NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Dijodohkan Dengan Pria Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Aliansi Pernikahan / Cintapertama
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Asha dijodohkan oleh keluarga dengan tuan muda dari keluarga Rahardi. Keluarga nomor satu di kota mereka. Pria itu tampan, mirip aktor luar negara, bahkan terlihat bak anime hidup. Hanya saja, itu saat ia tidak bergerak saja. Jika ia bergersk atau berbicara, dia berbeda dari yang kaum hawa harapkan. Pria itu gemulai, kemayu, pria bertulang lunak atau apapun lah itu sebutan untuk dia yang berbeda dari pria pada umumnya.

Perjodohan itu karena hutang budi papa Asha pada keluarga Irza. Namun, dibalik itu semua, ada hal tersembunyi yang Asha tidak ketahui. Apakah hal tersembunyi itu? Yuk! Ikuti kisah mereka sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps*26

Sha melepas napas berat secara perlahan. Jujur saja, dia juga tidak ingin tinggal di kedua tempat itu. Rumah mewah atau vila bukan pilihan yang tepat untuk mereka tinggali.

"Sha .... "

"Ee ... nggak. Pilihan kamu mungkin sudah tepat, Za. Kita tinggal di apartemen saja. Gak masalah."

Wajah Irza langsung terlihat cerah. "Beneran gak papa, Sha?"

"Hm. Iya. Gak papa."

Dalam hati Asha berkata. 'Andai saja aku bisa tinggal di kamar apartemen yang lainnya, itu lebih bagus.'

Sementara itu, Irza juga bicara dalam hati. 'Maaf, Sha. Aku pilih tempat tinggal ini bukan karena yang lain terlalu besar, dan aku tidak nyaman. Melainkan, karena aku ingin selalu ada di dekat kamu. Dengan tinggal di apartemen ini, kita bisa selalu dekat. Karena ruangan yang terbatas akan membuat kamu selalu ada di sekitar aku, Asha.'

Benar. Itulah alasan Irza memilih kamar apartemen yang saat ini mereka tinggali. Karena sebenarnya, apartemen elit itu punya banyak bagian. Malahan, ada yang luas sampai punya dua kamar. Tapi Irza memilih yang ukuran paling kecil. Karena alasannya dia ingin selalu ada di sekitar Asha. Lagian, apartemen elit ini milik keluarganya. Tentu saja ia saja ia sangat mudah untuk mendapatkan yang mana saja yang ia inginkan. Dan, dia juga sangat tau seluk beluk dari apartemen tersebut.

*

Akhirnya, mereka mulai menata tempat tinggal baru mereka dengan bahagia. Sebagian barang pribadi milik keduanya telah pun di antar ke tempat tersebut. Keduanya pun sepakat untuk mulai berbagi tempat. Karena di sana hanya ada satu lemari pakaian, satu meja rias, juga satu meja kecil tempat belajar. Jadinya, mereka harus berbagi semuanya.

Asha tidak keberatan dengan hal tersebut. Hal itu sangat membahagiakan buat Irza. Usai berberes, keduanya sama-sama berbaring di atas ranjang. Melepas lelah setelah menata tempat tinggal baru mereka dengan sangat baik.

"Hah ... akhirnya selesai juga," ucap Sha sambil tersenyum kecil dengan mata yang menatap ke arah langit-langit.

"Sha ... lelah kan? Lapar gak? Mau aku pesankan makanan apa?"

"Mm ... apa-apa juga boleh. Asal bisa di makan, Za."

"Oke deh. Ku pesan pare mentah gimana, Sha?"

Sontak, Asha langsung memutar tubuh dari berbaring jadi telungkup. "Ha? Pare? Kamu-- "

"Ya katanya ... apa saja boleh asal bisa di makan," ucap Irza sambil tersenyum jahil.

Sha pun langsung memasang wajah cemberut.

"Kamu bisa nakal juga ya, Za. Mau nguji kesabaran ku?"

"Eh ... nggak. Aku cuma bercanda."

