Menceritakan tentang seorang wanita yang menyesal karena telah mengkhianati suaminya.
Penyesalannya berujung membuat dirinya mengejar kembali cinta mantan suaminya.
Bagaimana kisah selanjutnya? ayo ikuti terus ceritanya.
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Rumah Baru
Beberapa saat kemudian setalah melihat-lihat, Sania mulai tertarik kepada satu rumah yang sangat sederhana tidak terlalu besar seperti rumah yang ia tepati sekarang.
Sania pun mulai berniat untuk membeli rumah itu dan akan tinggal di sana.
Beberapa hari kemudian.
Sania sudah menjual rumahnya dan kini sudah tinggal di rumah baru yang ia beli.
Siang ini dia baru saja selesai membereskan dan menata barang-barangnya. Terasa sangat melelahkan bagi Sania karena dia hanya sendiri membereskan.
Wajah Sania terlihat memucat dan keringat dingin mulai mengucur. Entah kenapa tiba-tiba ia merasakan pusing. Tatapannya berubah menjadi kabur dan seketika Sania pun jatuh pingsan tanpa ada seorang pun yang tahu.
Sore harinya barulah Sania tersadar dari pingsannya.
"Ada apa denganku?" Tanya Sania menatap sekelilingnya. Dia kemudian meraih ponselnya di atas meja dan melihat jam ternyata sudah pukul lima sore.
Sania lalu berdiri menghela nafas panjang sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing. Dia mengayunkan kaki nya ke dapur untuk mengambil air minum karena tenggorokannya terasa sangat kering.
Setelah minum segelas air putih, Sania begitu merasa sedikit nyaman. Dia kemudian pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Selesai membersihkan diri, Sania mendengar bahwa suara bel rumahnya berbunyi. Dia pun buru-buru turun ke lantai bawah untuk membukakan pintu.
"Siapa?" Tanya Sania sambil membuka pintu.
Ternyata itu adalah Sarah.
"Sarah....." Lirih Sania.
"Hai....bukankah kemarin kau menyuruhku kemari?" Tanya Sarah.
"Oh iya, ayo silahkan masuk." Ujar Sania mempersilahkan temannya untuk masuk.
Sarah pun melangkah masuk dan memandangi setiap sudut -sudut rumah yang baru Sania tepati.
"Rumah ini lumayan nyaman, meskipun tidak terlalu luas!" Ucap Sarah sambil mendudukkan pantatnya ke sofa.
"Aku sengaja membeli rumah ini, karena sekarang kan aku hanya tinggal sendirian." Ujar Sania.
"Oh ya, kamu mau minum apa?" Tawar Sania.
"Terserah saja, em Sania, kamu pasti belum makan kan? ini aku tadi belikan makanan untuk mu!" Ucap Sarah meletakan sebuah plastik yang berisi makanan ke atas meja.
"Baiklah terimakasih Sarah. Kamu tahu saja kalau aku belum makan. Tunggu sebentar, aku ke dapur dulu untuk buatkan kamu minuman." Kata Sania lalu melangkah ke dapur.
Tak lama kemudian Sania pun keluar dengan membawa dua gelas minuman, untuk Sarah dan untuk dirinya.
"Ini minumlah!" Sania meletakan minuman tersebut ke atas meja.
Kemudian Sania duduk di samping Sarah. Mereka mengobrol seperti biasanya, bertukar cerita satu sama lain.
Sania juga menceritakan kepada Sarah tentang ia yang menemui mantan suaminya itu. Dia juga mengatakan pada Sarah bahwa tadi siang ia pingsan dan baru sadar sore tadi.
Sarah yang mendengarkan cerita sahabatnya itu pun sedikit terenyuh.
"Kasihan sekali kamu San, sekarang kamu harus hidup sendiri." Ujar Sarah sambil menggeleng.
"Mau bagaimana lagi Sarah, lagipula semua itu karena kesalahan dan kebodohan ku." Ucap Sania.
"Tapi San, seharusnya Rama memberikanmu sebuah kesempatan. Tapi kenapa dia malah langsung memilih untuk bercerai?" Tanya Sarah.
Sania terdiam sejenak.
"Entahlah, aku juga tidak tahu. Rasanya sudah tidak ada harapan lagi untukku kembali hidup bersama mas Rama dan Alif." Jawab Sania.
"Kau tahu, ibu dari mas Rama sangat begitu senang nya setelah kami bercerai. Secara selama hampir sepuluh tahun ini itu yang dia tunggu-tunggu." Ujar Sania dengan tatapan sendu.
*murahan dan menjijikan
mereka membela istri selingkuh dan berhubungan badan dengan lelaki lain dengan alasan2 menjijikan
*munafik
dinovel2 suami selingkuh, mereka laknat habis2an suami selingkuh dan tidak ada pembenaran sama sekali
tapi giliran di novel istri selingkuh mereka bela mati matian dengan alasan munafik dan menjijikan
fakt koment kalian membuktikan siapa kalian sebenarnya
wanita baik2 dan normal akan melaknat kelakuan Sania dan tidak ada pembenaran sama sekali
wanita menjijikan dan munafik mereka akan membela dan membenarkan kelakuan menjijikan Sania alias kalian membenarkan kelakuan menjijikan kalian sendiri
...membosankan
kasih sania kebahagiaan dan jgn buat sania jadi kahat thor...kalau pun ada penyesalan jgn sania aja thor..rama juga harus ada penyesalan