Terlahir dari rahim seorang wanita yang mendapat julukan sebagai pelakor atau orang ketiga bukan kemauan Kanza Qiara Mecca. Gadis cantik yang kini sudah menjadi piatu sejak usia nya tiga bulan itu harus menanggung keras nya hidup di keluarga orang yang telah ibu hancurkan. Setiap hari dia selalu mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari ibu dan kakak tiri nya. Sosok ayah yang selama ini diaharapkan pun tidak bisa melakukan apa pun melihat hal itu.
Penderitaan Kanza tidak berhenti di situ saja, sebulan sebelum pernikahan sang kakak justru dia mendapati dirinya berada dalam satu kamar dengan calon kakak ipar nya dan hal itu membuat dia harus terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan tanpa cinta dengan sosok pria angkuh, dingin dan arogan Kenan Diyaksa.
Bagaimanakah kehidupan Kanza setelah mendapat gelar seorang istri dari calon kakak ipar nya? Apakah kebahagiaan yang selama ini dia harapkan akan dia raih?
Yuk….kepoin karya baru author “ Ikatan Tanpa Cinta “happy reading gaes😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ny.Irawana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 5 Di pecat
Pagi ini Kanza sudah terlibat rapih, dia berencana akan ke kantor setelah beberapa hari kemarin sempat izin karena huru hara itu. Gadis itu nampak lebih fresh dengan setelan kemeja brown white yang di padukan dengan rok span hitam di bawah lutut. Tak lupa rambut hitam nya dia biarkan terurai rapih sehingga nampak terlihat elegan khas wanita kantoran.
Seperti yang Kenan bilang semalam jika dia tidak perlu menyiapkan apa pun untuk suami nya itu, dan Kanza pun menuruti semua yang di katakan oleh Kenan. Gadis itu pagi ini hanya membuat sarapan untuk nya sendiri, dia juga tidak menyiapkan pakaian kerja untuk suami nya, sekedar membuat kopi pun dia tidak melakukan nya.
"Mau kemana kamu !"
Kanza yang sedang menikmati sarapan nya pun mendongakkan wajah nya, terlihat jelas saat ini suami nya itu pun sudah rapih dengan setelan kemeja dan jas kantor nya.
"Kerja.." jawab Kanza singkat sambil terus menikmati sarapan nya, sesekali gadis itu melirik ke arah ponsel nya untuk memastikan ojek online yang dia pesan sudah sampai mana.
Kenan mengerutkan dahi nya mendengar jawaban sang istri, dia kemudian menarik kursi yang ada di hadapan Kanza.
"Kerja ? dengan keadaan yang kacau seperti ini kamu masih kepikiran untuk kerja, yakin kamu masih diterima di kantor mu itu. Kalau aku yang jadi atasan kamu sudah pasti aku pecat kamu karena sudah mencoreng citra buruk ke perusahaan", ucap Kenan dengan nada sinis dan terkesan menghina.
Kanza meletakkan sendok dan garpu nya, tenggorokan tiba - tiba terasa sakit untuk sekedar menelan nasi goreng yang dia buat tadi. Padahal dia baru tiga kali menyuapkan nasi goreng favorite nya itu ke dalam mulut nya. Namun karena ucapan pedas sang suami dia enggan untuk melanjutkan sarapan nya itu.
"Seperti nya besok aku lebih baik sarapan bubur saja, biar langsung masuk ke lambung ku dengan aman jika mendengar ucapan pedas mas Kenan, tidak seperti ini rasa nya", batin Kanza sambil berdiri.
Tak ingin lama - lama berada di sana, Kanza langsung berdiri dan tak lupa gadis itu merapikan meja makannya, dia juga membuang sisa nasi goreng yang tidak habis dia makan setelah itu mencuci alat makan nya. Kanza tidak ingin pagi nya di awali dengan mood yang jelek. Jika dia menanggapi apa yang Kenan ucapkan tadi yang ada justru perdebatan dan berujung mood nya jadi berantakan pagi ini
"Aku berangkat kerja dulu mas",pamit Kanza sambil mengulurkan tangannya ke arah Kenan.
Kenan memandangi tangan Kanza yang ada di depan nya dengan bingung ", kamu mau minta ongkos ? kan aku udah bilang segala kebutuhan kamu ya kamu tanggung sendiri. Jangan ...."
Tanpa menunggu lama lagi, Kanza langsung meraih tangan kanan Kenan dan mengecup punggung tangan nya dengan begitu takzim.
"Aku hanya ingin berpamitan pada suami ku, bukan minta ongkos mas, Assalamualaikum..." ucap Kanza sambil berlalu pergi.
