NovelToon NovelToon
Bercerailah, Dan Menikah Denganku

Bercerailah, Dan Menikah Denganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Selingkuh / Dark Romance / Berondong
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Widia

Perayaan empat tahun pernikahan Laura, seorang pemimpin perusahaan muda dirayakan begitu meriah bersama suaminya yang juga yang juga temannya saat SMA. Hubungan mereka begitu harmonis, layaknya pasangan suami istri sempurna di mata publik yang melihatnya.
Namun, kebahagiaan itu seketika di rusak oleh sebuah pesan dari seseorang misterius yang seolah tak suka dengan pernikahannya.
Dia pun mencari tahu sendiri kebenarannya, dan menguak kenyataan yang lebih mencengangkan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Widia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta Bantuan

Suara mobil yang masuk ke arah rumahnya, membuat seorang pria paruh baya berdiri dari kursi kebesarannya. Dia meninggalkan koran juga kopi yang sempat dinikmati sebelum ke arah ruang depan.

"Papa," sapa Laura pada sang ayah sambil memeluk erat pria tua itu.

Bram Winarta, pria paruh baya keluarga konglomerat merupakan ayah dari Laura Winarta Kusuma. Senyumnya mengembang ketika melihat putri tunggalnya berdiri di depan pintu sembari membawa makanan favoritnya.

"Kau selalu tahu seleraku, Ula sayang."

Laura segera ke arah dapur, mengambil piring kecil untuk papanya agar mencicipi bebek panggang yang dia bawa.

"Kak Laura?" Panggil seorang gadis muda yang nampak terkejut melihat Laura.

"Dina," ucap Laura sambil menghampiri gadis itu dan memeluknya.

"Kapan kakak datang, kenapa gak panggil aku?"

"Tadi aku buru-buru mau ambil piring buat papa. Aku gak lihat ayah kamu sama bi Ani, kemana mereka?" Tanya Laura menanyakan keberadaan supir keluarga Winarta.

"Kami habis dari kebun belakang, ayah masih belum selesai rapihin di sana. Aku juga ke dapur mau ambil sekop kecil. Kalau bi Ani lagi belanja. Kak Laura beneran baru datang kan? Maaf ya, aku gak sambut kakak dengan benar."

Laura mengangguk paham, lalu pergi menghampiri sang ayah di ruang kerja pribadinya. Sementara Dina mengambil alat yang diminta ayahnya.

"Papa sangat senang, kamu bisa membujuk Dave untuk pekerjakan Dina di kantornya. Nanti sore juga dia berangkat kuliah, katanya ada kelas," ucap Bram sambil lahap menyantap bebek panggang.

"Aku juga senang Dina memanfaatkan kesempatan yang dia punya untuk mengejar pendidikan. Bi Ani katanya belanja, hampir jam makan siang kok belum pulang juga."

"Ani itu belanja, sambil kencan sama pacarnya. Preman yang ada di pasar itu."

Laura tertawa mendengar info dari sang ayah. Setelah menikah dan pisah rumah, ada saja cerita dari orang rumah yang membuatnya merindukan rumah keluarga Winarta.

"Malam ini aku tidur di sini. Dave sedang di luar kota, untuk meresmikan perusahaan cabang yang ada di sana," jelas Laura sambil memainkan garpu miliknya.

"Apa ada masalah antara kau dan Dave?"

Tok tok tok!

Suara ketukan pintu mengalihkan pandangan Bram dari putrinya menuju pintu, dia pun menyuruh masuk orang yang ada di depan pintu.

"Tuan, kak Laura, saya buatkan teh tawar hangat. Ada sedikit kue kering juga," ucap Dina sambil menaruh gelas juga piring kecil di atas meja kerja majikannya.

"Din, aku bukan tamu di sini. Aku bisa ambil sendiri, mau itu minum atau pun makan. Kecuali aku minta tolong sama kamu. Tapi, terima kasih banyak yah."

Dina mengangguk seraya tersenyum, sementara Bram menatap dengan pandangan aneh pada Dina.

"Rambut kamu kok bisa jadi gitu Din?" Tanya Bram yang melihat perubahan rambut Dina, yang dulu keriting namun sekarang menjadi lurus.

"Aku coba smoothing di salon tuan. Soalnya rambut aku sudah agak panjangan. Jadinya di lurusin biar rapi," jelas Dina yang membuat Bram mengangguk.

"Bagus Din, cantik," puji Laura sambil menyeruput teh miliknya.

Laura menatap Dina yang kini keluar dari ruang kerja pribadi sang ayah. Gadis yang dulu masih kecil dan sudah di anggap adik sendiri, kini tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik.

Bram menatap dalam wajah putri tunggalnya, melihat wajah yang seolah menyimpan kegelisahan.

