NovelToon NovelToon
LEGENDA KULTIVATOR GILA

LEGENDA KULTIVATOR GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Dibuang oleh Klannya sendiri ke Shenzhou—daratan terlarang tempat pemujaan Dewa Jahat—seorang bayi harusnya mati menjadi abu. Namun, takdir menolak tunduk. Dia justru bangkit dengan menyedot habis seluruh energi terkutuk di daratan tersebut. Tumbuh besar seorang diri dengan ingatan jurus-jurus terlarang purba, kini tiba saatnya ia melangkah keluar. Sembilan Daratan yang korup harus bersiap, karena tumbal yang mereka buang telah kembali sebagai pembawa kiamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

​​Setelah keheningan mencekam yang sempat membekukan seisi arena selama beberapa saat, seluruh Koloseum Raksasa Klan Wu mendadak meledak dalam kegemparan yang luar biasa. Sorak-sorai histeris dari ribuan murid luar dan murid cabang membumbung tinggi membelah langit pagi, menciptakan gemuruh suara yang sanggup menggetarkan dinding-dinding batu tribun.

​"WU TIAN!!! KAU LUAR BIASA!!!"

​"TANGAN KOSONG MENGHANCURKAN PERISAI BATU!!! SIAPA SEKARANG YANG BERANI MENYEBUT MURID LUAR SEBAGAI SAMPAH?!"

​Di sudut tribun, Wu Chen dan Wu Ao berteriak hingga suara mereka serak, melompat-lompat di atas kursi seperti orang kesurupan sembari melambaikan tangan mereka dengan liar ke arah panggung. Sementara itu, Wu Lin perlahan-lapan melepaskan remasan tangannya pada saputangan yang telah robek. Gadis itu menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, mengembuskan napas lega yang teramat sangat dari lubuk dadanya. Sepasang mata indahnya berkilat penuh dengan binar kebanggaan yang bercampur haru; Wu Tian tidak hanya menang mutlak, tetapi pemuda itu turun dari panggung tanpa luka sedikit pun di tubuhnya.

​Di tribun khusus penonton kehormatan faksi luar, Jian Chen—sang jenius dari Sekte Pedang Langit—berdiri sembari bertepuk tangan pelan. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman lebar penuh kepuasan. "Menarik. Sangat menarik," gumam Jian Chen lirih, matanya mengunci sosok Wu Tian. "Tebakanku kemarin malam sama sekali tidak salah. Pemuda itu adalah permata kasar yang menyimpan daya hancur yang murni."

​Gemuruh kebahagiaan di barisan bawah penonton berbanding terbalik dengan atmosfer pekat yang kini melanda panggung kehormatan tertinggi. Para tetua perwakilan dari Klan Li dan Sekte Pedang Langit tidak lagi bisa duduk dengan tenang. Mereka mulai condong ke depan, saling berbisik dengan raut wajah yang berubah menjadi teramat serius. Kekuatan fisik mentah Wu Tian yang mampu menghancurkan zirah batu bumi tingkat tinggi kini tidak bisa lagi dianggap remeh; pemuda itu telah bergeser menjadi sebuah ancaman tak terduga yang tidak terukur oleh bagan pertandingan yang telah mereka susun.

​Melihat reaksi panik dari dua klan rivalnya, Tetua Agung Wu Cang dan faksi Paviliun Tetua Klan Wu terpaksa menelan ludah mereka sendiri. Rasa jemawa dan cemoohan mereka yang menganggap Wu Tian sebagai "sampah tanpa masa depan" beberapa menit lalu kini berubah menjadi rasa canggung yang luar biasa. Namun, sebagai politikus klan yang oportunis dan licik, pikiran mereka dengan cepat berputar 180 derajat.

​Sadar bahwa kompetisi tahun ini akan berjalan sangat berat karena Klan Li dan Sekte Pedang Langit membawa kartu as rahasia, para tetua Klan Wu mulai menyusun rencana baru. Sikap meremehkan mereka lenyap, digantikan oleh pandangan penuh minat. Mereka memutuskan untuk memanfaatkan kegilaan Wu Tian sebagai "Kuda Hitam" tak terduga. Wu Tian akan digunakan sebagai bidak penghancur di babak selanjutnya untuk menguras habis tenaga, merusak fokus, atau bahkan melumpuhkan para jenius andalan dari dua klan rival sebelum mereka sempat berhadapan dengan Wu Jun atau Wu Xue di final.

​Di area tunggu khusus murid inti di bawah panggung, dampak kemenangan gila itu memicu reaksi yang tidak kalah ekstrem dari dua jenius tertinggi klan.

​KRAAAK!

