Sekretaris lamanya tiba-tiba mengundurkan diri. Dion menyuruh asisten pribadinya untuk merekrut sekretaris baru.
Dia terkejut ketika tau bahwa sekretaris barunya adalah sangat mantan istri yang telah kembali setelah hampir 5 tahun meninggalkannya.
Dion kecewa, dia menaruh kebencian pada mantan istrinya yang pergi dalam keadaan hamil tanpa sepengetahuan dirinya. Kemudian datang kembali dengan membawa anak laki-laki berusia 4 tahun.
Bagaimana Dion bisa fokus bekerja ketika harus bersanding dengan sang mantan istri setiap hari.?
Mungkinkah rasa benci akan kembali berubah menjadi cinta.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Entah kenapa Keyla merasa hari ini Dion terlihat kesal padanya. Dari mulai disapa yang hanya melirik sekilas tanpa menjawab, lalu selama berdua di dalam ruangan juga hanya diam saja, dan ketika Keyla menawari kopi, Dion hanya menggelengkan kepala tanpa menatap ke arahnya.
Mau bingung tapi sudah terbiasa dengan sikap Dion yang mudah berubah-ubah seperti bunglon.
Kadang baik, kadang marah-marah, ketus, dan lebih sering datar.
Kembali keruangan setelah membuat teh hangat, Keyla sempat melirik Dion yang sedang fokus pada ponselnya.
Setelah jam makan siang, Dion memang lebih sering memegang ponsel. Tidak tau apa yang dia lakukan dengan ponselnya.
Keyla duduk di meja kerjanya dan kembali menyelesaikan pekerjaannya sebelum pulang.
Nanti malam dia akan menjemput Vano dan Celina di bandara. Mereka pulang setelah 1 minggu berada di Singapura.
"Akhirnya selesai juga,," Gumam Keyla. Dia meregangkan badannya dengan merentangkan kedua tangan ke samping.
Ucapan Keyla di dengar oleh Dion sampai laki-laki itu menatap ke arahnya. Akibat merentangkan kedua tangan hingga membuat dadanya sedikit membusung, bagian dada Keyla jadi tercetak sempurna.
Sadar tatapan mata Dion menuju pada benda sensitifnya, Keyla langsung menurunkan tangan dan merapikan kemejanya. Wajahnya di buat merona karna malu.
Keyla beranjak dari duduknya, dia pergi ke kamar mandi untuk menghindari tatapan mata Dion yang masih terus menatapnya.
Dion baru kembali menatap ponsel setelah Keyla masuk ke dalam kamar mandi.
"Aaaa,,,, tolong Pak. Aduh,,, bagaimana ini,,,"
Suara teriakan Keyla dari kamar mandi mengagetkan Dion. Dia bangun dari duduknya dan berlari panik ke kamar mandi. Beruntung Keyla tidak mengunci pintunya.
"Ada apa.?" Tanya Dion panik. Tapi kemudian di buat melongo melihat bagian atan tubuh Keyla basah kuyup.
"Maaf Pak, ini keran airnya rusak nggak bisa di matiin." Ujar Keyla sambil terus menutup keran itu dengan tangannya.
"Aku pikir ada apa." Ujar Dion sembari menatap malas.
"Sudah biarkan saja, aku akan panggil OB." Dion beranjak dari kamar mandi tanpa memperdulikan kondisi Keyla dengan kemeja yang sudah basah.
"Ehh,, tunggu sebentar Pak, jangan panggil OB dulu.!" Teriak Keyla. Dia berdiri di pintu kamar mandi dan hanya menjulurkan kepalanya.
"Kenapa lagi.?!" Suara Dion terdengar geram. Dia berbalik badan, menatap kesal pada Keyla.
"Ba,,baju saya basah, i,,itu,," Keyla ragu untuk mengatakannya pada Dion.
"Apa.?" Seru Dion tak sabaran.
"Maaf, saya boleh pinjam jas Bapak dulu.?" Pinta Keyla sembari tersenyum kaku.
"Tidak mungkin saya keluar dalam keadaan seperti ini,“ Keyla menundukkan pandangan, menatap bagian dad*nya yang memperlihatkan br* dari balik kemejanya yang basah.
Dion menautkan alisnya, dia tidak tau maksud ucapan Keyla karna sejak tadi memang tidak memperhatikannya.
"Memangnya kenapa.?" Dion berjalan mendekat, merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada Keyla sampai ingin meminjam jas miliknya.
"Ehhh,, jangan kesini Pak." Keyla langsung masuk dan menutup pintu, namun Dion berhasil mendorongnya.
Keyla reflek menutupi dad*nya dengan kedua tangan. Namun kedua tangan Keyla tidak bisa menutupi seluruh bagian atas tubuhnya hingga Dion masih bisa melihat br* warna hitam yang tercetak di balik kemeja Keyla.
"Tidak perlu di tutupi, aku sudah sering melihatnya." Ucap Dion datar. Dia sembari melepaskan jas miliknya.
Penuturan Dion membuat Keyla tertegun dengan mata yang membulat sempurna. Dia tidak habis pikir Dion akan membahas hal ini di tempat kerja.
