update setiap hari Senin - Jumat pukul 19.00 WIB.
Kisah lanjutan perjalanan He Shu Huan ,Alina,Bi Guan dan Ming Ming.
Jangan lupa like ,fav,komen,vote d share y bagi yang suka,makasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gubuk Kecil Di Tengah Hutan Kaktus.
He Shu Huan menggerakkan telapak tangannya ke depan dan meluncurlah kekuatan yang sangatlah dashyat yang menghantam ilmu pukulan yang di lakukan oleh para Iblis Gurun Barat.
Desss....!!
" Aughhh....!!" Pekik salah satu dari empat anggota Iblis Gurun Barat yang di hadapi oleh Alina telah di tewaskan oleh He Shu Huan.
Bi Guan menggerakkan goloknya seperti gerakan ular mematuk terhadap mangsa nya sehingga pria yang memegang gergaji terpotong -potong kecil olehnya.
Wer,wer ,wer..!!
Crak , crak..!!
Yang Ti Fei melontarkan kaktus -kaktus miliknya yang mematikan untuk menyerang pria berwajah bulat telur yang di hadapinya dengan gerakannya tak terduga sama sekeli oleh musuhnya itu.
Werr...!!
Cep ,cep ,cep..!!
" Aghhhh....!!!"
Tujuh Iblis Gurun Barat telah di basmi oleh He Shu Huan ,Bi Guan dan Yang Ti Fei secara bersamaan di dalam waktu yang amat singkat sekali.
" He Shu Huan , terimakasih atas bantuanmu dan sahabatmu ini terhadap ku Yang Ti Fei." Kata Yang Ti Fei menjura hormat kepada He Shu Huan.
" Saudara Yang ,sedang apa kau berpetualang ke gurun Gobi ? " Tanya He Shu Huan tanpa basa -basi kepada teman lamanya itu.
" Mencari ketiga orang selir ku yang di culik oleh Sekte Bidadari Maut atas perintah seorang yang bernama Liu Ze Bun." Jawab Yang Ti Fei menjamu He Shu Huan dan rombongannya di gubuk kecil.
" Liu Ze Bun lagi ,uh dasar orang itu selalu tak ada habisnya membuat masalah dengan kita orang -orang di dunia persilatan Tionggoan." Kata Bi Guan tampak bosan.
" Ya ,kalian juga apakah ada permasalahan yang kalian resahkan dan berkaitan dengan Liu Ze Bun juga ? " Tanya Yang Ti Fei menawarkan makanan dan minuman berupa daging kambing panggang dan susu domba kepada He Shu Huan dan para sahabat.
" Iya , aku ingin menemukan lima pusaka ku yang hilang dari rumahku ,dan aku mencurigai Liu Ze Bun adalah dalang utama pencurian pusaka -pusaka ku itu dengan maksud untuk gulingkan ku dari pemerintahan ku di Kekaisaran Ming ." Jawab He Shu Huan menggigit daging kambingnya.
" Kalau kau , Guan ?" Tanya Yang Ti Fei menoleh ke Bi Guan yang menyuapi Song Tian Er dan Walet kecil minum susu domba.
" Dia membunuh anak -anak ku yang terlahir dari mantan -mantan istri ku dan bahkan ia menculik putra tunggalku Bi Zhin yang di lahirkan oleh Istri sah ku ,yakni Ming Ming." Jawab Bi Guan geram.
" Ei ,kalau kau , Wu ?" Tanya Yang Ti Fei kepada Gu Jin Wu yang meninabobokan Ma Xiao Yu.
" Orang itu menculik tunangan ku Ma Ye Ri dari Istana Mongolia ," Jawab Gu Jin Wu murka.
" Ah ,kita semua memiliki musuh besar yang sama dan ini berarti kita harus bekerjasama untuk kita bisa membasmimya untuk ketenteraman dan juga keamanan negeri Ming Sejati." Kata Yang Ti Fei.
" Tepat sekali katamu , Saudara Yang.Aku juga tak hanya menginginkannya lenyap dari bumi negeri Ming Sejati ,namun aku juga ingin melenyapkan Feng Ti Lun Si Ketua Pedang Elang Hitam dengan tanganku sendiri. " Jawab He Shu Huan dengan rahang mengeras.
