Bagaimana jika tiba-tiba kehidupanmu berubah saat ditinggalkan orang terkasihmu?
Hancur? sudah pasti
Apakah sama dengan yang Aurora alami saat tiba-tiba papa yang begitu ia sayangi dan kekasih yang ia cinta pergi?
sudah pasti iya
Akankah ia bisa bangkit? kembali menata hati dan membuka untuk cinta yang baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amma Nada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan
Ara pulang berjalan kaki untuk masuk ke komplek perumahan yang ia tinggali,setelah sempat berbincang dengan satpam komplek dan membalas pesan manja sang kekasih.Tapi sebelum belok ke tikungan,ia melihat mobil yang tak asing baginya dan juga pengemudi yang tak lain saudara kembarnya.
"Sedang apa dia disana"gumam Ara melihat Rafa yang menatapnya dari spion.
"Ngapain kamu disini?"tanya Ara berdiri di luar mobil.
"Masuk"ucap dingin Rafa yang dapat Ara pahami jika sikap Rafa seperti ini membuatnya takut.
Dengan ragu,Ara masuk ke dalam mobil dan jauh dari perkiraan ternyata Rafa mengajaknya pergi bukan untuk pulang ke rumah.
Rafa merogoh ponselnya yang berada di kantong celana untuk menghubungi seseorang.
"Halo"suara wanita di seberang sana dapat Ara dengar.
"Mam,Rafa sama Ara langsung ke mansion daddy.Rafa sudah sama Ara"ucap Rafa membuat Ara menoleh menatapnya.
"Ara sudah ketemu?? Syukurlah,hati-hati dijalan sayang"sahut mami Rain lega dari seberang telfon.
"Iya mam"sahut Rafa lalu mematikan panggilan
Tanpa bicara Rafa terus melajukan mobilnya,lelaki itu sama sekali tak berbicara sedikitpun dengan sang adik sampai mobilnya berhenti pada sebuah butik.
Ara clingak clinguk "Buat apa kita kesini Raf?"tanya Ara yang mulai kebingungan.
"Pilih baju disini dan ganti baju kamu itu"
"Raf,lu gak bisa seenaknya gini sama gue.. Lu kenapa sih?"tanya Ara yang kesal karna ucapan Rafa terlalu ambigu dan membuatnya bingung.
"Ini gue lakuin semua demi lu,gak usah banyak omong.Turutin semua apa kata gue"sahut Rafa tetap dingin.
Ara pun turun dari mobil dengan membanting pintu mobil Rafa,dengan santai Rafa mengikuti sang adik untuk masuk kedalam butik.
Meski sedikit jengkel dengan tingkah Rafa,Ara kegirangan karna ini kesempatan untuk memoroti duit kembarannya.Kesempatan tak boleh dilewatkan.
Tapi yang membuat aneh,Rafa hanya diam saja dan menyuruhnya mengganti baju yang ia pakai dengan baju yang baru dibeli.
💜
💜
💜
Setelah keduanya keluar dari butik,Rafa meletakkan beberapa paperbag belanjaan sang adik di kursi belakang lalu kembali duduk di kursi kemudi.
"Sebenarnya ada apa sih Raf?"tanya Ara menatap serius pada Rafa.
"Apa hubungan lu dengan chef Rendy Ra?"tanya Rafa dengan serius.
Degh!
Dada Ara bergemuruh,ia gelisah dan bingung.Kenapa bisa secepat ini kembarannya menyadari hubungannya dengan chef Rendy.
Ara meremat ujung dressnya saking takutnya dengan ucapan Rafa.
"Em.. ma-maksut kamu apa sih Raf"sahutnya pura-pura bego.
"Ara,lu gak bisa sembunyiin apapun dari gue"sahut dingin Rafa lagi.Rafa sudah menyadari ada kejanggalan antara Ara dan chef Rendy sejak Alan bertamu ke rumahnya sebulan yang lalu.Dan saat ia melihat beberapa kali Ara turun dari mobil yang tak asing baginya.Mobil yang waktu itu sempat membawa pergi Ara dari sekolah membuatnya menerka-nerka tentang hubungan keduanya.
