NovelToon NovelToon
DURI YANG TERSEMBUNYI

DURI YANG TERSEMBUNYI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:673
Nilai: 5
Nama Author: Meindah88

Aluna Anna harus menelan kenyataan pahit ketika ibunya, Yusi, memaksanya mengakhiri rencana pernikahan dengan pria yang sangat dicintainya, seorang dokter muda bernama Alvaro Alexander. Di balik keputusan itu tersimpan keinginan Yusi yang dianggap lebih penting daripada kebahagiaan putrinya sendiri: ia ingin Alvaro menikahi Elizabets, adik Anna yang hidup dengan keterbatasan fisik, dengan harapan sang dokter dapat merawat dan membantu kesembuhannya.

Keputusan tersebut menghancurkan hati Anna dan Alvaro. Cinta yang telah mereka bangun harus dikorbankan demi tuntutan keluarga dan rasa tanggung jawab. Di tengah luka dan air mata, Anna berusaha menerima nasib yang tidak pernah ia pilih, sementara Alvaro terjebak antara cinta sejatinya dan kewajiban yang dipaksakan kepadanya.
Namun, ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap, mereka menyadari bahwa cinta sejati tidak mudah dipisahkan oleh keadaan. Mampukah Anna dan Alvaro memperjuangkan kebahagiaan mereka, atau akankah mereka selamanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meindah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 18

Sudah lebih dari setahun dokter Alvaro menjalani hari-hari yang terasa begitu panjang. Sejak pertunangan itu, Alvaro membawa Eliz keluar negeri untuk memulihkan kakinya. Peralatan yang dimilikinya tidak cukup untuk kepulihan Eliz seutuhnya, dan itu didukung penuh oleh keluarganya. Senyum yang selalu ia tunjukkan kepada setiap orang-orang hanyalah topeng untuk menutupi luka yang terus menganga di dalam hati. Alvaro merasakan hidupnya seolah berubah menjadi sangkar yang mengurung kebebasan dan kebahagiaannya.

Tak seorang pun tahu, setiap kali cincin pertunangan itu melingkar di jarinya, dadanya terasa semakin sesak. Ia menjalani hubungan itu bukan karena cinta, melainkan karena janji dan keadaan yang memaksanya mengalah.

Sebagai seorang dokter, Alvaro memegang teguh sumpah profesinya. Ia telah berjanji akan mengobati kaki Elizabets hingga benar-benar pulih. Selama masih ada harapan untuk kesembuhan wanita itu, ia tidak akan meninggalkannya. Baginya, menyembuhkan adalah tanggung jawab yang tak boleh dikhianati.

Namun, di balik keteguhan itu, ada pergulatan batin yang tak pernah berhenti.

"Sampai kapan aku harus bertahan?" gumamnya lirih saat berdiri seorang diri di balkon rumah sakit, memandangi langit yang mulai diselimuti awan kelabu.

Nama Anna kembali terlintas di benaknya. Wanita yang begitu ia cintai telah menghilang tanpa jejak. Tak ada kabar, tak ada pesan, seolah bumi telah menelan keberadaannya. Alvaro sudah berusaha mencari ke berbagai tempat, tetapi semua usahanya berakhir sia-sia.

Ia menggenggam ponsel yang masih menyimpan foto Anna sebagai wallpaper. Senyum sederhana wanita itu selalu berhasil membuat hatinya bergetar sekaligus hancur.

"Apa kau benar-benar sudah melupakanku, Anna?" bisiknya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Di sisi lain, Elizabets perlahan menunjukkan perkembangan. Berkat terapi yang dijalani secara rutin, ia sudah mulai mampu melangkah meski masih tertatih. Setiap kemajuan itu seharusnya menjadi kabar yang membahagiakan bagi Alvaro sebagai dokter. Namun, semakin dekat Elizabets dengan kesembuhan, semakin besar pula ketakutan yang menguasai hatinya.

Karena ia sadar, setelah janjinya selesai ditepati, ia harus mengambil keputusan yang akan mengubah hidup semua orang.

Akankah ia tetap mempertahankan pertunangan yang tidak pernah lahir dari cinta?

Ataukah ia akan memilih memperjuangkan kebahagiaannya sendiri, meski harus menghadapi amarah keluarga dan menghancurkan harapan Elizabets?

Pertanyaan itu terus menghantui setiap langkahnya. Dan tanpa ia sadari, takdir sedang menyiapkan sebuah pertemuan yang akan mengubah segalanya.

Bagian ini bisa menjadi jembatan menuju bab berikutnya, saat Alvaro tanpa sengaja bertemu kembali dengan Anna di rumah sakit tempat Anna bekerja, tanpa mengetahui bahwa wanita yang selama ini ia cari berada begitu dekat dengannya.

***

Anna menggenggam nampan kecil berisi beberapa obat dengan jemarinya yang sedikit gemetar. Langkahnya terdengar ringan di lorong rumah sakit yang dipenuhi aroma namun antiseptik. Wajahnya penuh keceriaan, tampak sorot matanya tetap menyimpan keteguhan. Baru saja ia keluar dari ruang perawatan pasien setelah memastikan semua obat diminum sesuai jadwal.

