Ibarat air dan minyak yang tidak akan pernah bersatu begitu lah Elang dan Ayah nya. Om Wijaya ingin jika Elang menjadi dokter namun beda lagi dengan Elang yang memiliki hoby balapan liar.
Elang Samudra seorang cowok berandal yang hobi balapan liar. Baginya, kehidupan malam lebih indah di banding kehidupan nya yang berantakan.
Walaupun Elang terlahir dari keluarga kaya raya namun Elang selalu merasa kesepian. Sang ayah terlalu sibuk dengan kerjaan nya. kakak nya yang bernama Revan juga sibuk mengajar di kampus. Sedangkan ibu nya selalu terlihat murung kadang juga ibu nya sering melakukan percobaan bunuh diri.
Namun karena sebuah peristiwa, Elang terpaksa menikahi seorang gadis cantik yang baik hati. Apakah kehadiran gadis tersebut dapat merubah kehidupan kelam Elang? Yuk baca novel author 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SENJA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Otw ke markas
Beberapa jam pun berlalu, mobil yang di kendarai oleh Elang sudah masuk ke pusat kota dan sebentar lagi Elang akan sampai. "Bang, kita langsung ke mansion aja yaa, soal nya malam ini Elang harus balapan, kan ngak mungkin Elang ninggalin Elina sendirian di apartemen" jelas Elang seketika mendapatkan tatapan tajam dari Revan.
"Balapan terus yang ada di otak kau" decak Revan. Sedang kan Elang hanya tersenyum cengir doang.
Beberapa menit kemudian mobil Elang masuk ke kawasan mansion mewah milik ayah Elang. Elang lalu memarkirkan mobil nya di depan mansion, sedang kan Revan berjalan keluar sembari memanggil security pribadi nya untuk membawa barang barang di bagasi.
Elang melirik Elina yang masih tertidur pulas di samping nya. "Ehh bangun" ucap Elang namun tidak ada gerakan dari Elina.
Elang menatap Elina sejenak lalu keluar dan berjalan kesamping lalu membuka kan pintu Elina. Namun Elina masih saja tertidur dengan pulas dan dengan terpaksa Elang menggendong Elina naik ke atas kamar nya.
Setelah sampai di kamar Elang, Elang merebahkan tubuh Elina begitu hati hati agar Elina tidak terbangun. "Huhh" terdengar nafas Elang yang naik turun akibat menggendong Elina naik ke atas kamar nya yang berada di lantai dua.
Elang lalu berjalan menuju sofa dan merebahkan tubuh nya sejenak, baru saja mata Elang ingin terpejam namun suara ponsel Elang kembali berdering dan dengan cepat Elang meraih ponsel nya lalu membaca pesan singkat yang sedari tadi dia abaikan.
Elang terkaget saat melihat ada ribuan pesan singkat dari geng nya, terbukti banyak nya spam chat yang masuk ke grup WA dengan mengetag nama nya. Satu persatu satu Elang membaca pesan dari mereka dengan kening berkerut saat Ryan
Elang lalu membaca pesan singkat yang dikirim oleh Ryan secara pribadi yang mengatakan jika dia sempat melihat Zein di rumah sakit swasta di ibu kota, namun saat Ryan ingin memanggilnya tiba tiba saja ada seseorang orang yang lewat tepat di hadapan nya dan saat itu pula Ryan kehilangan jejak Zein.
Ryan juga mengatakan jika malam ini dia akan bertanding melawan Geng motor yang terkenal suka berbuat onar alias suka mencari masalah dan selalu meresahkan warga sekitar.
Setelah membalas pesan Ryan di WA pribadi, Elang juga membalas pesan di grub untuk segera berkumpul di markas dan dengan cepat seluruh anggota Elang otw ke markas yang biasa mereka pakai untuk berkumpul.
Elang lalu berdiri dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Setelah beberapa menit Elang keluar dengan stayle yang sudah rapi. Elang lalu melirik Elina yang masih tertidur di atas ranjang nya lalu menghampiri Elina.
Elang berjongkok mensejajarkan tubuh nya dengan Elina yang sedang tertidur di atas ranjang empuk milik Elang, Sejenak Elang menatap Elina, entah apa yang ada di pikiran Elang hingga tiba tiba saja tangan Elang meraih pucuk kepala Elina lalu mengelus nya dengan pelan agar Elina tidak terbangun.
Setelah beberapa menit akhirnya Elang berdiri lalu berjalan keluar kamar namun sebelum keluar, Elang sempat memakai kan selimut pada Elina dan tak lupa pula Elang mematikan lampu agar Elina lebih nyaman saat tidur.
Elang berjalan dengan hati hati karena takut ketahuan oleh bang Revan, di rasa nya udah aman, Elang lalu segera ke garasi untuk mengeluarkan motor metik Revan karena motor Elang hilang saat tauran kemarin.
Tidak butuh waktu lama bagi Elang untuk sampai ke markas geng Elang Comunity, geng yang di bangun oleh Elang sendiri namun seiring berjalan nya waktu makin banyak anggota yang pengen ikut dengan geng Elang karena gelar Elang yang seorang raja jalanan dan pejoki handal, apalagi Elang adalah orang kaya yang sangat royal.
Setelah sampai ke ruko milik orang tua nya yang dia sulap menjadi basecamp tempat geng Elang berkumpul, Elang lalu masuk dengan gaya cool dan wajah dingin layak nya seorang gengster. Elang sangat berbeda jika berada di markas, dia nampak garang bahkan semua anggota nampak segan terhadap nya.
revan juga salah kenapa gk ngasih tau ortunya itu sama aja malah membuat elang semakin buruk di mata ayah dan bunda kalian