"Kamu tau?? Mami mendapat foto gadis yang sangat mirip dengan kamu,menggunakan baju yang tadi kamu pakai bersama chef Rendy di pantai.Dan kamu tapi siapa pengirimnya? Teman sekolah mami saat SMA dan mengirim di grup alumni sekolah,mengatakan sugar baby for sugar daddy"tutur Rafa membuat Ara membeku.Rafa bahkan terkejut saat maminya datang menghampirinya di ruang belajar dan menunjukkan foto yang membuat mami Rain khawatir.Pengambilan foto yang dari belakang gadis itu sangat Rafa yakini jika itu Ara,sedangkan sang lelaki saat itu menoleh membuat mereka tau jika itu chef Rendy.
"Mami menyuruhku untuk mencarimu dan mami ketakutan kalau itu kamu,karna gesture dari belakang semua memang kamu Ra.Mami dan Aku jelas mengenali kamu"lanjut Rafa menjelaskan jika mami memang sangat mengenali dirinya.
"Raf"panggil pelan Ara.
"Gak ada yang perlu kamu elakkan dari foto itu,karna aku juga yakin itu kamu.Setelah aku liat kamu dengan chef Rendy…"Rafa membuang nafas kasar "Berciuman didalam mobil"lanjutnya membuat air mata Ara luruh.
Jeeduarrr⚡⚡
Bagai tersambar petir disiang bolong,Ara langsung menangis sejadi-jadinya karna sesuatu yang baru ia mulai malah sudah terendus oleh keluarganya.Rafa memeluk tubuh saudara kembarnya memberi ketenangan.
"Raf..a-aku udah mencoba buat ngelak sama perasaan aku.Tapi-tapi.. Aku gak bisa hiks...hiks… A-aku nyaman Om Rendy Raf"ucap Ara terisak pilu dalam pelukan Rafa.
"Semakin sulit apa yang akan kamu dan om Rendy jalani Ra,om Rendy bukan seperti Alan.Dia memiliki istri bukan hanya tunangan,kamu harus paham itu"sahut Rafa tanpa menyakiti hati Ara.Tapi tetap gadis itu merasakan sakit didadanya menghadapi kenyataan yang ada.Lelaki yang membuatnya nyaman serta membuatnya jatuh cinta setelah patah hati adalah SUAMI ORANG.
Rafa membiarkan Ara menyelesaikan tangisannya,hingga deringan telfon terdengar dari ponsel milik Rafa.
"Iya dad" ucap Rafa
"Dimana kamu nak,daddy sudah menunggu kedatangan kalian"sahut daddy terdengar bahagia dari seberang telfon.
"Kami sudah dijalan dad,sebentar lagi sampai"
"Oke,daddy tunggu.Hati-hati dijalan nak"
"Baik dad,kami menyayangimu"ucap Rafa
"Daddy lebih menyayangi kalian"sahut daddy lalu mematikan panggilan.
"Ra,liat gue.."ucap Rafa melihat saudaranya tengah tertunduk masih dengan sesegukan.
Ara mendongak menatap kakaknya,tangan Rafa terulur menghapus air mata adiknya lalu menangkup pipi sang adik "Apapun keputusan kamu nantinya,Kakak akan dukung kamu.Jadi,jangan lagi sembunyikan apapun dari kakak.Kamu ngerti"ucap Rafa disambut anggukan dan Ara langsung menghambur ke pelukan Rafa.
Ia sangat beruntung memiliki kakak yang sangat pengertian dan menyayanginya seperti Rafa,Rafa tak pernah menghakiminya meski ia salah.Dia akan hanya menegur dan mendekapnya dalam pelukan agar ia tak takut untuk terbuka dengannya.Rafa it's my Hero.
💜
💜
💜
Rafa dan Ara sudah berada di luar pagar,sesuai dengan GPS lokasi yang dikirimkan oleh daddynya.
"Raf,gue gak pernah nyangka daddy sekaya ini"ucap Ara melihat mansion mewah bergaya Eropa classic milik Daddy angkatnya yang didominasi warna putih dan emas.
Rafa membunyikan klaksonnya hingga pagar besar dan tinggi itu otomatis terbuka.
"Woah…"ucap Ara kembali takjub dengan taman bunga Lily yang sangat luas berada di samping kanan kiri saat ia memasuki halaman luas itu.Perlu melajukan mobilnya lebih masuk kedalam karna jarak pagar dengan pintu utama mansion lumayan jauh.
"Berasa di lapangan golf gue Raf"ucap Ara lagi terkekeh,ia dan Rafa pun turun dari mobil Corolla classic pemberian papanya saat sang mami mengidam dulu.
Keduanya menaiki tangga teras lalu saat hendak membunyikan bell,pintu mansion mewah itu terbuka dan muncullah lelaki dewasa yang selalu tampil gagah diusianya yang tak muda lagi.
