NovelToon NovelToon
Diantara Tiga Hati

Diantara Tiga Hati

Status: tamat
Genre:Poligami / Cinta Terlarang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Tamat
Popularitas:64.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mom AL

Persahabatan adalah sesuatu hal yang sangat rekat, harus saling memahami, mengerti, mengalah, dan membuang keegoisan. Kebersamaan juga membuat persahabatan itu akan menjadi lebih sempurna karena semakin dekat. Mengenal sifat satu sama lain sangat sulit. Lalu, bagaimana jadinya jika sahabatmu memiliki sifat yang berbeda dari dulu hingga sekarang?

Adiba Khanza rela menjadi wanita malam hanya karena ingin melunasi hutang ibunya dari rentenir. Hingga suatu ketika, Vania Larissa, sahabat Diba menawarkan sebuah persyaratan dengan embel-embel akan membantu melunasi semua hutang Diba. Tetapi, siapa sangka jika persyaratan Vania sangat tidak masuk akal hingga Diba bingung harus memilih apa.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Dan persyaratan apa yang Vania katakan pada Diba?

So stay tune ❣️


Follow Ig: ningsihartono

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 18 DTH

Malam ini Alex dan Vania sedang berada di tempat tidur dengan Vani yang bersandar di dada bidang milik Alex. Dia ingin mengatakan tentang rencananya untuk menikahkan Alex dan Adiba tetapi bingung harus mulai darimana. Vania menarik napas guna menenangkan hatinya, dia akan mencoba berbicara pelan kepada Alex.

Adiba sudah setuju dengan persyaratan itu karena dia bingung harus mencari yang banyak dalam jangka waktu beberapa jam. Pada akhirnya Adiba menerima tawaran Vania meski itu pasti akan menyiksa batinnya.

"By," panggil Vani dengan nada lembut.

Alex berdehem lalu meletakkan majalah di meja.

"Ada apa, Sayang? Sepertinya kamu ingin mengatakan sesuatu," ujar Alex yang sudah tahu dari cara berbicara Vania.

"By, aku memang ingin mengatakan sesuatu dan aku mohon agar kamu bisa mempertimbangkan perkataanku ini." Vania menegakkan tubuhnya, dia duduk menghadap Alex.

"Ya, katakan saja. Kenapa kamu terlihat gugup dan bingung?" Alex menatap wajah Vania dengan lekat.

"Aku ingin kamu menikah dengan Adiba."

"APA!" teriak Alex spontan, dia bahkan menegakkan tubuhnya. ''Kamu jangan bercanda, Sayang. Ini itu gak lucu," lanjutnya dengan senyum tipis.

"By, aku serius. Aku ingin kamu menikah dengan Adiba tetapi secara sirih agar kita bisa mendapatkan anak."

"Permintaan konyol macam apa ini? Apa kamu sadar dengan yang kamu ucapkan barusan, Vania? Kamu rela berbagi suami hanya demi seorang anak? Tidak, tidak Vania!" Alex membantah.

"By, aku mohon! Pikirkan sekali lagi ucapanku ini, aku hanya tidak ingin kamu menunggu terlalu lama jika aku harus mengandung benihmu. Kamu ingat perkataan Dokter, 'kan? Kemungkinan akan sulit untukku agar bisa hamil lagi, usia kita semakin lama makin tua dan aku tidak ingin kita menua tanpa seorang penerus." kedua mata Vania sudah berkaca-kaca.

"Kita bisa mengadopsi anak, Vania. Masih banyak cara lain tetapi tidak dengan ide konyolmu ini." Alex memijit pelipisnya, dia mengalihkan padangan karena tidak sanggup melihat wajah sedih milik Vania.

"Tetapi aku hanya ingin kita memiliki penerus dan itu darah dagingmu, by." air mata pun akhirnya luruh.

Alex menghela napas, dia tidak bisa berpikir jernih jika melihat Vania menangis. Dirinya memutuskan beranjak dari ranjang dan pergi keluar kamar. Alex berjalan menuju ruang tamu, dia akan menenangkan pikirannya disana.

Saat Alex duduk, tak lama kemudian Adiba keluar hanya dengan menggunakan baju daster di atas lutut. Dia terlihat seksi dan cantik tetapi tidak dimata Alex.

Adiba terkejut kala dia melihat seseorang yang duduk di sofa sementara jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, pada saat itu Adiba ingin mengambil air putih. Dia mendekati sofa, dirinya sadar jika ternyata Alex ada disana.

"Tuan Alex, kenapa ada disini?" sapa Adiba secara sopan, dia berdiri di belakang sofa yang Alex duduki.

Alex hanya melirik Adiba sejenak lalu dia memijit pelipisnya lagi.

"Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" tawar Diba dengan penuh kelembutan.

"Tidak! Pergilah dan jangan menggangguku," ucap Alex tegas dan datar.

Adiba hanya mengangguk lalu dia pergi dari sana menuju ke dapur, setelah mengambil air minum, Adiba segera berjalan kembali menuju kamarnya.

"Pilihan ini sangat sulit, aku tidak ingin menduakanmu, Vania." gumam Alex penuh kebimbangan.