"Wah wah wah. Bercandaan mu ini sangat lucu tau .... Rasanya ... aku ingin memukul mu sekarang juga, Irza."

"Oh, nggak. Ya Tuhan. Jangan marah, Sha. Aku cuma bercanda," ucap Irza kali ini tidak dengan senyum jahil lagi. Tapi sebaliknya, dengan wajah cemas plus guratan penuh rasa bersalah.

Melihat kepanikan Irza, Asha langsung terkekeh. Luar biasa lucunya wajah Irza barusan di depan mata Sha. Padahal awalnya, pria itu sedang mengajak Sha bercanda. Eh ... gara-gara wajah Sha yang berubah, Irza malah jadi panik.

"Sha .... Kenapa tertawa?" Irza bertanya dengan nada bingung.

Asha masih tetap tertawa lepas.

"Za. Kamu lucu. Sangat-sangat lucu, tau gak sih?"

"Lucu?"

"Hm. Iya, kamu lucu."

"Lucu ... di mananya, Sha?"

"Ya wajah mu kok tiba-tiba panik sih, Za? Padahal kan aku hanya balas candaan yang kamu lontarkan padaku sebelumnya. Eh ... kamu malah panik gitu."

"Barusan itu ... kamu cuma bercanda, Sha?"

"Hm. Iya. Apa lagi? Kamu pikir serius?"

Irza langsung salah tingkah. Tangannya reflek menyentuh tengkuk dengan cepat. "Iya ... aku pikir kamu serius. Kamu kesal padaku gara-gara candaan yang aku lontarkan padamu."

Sha tersenyum lepas. Kali ini, senyum itu bisa Irza nikmati dengan sangat baik. Hatinya pun langsung mekar dengan bunga-bunga yang hampir bisa ia cium bau harumnya dengan sangat jelas.

"Irza ... Irza. Mm ... ya sudahlah. Katanya mau pesan makan siang buat kita berdua. Pesan sekarang aja, Za. Kebetulan, aku udah lapar nih sekarang."

Sayangnya, yang Asha ajak bicara malah sedang menikmati harumnya bunga cinta yang sedang mekar. Mana sadar dengan apa yang baru saja Asha katakan.

Alhasil, Sha harus memanggil Irza karena pria gemulai itu sedang berdiri mematung bak pajangan di toko pakaian saja.

"Za."

Satu kali. Dua kali panggilan. Sayangnya, tidak kunjung di respon oleh Irza. Seketika, Sha menaikkan volume panggilan lebih tinggi dari sebelumnya. "Irza Rahardi."

"Hah! Iya, Sha. Ada apa?"

"Melamun soal apa?"

"Ha? Eng-- enggak. Gak melamun kok."

"Gak melamun tapi kok gak jawab panggilan aku?"

"It-- itu ... aku .... "

"Hm ... ya sudahlah. Lupakan saja. Katanya mau pesan makan, Za. Gak jadi ya?"

"Eh ... jadi kok, Sha. Jadi. Kamu mau-- "

"Jangan nanya lagi ya. Pesankan saja apa yang enak untuk di makan." Potong Asha dengan cepat.

Irza pun langsung mengangguk cepat.

"Baiklah. Aku pesankan saja ayam bumbu buat kamu. Katakan jika ada yang mau di pesan lagi."

"Gak ada."

"Baik, Nona."

Makanan pun Irza pesankan. Sambil menunggu, mereka duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Tidak banyak bicara karena Asha sedang sibuk dengan gawai miliknya. Sementara Irza, dia juga memegang gawai miliknya. Namun, perhatiannya tidak ia tumpukan pada benda pipih tersebut. Karena di sampingnya ada Asha, jadi semua perhatiannya dia tumpukan hampir sepenuhnya pada wanita pujaan hatinya ini.

Beberapa waktu berlalu dalam keadaan hening. Akhirnya, ketukan di pintu terdengar. Perhatian keduanya pun langsung terfokus pada pintu tersebut.