"Selamat datang putra putri daddy di rumah sederhana daddy"sambut daddy,seketika Ara langsung berlari menghambur ke pelukan daddynya itu.
Mansion mewah seperti ini dikatakan sederhana oleh daddy,sungguh kehidupan orang kaya membangongkan pikir Rafa.
"Ara rindu daddy"ucap Ara dipelukan daddy Elang.
"Daddy juga merindukan kalian.. Ayo masuk"ajak daddy Elang pada kedua anaknya.
Ara berjalan masuk sambil memeluk lengan daddynya,mengikuti arah kemana daddynya pergi.Hingga para pelayan menyambutnya dan Rafa dengan membungkukkan badan mereka.
"Daddy buka agensi pelayan ya.. banyak banget pelayannya"cletuk Ara melihat ada 20 pelayan berada disana.
Daddy Elang terkekeh mendengar ucapan putrinya "Mereka disini untuk mengurus mansion daddy sayang,kamu tau daddy jarang berada di Indonesia"sahut daddy memberi penjelasan.Ara mengangguk mengerti,bukan hal mudah membersihkan mansion mewah yang sangat luas ini.Membayangkannya saja membuat dirinya lelah.
Ketiga manusia itu pun duduk bersama di ruang keluarga yang sangat luas itu.
"Raf,kamu tau gak apa yang aku pikirkan?"tanyanya pada Rafa dan dijawab gelengan oleh Rafa.
"Ruang keluarga daddy bisa ku buat jadi lapangan bola jika aku yang tinggal disini.Kamu lihat betapa luasnya ruangan ini kayak lapangan bola"sahutnya Ara sendiri lalu tertawa bersama.
"Jika kamu mau,kamu bisa tinggal disini princess.Ini juga rumah kamu"ucap Daddy Elang membuat Ara tersenyum
"Terimakasih dad,tapi.. hanya sesekali mungkin Ara ingin menginap disini,tapi buat tinggal lama Ara gak mau.Ara pasti kangen teriakan mami dari Toa mesjid yang ada dikamar Ara"sahut Ara membuat ketiganya tertawa.
Ketiganya mengobrol benar-benar bagaikan keluarga kecil bahkan dengan perdebatan Rafa dan Ara semakin membuat hati daddy menghangat,ini yang selalu ia impikan.Berkumpul dengan putra putrinya di mansionnya.
Daddy Elang memencet tombol yang berada di bawah meja lalu tak lama seorang pelayan datang.
"Daddy,apa gunanya tombol tadi?" tanya Ara.
"Untuk memanggil pelayan kesini sayang,karna kamar mereka cukup jauh berada di paviliun belakang"sahut enteng daddy membuat Ara berdecak kagum kembali.
"Tolong fotokan kami bertiga"ucap daddy Elang pada pelayan perempuan yang bisa dilihat masih berumur 20 tahunan.
"Baik tuan"sahutnya membungkuk lalu berjalan di nakas tak jauh dari sana dan meambil kamera.
Bagaikan foto keluarga,daddy Elang berada ditengah diapit oleh Rafa dan Ara.Lalu beberapa kali berganti gaya.
Ara meminta untuk melihat hasil foto itu dan membuatnya kegirangan karna dirinya tampak cantik,tak ada bekas bengkak karna tangisannya tadi.
"Ya ampun dad,ini kameranya atau memang aku yang sempurna"ucap Ara meamati foto mereka "Daddy lihat,Aurora gadis paling sempurna diciptakan Tuhan dan dititipkan di rahim mami yang cantiknya kalah sedikit dengan Aurora.Sempurna banget kan dad"sifat narsisnya kembali bangkit membuat Rafa memutar mata malas.
"Ya benar,Aurora memang sangat sempurna"sahut daddy memujinya membuat Ara semakin senang.
Salah satu pelayan kembali keluar,mengatakan jika makan malam sudah siap.
"Tolong panggilkan Samuel untuk turun"ucap Daddy Elang membuat Rafa dan Ara menatap dirinya.
"Daddy punya kejutan buat kamu princess"lanjut daddy Elang menatap penuh kasih sayang pada putrinya.
Rafa tampak curiga dengan kejutan yang akan daddynya berikan.
Ketiganya pun berjalan menuju ruang makan yang berada disisi lain dari ruang keluarga.
"Aku pusing liat rumah daddy,terlalu banyak ruangan"ucap Ara lagi sambil berjalan bersandar pada bahu daddy angkatnya.
