Sebelum nya, saya mau menyarankan saja.
Sebelum komen mohon baca nya sampai akhir ya ..😊😊😊
Bagaimana jadinya kalo seseorang menikah tanpa rencana.
Kinar Anastasya menikah dengan Daniel Putra Candhrawinata yang baru saja dikenal nya
Menikah karena merasa berhutang budi, karena telah membantu keluarga nya..
Hayy ini novel pertama aku, maaf kalau ada salah kata😊
Jangan lupa dukung Mbak nad ya dengan vote, like/comen.,
Supaya Mbak nad tambah semangat lagi..
Terima kasih..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbak nad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Saat hampir tiba di depan rumah, Kinar melihat mobil Daniel dari kejauhan,.
Akhirnya Kinar berlari agar sampai di rumah lebih dulu dari pada Daniel.
Tapi tiba-tiba Kinar terjatuh..
"Aduuuuhhhhhh...." Kinar kesakitan sambil memegangi kaki nya.
Tak terasa bulir-bulir air mata terjatuh, karena rasa sakit.
Kinar melihat mobil Daniel sudah hampir sampai gerbang utama, Kinar mencoba untuk bangun, tapi Kinar tidak bisa.
Jangankan untuk berjalan, digerakin aja sakit banget.
Dari kejauhan asisten Vino melihat Kinar sedang kesakitan di pinggir jalan.
"Tuan... nona muda seperti nya terjatuh.." ujar Vino sambil menunjuk arah depan.
Daniel melihat ke arah yang ditunjuk Vino, dia melihat Kinar sedang tersipu di pinggir jalan dan terlihat kesakitan.
Mobil Daniel sampai di depan gerbang., Daniel memerintah Vino untuk menghentikan mobil nya.
"Vin.. berhenti, aku turun di sini.., kau masuklah dulu..!!" ujar Daniel pada Vino.
Daniel tidak menunggu jawaban dari Vino, dia langsung turun dari mobil dan langsung menghampiri Kinar.
"Tuan... maafkan saya terlambat pulang.." suara Kinar bergetar menahan sakit di kaki nya.
Daniel tidak menjawab, dia langsung menggendong Kinar ala bridal style.
"Pegangan bo**h.." ujar Daniel tanpa menatap Kinar.
Mendengar ucapan Daniel, Kinar langsung mengeratkan pegangan nya di leher Daniel dan menenggelam kan kepalanya di dada Daniel.
Deggg...deggg...deggg...deggg Kinar mendengar detak jangtung Daniel.
Begitupun Kinar, jantung Kinar juga berdegub kencang.
Daniel memasuki rumah, semua penjaga tidak berani melihat apa yang sedang terjadi., mereka hanya melihat sekejap saat memberi hormat kepada Daniel.
Daniel naik tangga, menuju ke kamar nya.
Setelah sampai di dalam kamar, Daniel hendak menidurkan Kinar di atas ranjang, tapi Kinar menolak.
"Tuan.. turunkan saya di sofa saja..." ujar Kinar.
"Tutup mulutmu, atau aku akan menjatuhkan mu disini.." jawab Daniel sambil menghentikan langkahnya.
"Maaf tuan..!!" ucap Kinar.
Daniel melangkah menuju ranjang, dan perlahan menidurkan Kinar di atas ranjang.
Daniel mengambil ponsel nya, dan menghubungi seseorang.
"Kerumah ku sekarang juga, cepat..!!" ujar Daniel dengan raut wajah khawatir.
(Apa dia sedang mengkhawatir kan ku..??) batin Kinar.
Daniel menatap wajah Kinar dengan raut wajah Khawatir.
"mana yang sakit..??" tanya Daniel sambil memegang kaki Kinar.
"Awwwwwww..... " jerit Kinar saat tangan Daniel menyentuh kaki Kinar yang sakit.
"Maaf.. !!" jawab Daniel menyesal.
Vino yang berada di dalam kamar Daniel, mendengarkan Daniel meminta maaf untuk pertama kalinya kepada seseorang.
(Kata-kata haram yang tidak pernah diucapkan tuan muda, kini keluar untuk yang pertama kalinya) batin Vino.
Gretta masuk kedalam kamar Daniel., dan melihat kaka ipar nya sedang berbaring di atas tempat tidur.
Gretta langsung menghampirinya.
"Kak, kakak ipar kenapa..??" tanya Gretta kepada Daniel.
"Kaki nya sakit.." jawab Daniel singkat.
Daniel terlihat emosi saat dokter yang di panggil belum juga datang.,
Beberapa menit kemudian, dokter pribadi Daniel sudah tiba.
"Siapa yang sakit..??" tanya dokter Riko.
Selain menjadi dokter, Riko juga sahabat Daniel.
"Kenapa lama sekali..?? cepat periksa istri ku.." perintah Daniel.
"Sorry.. aku hanya terlambat 1 menit dari waktu yang ku tentukan kok.." ujar dokter Riko sambil memeriksa Kinar.
Dokter Riko hendak memeriksa jantung Kinar, tangan dokter Riko pun otomatis menaruh stetoskop di dada Kinar.
Hal itu memancing emosi Daniel.
Daniel langsung menampis tangan dokter Riko, semua orang memperhatikan tingkah Daniel yang seperti berlebihan.
"Heiiii apa yang kau lakukan..??" tanya Daniel sambil memegang tangan dokter Riko.
.
.
.
.
.Jangan lupa like/comen.
Ditunggu juga kritik dan saran nya.
Vote juga ya, dan juga ikuti saya.
Biar Mbak Nad tambah semangat lagi😊
G tegas