Irza langsung bangun dari duduknya.

"Nah, itu pasti kurir buat antar makanannya, Sha."

Benar saja apa yang Irza katakan. Yang datang memang kurir yang mengantar makanan yang ia pesan. Irza yang membuka pintu dengan tangan kosong, saat berbalik sudah menenteng dua paper bag coklat di tangannya.

"Sha. Ayo makan!"

Asha mengangguk. Awalnya, ia pikir Irza benar-benar hanya memesan ayam bumbu untuk mereka makan. Namun setelah membongkar paper bag yang ada di atas meja. Makanan yang Irza pesan malah cukup untuk makan lima sampai enam orang.

Asha terdiam sesaat sambil menatap semua makanan yang terhidang di atas meja makan sedang yang ada di dapur apartemen tersebut.

"Za ... kita cuma berdua kan? Kamu gak ngundang tetangga yang lain untuk makan siang ke rumah kita bukan?"

"Enggak." Irza menjawab dengan polos.

"Kenapa, Sha?"

Asha langsung nyengir tak enak.

"Enggak. Ku pikir kamu undang tetangga buat makan di rumah kita, makanya kamu pesan makanan sebanyak ini. Za, gimana cara ngabisin nya? Ini terlalu banyak, tau?"

Irza hanya bisa nyengir kuda sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal sedikitpun. Dia memang gemulai, dia memang berbeda. Tapi dia sedang berusaha untuk meratukan wanita yang ia cintai walau caranya cukup sederhana.

1
partini
secara what hah ?aihhhh gemulai gitu kalian pikir gemulai si Otong juga ikut lunglai CK CK CK
ga salah juga ya Thor secara melambai 🤭🤭😂
Kar Genjreng
siap siap tempur ya Sha Jangan ngira Suami gemulai lantas tidak punya senjata Kamu salah BESAR. coba sekali Kamu Ok,, langsung di exekusi oleh si gemulai hingga loyo ,,,nnt terheran mengapa si gemulai senjatanya mirip jagung bakar jumbo hahaha

🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan
sah sahhhhh👏👏👏👏
Kar Genjreng
suka suka kamu lah Asha. cuma jangan keseringan di perlakukan seperti itu tidak baik juga buat suami jadi ga punya harga diri karena selalu ngalah,,, begitu di masalh ada pas di rumah , tetapi bila di luar kamulah yang bisa menghargai,,,👍
Dew666
🩵🩵🩵
Dew666
Kok kasian sama irza ya
Hari Dunddung
Aku yakin ujung² nya Sha akan bucin sama Irza🥰🥰
vania larasati
lanjut kak
Kar Genjreng
selamat ya Irza dan Ashanty semoga menjadi pasangan shikinah mawadah warahmah hingga menua bersama banyak anak memperbaiki keturunan agar tidak seperti orang tuanya ,,hanya anak satu satu Nya,,,👍👍lope lope sekebon bunga' 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kar Genjreng
Asha jg ga meragukan suaminya jangan kaget nanti kena serangan beronde ronde hingga serangan fajar ha 🤣 kapok Lo nanti jalan nya kaya bebek geol geol karena abis di serang benda tumpul super jimbo jagung bakar Afrika,,besarrrrr,,!!!!!!!! pokonya Marem lah merem melek nanti malam,,,siap siap 😂😂
Kar Genjreng
emang mulut orang ga bisa di prediksi kasian kenapa wong pria beneran ko bukan bengkok cuma polahnya saja,,, tetapi biarlah bagaikan anjing menggonggong kafilah berlalu,,, gitu hidup hidup mereka dan tidak menyakiti orang orang itu terlebih lagi mereka bahagia,,,bagi Asha mungkin belum karena belum terbukti semua desas desusnya nanti hanya Asha yang akan merasakan rasanya ga beda dengan yang merasa jantan justru Irza lebih dari itu,,✌️
partini
sehhh apa suami mu alien welehhh😂
visualnya pas jadi manten itu kaya pemuda jepang jaman now yg jadi temennya Ani" kesepian
Thor pernah lihat dokumentasi ga Thor cowok jepang jaman now
Kar Genjreng
sikat cepat dan lugas wis ga pakai ini ono tinggal rebesss berea beres dan tanggung josss 😇ga usah ikut mikirin malah tambah pusing apa lagi seandainya ikutan keluar fulus tambah pusing tujuh turunan dan tujuh puluh tanjakan gunung kale ye 🤣 orang mau nikah dua minggu sudah menunggu sepuluh tahun ga kebayang kan seandainya Gatot Irza bisa melajang seumur hidup,,✌️👍
Rani: ha ha ha🤣🤣🤣
ah, ya sudahlah. eh tapi tenang, othormu gak jahat2 amat kok. percaya deh.
total 1 replies
partini
dua Minggu yah udah sah jadi suami istri nanti kalau udah MP mungkin cara pandang udah beda 🤭🤭🤭
ga gemulai lagi
Rani: Ho ho ho😂😂😂😂
nunggunya harus sabar. soalnya, masih sepuluhan bab lagi. Kisaran di bab 30 an deh.
total 3 replies
Kar Genjreng
tidak pernah melawan sekali nya balas juga suaranya keren,,, biarlah orang mau bilang apa ya Za biarlah siapa tau nanti ada terkena tuai nya sendiri sudah berani menghina mentah mentah,,, hidup hidup gw orang mau bilang apa sebodo Amir ya Irza,,
Rani: Iya-iya, benar juga. ah tapi gak semudah itu. aish ya sudahlah😅
total 1 replies
Kar Genjreng
mulut mulutnya pada jahat seandainya ada di antara Mereka keluarga nya ada yang gemulai bahkan suka sesama jenis bagaimana,,,bisa pada mencela padahal belum tentu dirinya sendiri sempurna,,, karena mereka hanya bermulut besar tong kosong bunyinya nyaring,, makanya cepat buktikan nikah ga lama Asha hamil kembar' sekalian biar yang menghina pada melongo,, Salam waras,
Rani: Eh ... tau aja kamu apa yang aku pikirkan yah.
total 1 replies
Kar Genjreng
Dimas memang si mungkin banyak laki laki yang mengidolakan tetapi kan kalian semua tidak tau kronologi nya mengapa Asha di jodohkan,,,ga perlu tau kalian lah rahasia keluarga,,, Irza gemulai tetapi senjata ga lebih buruk dari kalian buktikan saja nanti ya,,,Asha cantik Irza ganteng kinclong Anak Anak nya nanti pasti ganteng dan cantik bibirnya unggul gemulai bukan ngondek lah 😂😂
Rani: 😂😂😂😂
ah sudah. tolong, main senjata lagi. ini otor mu nih yang bisa guling2 kalo gini ceritanya. kelen pada bahas senjata mulu dah. ampun .....
total 1 replies
Kar Genjreng
tapi benar Irza sudah berjanji mau membahagiakan Arshanty dan gemulai bukan dari lahir kan sudah di jelaskan,, jadi aman masalah didikan orang tua baik memang tidak sombong siap ya di lamar dan di nikahin jangan lama-lama pokonya
Rani: hohoho .... uhuk! Aku batuk eh.
total 1 replies
partini
kesabaran kamu tuh harus luas seluas samudra Hindia Atlantik dan seluruh planet lah sha bersuamikan irza si raja gemulai 😂😂🤭
Rani: kah kah kah ha ha ha.
🤣🤣🤣🤣
gak segalaksi sekalian kah?
total 2 replies
Kar Genjreng
terpenting sudah mau ya di jodohkan dengan Irza,,,tapi asha sejelek apapun laki laki lebih jauh langkah nya ketimbang kita wanita jadi jangan merendah fisik irza karena bila nanti memang jodohmu kamulah yang akan ketakutan suaminya di gaet wanita lain,,
Rani: uwuuuuu .... Jadi mikir, Irza tahan godaan gak ya? 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!