NovelToon NovelToon
Duren Sawit

Duren Sawit

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Duda / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adisty Rere

DUREN SAWIT (duda keren sarang duwit)


Menceritakan seorang duda yang mati-matian mengejar cinta seorang remaja delapan belas tahun yang bernama Rianti. Gadis sederhana yang wajahnya begitu mirip dengan mendiang sang istri.

Hayu kepoin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adisty Rere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka terdalam

Di dalam mobil BMW i8, terlihat Veno sedang mencoba mengatur emosinya. Beberapa kali ia menghirup nafas panjang dari hidung dan mengeluarkannya perlahan melalui mulut.

"Tenang Veno ... menghadapi nenek sihir itu tidak bisa dengan emosi. Semakin kamu melawan, semakin keras juga dia akan mencoba mendapatkan yang dia inginkan," ucap Veno yang mencoba menenangkan dirinya sendiri.

drtt ... drttt ... drrtt ....

Ponsel Veno bergetar dan terlihat ada nama Ardi di sana.

"Tumben ni anak nelfon," ucap Veno. Ia pun langsung menerima panggilan itu.

"Kenapa?" ucap Veno to the point kepada seseorang di seberang telepon.

"Sibuk gak? Ada yang mau aku omongin. Sekarang aku lagi di kafe deket kampus," jawab Ardi.

"Baiklah, aku akan segera kesana." ucap Veno singkat, ia pun langsung menutup panggilan dan memasukkan ponselnya ke saku celana.

"Dasar tuan perintah!" dengus Veno kesal. Ia pun melajukan mobilnya menuju ke tempat pertemuannya dengan sepupunya itu.

Ardi berada disebuah kafe di dekat kampus. Ia sedang menikmati kopi hitam sambil menunggu sepupu satu-satunya tiba.

Ardi menatap pemandangan di luar jendela.

Langit yang mendung dan terlihat juga rintik hujan mulai turun.

"Kira-kira tu anak lagi apa ya?" guman Ardi pelan.

Ardi pun mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada calon istinya itu.

Ardi.

Kamu lagi ap?

Rianti.

K**enapa nanya-nanya! Aku lagi dipingit sama ibuk, jadi gak boleh keluar kamar.😣😣**

Seketika Ardi pun terkekeh geli melihat pesan dan emoticon yang Rianti kirim.

Ardi.

Ya jangan ngedumel gitu donk ... ntar cantik kamu ilang.

Rianti.

Biarin! Kan udah laku.😊

Membaca pesan dari Rianti membuat Ardi tertawa terpingkal-pingkal. Bahkan ada beberapa mahasiswi yang mengabadikan kejadian langka itu dengan ponsel mereka.

"Kesambet apaan tuh si tuan es?" tanya seorang mahasiswi yang duduk dimeja yang tak jauh dari Ardi.

"Mana aku tau. Mungkin lagi chat sama pacarnya," ucap mahasiswi lainnya.

"Masa sih udah punya pacar."

"Hmm ... mungkin. Eh tapi kalo si tuan es tersenyum begitu hatiku kok jadi meleleh ya."

"Hust ... jangan macem-macem sama si dosen killer itu. Bisa-bisa kamu akan di persulit pas mata pelajaran dia."

Mereka bertiga pun menghentikan ghibahan itu langsung pergi meninggalkan kafe.

Ardi yang mendengar bisik-bisik tetangga dari para mahasiswi itu hanya bisa tersenyum. Ia masih menatap layar HP dan melanjutkan aktivitasnya.

Ardi.

Maafin aku yah ... jadwal pekerjaanku masih padat banget, jadi pernikahan kita gak bisa semeriah orang lain. Tapi aku janji, 2 bulan yang akan datang, aku akan buat pesta pernikahan yang paling megah buat kamu.

Rianti.

OK ... BTW aku udahan dulu ya. Ada Shinta main kerumah. Daaaa Pak Dhe ....😄😄😄

Ardi kembali tertawa lepas melihat pesan balasan dari Rianti.

"Hahaha ... kamu ini ada-ada aja. Berhubungan sama kamu tuh membuat ku kembali seperti ABG," gumam Ardi sambil berusaha menahan tawanya.

Tiba-tiba ada seorang pria duduk di depannya. Mata Ardi yang semula tertuju ke ponsel, sekarang beralih memandang sosok pria tersebut.

