanda merah
"Kenapa ketawa?" Tanya Hana bingung
"Ngaca buruan"
"Ada apaan sih?"
Hana mengambil cermin kecil dari tasnya dan mulai melihat apa yang membuat Sinta menertawakannya.
"Oh my God.... Pacar gue emang keliatan nya aja dingin, pas udah 'main' aja panas gini" ucap Hana.
"Kalian udah itu?"
"Belom lah, gue juga takut kali, cuman gue paksain aja kalau lagi sama dia, biar dia selalu inget sama gue" jelas Hana.
Dia mengingat saat mati lampu semalam, dan dia tidur di pelukan Nathan.
'jangan-jangan semalem yayang Nathan bikin merah-merah ini...ckk... dasar! Mesum juga ternyata yayang gue!' batin Hana.
"Dia belum bisa move on?"
"Secepatnya, gue yakin, gue bisa geser tempat kak Luna dihatinya kak Nathan" Hana akan berusaha keras untuk bisa mendapatkan hati Nathan.
"Siip deh kalau gitu, tapi inget, resikonya juga" Sinta mengingat kan pada sahabatnya itu yang kini benar-benar gencar mengejar apa yang dia mau.
"Iya gue tahu"
"Elo bawa foundation?" Tanya Hana lagi
"Ada, buat apa?" Tanya Sinta Penasaran
"Sini dulu foundationnya"
Sinta mengeluarkan tube kecil berisi foundation cream, Hana mengambilnya dan mengaplikasikan di leher bekas gigitan Nathan.
Sinta hanya memperhatikan sahabatnya yang terlihat begitu piawai dalam hal tersebut
"Tahu dari mana teknik kayak gitu?"
"Gue baca di google Sinta..."
"Ciih, tanya Mbah Google toh" cibir Sinta
"Iya lah, sekarang kan semua orang lebih suka tanya Mbah Google dibanding sama temen sendiri" ucap Hana sembari terus mengolesi leher nya dengan foundation cream
"Iya, kayak elo gini ya" Sindir Sinta
"Nah itu tahu ..."
Hahahaha mereka berdua tertawa geli dengan tingkah mereka sendiri.
.
Jam pulang sekolah tiba
"Hana, gue enggak bisa anterin elo, gue harus jemput nyokap gue di rumah temenya" ucap sinta saat mereka akan keluar dari kelasnya
"Oke deh, gue nebeng bang ojol aja"
"Sorry ya"
"Santai kalii.."
"Ya udah, gue duluan ya, bye!" Sinta berlari ke parkiran dan segera masuk ke mobilnya kemudian melesat meninggalkan Hana yang masih berdiri di gerbang sekolahnya
"Hana..."
Hana menengok seseorang yang memanggil nya
"Kak Aldi, kakak mau pulang?" Tanya Hana pada lelaki bernama Aldi itu
"Iya, elo enggak bawa mobil?" Tanya Aldi
"Enggak kak, lagi enggak pengen" Hana tersenyum ramah pada nya
"Gue anterin ya?" Ajak Aldi, dia menepuk jok motor nya memberikan Hana isyarat agar duduk di sana
"Makasih kak Aldi, tapi Hana udah pesen ojol" tolak Hana
"Kamu cancel aja ya?" Aldi seolah memohon pada Hana, membuat Hana bingung harus bagaimana
"Gimana ya..."
"Please Hana, kali ini aja" pintanya
"Oke deh" Hana mengambil ponselnya dan meng cancel orderan ojol-nya, kemudian menaiki motor sport milik Aldi.
"Hana enggak pakai helm kak"
Hana khawatir takut kenapa-napa
"Tenang Hana, aku bawanya pelan kok"
"Pegangan" Aldi menarik tangan Hana untuk memeluk nya dari belakang agar tidak jatuh nantinya
Mau enggak mau Hana menuruti permintaan Aldi
Aldi segera menjalankan motornya pelan-pelan saja seperti yang dia katakan tadi, senyumannya terukir jelas di wajahnya, berbeda dengan Hana yang terlihat gugup, dia takut jika Nathan melihatnya
"Yah, didepan ada operasi gabungan Hana" ucap Aldi saat melihat beberapa polisi sedang bertugas di jalan
"Terus gimana kak?" Tanya Hana khawatir
"Enggak apa-apa, paling kena tilang, lagian kita udah enggak bisa mundur" jawab Aldi tenang
'semoga saja bukan kak Nathan yang ada di depan' batin Hana
Seorang polisi menghentikan motor Aldi, Hana mencoba melirik siapa polisi itu
'shit !!! Nathan, ****** gue!!!!' umpat Nathan dalam hati
Hana turun dari motor Aldi, dia mencoba untuk membuka mulutnya menyapa Nathan, namun Nathan seolah tidak melihat Hana sama sekali, dia hanya menanyai Aldi beberapa pertanyaan dan memberi nya surat tilang, dan bahkan tidak melirik nya sedikitpun
'apa dia marah? Berarti dia cemburu dong? Tau ah gue jelasin nanti aja' pikir Hana
"Hana ayok" Aldi mengagetkan Hana yang masih berfikir tentang Nathan
"Iya kak" Hana kembali melirik kearah Nathan, namun sepertinya dia membuang pandangannya saat bertatap dengan Hana
'beneran marah ya...?' gumam Hana
"Hana" panggil Aldi lagi karena Hana tidak kunjung naik ke motor nya
"Iya" Hana menaiki motor Aldi dan berpegang seperti tadi, Hana tidak menghiraukan lagi tentang Nathan yang seolah tidak melihat kehadirannya
Nathan menatap kepergian Hana dengan tatapan yang tidak bisa diartikan
----------
Mulai bau-bau jelly niih...😝
Maaf ya author up nya kemalaman terus 🤭
Jangan lupa tap jempolnya 😉
ceritanya sangat menarik