Dia tidak tahu harus bertanya pada siapa tentang ini. Jika dia mengambil keputusan sendiri maka dirinya takut pilihan itu salah.

🌺🌺🌺🌺🌺

Matahari sudah menampakkan wujudnya, dia bersinar cerah seperti hari-hari biasanya tetapi tidak untuk ketiga hati yang saat ini sedang diselimuti oleh kebingungan. Alex, dia masih belum bisa memutuskan permintaan dari Vania. Pagi ini bahkan Vania terus menodongkan pertanyaan sama kepadanya. Alex hanya mampu mengalihkan pembicaraan tetapi dia tidak bisa terus-terusan seperti itu.

Saat ini dirinya sudah selesai bersiap untuk pergi ke kantor dan tinggal melanjutkan sarapan. Terlihat Adiba membawa semangkuk nasi goreng ayam kampung campur petai, dia meletakkannya di meja makan. Diba ikut duduk disana dan bergabung dengan Vania juga Alex.

"Eum, sepertinya enak." ucap Vania dengan senyum manis sambil mengambil nasi goreng itu dan dia mengisi piringnya.

Vania sangat lahap memakan sarapan yang Adiba buat. Dia bahkan berulangkali memuji rasa masakan itu.

"By, kamu gak pengen mencobanya?" ujar Vani yang mulutnya masih penuh mengunyah sarapan pagi tersebut.

Alex ingin menyendokkan nasi itu tetapi seruan Vani menghentikannya.

"Diba, tolong isi piring suamiku dengan nasi goreng buatanmu. Kamu lihat 'kan, aku sedang memakan sarapanku ini." Vania berkata dengan nada enteng.

Adiba ingin melakukan permintaan Vania tetapi Alex langsung mencegahnya.

"Tidak perlu! Aku akan sarapan di kantor.'' ucapnya dan beranjak dari kursi lalu bergegas keluar dari rumah.

Alex sangat risih dengan kelakuan Vania kali ini, Vania seakan-akan ingin mendekatkan Adiba dengannya.

Setelah Alex menjauh, Vani memundurkan piringnya dan dia menengguk air yang ada di dalam gelas. Dirinya menatap Adiba yang hanya menunduk.

"Diba, kamu tidak perlu khawatir. Aku yakin dan jamin jika Alex pasti akan secepatnya menerima usul dariku. Aku akan terus berusaha membujuknya agar mau menikahimu," ujar Vania tulus meskipun ada sedikit rasa sesak di dada ketika suatu hari nanti dia akan melihat suaminya bersanding dengan sahabatnya sendiri.

"Jangan terlalu memaksanya, aku tidak mau dia jadi membenciku.'' balas Adiba.

"Serahkan semuanya padaku,'' sambung Vani.

Vania berpamitan pada Adiba untuk pergi ke butik terlebih dahulu.

Sementara Diba, dia akan menyusul Vania nanti setelah jam makan siang karena Vani meminta agar dirinya membawakan bekal makan siang untuk Alex. Ya, agar Alex luluh dan menerima pernikahan konyol itu.

TBC

1
Sri Puryani
apa karma orang tuanya jth ke elza?
Sri Puryani
bangkitlah elza berpikir lah utk mandiri.....atau plg sj ke tnh air, lbh baik jd janda dr pada disiksa suami....jgn mempertahankan rmh tangga yg tdk sehat tdk ada cinta didlmnya
Sri Puryani
dimana ke bar bar anmu elza ...belajarlah hidup mandiri dan kuat, perasaan dl kamu bs berkelahi tp wkt di perkosa sama rizi kok kalah ya?
Sri Puryani
kenapa bw rizi ke apartemen ,bagus mau diantar plg ke rmh rizi mlh ke apartemen
Sri Puryani
anaknya hanya 2 vania? dgn robi gk punya anak thor?
🖤: 😭 Othor lupa, Kak. kayaknya engga deh
total 1 replies
Sri Puryani
nikah dgn robi gk punya anakah?
Sri Puryani
jgn jatuhkan kebencian pd anak yg gk tau apa" ....kasihan elza
Sri Puryani
vani terimalah cinta robi demi putrimu
Sri Puryani
milih robi sj vania lupakan alex
Sri Puryani
akhirnya kamu hamil kan vani, sulit bukan berarti gk bs hamil, jgn mendahului takdir Allah
Sri Puryani
alex kamu sdh berubah.....dgn mudahnya menalak vania....kasihan vania
Sri Puryani
wah ternyata adiba diksh hati ngrogoh rempelo.....
vania jg gt, suami di srh nikah lg
Sri Puryani
vani apa kamu kuat dimadu?
Sri Puryani
ah ha....istri nya dijual ...fahrul setan lo....adiba jgn diam aja kamu, jgn mau kenapa sih kamu tdk cerita yg sbnrnya
Sri Puryani
adiba jls kan klo ksmu tdk pernah berhub.intim dgn para pria....harusnya fahrul tau itu klo adiba msh virgin
Sri Puryani
mulai ada pebinor
Sri Puryani
cantik visualnya vania
Sri Puryani
semoga fathan laki" yg baik
Bunda Saidah
kau sendiri yang menciptakan masalah ini Vania...
APriani Kusuma Dewi
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!