NovelToon NovelToon
Anak Genius : Ayah Lihatlah Aku

Anak Genius : Ayah Lihatlah Aku

Status: tamat
Genre:Teen / Single Mom / Hamil di luar nikah / Masalah Pertumbuhan / Tamat
Popularitas:9.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Siti Hardianti

Shalwa Maharani ia harus menerima kenyataan pahit , melahirkan seorang anak tanpa sosok suami dan harus membesarkannya seorang diri, ia harus berperan menjadi ibu sekaligus ayah yang selalu mencoba memenuhi kebutuhan anaknya yang bernama Naura Ayunindya Farzana.

Aku malu jadi bahan ejekan teman temanku Karna ga punya Ayah tapi kata bunda Ayahku lagi bekerja jauh , "Ayah lihatlah aku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Hardianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab . 18

Sebelum adzan subuh Shalwa sudah terbangun , ia langsung berlari ke kamar mandi karna merasa sangat mual , memang sudah beberapa hari ke belakang Shalwa akan mual muntah dipagi hari atau mengalami morning snickness yang sudah biasa dialami ibu hamil di trimester pertama.

Setelah mengistirahatkan dirinya sebentar sambil memulihkan badannya yang lemas , Shalwa berjalan perlahan untuk mengambil air wudhu karna suara adzan sudah sedang berkumandang .

Shalwa berjalan gontai keluar kamar mandi , lalu ia melirik tempat tidur yang kosong , terbesit rasa kangen , biasanya setiap subuh Shalwa harus berdrama susah payah membangunkan suaminya untuk sholat subuh di masjid .

" Hufhhh.... " Shalwa menghembuskan nafasnya dengan kasar .

" Bismillah semua pasti baik-baik saja , mas Alex hanya butuh waktu untuk menenangkan dirinya " Gumam Shalwa memberi semangat untuk diri sendiri .

Shalwa membentangkan sajadah lalu memakai mukenanya dan mulai menunaikan sholat dengan khusu .

Sudah kebiasaan Shalwa akan menyempatkan diri muroja'ah membaca ayat-ayat suci Al-Qu'an , biasanya ia akan muroja'ah seraya menunggu suaminya pulang dari masjid , tapi kali ini karna Alex tidak ada , jadi setelah muroja'ah Shalwa langsung memutuskan untuk turun ke dapur membantu para bibi menyiapkan sarapan .

Shalwa hanya mengerjakan pekerjaan yang ringan karna para art sudah menolak untuk dibantu tapi Shalwa tetap kekeuh ingin membantu alhasil para art membiarkan Shalwa membantunya dengan catatan mengerjakan yang mudah dan ringan .

Bukan karna Shalwa tengah mengandung tapi art tidak enak dengan tuan dan nyonya besar , dan tentang Shalwa yang mengandung belum ada orang rumah yang tahu kecuali orang yang sengaja menguping pertengkaran Shalwa dan Alex kemarin .

Semua orang sudah duduk dimeja makan tepatnya hanya ada papah Abi , mamah Sandra dan Shalwa yang sudah duduk dikursi masing-masing , bersiap untuk menyantap sarapan .

Mereka semua menikmati sarapannya dengan lahap kecuali Shalwa yang tidak nafsu makan , mengingat ia tengah hamil nafsu makannya pun akhir- akhir ini menurun bahkan Shalwa akan mual jika mencium bau masakan yang menyengat .

Shalwa sarapan hanya dengan roti selesai kacang dan segelas susu segar . Shalwa menahan dirinya untuk tidak muntah dimeja makan dan ia tidak ingin menggangu acara sarapan mertuanya .

" Nak kuat yaa , jangan mual ya sayang " gumam Shalwa sambil mengelus pelut rata nya pelan dibalik hijab panjangnya .

Abimanyu sesekali melirik menantunya yang sepertinya tidak berselera untuk makan , mungkin karna tidak adanya Alex sehingga Shakwa tidak berselera makan , pikirnya , ia pun tidak menanyakan keberadaan Alex karna Abimanyu sudah tahu kalau Alex tengah menjalani perjalanan bisnis diluar kota .

#Flashback On

WIGUNA GROUP

Kantor terbesar pertama diseluruh Asia dan sudah mempunyai cabang diberbagai daerah , Abimanyu sudah berbagi pekerjaannya dengan Alex karna Abi hanya mempunyai dua anak dan anak satunya seorang perempuan yang sekarang tengah menimba ilmu di negeri orang .

Dua hari kebelakang salah satu kantor cabang dikota X mengalami masalah dan yang bertanggung jawab atas kantor cabang itu adalah Abi sendiri .

Abi bingung karna kondisi kesehatannya akhir-akhir ini menurun , mungkin karna sudah berumur juga jadi ia sekarang sering merasa lelah .

Akhirnya Abi memutuskan untuk datang langsung ke kantor Alex dan meminta bantuannya .

