NovelToon NovelToon
Triplets' Last Mission.

Triplets' Last Mission.

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 2
Nama Author: Dhewhy M

Bagaimana jika kau dilahirkan sebagain tiga bersaudara kembar?
Kemudian berpisah, karena sebuah kasus penculikan. Membuat ketiga bayi yang terlahir dari latar keluarga yang unik ini, harus berjuang sendiri untuk menyatukan keluarganya.

Kisah dimulai dari Chen, Aisyah dan Gwen. Nama ketiga bayi itu, mereka memiliki karakter yang unik juga.

Mereka dipertemukan dalam fase menuju dewasa, pertemuan mereka juga ada percikan romansa dan komedi yang akan mewarnai perjalanan misi ketiganya.

Lalu, bagaimana kisah misi terakhir si kembar tiga ini? Simak kisahnya, ya ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhewhy M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecurigaan Adam.

"Liontin itu--"

Asisten pribadi Chen keburu datang dan memberikan Chen makanan. Tangannya diturunkan dari kaca mobil, sehingga Adam tak bisa melihatnya lagi.

"Kamu tolong urus dia. Aku tidak sengaja membuatnya terluka," perintah Chen kepada Asistennya.

"Anda melukainya menggunakan belati?" tanya Asistennya.

"Tidak!" jawab Chen tegas.

"Lantas?" lanjut Asistennya.

"Aku membuka pintu dan … ya, dia kena pintu ini," tunjuk Chen merasa bersalah dengan wajahnya yang lucu layaknya anak-anak.

"Astaga, Tuan Muda--"

"Apa? Kau akan memarahiku? Lalu, siapa yang selalu memberimu gaji? Apa kau sudah bosan menjadi pendampingku? Katakan!" bentak Chen.

Bentakan Chen sampai terdengar oleh Adam yang ketika itu sedang membantu Pak sopir memperbaiki mesin mobil. Asisten Chen terpaksa turun dan membayar ganti rugi kepada Adam serta meminta maaf atas namanya. Adam tidak jadi pergi karena dimintai tolong oleh Pak supir untuk membantunya memperbaiki mobil.

Sungguh Adam berhati mulia, ia tidak mempermasalahkan hal itu karena Chen masih anak-anak. Di dalam mobil, Chen masih berusaha belajar Bahasa Indonesia agar bisa komunikasi di Jogja selama ia tinggal di sana. Agar memudahkan dirinya ketika Asistennya sedang tak lagi bersamanya.

"aku harus bisa menguasai bahasa di sini. Jika tidak, aku akan kesulitan sendiri." gumam Chen membuka kamusnya.

Sementara itu, kecurigaan Adam kepada Chen semakin besar karena liontin itu ada di pergelangan tangan Chen. Adam mencoba bertanya-tanya kepada Asisten Chen tentang mereka.

"Anda mahir sekali berbahasa Indonesia, apakah anda asli orang lokal?" tanya Adam.

"Tidak, Tuan. Saya asli Tiongkok, kebetulan sekali, saya suka belajar bahasa asing, dan memang bahasa Indonesia banyak sekali yang belajar bahas ini, jadi saya mempelajarinya," jawab Asisten Chen.

"Tapi bahasanya sudah sangat baik. Oh, iya … kalian dari Tiongkok, tinggal di mana? Saya bisa mencarikan tempat yang bagus di sekitar sini."

Adam terus menatap Chen dari luar mobil, begitu juga dengan Chen yang semakin yakin jika Adam ada kaitannya dengannya. Usai memperbaiki mobil, Chen meminta Asistennya untuk menyelidiki tentang Adam dan semua latar belakangnya secara detail.

Sejak pertemuannya dengan Chen, Adam jadi diam ketika sampai di restoran milik Yusuf. Di sana, Yusuf tengah memasak untuk Rebecca, Rebecca akan pulang hari itu juga. Ia menyempatkan diri untuk makan di restoran yang banyak kenangan indah dalam hidupnya.

"Pak Dhe, kenapa diam saja? Tidak biasanya Pak Dhe seperti ini?" tanya Aisyah.

"Pak Dhe sedang berpikir," jawab Adam.

"Heleh, emang bisa berpikir?" ledek Gwen.

Plak!

Tamparan kecil dari Rebecca ke pipi Gwen. Rebecca heran dengan putrinya sendiri yang semakin lama malah semakin menjadi-jadi. Baginya, dahulu Gwen suka diam dan menutup diri.