"Kamu udah datang," Ucap Ardi sambil meletakkan ponsel di atas meja.

Veno hanya mengagguk, ia memanggil karyawan cafe dan memesan coffe latte.

"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Veno yang rupanya sejak tadi sudah melihat senyuman dari wajah sepupunya itu.

"Aku mau nikah," jawab Ardi dengan suara datarnya.

"Iya aku udah tau, tadi papi ada bilang," sahut Veno sambil melihat sekeliling.

"Ini Tuan pesanannya," ucap seorang karyawan dan langsung meletakkan secangkir coffe latte di atas meja. Veno hanya mengangguk dan melepaskan senyuman kepada karyawan wanita itu.

Ardi terdiam, terlihat hanyut dalam lamunannya. Ia mengingat ekspresi Rianti yang Shock saat di cium olehnya.

Aku yakin kemarin itu adalah ciuman pertamanya, batin Ardi.

"Woiii!" pekik Veno mencoba membuyarkan lamunan Ardi.

Ardi tersentak kaget dan berusaha untuk fokus kembali.

"Kamu kenapa sih! Udah kayak orang gila tau gak," tanya Veno dengan kesal.

Veno menyeruput coffe latte yang ada dihadapannya.

Ardi hanya tersenyum dan memperlihatkan isi pesan di HP miliknya. Veno yang membaca isi pesan itu terlihat mengernyitkan dahi seolah memahami situasi yang menurutnya terasa aneh.

"Calon istri kamu di bawah umur!" pekik Veno dengan wajah serius dan mata yang terbuka lebar. Beberapa mahasiswa yang ada disana bahkan memandang mereka.

Mendengar kata-kata Veno membuat Ardi melemparkan sapu tangan ke wajah sepupunya itu.

"Kalo ngomong tu jangan asal," jawab Ardi yang dengan nada tinggi satu oktaf.

"Lah ini buktinya! Dia aja manggil kamu pak dhe," sahut Veno sambil menunjuk isi pesan yang ada di layar HP.

"Dia udah 18 tahun," jawab Ardi singkat.

"Wahh ... kamu bener-bener gila! Anak masih kecil itu!" Veno terpancing emosi, tidak mengerti dengan jalan fikiran Ardi.

"Di luar banyak wanita yang ingin menjadi istrimu, tapi kenapa kamu milih gadis yang masih bau kencur?" ucap Veno yang masih tidak percaya akan keputusan sepupunya itu.

"Karena dia mirip Stella," ungkap Ardi dengan santainya. Ia masih memandang jauh ke luar jendela.

Veno menatap jengah pada pria yang ada di hadapannya.

"Kamu bener-bener keterlaluan Ardi! Bisa-bisanya kamu mempermainkan perasan gadis itu. Apa kamu tidak merasa bersalah mempermainkan perasaannya? Apa kamu tidak takut dia akan mengetahui kebenaran dan akan membencimu?"

Ardi menatap tajam mata Veno.

"Aku tidak akan mempermainkan dia. Aku akan mencintainya dan akan aku pastikan dia juga bisa mencintaiku. Aku akan selalu menjaganya agar selalu bersamaku. Aku tidak akan membiarkan Stella meninggalkan aku dua kali. Dia juga tidak akan pernah tau kenyataannya kalau kamu tidak buka mulut."

"Dia bukan Stella, Ardi! Istrimu sudah lama meninggal! Sadarlah dan terima kenyataan. Stella dan gadis itu adalah dua orang yang berbeda, raihlah kebahagiaanmu dan lupakan masa lalu," ucap Veno mencoba menyadarkan Ardi.

"Kamu tidak tau penderitaanku! Aku juga ingin bahagia, tapi bagaimana aku bisa bahagia dan melanjutkan hidup kalau separuh hidupku di penuhi kebahagiaan dengan kenangan indah bersama Stella. Di saat Stella pergi, kebahagian juga mulai lenyap dariku. Stella segalanya bagiku, dia cinta pertama dan terakhirku. Saat aku bertemu gadis itu aku merasa melihat Stella lagi. Aku yakin aku bisa bahagia bila bisa mendapatkan gadis itu." ucap Ardi dan terlihat ada raut kesedihan di wajahnya.

