NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:131.1k
Nilai: 5
Nama Author: sangrainily

Zeline, Anakku! kalian tidak berhak mengambil nya! Jangan ambil Zeline ku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sangrainily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keributan

"Kak, jangan salah paham. Tapi ini bukan lah kesalahan kak Stella, itu semua udah ajal nya kak. Tolong jangan seperti ini." mohon Tanara, namun Amara tetaplah Amara anak yang begitu keras kepala. Amara pun memilih untuk tidak melanjutkan pembicaraan mereka dan mengalihkan pembicaraan lain.

"Nara, kemarin kakak ada belikkan baju buat kamu. Bentar ya?" Amara berjalan mendekati pintu lemari nya, Tanara yang merasa semakin kecewa pun memilih untuk keluar dari kamar kakak nya.

Amara yang melihat adiknya berjalan pergi pun tak mencegah nya dan memilih untuk meletakkan kembali baju yang ia ambil dari lemari pakaian nya. Amara pun mendekati kasur untuk segera tidur. Pikirannya begitu sangat penat hari ini di tambah orang-orang yang membuat pikirannya semakin kacau.

Di dalam kamar, Tanara mengunci pintu. Menangis sejadi-jadi nya. Di sini Tanara lah yang paling terluka, dia berada di tengah-tengah kedua kakak yang sangat ia sayangi. Tanara yang lemah pun tak kuat menahan segala rasa sakit nya, ia menumpahkan segala tangisannya di balik pintu kamar. Menjatuhkan tubuh nya dengan perasaan yang hancur. Dirinya pikir, jika Amara akan melupakan segala ego dan memaafkan Stella demi diri nya. Namun, dugaan Tanara salah. Amara tetap lah Amara yang penuh dengan kemarahan.

Tanara merasa bingung, tak tau harus melakukan apa lagi untuk menyatukan kedua nya.

Stella mengetuk pintu kamar Tanara, namun Tanara tak membuka kan pintu untuk Stella.

"Sayang, tolong buka lah. Kakak mau bicara. Kakak mohon buka." mendengar suara kakaknya yang memelas membuat Tanara tak tega, segera ia menghapus air mata nya dan membuka kan pintu kamar.

Stella melihat wajah sembab sang adik, dia tau kenapa adiknya menangis. Stella ingin pergi dari rumah kedua orang tua nya daripada kehadirannya membuat kedua adik yang sangat ia sayangi tak bahagia.

"Boleh kakak masuk?" Tanara mengangguk, mengajak kakaknya untuk duduk di tepi ranjang. Stella duduk di samping sang adik.

"Kakak tau, Rani salah. Nggak seharusnya dia seperti itu kepada Amara, dan Tanara juga pasti sangat terpukul dengan ucapan Rani tadi. Kehadiran kami membuat ketenangan di rumah ini menjadi tidak tenang. Kakak memutuskan untuk pergi membawa Rani dan juga Zeline." Tanara menoleh ke arah Stella, air mata nya kembali berlinang. Ucapan Stella barusan membuat hatinya lebih sakit daripada perkataan Rani tadi.

"Kakak mau ninggalin kami lagi? Baik lah! Kakak pergi lah, pergi yang jauh dan jangan kembali! Tanara sudah kehilangan mama dan papa. Kehilangan kakak selama bertahun-tahun, setelah kakak kembali kakak akan meninggalkan ku lagi? Baik! Pergi lah kak! Jangan hiraukan adik mu yang malang ini." Tanara merasa sangat kecewa dengan keputusan kakaknya.

"Keluarga kita hancur, haha hancur! Bukan hanya keluarga Kita, tapi mental adik-adik mu ini hancur. Tadi nya hanya mental kak Amara saja yang hancur dan aku masih memiliki harapan padamu. Tapi sekarang, selamat kak selamat! Kakak udah hancurin segala harapan dan mental aku!" Tanara menangis histeris, Stella langsung memeluk adiknya merasa bersalah dengan ucapannya.

"Maafin kakak dek, maafin. Kakak janji akan tetap di sini apapun yang terjadi, Kakak nggak akan meninggal kan kalian lagi. Maafin kakak."