" Feng Ti Lun si bajingan tua itu memang sangat layak di basmi karena ia benar -benar manusia paling biadap di seluruh bumi negeri Ming Sejati ibarat parasit yang membahayakan Negeri Ming Sejati yang kita cintai ini." Kata Yang Ti Fei nada setuju sekali dengan keinginan kuat He Shu Huan.
Cahaya rembulan di tengah malam hari itu terlihat begitu indah bagi Alina yang memandanginya dari balkon kamar tidurnya di gubuk kecil tingkat dua milik Yang Ti Fei.
" Sayang , kenapa kamu belum juga tidur ?" Tanya He Shu Huan melingkari pinggang kecil Alina.
" Aku merindukan anak -anak kita dan Ibu kita di rumah ,Kak Huan." Jawab Alina sendu merangkul He Shu Huan.
" Iya ,aku juga sama merindukan mereka ,tetapi kita harus sabar menanti sampai tiba saatnya bagi kita berdua pulang ke rumah kita setelah kita basmi penyakit -penyakit Negeri Ming Sejati kita cinta ," Kata He Shu Huan lembut kepada Alina.
" Mmmm..Ya ,aku mematuhi mu saja."Jawab Alina merasakan kehangatan menjalari tubuhnya dan batinnya ketika He Shu Huan begitu lembut luar biasa menciumnya.
" Alina ,aku sungguh mencintaimu ," Kata He Shu Huan menjilati bibir manis istrinya.
" Aku juga sangat mencintaimu ,Kak Huan." Kata Alina mengalungkan kedua lengannya pada leher He Shu Huan ,lalu membalas ciuman He Shu Huan pada bibirnya.
Di kamar yang lain ada Bi Guan bersama dengan Song Tian Chi .Mereka berdua sedang bersenang -senang ria bersama -sama sampai keduanya tak menyadari hari telah berlalu begitu cepat menuju ke pagi hari berikutnya.
Song Tian Chi terpekik merasakan ngilu dan nyeri pada bagian bawah tubuhnya usai semalaman itu bersama Bi Guan yang buas dan brutal.Ia hampir tak bisa bangun dan mandi serta merapikan diri.
" Ming Ming ..!!"
Bi Guan terbangun di pagi hari itu dengan napas terengah -engah. Ia bermimpi mengerikan tentang Ming Ming yang bertugas menjaga Istana Ming sebagai pengganti sementara He Shu Huan.
" Kau kenapa berwajah kusut seperti itu ,Guan ?" He Shu Huan bertanya kepadanya saat Ia datang bersama dengan Song Tian Chi untuk sarapan pagi bersama -sama di luar gubuk kecil itu.
" Aku merasa ada yang mengganjal di benakku mengenai Ming Ming ," Jawab Bi Guan lesu.
" Ah ,kau mungkin kelelahan usai bertempur lima kali di balik selimut dengan gadis barumu itu."Kata He Shu Huan mengacak kunciran Bi Guan.
" Aish ,kau pikir aku ini pria daging lunak yang tak bisa bertanding jantan dengan gadis baru ku yang segar dan barbar itu." Kata Bi Guan mencibir.
" Ya , bisa saja karena kau sudah berusia tiga puluh tiga tahun dan terlalu banyak bertanding di usia remaja mu dengan sejumlah gadis di mana saja kau temui." Kata Alina merasa kesal kepada Bi Guan yang tak bisa berubah dengan cukup satu orang wanita saja.
" Aku ini tetap seorang pejantan tangguh sampai aku usia seratus tahun sekalipun." Kata Bi Guan tak peka terhadap amarah Alina yang mewakili Ming Ming istri sah Bi Guan yang berada di Istana Ming Sejati.
" Sudahlah..Yang penting Aku He Shu Huan tetap milik mu seorang Alina untuk selamanya." Kata He Shu Huan menengahi seraya mengecup pipi Alina.
" Ohya , di dalam goa tengah hutan kaktus -kaktus ini adakah sesuatu yang ingin kamu beritahukan kepada ku , Saudara Yang ? " Tanya He Shu Huan melirik Yang Ti Fei yang baru saja keluar dari arah hutan lain.
" Ada..Mari kau ikutlah bersama ku." Jawab Yang Ti Fei melambaikan tangannya kepada He Shu Huan.
Bersambung..!!