Persahabatan antara Icha dan Azkara harus kandas ditengah jalan? dengan satu kesalahan yang Icha buat hingga membuat hubungan mereka renggang.
Icha memendam rasa sayang dan cinta kepada sang sahabat tapi dia tidak berani mengatakannya itu? dia sadar siapa dirinya dan siapa azkara.
akankan Icha berhasil mengungkapkannya kepada sang sahabat?
akankah Icha akan mundur dan merelakan sang sahabat bahagia! dengan seorang wanita yang menjadi kekasihnya saat ini.
saksikan terus kisah cinta Icha kepada Azkara dan jangan lupa like,coment and subscribe ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwah ( AliMar ), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
jika dikeluarkan Icha saat ini tengah merasakan sebuah kebahagian atas banyaknya customer yang datang ke restaurant dan toko kue milik kedua orang tuanya,terlihat dari wajah mereka yang memancarkan sebuah aura kesenangan sambil diselingi canda tawa.
****. kediaman azkara ****
lain halnya dengan kediaman azkara saat ini,dimana sang pemeran utama kita yang ganteng paripurna bak dewa Yunani itu.yang diamana saat ini masih tertidur saking lelahnya dia,bahkan suara ketukan pintu serta suara dering ponsel pun tidak dia hiraukan.jikq bukan sang mamah yang akan membangunkan dia,maka dia akan langsung terbangun.sebab dia takut semua fasilitas yang dia miliki dicabut dari kehidupannya itu.
tokk....
tokk....
tokk....
beberapa kali suara ketukan pintu kamar dibarengi dengan suara sang kepala art memanggil anak majikannya itu,namun bukan suara derita pintu yang terbuka.tetapi suara hening bak kuburan yang kepala art itu dapatkan.
" den azka? bangun den,hari sudah malam.dari tadi siang aden belum makan apa pun." ucap sang kepala art sambil diselingi dengan ketukan pintu,karena merasa tidak ada pergerakan sama sekali didalam sana.akhirnya sang kepala art memilih menyerah saja dan turun kebawah menuju dapur untuk menyiapkan makan malam,yang dimana sebentar tuan dan nyonya besar akan segera pulang dari bekerjanya itu.
disaat sang kepala art memutuskan untuk segera berlalu dari hadapan kamar sang anak majikan,berbeda halnya dengan azkara yang bahkan masih sangat asyik dengan dunia mimpinya itu.tanpa peduli sedikit pun dengan suara yang nyaring di luar kamarnya atau suara perutnya yang terus berbunyi minta di isi,saking nyenyaknya dia tidur.
Tak butuh lama kedua orang tua azkara sudah pulang dari bekerjanya dan memasuki kediamannya yang begitu sangat megah nan mewah itu,melihat keadaan rumah yang lumayan sepi.kedua orang tua azkara mengernyitkan dahi bingung,kemana semua orang pikir mereka berdua dan termasuk kemana juga perginya putra semata wayang mereka saat ini.
akhirnya tidak ingin ambil pusing mereka mengucapkan salam begitu sudah sampai di dalam rumah,sampai mereka berdua mendengar suara yang datang dari arah dapur menuju ruang depan.
" Assalamualaikum." ucap kedua orang tua azkara berbarengan.
" Waa'allaikumusalam? tuan nyonya selamat datang kembali kerumah." jawab kepala art dengan ramahnya.
" tumben Bu? rumah sepi,emang azkara kemana." ucap mamah azkara.
" anu nyonya? itu den azka masih tidur dari tadi siang,dan sudah saya coba bangunin beberapa kali tapi tidak ada jawaban sedikit pun dari den azkanya." jawab kepala artnya itu.
kedua orang tua azkara yang mendengar putra mereka masih tidur bahkan dari tadi siang dan sampai sekarang belum juga bangub,hanya bisa menggelengkan kepalanya saja dengan tingkah laku sang putra.dan tidak biasanya putranya itu tidur selama itu,biasanya dia kalau tidur siang maka sorenya sudah bangun lagi dan ini apa.
kedua orang tua azkara hanya bisa mendesah lelah dengan sifat putranya yang diluar nalar itu.