Setelah bertemu dengan Ayah kandungnya, sifatnya menjadi berubah lebih ceroboh, suka bercanda berlebih dan bahkan tidak sopan kepada orang yang lebih tua.

"Ibu, jangan selalu main tangan, itu tidak baik untuk Gwen--"

"Jika ingin Gwen berubah lebih baik, tegur dan berikan dia pengajaran. Aku yakin jika Gwen bisa berubah. Bukan begitu, Gwen?' lanjut Asiyah dengan lembut.

"Hey, Mami memang sedikit rada-rada. Aku sudah kebal dengan tangannya itu," sahut Gwen. "Tunggu sebentar, Mi. Aku akan menulis biaya pertanggung jawaban atas tindakan Mami tadi!" seru Gwen mengambil pulpen dan kertas di dapur.

Tidak dengan Rebecca saja, Gwen juga pernah meminta ganti rugi kepada Airy karena Airy sudah memarahinya ketika Gwen naik ke atas pohon rambutan mengajak santri laki-laki di pesantren.

Malam telah tiba, Chen merasa bosan dan ingin berjalan-jalan sebentar ke luar komplek. Ia penasaran dengan informasi yang diberikan Asistennya kepadanya tentang keluarga kandungnya di sana.

Chen berniat untuk pergi ke restoran dimana Yusuf selalu ada di sana. Restoran itu sudah mau tutup. Chen memantaunya dari jauh, ada seorang pria yang ada dalam mimpinya lagi di sana.

"Pria itu--"

"Sebenarnya dia ini siapa? Kenapa dia bersama dengan Ayahku?"

"Siapa dia? Dia juga selalu masuk dalam mimpiku." gumam Chen.

Tak sengaja juga, Adam melihat Chen yang masih berdiri di kejauhan sana. Ia semakin curiga dengan kedatangan Chen ke restoran Yusuf. Sadar Adam melihatnya, Chen pergi terburu-buru sampai menambak Aisyah dan Gwen yang saat itu hendak menyusul Yusuf.

Bruk!'

"Aduh, kamu mau mati, ya? Ganti rugi!" kesal Gwen.

Gwen terjatuh dan meminta ganti rugi kepada Chen yang saat itu masih berdiri tegak.

"Kau yang cari mati. Katakan! Mau seperti apa caramu mati!" sulut Chen. "Lalu, aku harus ganti rugi apa? Aku sama sekali tidak menyentuh dan melukaimu!" Chen mengatakan itu menggunakan bahasa Inggris.

"Dih, sok Inggris pula! Sebelum kau membunuhku, aku yang akan membunuhmu lebih dulu," Gwen tidak mau kalah.

Mereka berdua reflek mengeluarkan belatinya masing-masing. Mereka berdua juga sama-sama mengarahkan belatinya kearah berlawanan. Di saat itu juga, Asiyah melihat liontin yang ada di pergelangan tangan Chen. Ia paham sekali jika liontin itu sama dengan yang dimiliki Feng dan sepupu laki-laki lainnya.

"Liontin itu--" batin Aisyah.

Belum juga Aisyah selesai mengingat, kedua sadari dan saudaranya sudah saling menyerang. "Anak mafia dari mana kamu?" desis Gwen.

"Itu bukan urusanmu!" seru Chen dengan nada datar.

"Cukup! Kenapa kalian harus saling melukai cuma gara-gara tabrakan aja, sih? Apakah tidak ada cara lain untuk menyelesaikan permasalahan ini?" Aisyah mencoba menengahi perselisihan itu.

Tanpa Chen dan Gwen sadari, mereka sama-sama menurunkan belatinya dan menuruti apa yang dikatakan oleh Aisyah. Chen sendiri sampai bingung mengapa dirinya mau menuruti perkataan orang lain, ia tidak sadar jika memang Aisyah yang selalu bisa meredakan amarah keduanya nanti ketika dewasa.

"Sial, mengapa aku menuruti ucapan gadis bertudung ini?" batin Chen. (bertudung nggak tuh hahaha)

"Kenapa aku jadi ikut nurut sama Aisyah, sih? Benar dia lahir duluan, tapi … aku rasa otakku konslet, makanya mau menurut dengannya," gumam Gwen dalam hati.

"Sudah? Bisakah kalian tidak bertengkar lagi? Ayo saling minta maaf!" bentak Aisyah.

"Bahasa Inggrismu lumayan juga," puji Gwen.

"Iyalah, memangnya kamu … semua pelajaran nggak bisa," jawab Aisyah sinis.