Setelah mengobrol panjang lebar dengan Alex dan Alex menyutujuinya , Abi merasa sangat lega .

" Kapan rencana kamu akan berangkat Lex ?" tanya Abi .

" Mungkin dua hari kedepan pah , Aku harus bilang dulu sama Shalwa , semoga saja Shalwa tidak keberatan karna ini pertama kalinya Shalwa aku tinggal " jawab Alex dengan wajah yang sedikit gusar bukan memikirkan Shalwa yang akan keberatan ditinggal tapi Alex memikirnya dirinya yang harus jauh dari Shalwa .

" Kenapa ga sekalian saja kamu bulan madu lex ? " Sarab papah Abi seraya tersenyum .

" Mmm sepertinya ngga deh pah , kerjaan disini sangat menumpuk , kasian Rey kalau ditinggal terlalu lama dan kasian juga kalau Shalwa ikut perjalanan bisnis ini , nanti disana Shalwa sering aku tinggal juga " balas Alex panjang lebar .

Abi menganggukan kepala tanda mengerti .

" Ya sudah masalah bulan madu , itu terserah kamu papah tidak akan memaksa '' Ujar Abi .

" Ya sudah papah pamit ya lex " pamit Abi yang langsung bangkit dari duduknya .

Alex mengantar papah Abi sampai ke lobby dan ia kembali ke ruangnya karna banyak pekerjaan yang sudah menumpuk .

#Flashback Off.

Papah Abi sudah menghabiskan sarapannya lalu ia pamit pada Shalwa dan istrinya untuk berangkat ke kantor .

Kini hanya tinggal Shalwa seorang diri yang masih memakan sarapannya dengan sangat perlahan seraya menahan rasa mual , mengingat ada bayi dalam kandungannya , Shalwa memaksakan diri untuk makan karna buah hatinya sangat membutuhan asupan gizi .

Mamah Sandra mengantar papah Abi ke depan , setelah dirasa mobil papah Abi sudah tak terlihat lagi , mamah Sandra kembali kedalam rumah .

" Heh masih berani kamu menampakan diri dihadapan keluarga saya ! " bentak mamah Sandra dan membuat Shalwa terkaget yang berniat ingin meminum susu .

Shalwa menyimpan kembali gelas berisi susu dan mendongak menapat mamah Sandra dengan rasa takut .

" Maksud mama ? " tanya Shalwa ragu-ragu , dan ia melihat jelas amarah diwajah mamah Sandra .

" Ck , dasar wanita tak tahu diuntung " decak Mamah Sandra .

" Sini kamu " seret mamah Sandra sambil menaiki tangga .

Mamah Sandra menyeret Shalwa menuju kamar Shalwa dan Alex .

" Cepat kemasi semua barang kamu ! " intruksi Mamah Sandra seraya menghempaskan tangan Shalwa ketika keduanya sudah sampai diruang ganti kamar Alex .

Shalwa mematung dan langsung menangis , ia tidak mengerti maksud dari mamah Sandra , " apakah aku diusir ? " , batinnya bertanya .

" Maksud mama ? " tanya Shakwa disela tangisnya m

" Kemasi semua barang kamu dan pergi dari sini ! , jangan pernah kembali dan temui Alex lagi ! " teriak Mamah Sandra.

" Aku ga mau mah , aku ingin menunggu mas Alex disini " tolak Shalwa seraya terisak .

" Heh berani kamu membantah saya ! , ingat kamu sudah melakukan kesalahan besar dengan mengandung bahkan Alex belum pernah menyentuh kamu " bentak Mamah Sandra seraya tersenyum kecut , iya orang yang menguping pertengkaran Alex dan Shalwa adalah mamah Sandra .

" Kenapa mmah bisa tahu ? ", lamun Shalwa sambil terisak .

" Mah anak ini anak mas Alex mah , cucu mamah " jawab Shalwa sesegukan.

" asaya tidak sudi mempunyai cucu dari kamu " jawab Mamah Sandra ketus .

" Cepat kemasi sebelum saya melakukan kekerasan pada kamu dan bayi dalam kandungan kamu ! " ancam mamah Sandra .

"Jangan mah jangan " lirih Shalwa ketakutan lalu berjalan gontai mengmbil tas ranselnya dan memasukan semua pakaiannya .

Setelah dirasa Shalwa sudah membereskan semua barangnya , mamah Sandra kembali menyeret Shalwa untuk turun dan segera meninggalkan rumah .

" Mah tolong kasih Shalwa waktu sampai menunggu mas Alex pulang mah " pinta Shalwa memohon dengan air mata yang terus keluar .

" Nyonya " panggil bi Tuti memberanikan diri dan menahan Shalwa ketika sudah dilantai bawah .

" Heh berani ya kamu ikut campur urusan keluarga saya ! '' bentak mamah Sandra karna bi Tuti menahan Shalwa .

" Maaf nyonya tapi saya mohon jangan usir non Shalwa '' timpal bi Tuti dengan menahan air matanya , iya bi Tuti mendengar dari tadi teriakan mamah Sandra kepada Shalwa .