" ya udah bi? biar kami saja yang membangunkan dia,sekalian kami juga mau bersih-bersih badan dulu.sebelum makan malam." ucap mamah azkara dengan suara lembutnya.
sang kepala art yang mendengar suara lembut nyonyanya itu,hanya bisa mengangguk kepalanya saja sambil kembali berlalu menuju dapur untuk menyiapkan makan malam untuk mereka bertiga dan tidak lupa juga untuk seluruh pekerja yang ada di rumah besar ini.
setelah sampai lihat kepala artnya pergi kembali menuju dapur,kedua orang tua azkara bergegas segera naik kelantai atas untuk menuju ke kamar mereka sekalian mau menuju ke kamar sang putra.untuk membangunkan dia tidur yang sudah terlalu lama itu.
tidak butuh lama akhirnya mereka telah sampai dilantai atas,sang suami pergi menuju kamar pribadinya untuk membersihkan diri,berbeda dengan sang istri yang pergi terlebih dahulu menuju kamar sang putra.
tokk....
tokk....
tokk....
sang mamah mencoba mengetuk pintu kamar sang putra dibarengi dengan suara memanggil sang putra,tapi sayang seribu sayang tidak ada satu pun suara yang menyahut dari dalam sana.
" azkara nak? bangun nak sudah malam,apakah kamu tidak ingin bangun dari tidur lelap dan mimpi indahmu itu." ucap sang mamah dengan suara lembut,melihat tidak ada pergerakan sama sekali didalam sana.sang mamah mencoba membuka daur pintu yang tidak terkunci itu.
Ceklek.....
sang mamah hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sang putra yang memang masih tertidur nyenyak diatas kasurnya bahkan tidak ada niatan sedikitpun untuk segera bangun.
sang mamah yang tidak tahan pun akhirnya berjalan menghampiri sang putra yang masih terlelap tidur,sambil sedikit mengguncang tubuhnya itu.
" azkara? bangun nak sudah malam." ucap sang mamah dengan suara lembutnya ditelinga sang putra.
azkara yang mendengar suara lembut memasuki gendang telinganya,mencoba membuka matanya secara perlahan dan melihat siapa yang sudah menganggu waktu tidur nyenyak dan mimpi indahnya itu.
setelah mata sempurna kebuka semuanya,akhirnya dia tau siapa yang sudah menganggu dan mengusik waktu tidurnya.ternyata sang mamah tercinta dan dia memutuskan untuk segera bangun dan duduk walaupun masih dalam keadaan linglung,sebab semua nyawa belum terkumpul sempurna.
" oh? mamah,azkara kira siapa tadi yang bangunin dengan suara indah nan lembutnya itu." ucap azkara sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
sang mamah yang mendengar ucapan sang putra pun hanya menaikan kedua alisnya bingung.
" emangnya? kamu pikir siapa yang akan datang ke kamar kamu ini,Icha maksud kamu gtu.mana mungkin dia mau keluar rumah dalam keadaan sudah malam gini, ada-ada saja kamu ini." ucap sang mamah sambil geleng-geleng kepala,tak habis pikir dengan pikiran sang putranya itu.
azkara yang mendengar ucapan sang mamah yang menyebut sang sahabat,yang saat ini tengah perang dingin dengan dirinya itu.hanya bisa cemberut saja.
' kenapa harus Icha coba? padahal kan dia berharap kalau Mitha yang datang kesini gtu kekamarnya.' bathin azkara dalam hati sambil mendekap gaje.
melihat putranya yang hanya diam saja tanpa mau menjawab pertanyaannya itu,sang mamah tidak peduli dan terus menyuruh sang putra untuk segera membersihkan diri terus turun kebawah untuk bergabung makan malam.
" udah? daripada kamu terus saja bengong tidak jelas kaya gitu,yang pada akhirnya kesambet demit.mending sekarang bangun dan terus bersihkan diri kamu,setelah itu turun kebawah papan dan mamah menunggu kamu di bawah." ucap sang mamah dengan usilnya tanpa mau tahu seperti apa wajah sang putra saat ini.
azkara yang mendengar ucapan sang mamah yang mengatakan dia kesambet demit,langsung membulatkan matanya tidak percaya.sebelum azkara sempat protes,tapi sang mamah sudah keburu pergi dari hadapannya saat ini,keluar dari kamarnya.
aku sengaja gak buat,selalu berfokus ke Icha dan azkara,tapi kesemuanya.
para kelima Anak demit,raja dan ratu Kunti demit dan kisah cinta antara Icha dan pak rangga,agar sedikit berbeda aja