Daddy kembali terkekeh,memang benar jika berkumpul dengan kedua buah hatinya membuat mood Elang selalu bahagia.Seperti inilah keluarga,tapi bahkan sampai sekarang dia yang berumur 43 tahun enggan untuk memulai berumah tangga dengan wanita manapun.
"Dad"panggil Ara
"Ya sayang"sahut daddy Elang.
"Kenapa figura foto ini dibalik?"tanya Ara mendekati pigura foto sangat besar tengah di sandarkan menghadap tembok.
Degh!
Jantung Elang berpacu,ia takut jika kedua putra putrinya mengetahui gambar dibalik pigura itu.
Mulut Elang seakan terkunci,seakan badannya tak dapat digerakkan melihat Ara yang penasaran ingin melihat foto itu.
Tangan Ara sudah terulur ingin membalik foto itu,tapi suara seseorang membuatnya membalikkan badan.
"Uncle"panggil seseorang pada Elang.
"Hah..Oh,iya Sam..Mari kita makan nak"sahut daddy Elang mengajak lelaki yang terlihat masih muda kira-kira berumur 20 tahunan.
"Maafkan aku,tadi ada meeting mendadak"ucapnya meminta maaf karna harus disibukkan meeting mendadak dengan para stafnya.
Keduanya berbicara dengan bahasa Inggris,sedangkan Rafa dan Ara hanya menyimak.Jangan ditanya bagaimana wajah Ara saat ini,matanya berbinar melihat wajah tampan dengan rahang tegas tapi terlihat manis dipandang mata.Apalagi bulu mata lentik serta manik mata biru membuat lelaki yang sedang berbicara dengan daddynya begitu amat sangat Tamvan.
Ah..inginnya Ara berteriak karna selalu gagal fokus jika melihat lelaki tampan seperti ini.
"Jaga mata"bisik Rafa melihat tingkah konyol sang adik.
"Rezeki mata,gak boleh ditolak.Mubazir"balas Ara dengan berbisik,bibir yang terus mengulas senyum membuat wajah cantiknya semakin cantik.
"Sayang sini"ucap daddy pada Ara.
"Kenalkan ini Samuel,putra rekan bisnis daddy"
"Dan Sam,kenalkan ini Aurora"
"Senang berkenalan denganmu Aurora"Lelaki bernama Samuel meulurkan tangannya dan disambut langsung oleh Ara.
"Aku juga,senang berkenalan denganmu Sam"sahut Ara menggunakan bahasa Inggris.
Berlanjut Daddy Elang mengenalkan Rafa pada Samuel.
"Kau pasti saudara kembar Aurora bukan?"tanya Sam saat bersalaman dengan Rafa.
"Ya.. daddy pasti sudah bercerita"sahut Rafa seadanya.
"No,uncle tak pernah bercerita.Tapi dilihat dari manik mata dan cara menatap kalian sama,makanya aku menyimpulkan jika kalian kembar"ucap Samuel yang sepertinya memang mudah bergaul.
Ara tertawa dengan tatapan yang masih terpesona melihat wajah tampan lelaki itu.Sedangkan Daddy Elang yang melihat tingkah Ara tersenyum melihat kebahagiaan sang putri.
"Oh chef Rendy,semuanya sudah siap?"tanya Daddy Elang tiba-tiba membuat Ara yang sudah terbang melayang tinggi langsung terhempas kelautan dalam
Brak
Klontang
Bruk
Byur
Mungkin seperti itu bunyi jantung Ara saat ini,ia merapalkan doa semoga pendengarannya salah saat ini.Sudut matanya melirik pada lelaki yang berada tak jauh dari dirinya dan yang lain tengah menyiapkan makanan dengan beberapa pelayan.
Tiba-tiba tatapan keduanya bertemu.
Degh!
Kobaran api seakan berkobar dari kepala chef Rendy saat melihat Ara,jika tak ada siapapun disana mungkin saja Ara sudah diberi hukuman atas kenakalan matanya yang jelalatan melihat lelaki tampan.
"Ya Tuhan"batin Ara berteriak
Glek
Ara dengan susah payah meneguk salivanya.Hingga sang daddy mengajak mereka untuk menuju meja makan.
💜
💜
💜
Semua masakan western tersedia di atas meja makan panjang dengan daddy yang berada di kursi tengah yang disebelah kiri ada Ara dan Rafa,sedangkan disebelah kiri ada Samuel.