***

Makan malam di rumah keluarga Winarta kini cukup hangat setelah kedatangan Laura. Apalagi Bram yang kesepian, setelah kehilangan istrinya sepuluh tahun lalu dan sampai kini belum kembali menikah.

"Papa harap kamu sering datang ke rumah. Jangan di saat Dave ke luar kota. Ajak dia juga ke sini," kesal sang ayah yang sebenarnya selalu merindukan Laura.

"Betul non, bi Ani sebenarnya merasa kesepian setelah non Laura menikah dan ikut suami. Apalagi waktu malam hari," ungkap bi Ani yang juga merindukannya.

"Maaf ya, aku jarang datang ke sini. Perusahaan juga sedang sibuk-sibuknya dan besok aku ada pertemuan dengan kolega dari luar kota."

Bram mengangguk paham, walau dia kesepian, dirinya harus tegar karena Laura pewaris perusahaan miliknya. Walau Bram sebenarnya bisa saja meminta Dave yang mengelola, tapi Laura bersikeras untuk mengelolanya sendiri walau dia sudah menikah.

Laura mengambil ponselnya, mengangkat panggilan video dari suaminya. Dia pun mengarahkan kamera pada sang ayah, memperlihatkan bahwa dirinya menginap di rumah keluarganya dan tak berkeliaran keluar di malam hari.

"Aku kangen sama kamu, besok akan kuusahakan pulang pagi. Sekarang aku juga lagi jalan-jalan di tempat kuliner terkenal di Bandung," ucap Dave mengarahkan kamera ke arah gerobak-gerobak pedagang pinggir jalan.

"Lain kali aku ikut kamu kalau ke luar kota."

"Iya, harusnya kamu ikut. Nanti kita jajan makanan pinggir jalan di sini."

Laura menghabiskan waktunya mengobrol dengan sang suami di panggilan video. Dia semakin yakin jika si pengirim pesan dari nomor tak di kenal itu hanya skenario palsu untuk menghancurkan rumah tangganya.

"Aku ngantuk sayang, tidur duluan ya. I love you," pamit Dave yang kini merebahkan tubuhnya di atas kasur hotel.

"I love you too," balas Laura yang juga ikut berbaring di kamarnya yang begitu luas.

"Hai Milly, i miss you," sapa Laura pada boneka perempuan bergaun indah miliknya.

Dia pun terbangun dari kasur, dan menjelajahi kamar yang sudah lama tak dia gunakan. Pakaian dan juga tas miliknya masih ada di tempatnya. Tetap sama seperti dulu sebelum dia meninggalkan rumahnya dan tinggal di rumah pribadinya bersama Dave.

Tiba-tiba, suara pesan masuk berdering di ponselnya. Dia membuka perlahan pesan dari si anonim yang selalu mengganggunya beberapa bulan ini.

Sebuah potongan gambar yang menunjukan plat nomor mobil, yang ternyata milik Dave.

"Jangan menunjukan potongan gambar yang belum jelas. Aku tahu kau hanya ingin rumah tanggaku hancur."

Laura begitu kesal, karena pesan itu benar-benar merusak nostalgianya di rumah ini. Dia yang sedang menikmati kenangan indah sebelum menikah, mendapat pesan yang cukup membuat mentalnya terganggu.

"Sudah kubilang, kirim uang dua puluh juta. Dan aku akan memberikan bukti akurat jika suamimu berselingkuh."

Laura tak habis pikir si anonim itu masih mengincar uang. Walau tak lebih besar dari permintaannya kemarin, dia takut jika semua hanya sekedar penipuan untuk mendapat uang.

"Tak ada jalan lain, aku harus meminta bantuan Andreas untuk melacak si pengirim pesan ini."

Laura segera menghubungi Andreas dan menceritakakn semua yang terjadi di saat acara ulang tahun pernikahannya hingga sekarang. Pesan dari si anonim dan juga bukti yang belum cukup kuat atas perselingkuhan suaminya.

"Kau memberitahukan aku setelah dua bulan. Kau sedang memendam kegelisahan sendiri selama itu, tanpa aku tahu," respon Andreas yang membuat Laura yakin jika bukan dia yang ada di balik pesan itu.

1
Reni Anjarwani
move on mona
sutiasih kasih
up banyak" thor...
Fitri Widia: do'akan bisa sehat dan lancar up episode banyak2 ya 🥰 semoga para pembaca sehat selalu 😍
total 1 replies
sutiasih kasih
rayuanmu tak akn mmpan joanna...
terlalu lucu klo laura harus bersaing dgn gundiknya.... yg g ada levelnya
🤣🤣
Reni Anjarwani
keren
Fitri Widia: Terima kasih 🥰🙏
total 1 replies
Titien Prawiro
jangan2 Larisa anak mona sama Dave
Fitri Widia: wait and see, simak terus cerita kedepannya yah 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!