Genre : Fantasy, petualang, thriller, mystery
Namaku Mori, aku tinggal di sebuah desa kecil...
Hingga suatu saat, aku Bertransmigrasi ke dunia lain. Tapi yang menunggu ku, bukanlah petualangan yang seru maupun penuh romansa. Melainkan sesuatu yang lebih buruk, lebih menyeramkan, dan lebih berbahaya.
Apa kalian bisa menebak dimana aku sekarang? Aku sekarang sedang berada di sebuah laboratorium. Tapi... bukan sebagai ilmuan yang berjasa, melainkan sebagai kelinci percobaan.
ini adalah kisah dimana aku akan kabur dari laboratorium ini dan kabur dari nasib ini!
Apakah Mori dapat kabur dari laboratorium ini? Stay toon 🤭....
📷 Instagram : Cell_estria
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cellestria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16. Kekerasan
*Warning di episode ini ada scene yang mungkin sedikit 🤢... jadi waspada lah!🚨 Terimakasih 🙏*
"Selamat datang Mori, Liam dan Blaze!!" Seru Professor James.
"Selamat bagi kalian yang telah lolos pertandingan new tester ini!" Ujar Professor James.
Aku melihat disekitar ku dan terlihat banyak anak-anak yang sama seperti aku. Yaitu memiliki baju yang sama dan kalung yang sama.
"Apa mereka juga peserta-peserta yang berhasil lolos dalam pertandingan ini?" Pikir ku.
"Aku memanggil kalian kesini bukan hanya untuk memberi ucapan selamat, tapi juga untuk memperkenalkan laboratorium ini!" Seru Professor James.
"Tapi sebelum itu, aku ingin memberikan kalian sebuah gelang. Gelang ini akan menunjukkan berapa jumlah mana yang kalian punya dan waktu pemulihan mana!" Seru professor James yang kemudian memberikan kami sebuah gelang berwarna hitam.
"Baiklah! Akan aku ulangi sekali lagi! Nama ku professor James, aku adalah pendiri laboratorium ini. Sedangkan kalian semua adalah kelinci-kelinci percobaan kesayangan ku, yaitu the tester!!" Jelas professor James.
"Kelinci percobaan!?" Seru ku dengan kaget.
Semua orang mulai menatap satu sama lain dengan panik dan bingung.
"Kalau dipikir-pikir, ia selalu memperlakukan kita seperti bahan hiburannya dan permainannya! Ternyata selama ini kita adalah bahan percobaannya!!" Pikir ku sambil mengepalkan tangan ku.
"Sedangkan semua orang berjas putih termasuk aku disebut dengan panggilan galim!" Seru professor James.
"Apa ada yang tidak setuju dengan caraku ini!?" Tatap professor James dengan tajam.
Semua orang hanya terdiam dan tidak berani mengutarakan sepatah kata.
"Bagus! Asal kalian tahu ya~ aku sangat tidak suka kelinci yang melawan dengan majikannya!! Jadi tanam itu, baik-baik di otak kalian!!" Seru professor James.
Professor James mulai menjelaskan kepada kami pendatang baru tentang cara kerja lab ini.
Kalung hitam yang terdapat pada leher semua tester adalah sebagai penunjuk identitas. Selain itu kalung itu memiliki kemampuan untuk mengunci kemampuan penggunanya.
"Kalian lihat warna tombol pada kalung kalian? Berwarna hijau kan?" Seru professor James.
"Warna hijau menggambarkan kemampuan kalian sedang dikunci sedangkan warna merah menggambarkan kemampuan kalian sedang tidak terkunci!" Jelas professor.
"Warna akan berubah menjadi hijau setiap kali kalian berada di dekat kami para galim! Jadi... jangan coba-coba untuk melakukan hal yang bodoh ya~" Ancam professor James sambil menatap ku.
"Tch!" Aku mengepalkan tangaku dengan erat.
"Ingatlah baik-baik! Tugas kalian sebagai kelinci percobaan ku adalah untuk memuaskan keingintahuan ku! Kalian akan menjadi bahan percobaan ku! Bahan hiburan ku! Berbahagialah, karena kalian bisa menjadi generasi yang lebih kuat, berkat aku!!" Seru professor James.
Semua tester hanya terdiam....
"Mana responnya!!?" Seru professor James.
"I-iya!" Seru semua tester secara bersamaan.
"Baiklah! Kalian boleh kembali ke kamar kalian masing-masing! Jika ada yang masih kurang dipahami, tanyalah kepada teman sekamar kalian!!" Seru professor James.
Semuanya pun mulai keluar dari ruangan professor James.
"Mori! Kamu tetaplah disini!!" Seru professor James dengan senyuman licik.
"Aku!!?" Pikir ku.
Semua tester yang melihat ku dipanggil langsung melarikan diri. Sedangkan Liam hanya tersenyum tipis kemudian pergi meninggalkan ruangan.