Stella menenangkan adik bungsu nya. Dirinya pun ikut menangis, merasa hancur melihat kerapuhan sang adik. Seharusnya ia memahami keadaan adik-adiknya. Bukan egois memikirkan dirinya sendiri. Stella merasa sangat bersalah dalam hal ini. Dia lah yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Stella memeluk adiknya Tanara dengan erat, Tanara juga membalas pelukkan Stella.

"Ja-jangan tinggalin ak-aku kak. Aku membutuh kan ka-kkak." suara Tanara yang semakin habis, Stella membelai lembut rambut adiknya.

Di pintu luar, Amara melihat kekacauan yang terjadi pun ikut menangis. Ia juga merasa bersalah, karena keegoisan dirinya, adiknya yang menjadi korban. Tadinya Amara ingin datang menghibur, tapi ia mengurungkan niatnya karena jika dia masuk sekarang. Keadaan akan semakin kacau, lagipula Amara masih sangat membenci Stella dan belum siap untuk memaafkan nya. Amara pergi masuk ke dalam kamar. Ia berjanji, akan lebih memperhatikan adiknya Tanara, dia juga akan setuju dengan ucapan Stella untuk tidak kerja lagi. Dengan itu, Amara lebih banyak menghabiskan waktu untuk adik nya di rumah. Tanara tak akan merasa kesepian lagi.

*******

Zeline yang merasa bosan pun ingin mengajak Rani pergi ke perpustakaan untuk membaca buku, namun Rani menolak karena ia tak tahu jalan di sini.

"Sayang, kita kan baru datang ke kota ini. Mami mana tau jalannya, yang ada kita tersesat."

"Tapi, Zeline ingin membaca buku mami!"

"Sudah lah! Sebaiknya kita bermain aja ya? Atau mami akan mengajak Zeline memasak kesukaan Zeline. Bagaimana?"

"Nggak mau mami! Zeline mau baca buku! Zeline sangat bosan. Sudah lah! Jika mami nggak mau, Zeline mau ke kamar mama aja. Zeline akan ajak mama."

"Iya, ajaklah mama mu. Karena dia yang tahu di daerah sini, kalau kau bersama mami. Yang ada kita berdua akan tersesat."

Zeline yang merasa kesal pun keluar dari kamar meninggalkan Rani, ia berniat untuk mencari mama nya. Namun, matanya tertuju pada suatu ruangan yang tidak cukup besar. Namun, begitu banyak tumpukkan buku yang tersusun dengan rapi. Zeline begitu takjub seakan melihat istana.

"Banyak sekali buku nya, Zeline akan mengambil dan membaca di sini saja. Nggak pelu kelual lumah lagi. Holeee." teriakanya dengan sorakan penuh gembira.

Zeline mengambil salah satu buku sastra sejarah. Dengan tekun dia duduk di bawah membawa buku itu.

******

Rani mencari keberadaan Zeline, ia pun masuk kedalam kamar Stella namun tidak ada orang, ia juga mencari di halaman rumah, dapur dan seluruh rumah juga tidak ada siapapun

"Rumah ini besar sekali, aku sangat lelah menjelajahi rumah mereka." Rani menghapus keringat di keningnya.

"Zeline." teriak Rani dengan suara besarnya membuat Amara kesal dan menegurnya.

"Hey! Ini bukan hutan, lebih baik pelan kan nada bicara mu! Dasar kampungan!"

"Apa kau kata?" Rani mengerutkan dahi nya, tak terima dengan ucapan Amara yang mengatakannya kampungan.

"Jika kau tidak kampungan, seharusnya kau tidak berteriak seperti itu di rumah ku. Kau hanya tamu, jadi jagalah sikap mu!" bentak Amara kembali.

"Aku sudah menjaga sikap ku! Tapi kau yang tidak tahu sopan santun, ingat ya anak kecil. Aku lebih tua dari mu! Bersikap lah layaknya anak yang mengerti tata sopan santun! Jika aku tidak berteriak, bagaimana Zeline tau jika aku mencari nya."

"Aku tidak perduli dengan mu atau anak itu! Lebih baik jika kau segera pergi dari rumah ku!"