​Wu Yan mencengkeram pagar pembatas batu di depannya hingga hancur berkeping-keping menjadi debu di bawah tekanan energinya. Wajah tampannya memerah padam, dipenuhi oleh kemurkaan yang meledak-ledak. Kegilaan Wu Tian sama sekali tidak membuatnya takut, melainkan membuatnya merasa terhina di hadapan ribuan penonton karena tangan kanan setianya, Wu Shan, dihancurkan seperti anjing tak berguna di atas arena.

​"Bocah haram... beraninya kamu menyentuh orangku," desis Wu Yan dengan urat-urat yang menonjol di sekujur lehernya, tatapannya memancarkan niat membunuh yang pekat. "Berdoalah agar kamu tidak bertemu denganku di atas panggung nanti, atau aku sendiri yang akan menguliti tubuhmu hidup-hidup."

​Berbeda total dengan Wu Yan yang emosional, Wu Xue—sang Bidadari Es—tetap berdiri diam dengan keanggunan yang dingin. Namun, sepasang mata birunya yang jernih kini menatap lurus ke arah Wu Tian dengan pandangan yang semakin dalam, tajam, dan penuh selubung misteri. Seringai gila yang ditunjukkan Wu Tian saat membantai lawannya tadi terasa beresonansi aneh dengan insting spiritual di dalam tubuhnya. Untuk pertama kalinya, Wu Xue menyadari dengan kepastian mutlak bahwa pemuda jubah biru tua itu menyimpan rahasia besar yang jauh lebih mengerikan—rahasia yang bahkan bisa mengancam posisi nomor satu miliknya di klan ini.

​Di tengah pusaran perhatian ribuan pasang mata, intrik busuk para tetua, dan tatapan membunuh dari para jenius klan, Wu Tian sendiri sama sekali tidak peduli. Bagi sang monster dari Shenzhou, semua riuh rendah dan skema politik ini tidak lebih penting daripada sepotong kayu bakar yang kering.

​Seringai gilanya telah menguap tanpa bekas. Wu Tian melangkah turun dari panggung batu yang hancur dengan langkah kaki yang teramat santai, wajah datarnya kembali terlihat mengantuk seolah-olah ia baru saja menyelesaikan tugas harian yang membosankan.

​Saat berjalan melewati lorong bawah tribun penonton, Wu Tian menghentikan langkahnya sejenak. Ia mendongak, mengarahkan sepasang mata hitamnya tepat ke arah Wu Lin yang sedang menatapnya dari atas. Wu Tian tidak mengucapkan sepatah kata pun; ia hanya memberikan sebuah isyarat anggukan kecil yang sangat tipis sebelum kembali berjalan menjauh.

​Melihat anggukan tersebut, wajah Wu Lin seketika memerah merona. Ia tahu persis arti dari isyarat itu—Wu Tian sedang menagih janji mereka secara tidak langsung untuk berjalan-jalan ke pasar kota pusat setelah seluruh urusan turnamen ini selesai.

​Tepat ketika kehangatan kecil itu singgah di hati Wu Lin, suara pengumuman spiritual dari langit kembali bergaung besar, membacakan hasil undian dadakan dari para tetua untuk babak pertempuran berikutnya. Nama Wu Tian kembali dipanggil, mempertemukannya dengan lawan dari faksi luar yang terkenal jauh lebih kejam dan haus darah. Langkah sang monster menuju pusaka miliknya kini resmi memasuki babak yang lebih berdarah.

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe tubuh fisik yang kuat😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
LanzT0k3
keren ❤️❤️
Danzo28: Terimakasih 🥳
total 1 replies
ibarumbung
mantap... lanjut thor
Danzo28: siap KA
ditunggu yahhh🥳
total 1 replies
Was pray
ceritanya bagus sih cuma up nya yg terlalu lama dan sedikit pula... ntar para reader mundur Krn gak sabar nunggu up nya
Was pray: oke... 👍
total 2 replies
Was pray
sayang sekali wu Tian kuat tapi gaya bertarungnya gak ada seninya, kayak babi hutan yg nyruduk
Was pray
cari uang lah.. wu Tian, masak mau mengandalkan diberi makan sama orang lain terus?
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo Thor semangat
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
mereka tidak tau monster sesungguhnya mulai bangkit😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
monster sesungguhnya mulai beraksi👍😄😄
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii ayooooo bantaaaaaaaiiiiii 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehe..aroma pembantaian nih 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waduh konspirasi tersembunyi 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehehe pura2 jadi babi🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha harga diri yang hancur🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur ceritanya bagus dan menarik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
baca beberapa chapter di awal cukup bagus alur ceritanya 👍
ibarumbung
alur cerita yang bagus
Danzo28: Terimakasih
semoga betah yahh
Happy reading 🥳🥳🥳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!