"Cepat pakai.!" Seru Dion sembari memberikan jas itu pas Keyla. Dia bergegas pergi dan menelfon OB.
Keyla menutup pintu dan menguncinya, dia masih syok mendengar ucapan Dion, namun segera melepaskan kemejanya dan mengganti dengan jas milik Dion karena sudah kedinginan.
Keluar dari kamar mandi, keyla menggantung kemejanya dan membawanya di dekat jendela agar kering.
"Kamu melepaskan kemejanya.?" Tanya Dion. Keyla menoleh dan hanya mengangguk pelan.
"Jadi kamu tidak pakai,,,
"Saya bisa sakit kalau pakai baju basah, apalagi di ruangan ber-AC." Potong Keyla cepat. Dia langsung beranjak ke meja kerjanya.
"Jangan khawatir, nanti akan saya cuci dulu jasnya." Ucap Keyla.
"Terserah kau saja." Sahut Dion cuek.
...*****...
"Terimakasih jasnya, saya akan cuci dulu di rumah."
Keyla membungkuk hormat pada Dion dan beranjak keluar dari ruangan dengan membawa jas milik Dion di tangannya yang sudah dia lipat.
Dion hanya diam, tidak merespon sama sekali. Namun setelah itu ikut keluar dari ruang kerjanya.
"Sore nona cantik,," Joe muncul di hadapan Keyla dengan senyum yang mengembang sempurna. Dia seperti sedang melihat bidadari saja. Selalu dengan tatapan penuh kagum pada sosok Keyla.
"Sore juga Joe, aku duluan,," Keyla pamit sopan pada Joe, namun langkahnya di tahan oleh pejuang wanita. Tepatnya wanita beranak 1 yang sudah pernah menikah dengan atasannya.
"Aku mau anterin kamu pulang, kenapa buru-buru." Tutur Joe dengan tatapan penuh harap.
"Ayo ikut,,," Joe menggandeng dan menarik tangan Keyla agar ikut dengannya.
"Ta,,tapi Joe, aku,,,"
"Kali ini saja jangan menolak ajakanku lagi." Pintar Joe.
"Hanya mengantar saja, aku tidak akan macam macam." Jelasnya.
"Kamu lihat itu Di,,," Suara Diana membuat Keyla dan Joe menoleh ke belakang. Rupanya tak jauh dari sana ada 2 pasang mata yang menatap ke arahnya.
Yang 1 menatap meledek, dan satu lagi menatap tajam.
"Si Jojo sedang usaha menaklukkan wanita tapi tak kunjung berhasil." Diana kembali bicara. Nada bicaranya terdengar mengejek.
"Kau itu berisik sekali.! Dasar pengganggu.! Mulut bebek.!" Cibir Joe ketus. Diana langsung melotot, tidak terima dengan cibiran Joe.
"Apa kamu bilang.!" Seru Diana.
"Berani sekali mencibirku seperti itu.!"
"Tentu saja berani, memangnya kau itu siapa.?!" Balas Joe tak mau kalah.
Keyla dan Dion saling pandang mendengar perdebatan dua orang itu yang selalu membuat kepala sakit.
Dion memberikan kode dengan gerakan kepal, dia menyuruh Keyla untuk pergi dari sana.
Keyla tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia langsung pergi agar bisa menghindar dari Joe. Karna tidak punya alasan lagi untuk menolak ajakan Joe, dan ini menjadi kesempatan baginya untuk melarikan diri.
Dion juga beranjak dari sana, membiarkan Diana dan Joe terus berdebat tanpa menyadari kalau Dion dan Keyla sudah tidak ada di sana.
"Ayo ikut." Keyla tersentak saat tangannya tiba-tiba di tarik.
"Pak,,, ada apa.?" Keyla menatap heran pada Dion.
"Tidak usah banyak protes, ikut saja." Dion menarik Keyla ke dalam lift khusus
Keyla hanya pasrah menuruti keinginan Dion.
"Kita mau kemana Di.?" Setelah 10 menit diperjalanan, Keyla baru bertanya pada Dion.
"Menjenguk Papa di tahanan."
"Jangan bilang kita sudah bercerai, Papa tidak tau tentang itu."
"Mengenai Leo, tidak perlu membahasnya dulu." Ujar Dion. Dia bicara datar dan fokus menatap kejalan.
Keyla diam membisu dengan perasaan bersalah yang kembali datang menyelimuti hatinya. Dia tidak menyangka kalau selama ini mantan Papa mertuanya yang masih berada di tahanan belum mengetahui perceraiannya dengan Dion.
"Maafkan aku Di,," Ucap Keyla dengan wajah sendu.
"Aku sudah bosan mendengarnya." Sahut Dion santai.
"Lakukan saja apa yang aku bicarakan tadi." Ujarnya.
Keyla mengangguk pelan.
...******...
Masih ada 2 orang yang belum klaim hadiah Giveaway. Langsung DM ke IG r.wulland, kirim no HP + screenshot akun noveltoon/mangatoon kalian yah🙏
km sndri jg salah key
laki2 mana yg mau di peralat