Samuel,Daddy dan Rafa dengan sekejap bisa akrab karna obrolan bisnis mereka disela-sela makan malam bersama.Sedangkan Ara,jangan ditanya.Untuk mengunyah steik di depannya saja ia sudah tak minat.Ya Tuhan,apalagi dengan tatapan tajam bak belati tengah mengawasinya dari meja bar.
"Makanya jangan ganjen,tuh muka pacar lu kayak mau nelen orang"bisik Rafa dengan sedikit tertawa membuat Ara jengkel setengah mati.
"Aarrgggg...Kalau saja tak ada daddy dan Sam sudah gue jambak rambut lu Raf"batin Ara berteriak.Saudaranya ini tak prihatin sekali dengannya yang kesusahan ini pikir Ara.Ara menginjak kaki Rafa dengan sekuat tenaga membuat Rafa meringis kesakitan tanpa bisa berteriak.
"Oh iya sayang,ada yang mau daddy bicarakan"ucap daddy membuat Ara menoleh pada daddy Elang dengan senyum terpaksanya.
Daddy meletakkan pisau dan garpunya lalu meneguk air minumnya.
"Sam ini putra rekan bisnis daddy sayang"
"Ya Ara tau dad" sahut tanpa minat Ara.
"Dan dia akan tinggal disini untuk beberapa bulan,apa boleh daddy minta tolong kamu dan Rafa untuk menemani dia?"
"Baiklah dad"sahut Ara patuh.
"Dan sayang,kamu dan Sam akan bertunangan setelah kenaikan kelas"ucap Daddy Elang.
"Baiklah dad"sahut Ara kembali patuh tanpa mencerna ucapan sang daddy.Tapi daddy dan Sam meanggap beda,keduanya tersenyum.
Hingga senggolan siku Ara membuat gadis itu tersadar karna sungguh pikirannya tengah bercabang.
Jjjeedduuuaaarrrr⚡⚡⚡⚡
"Apa dad,tunangan?"teriak Ara sambil berdiri.Saat menyadari dirinya bertingkah berlebihan,ia pun tersenyum kikuk lalu kembali duduk.
"Ma-maksud daddy,aku dan Sam akan bertunangan?"tanya Ara tergagap,bahkan matanya tak berani menatap kearah lain selain daddynya.
"Ya sayang,daddy sudah merencanakan ini dari lama.Daddy tak menyangka kamu setuju dengan tawaran daddy"sahut daddy Elang bahagia.
"Ta-tapi dad"
"Sayang,ini daddy lakukan demi kamu.Daddy tau kamu dan lelaki itu belum lama berpisah,tapi kamu harus tau.. daddy akan memberikan jodoh yang terbaik melebihi lelaki yang tak seberapa itu.Jika kamu belum mencintai Sam,kalian bisa lebih dekat sekarang untuk saling memahami dan cinta itu akan hadir dengan sendirinya"tutur daddy Elang dengan menggenggam tangan kiri Ara.
Ara melihat harapan yang sangat diimpikan oleh daddy Angkatnya,ia tak tega untuk menghancurkan harapan daddy angkatnya ini setelah semua yang dilakukan daddy Elang pada dirinya dan Rafa sedari ia kecil.
"Huh.. mungkin ini jalan terbaik,lagian hanya untuk pendekatan bukan."batin Ara tak ingin mengecewakan daddynya.Ia pun menerbitkan senyumannya lalu mengangguk pada daddy Elang.Membuat lelaki dewasa itu tersenyum bahagia dengan keputusan sang putri.
Tak tau saja Ara jika magma gunung merapi tengah berpindah di tubuh Rendy saat ini dan akan segera dimuntahkan mengetahui kabar bahagia tapi membuatnya tertusuk seribu pisau di jantungnya.
"Kamu mulai nakal sayang"gumam Rendy menatap tajam gadis yang sama sekali tak menatapnya itu.
Ia mengepalkan tangan kuat,jika biasanya ia langsung kembali ke Apartemen setelah menghidangkan semua hidangan tapi tidak untuk sekarang.Ia memilih berdiri di meja bar untuk meamati kekasihnya.Dan sialnya,kejutan yang diberikan kekasihnya benar-benar mengejutkan dan hampir membuatnya kejang-kejang.
...💜💜...
...Temen-temen jangan lupa sajennya buat Amma ya...
...Love,like,komen n giftnya selalu Amma tunggu....
...💜...
...Salam sayang Amma Nada...
...Jaga kesehatan kalian semua ya zeyenk-zeyenk Amma 🤗...