1
Chauli Maulidiah
lha, katanya tdk sebudaya.. tp msh membudayakan tukang urut.. gmn sih nyonya... yg total donk jd orkay.. knp gak sekalian ke tukang saraf atau tukang ortopedi.. 😒
kinoy
ni novel tuh gmn nasib y.. lanjut ato engga yak
Marchel
aku mampir kak
Srimurni Nurjanah Sitorus
sabarlah mamanya Zidan baru menikah sebulan udah dituntut harus hamil anak itu rezeki dari Allah
Iraa
kapan kebusukan Lee terbongkar thor
Agustia Anggraini Sinaga
kapan Lee ketahuan KK,n Stella am aska nikah
Miss Jee
Udah diri sendiri yg egois dan gengsi mau nyalahin org lain lagi… Helow sadar kau yg ngerusak semua tu kau sendiri bukan Stella… tnggl tunggu kebusukan lee terbongkar masih bs mengagung2kan lee ngk ntar kalo ketahuan busuknya 😏
Agustia Anggraini Sinaga
kpn y Lee ketahuan
kinoy
nah gt donk.. bongkar busuknya xiu,. lee jg klo anaknya bkn anak aska biar tmbh nyesel tuh c xiu mantu yg dibanggakan ternyata bobrok..
kinoy
kpn kebongkar nya sih.. dah episode 100 lbh msh aj berkutat disitu
Miss Jee
Aku jd penasaran kalo kebusukan si lee tu trbongkar bs malu ngk tu nenek lampir.. menjelekan orang yg kau anggap mesin cetak anak waktu pertama dngr hamil cucu mu pura2 baik spya nanti bs kau pisah kan, kau hina perempuan yg lahirkan cucu mu hnya karena kau ngk suka dan krn dy beda kasta ma kau xiu.. nggk sabar tunggu sampe semua tau kenapa stella kabur dari aska masih bs berbangga hati ngk kau xiu kalo kebusukan mu dr awal ketahuan ma anak mu sndr.. kaya stngh2 ja bangga bngt mpe ngk bs mnghargai org lain
Iraa
kpn kebusukan Lee terbongkar thoor
Miss Jee
Setidak sukanya kamu xiu ma stella, kamu tidak patut memisahkan anak dari ibunya.. kamu pikir Stella itu pa mesin cetak anak? Begitu anaknya lahir lngsng mau kamu singkirin ibunya, kamu mau ngk d pisahin ma anak mu abis tu suami mu tu nikah lagi? Ingat karma xiu harta tu ilang bukan hanya krn human error tp ad campur Tuhan dalam human error tu yg menyebabkan kamu bs kehilangan harta yg slalu kamu agungkan hingga bs injek2 harga diri seorang wanita yang melahirkan cucu mu.. Dasar cewek ngk tau diri, yg wanita murahan tu menantu yang selalu kau agung2kan tu.. Apa yg keluar dari mulut mu tu mencerminkan siapa diri mu.. orang kaya tapi kelakuan buat malu ckckckck
Srimurni Nurjanah Sitorus
semoga tau Xiu kelakuan Lee
Iraa
thoor Kon Aska tau kebusukan Lee
kasihan Stella
Margaretha Sukmawati
stella nek luat lo. lo harusnya tenang jgn keras kepala dan egois. dgn sikap lo begini yg ada ank lo makin menjauh
Srimurni Nurjanah Sitorus
semoga Zeline sadar klau Xiu itu pura"baik apalagi Lee jahat udah dinikahi Aska masih tetep sama pacarnya selingkuh
Miss Jee
Kapan ya zeline dngr sendiri kalo dr dulu neneknya yg d sayang tu mau pisahkan dy dr mamanya sejak dy ad d dalam perut mamanya.. terkadang sebuah keluarga bs jadi bodoh hanya karena mementingkan kasta dan reputasi.. selalu ingin di hormati tp lupa caranya menghormati orang lain, miris bngt keluarga kaya tp mental org miskin 🤣
kinoy
bnr2 klrg yg dungu ah
Srimurni Nurjanah Sitorus
Lee seharusnya menunjukkan pada Zeline perkataan omanya Xiu klau mau cepat pergi dari rumah Aska
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!