Veno terdiam. Ia tidak menyadari seberapa dalam luka yang telah Ardi alami selama ini. Ia tidak menyangka kalau mencintai seseorang terlalu dalam akan memberikan luka lebih dalam lagi.

Mereka berdua sama-sama terdiam mengikuti arah jalan fikiran mereka masing-masing.

"Maafin aku ya. Aku tidak tau perasaanmu dan malah mencoba menghakimimu," ucap Veno sambil memegang bahu sepupunya itu. Ia pun pergi meninggalkan Ardi yang masih enggan beranjak dari kursinya.

1
Muna Dziroh
ahhh mas Ardi gombal biar ntar malem bisa belah duren🤭🤭
Heryta Herman
si ardi sakit mental...kasihan rianti hanya di jadikan wanita bayangan stela..
Qaisaa Nazarudin
Ckk BAIK apanya thor..gak sesuai dengan ekspetasi aku..akhir dr Shinta mau pun Rianti..🙇🙇🙇
Qaisaa Nazarudin
Ckk gak rela banget aku Shinta dapat barang bekas,teh celup,apapun alesannya..🙄🙄🙄🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Sok jadi pahlawan utk menarik perhatian sinta,Sinta juga pasti gampang banget luluhnya
,Heran aku..Gitu aja udah luluh aja..
Qaisaa Nazarudin
Bagus Shin..jangan mau lagi terjebak dgn TEH CELUP,BARANG BEKAS tuh(VENO)..
Qaisaa Nazarudin
Ckk Halu mu thor,terlampau berlebihan..
Qaisaa Nazarudin
SEMOGA SAJA SHINTA MENJADIKAN APA YG TLAH BERLAKU KEPADA RIANTI SEBAGAI PENGAJARAN,MENDING MENJAUHI VENO JANGAN LAGI PERNAH BERHUBUNGAN DGN ORANG2 KAYA,MEREKA MELAKUKAN APAPUN SEENAKNYA,YG PENTING MEREKA BAHAGIA..
Qaisaa Nazarudin
Mahendra kamu juga bersenkokol dgn anak mu,membohongi Rianti..Tgu aja setelah besan kamu dtg..
Qaisaa Nazarudin
Mending Rianti Amnesia kekal,biar dia tdk bisa mengingat lagi kehidupannya yg penuh luka,kasian banget Rianti..Pasti Amnesia karena jatoh tangga kan..
Qaisaa Nazarudin
KARMA IS REAL..DARI AWAL RENCANA MU MENJEBAK RIANTI AKU UDAH KU BILANG,KAMU GBAKAN PERNAH BAHAGIA,KALO NIAT MU DARI AWAL AJA UDAH SALAH,MENJADIKAN RIANTI PELAMPIASAN MU, KARENA DIA MIRIP STELLA..NAH SEKARANG BENAR KAN...
Qaisaa Nazarudin
Rianti udah sekarat tuh jatoh dari tangga,Sial banget nasib Rianti setelah menikah dgn mu..
Qaisaa Nazarudin
Kabur aja lah,ngapain madih di situ ogeb..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Pikiran kita sama Shin..CINTA BOLEH,BODOH JANGAN..BUCIN BOLEH TAPI PAKE OTAK..
Qaisaa Nazarudin
Ckk sekarang aja kek gini,Ntar saat di pujuk2 Oleh ortu dan Ardi sendiri malah dgn gampangnya kamu maafin,Biasanya alur novel kan kek gitu..
Qaisaa Nazarudin
Rianti keguguran,KARMA untuk Ardi..Dengan apa yg tlah Rianti lalui,kalo dia madih mau memaafkan Ardi,Rianti emang Bodoh,Ardi itu cuman mikir jebahagiaannya sendiri,gak pernah mikir perasaan mu Rianti..
Qaisaa Nazarudin
Sekarang kamu udah tau kan alesan Ardi nikahin kamu..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Rianti akan kecewa dan terluka banget saat itu alesan Ardi menikahinya.. Pernikahan seperti ini biasanya gak akan bertahan lama,..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk dasar Bodoh,Kamu itu ternyata salah paham,Dia tau kamu itu si Cassanova,Jadi dia bisa jadiin kamu kambing hitam nya,utk menutupi hubungan lesbiannya dr ortunya..
Qaisaa Nazarudin
OMG SUSI LESBIAN KAH??😳😳😳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!