Tak ingin bermasalah dengan Aisyah dan Gwen, Chen mengalah dan memberikan beberapa lembar Yuan kepada Gwen dan pergi begitu saja. Namun, langkahnya terhenti ketika Yusuf memanggil nama Aisyah dan Gwen, dan mereka menyebutnya Ayah kepada Yusuf.

"Ayah? Bukankah itu sebutan untuk …," Chen membalikkan badannya.

Melihat Aisyah dan Gwen dalam pelukan Yusuf, ia menduga jika kedua gadis seusianya itu adalah kedua saudarinya. Chen merasa senang jika kedua saudarinya sudah bersama, meski belum bisa selalu bersama.

"Jika gadis berambut pendek itu ada di sini, bukankah seharusnya Bibinya Feng … oh, bukan. Bibinya Feng adalah Ibuku, berarti Ibuku juga ada di sini?" batin Chen menoleh kesana-kemari.

"Mereka belum bersatu, aku dengar jika Ibu akan berpisah dengan Ayah angkat saudariku,"

"Aku senang melihat kalian telah bersama. Tunggu aku, aku akan membuat Ibu angkatku menderita lebih dulu, baru aku akan datang kepada kalian. Aku berjanji, ini janjiku, Ayah, Ibu. Aku berjanji." Chen mengepalkan tangannya lagi.

Ia kembali ke rumah dan menceritakan semuanya kepada Asistennya.

1
Praditta
😍
Hye
Ish si syifa Nilah ....dahlah marah dan bilang berdosa bila Gwen dan agam tabur kemesraan...tapi diri sendiri buka aib org lupa pulak perkara tu berdosa
Hye
gak kok...itu air kencing kakek temannya adik ipar gue😏😏
Hye
berapa Thor usia si olahraga ini...hahahah🤣🤣
Dhewhy M: Ngabrut bgt dah, typo nya gak karuan
total 2 replies
Hye
jadi juga ya plan nya si Feng itu....hahahaha
Hye
yaaaaahh!!!ngak gitu juga kaliiii....bego amat
Hye
yah yah ceh ceh..so sweeeeettttt banget.......manisnya membuat henfon gue banyak semutt...😙😙
Hye
kelapa
Dhewhy M: 🤣🤣🤣 Ya Allah
total 1 replies
arlin
baru umur 19th udh jadi mantan ratu mafia Thor . gk kemudaan
Iputtttttttttt
bagus
Lima ode
jangan lupa mampir di karya ku ya kak, Please stay with me, trimakasih🙏🏻🙏🏻🙏🏻
🌻Ruby Kejora
Karyanya luar biasa kak
Sukses bwt kk 💐😊
Heni kusumastuti
senang membaca novelnya kak dhewhy, bagus- bagus
bisikan hati
novel pertama yg sy baca dlm noveltoon Dan sy menangis...Tak terasa sampai 300++ episode...macam Tak cukup..Rasa macam nak sambungan lagi....terbaik Thor...👍👍👍
Riezkha Utta
Ayana dngn ustadz Khalid 😁
Sateria Piningit
sip
Leli Noer Octavia
oh ya ampun kakak author ini sudah selesai.aku bahkan tidak tahu jika ini selesai.kuharap ada season 2 dari cerita ini terutama bagian tokoh-tokoh yang mendapat line distribusi sedikit.atau bisa di bilang kurang muncul di setiap episode dalam cerita kakak author.

tapi terima kasih buat cerita indahnya 🧡💐. semoga kakak tidak bosan membuat cerita mafia dan muslim 😁👍.oh iya,apa kakak mau mendengarkan ide gila dari pembaca siapa tahu,ide itu jadi inspirasi bagi kakak author buat karya baru buat di publikasikan 😆😅.

jika mau kuharap kakak author suka 😁. sekali lagi terima kasih buat kakak author atas ceritanya 🙆🌺🌺
Leli Noer Octavia
ya ampun ternyata ada yang mendekati aisyah juga.walaupun anak magang 😲😯
Leli Noer Octavia
aku tidak menyangka jika aisyah mengatakan "kampret" 🤣🤣😂.bagiku itu sangat lucu ya ampun 🤭.aku akan percaya jika itu gwen atau tuan chen 😂😁.

masalahnya siapa yang menembak dishi atau anak buah itu,aku lupa namanya siapa 🤔. rasanya ada sedikit aroma pentahouse,jika memang benar adanya.kuharap 2 saudaranya kembarnya kembali hidup.oh ya ampun aku merindukan mereka 😢
Dhean JAdi Dhe-dhe
extra part dong kak..ai sm dishi smp pny momongan gt😄

semangat ya kak💪🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!