Kenan menatap punggung sang istri dan tangan nya secara bergantian. Jujur dalam hati nya ada perasaan hangat yang terasa nyaman dia rasakan. Tanpa disadari ujung bibir nya pun membentuk senyuman yang sangat tipis sekali. Bahkan laki - laki itu beberapa kali mengelus punggung tangan nya.
"Astaga...apa yang aku pikirkan sih, jangan sampai aku tertipu tingkah nya yang sok alim itu",batin Kenan mengusap wajah nya kasar.
Sebelum pergi, dia melirik ke arah meja makan," ini beneran dia tidak basa basi menyiapkan sarapan atau kopi untuk ku, dasar istri tidak peka", omel Kenan sambil berlalu pergi.
Kenan hari ini terpaksa pergi ke kantor dengan perut yang kosong. Padahal pria tampan itu paling anti berangkat kerja tanpa sarapan. Mana semalam dia melewatkan makan malam nya lagi, karena ego nya akhir nya dia harus membiarkan cacing - cacing di perut nya pada konser pagi ini.
"Cepat sekali dia pergi, naik apa dia ", gumam Kenan saat sampai di depan rumah sudah tidak mendapati Kanza di sana.
"Ah..bodo amat dia mau naik apa ke kantor nya, emang aku pikirin ".
**
Kantor Kanza,
Kanza melangkah masuk ke dalam lobi kantor nya seperti biasa. Dia tetap tersenyum dan menyapa para pegawai yang berlalu lalang di sana namun para pegawai itu justru menatap Kanza dengan tatapan sinis. Bahkan diantara mereka ada yang berbisik - bisik sambil melirik sinis ke arah Kanza.
Kanza sebenarnya menyadari apa yang terjadi dengan para rekan kerja nya itu, karena pagi tadi dia sempat melihat beberapa postingan di platform berita online dan media sosial masih santer memuat berita skandal dia dan Kenan kemarin. Di tambah Arabella selalu membuat postingan yang memojokkan dia jelas hal itu membuat para netizen terutama fans Arabella berbondong - bondong menyerang sosial media Kanza dengan komentar - komentar yang sangat sarkas dan sadis. Bahkan banyak yang mengumpat kasar Kanza dan ada juga yang mendoakan hal - hal yang buruk untuk Kanza.
Pagi tadi Kanza sebenarnya ragu untuk pergi ke kantor, tapi dia berpikir lagi jika dia tidak bekerja bagaimana dia bisa memenuhi segala kebutuhannya nanti, suami nya sudah terang - terangan tidak akan memberikan nafkah untuk kebutuhan pribadi nya, keluarga nya jelas tidak mungkin karena sedari SMA Kanza sudah harus bekerja keras untuk membiayai hidup nya sendiri. Di keluarga Baskoro Kanza hanya menumpang tidur dan makan saja. Itu pun setiap hari Kanza harus membayar dengan ikut membereskan pekerjaan rumah.
Namun dengan niat dan doa yang tulus, dia sudah yakin apa pun yang akan terjadi hari ini baik buruk nya dia akan hadapi.
"Kanza...kamu dipanggil Pak Hardi sekarang ", ucap salah satu karyawan.
"Baik Mba.."
Kanza baru saja sampai meja nya, tapi dia harus segera menghadap bagian HRD. Perasaan Kanza mendadak tidak enak, seakan - akan bakal ada hal buruk yang menimpa nya.
Tok
Tok
Tok
"Permisi Pak.."
"Ah iya, silahkan masuk Kanza.."
Kanza pun langsung dipersilahkan duduk oleh Pak Hardi, tanpa banyak basa basi laki - laki itu langsung mengutarakan apa yang ingin dia sampaikan pada Kanza.
"Kanza, sebenarnya kamu adalah salah satu karyawan yang mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap perusahaan, kinerja kamu selama tiga tahun mengabdi di perusahaan ini juga baik, loyalitas kamu tidak diragukan lagi, akan tetapi perusahaan tidak bisa ambil resiko dengan ada nya berita buruk tentang skandal kamu dan Pak Kenan. Mengingat Pak Kenan adalah salah satu pengusaha yang berpengaruh di negeri ini dan perusahaan kita juga tidak ingin kredibilitas nya tercoreng akan berita tersebut, maka dari itu dengan terpaksa perusahaan meminta kamu untuk dengan suka rela mengundurkan diri. Dan untuk pesangon dari pihak perusahaan hanya bisa memberikan separoh dari gaji kamu bulan ini ".
Duaaaaar.......