"Apa yang dia mau dari aku!?" Pikir ku sambil menatap professor James dengan waspada dan penuh kebencian.
"Tenanglah! Jangan menatap ku seperti itu! Bukankah aku sudah bilang? Aku tidak suka kelinci yang berani melawan dengan majikannya!!" Ujar professor James sambil menatap ku dengan tajam.
Aku pun langsung menurunkan ekspresi ku dan mencoba menahan emosi ku.
"Bagus! Kalau gitu aku akan langsung ke intinya!" Seru professor James.
"Kamu tahu kan tentang efek samping kan?" Tanya professor James.
Aku pun langsung terhentak. Aku sepertinya sudah tahu apa yang diinginkan professor James.
"Sepertinya kamu sudah tahu apa maksudku! Itu sangat bagus! Aku tidak perlu menjelaskannya lagi dengan panjang lebar!" Senyum professor dengan legah.
"Seperti yang kamu ketahui, setiap pengguna kemampuan seperti kalian, para tester. Memiliki efek samping, yaitu setiap kali kalian menggunakan kemampuan, maka jangka hidup kalian akan berkurang! Dan setiap kali berkurang maka kalian akan merasakan rasa sakit yang sangat mendalam!" Ungkap professor James.
"Oleh karena itu aku menginstalkan efek pada kalung kalian untuk menghilangkan rasa sakitnya. Namun, walaupun rasa sakitnya hilang, jangka hidup kalian akan tetap berkurang!" Sambung professor James.
"Aku ingin kamu mencoba menggunakan kemampuan mu pada para tester yang lainnya!" Sambung professor James.
"Tapi, aku kan baru habis menyelesaikan pertandingan new tester itu! Aku tidak tahu apakah mana ku cukup atau tidak!" Seru ku.
Slap....
Seketika itu juga professor James langsung menamparku.
"Bukankah aku sudah bilang jangan melawan perintah ku!!!?" Seru professor James dengan marah.
Seketika itu juga, aku mengambil sebuah batu yang kusimpan di dalam saku ku. Batu itu kuambil saat masih dalam pertandingan new tester. Dengan batu itu aku mencoba menusuk professor James.
"Bzzztt!!" Suara petir menghambar ku.
"Aaarrghhhh...." Jerit ku.
Bruukk....
Aku pun terjatuh ke tanah setelah menerima hambaran dari kalung yang ku kenakan.
"B-bagaimana bisa!!?" Seru ku.
"Ah! Maafkan aku! Aku lupa bilang bahwa setiap tester yang mencoba untuk menyerang galim. Akan disetrum oleh petir. Sumber dari petir tersebut tidak lain adalah kalung yang kalian gunakan!" Senyum professor James.
Brakk....
Brakk....
Aku ditendang-tendang oleh professor James. Walaupun darah keluar dari hidungku, walaupun aku menjerit kesakitan. Professor James tetap menendang ku.
"HAHAHAH!! MAKANYA JANGAN MELAWAN AKU!!!" Tawa professor James dengan keras.
Tes...
Suara darah menetes dari sepatu professor James.
"Tch! Darah yang kotor!!" Gumam professor James.
Aku pun mulai lama kelamaan menutup mataku. Disaat itu juga professor James menarik rambut ku.
"Jangan berani kau pingsan! Kamu akan disembuhkan dengan kemampuan penyembuh! Setelah itu, kamu akan langsung melakukan apa yang ku suruh!" Bentak professor James.
Professor James memerintah para galim yang lainnya, untuk memanggil tester yang memiliki kemampuan penyembuh.
Selama menunggu, ia terus memukul ku agar aku tidak kehilangan kesadaran diri.
"HAHAHAHA!!!" Tawa gila professor James memenuhi seluruh ruangan.
Akhirnya seorang tester penyembuh datang. Dan ternyata tester itu adalah Angel.
"A-angel?" Seru ku dengan suara yang lemah.
"Kak Mori!!?" Kaget Angel.
"Cepat sembuhkan dia!!" Perintah professor James.
Kalung Angel yang awalnya berwarna hijau mulai berubah menjadi merah, ketika professor James menekan sebuah tombol.
Kemampuan Angel yang awalnya dikunci sekarang sudah bisa digunakan.
Seketika itu juga, cahaya hangat memenuhi tubuhku dan satu persatu lukaku mulai sembuh.
"Selesai!" Ujar Angel.
Seketika itu juga, professor James langsung menarik tangan ku dan membawaku pergi.
Aku hanya terdiam dengan tatapan putus asa.
"Kak Mori!!!" Seru Angel selagi aku ditarik oleh professor James.
Bersambung....
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
kamu lebih cocok nulis genre ini.
semangat Thorr........
pembukaan yang bagus Thor....