Tak ada yang tahu, di balik seragam putih yang dikenakannya dengan rapi, Anna menyimpan masa lalu yang begitu kelam. Ia memilih membuang dirinya ke sebuah kota yang jauh dari kampung halamannya. Kota itu menjadi tempat di mana tak seorang pun mengenalnya, tak ada yang mengetahui luka, kesedihan, ataupun rahasia yang selama ini ia sembunyikan.

" Sedang mikirin si mantan ya?" 

Lamunan Anan terkesiap saat Widya menggoda. Ia pun tersenyum sambil menggeleng kecil. Ia tahu bahwa yang dimaksud temannya itu pria di masa lalunya.

" Lalu?" Windy masih belum puas menggodanya.

" Sudah lama aku di sini Wind." Kata Anna lirih, di benak hadir setiap orang-orang yang dicintainya, namun rasa kasih sayang mereka hanya sandiwara semata. 

" Maksudnya...lho ingin pulang?"

"Bukan itu, aku hanya kangen sama mama." Ucapnya menatap temannya itu.

" Tapi... Kalau aku perhatikan, kamu betah di sini, An.

" Tentu saja, kota ini membuatku nyaman, "ungkapnya, 

Sudah lebih dari satu tahun Anna bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Harapan Sejahterah. Dalam waktu itu, ia dikenal sebagai sosok yang ramah, dan selalu mengutamakan pasien. Rekan-rekannya mengaguminya, sementara para pasien sering merasa lebih tenang hanya karena mendengar suara lembutnya.

Namun setiap malam, ketika rumah sakit mulai sunyi dan lampu-lampu lorong meredup, Anna kerap duduk sendiri di taman belakang rumah sakit. Di sana, ia memandangi langit yang gelap sambil mengenang kehidupan yang telah ditinggalkannya.

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, Anna kehilangan keluarga dan cintanya. Ia masih mengingat setiap orang yang menyakitinya, dan juga menghancurkan hubungannya dengan sang kekasih. Pria yang pernah berjanji akan selalu berada di sisinya justru pergi ketika Anna sedang berada di titik terendah hidupnya.

Sejak saat itu, Anna memutuskan menghilang. Ia berpindah ke kota yang asing, mengganti nomor telepon, memutus hubungan dengan teman-teman lama, dan memulai kehidupan baru. Baginya, menjadi perawat adalah satu-satunya cara untuk tetap merasa berguna di tengah kehampaan yang terus menghantuinya.

" Hidupku sudah tenang, tidak perlu mengingat mereka. Elizabeth pasti sudah bahagia bersama pria yang dicintainya," Anna tersenyum pahit.

"Terima kasih, Nak. Senyummu mengingatkanku pada putriku yang sudah lama tak pulang," ucap lelaki itu lirih.

Pasien itu tiba-tiba tersenyum hangat padanya, ia sangat bersyukur mendapatkan perawatan yang terbaik.

Anna tersenyum tipis meski dadanya terasa sesak.

"Semoga Bapak segera sembuh," jawabnya pelan.

Kata-kata sederhana itu ternyata meninggalkan bekas yang dalam. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Anna merasa masih ada seseorang yang membutuhkan kehadirannya.

Beberapa minggu kemudian, rumah sakit kedatangan dokter baru bernama Dr. Arga. Sosoknya tenang, cerdas, dan dikenal sangat peduli kepada pasien. Tanpa sengaja, Arga beberapa kali memperhatikan Anna yang selalu bekerja tanpa mengenal lelah.

Namun Arga juga melihat sesuatu yang tak diperhatikan orang lain. Senyum Anna memang indah, tetapi matanya selalu menyimpan kesedihan yang sulit dijelaskan.

" Anna, aku ingin bicara denganmu," dokter Arga memanggil.

Malam itu mereka sama-sama lembur, Arga menghampiri Anna yang sedang merapikan berkas pasien.

"Kalau boleh bertanya... sejak pertama kali bertemu, saya merasa Anda seperti sedang berusaha lari dari sesuatu."

Anna terdiam. Tangannya berhenti bergerak. Untuk sesaat, ia ingin menyangkal, tetapi tatapan Arga terlalu tulus.

"Ada masa lalu yang lebih baik dibiarkan terkubur," jawab Anna pelan.

Arga tidak memaksa. Ia hanya tersenyum tipis.

"Kalau suatu hari Anda ingin bercerita, saya akan mendengarkan."

Sejak malam itu, kehidupan Anna perlahan berubah. Ia mulai menyadari bahwa tidak semua orang akan meninggalkannya. Masih ada orang-orang yang hadir tanpa menghakimi masa lalunya. Namun...luka masa lalu meninggalkan trauma sehingga sulit memiliki hubungan dengan pria lain.

1
Novi Tasa
ceritany bgus
Meindah88: Terimakasih..🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!