" Ini rumah saya , dan saya berhak mengizinkan siapa saja yang boleh tinggal dirumah ini " teriak Mamah Sandra .

" Tapi nyonya- " ujar bi Tuti ragu-ragu .

" Kasihan non Shalwa , biarkan dia disini sampai menunggu suaminya '' Ujar bi Tuti melanjutkan perkataannya seraya menunduk takut .

" Tuti kemasi barang kamu ! , kalau kamu kasian ikut dia dan angkat kaki dari rumah ini ! " teriak mamah Sandra seraya menatap tajam pada bi Tuti .

" Baik nyonya '' jawab bi Tuti seraya melepaskan tangan Shalwa yang ia tahan tadi .

" Bi jangan lakukan ini bi , Shalwa mohon bibi tetap dirumah ini, bibi tetap bekerja disini '' , Ujar Shalwa menahan bi Tuti , ketika bi Tuti akan berbalik kekamarnya untuk mengemasi barang-barang .

" Ngga non bibi akan ikut non " jawab bi Tutu final lalu melepaskan tangan Shalwa dan segera ke kamar mengesami pakaiannya .

" Ayo non kita pergi '' ajak bi Tuti yang sudah membawa ranselnya , hanya membutuhkan beberapa menit untuk bi Tuti membereskan semua pakaiannya karna pakaiannya hanya sedikit .

" Tidak bi Shalwa mohon " talak Shalwa sambil memohon dan terisak .

" Ngga non keputusan bibi sudah bulat " balas bi Tuti sambil merangkul bahu Shalwa .

" Heh sudah cukup kalian berdrama ! , cepat pergi ! " teriak mamah Sandra lalu mendorong badan Shalwa dan bi Tuti keluar dari rumah .

" Brugh... " , suara pintu ditutup dengan keras .

" Apa ? , kalian masih mau bekerja disini atau mau ikut mereka ? " tanya Mamah Sandra sambil melotot karna melihat bi Ami dan Bi Yanti yang masih mematung menyaksikan Shalwa dan bi Tuti pergi .

" Mau saya usir juga '' tanya Mamah Sandra seraya menatap tajam Bu Ani dan bi Yanti m

" Tidak nyonya tidak '' jawab bi Ami dan bi Yanti dan langsung terbirit ke dapur .

" Heh ingat jangan pernah coba-coba ada yang mengadu pada suami saya atupun Alex ! " ancam mamah Sandra sebelum bi Ami dan bi Yanti berlalu ke dapur .

-

-

-

apakah Shalwa akan kembali lagi atau akan hidup seorang diri dalam keadaan mengandung ?

Penasaran kan ? ikutin kelanjutan ceritanya 😁

😘

😘

😘

Makasih buat semua yang sudah dukung , Maaf masih banyak yang harus diperbaiki🙏🙏 jangan bosan kasih saran dan dukungannya 🤗🤗

ditunggu Like komen dan Votenya yang banyak , jang lupa tambahkan ke Favorite 💙

Sehat² kalian semua ☺️🤗

1
Hasanah
ap gak mrash bersalah itu ibux buat anakx Kya gitu tega bnget
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Icha Arlita
mertua ga ada akhlak
Icha Arlita
pengen nangis
Yanthi Chahya Yustikarini
alek bodo ah
Aty
visualnya dong thor, mau liat si cubby naura..
Eemlaspanohan Ohan
ya. mudah mudahan bertemu ya
Mazree Gati
satu jam perjalanan bisa sepuluh kilo,,tahun berapa KLINIK SEJAUH ITU
Mice Maizarni
Luar biasa
Amilawati
ini baru karya yg bagus
Febrianti Febri
males bacanya kelamaan nunggu ketemu ayah nya ,,tau2 udh gede aja malez bngt
Mazree Gati
yg bhsa sunda skip ga baca
Sulfia Nuriawati
ibu tiri zaman rikiplik, skrg byk ibu tiri yg baik, karna pny ilmu jd g asal, pny anak tiri g mudah jg ada bbn tersendiri jg rs tak terpuaskan dr segala sisihrs pny ilmunya br damai semua
Sumiati 32
gak nyambung
Mazree Gati: yoi...
total 1 replies
Sumiati 32
aneh maa org kaya tidak ada cctv nya
Mazree Gati: biasanya lg rusak
total 1 replies
gah ara
pergi aja sih
siti rohaya
pingin nampol ibu tiri
DINA apriani
waaaahhh...berarti alex CEO abal² lah ni...sampe sgtu lamanya gk jg bs nemuin salwa....begoknya kebangetan...gk co²k jd CEO..atau authornya yg trlalu lebay bikin cerita
DINA apriani
logika ja lah...rumah pengusaha kok gk ada cctv-nya..??? miskin x pengusahanya
Sandrina Dalila
suka
devaloka
50 mnit lama amat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!