18+
Namanya Somalia Wardana, orang sering memanggilnya Somi. Tak sedikit orang mencibir namanya karena dinilai sama dengan salah satu negara miskin di dunia. Namun, ia tak kecewa, karena nama itu adalah nama pemberian Alm papanya saat bertugas di negara tersebut. Papanya hanya pulang membawa nama dan nama tersebut ialah satu-satunya pemberian untuk Somalia, Oleh karena, itu ia sangat menghargai nama pemberian mendiang papanya.
Pekerjaannya? Somi sibuk mengurusi pernikahan kliennya. Sebagai WO, Somi dituntut untuk profesional dalam menangani pernikahan para kliennya. Somi sibuk mengurusi pernikahan orang dari pada pernikahannya kelak.
Area terlarang!!! teruntuk penikmat halu belaka 😋 Siapkan hati kalian karena itu poin utamanya.
Mau tahu kisahnya bukan?
Nggak ada salahnya mampir dan menjadikan novel ini bacaan favorit kalian 🙏
Maaf novel ini slow up ya manteman. Juru ketik sedang banyak kreditan panci 😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheselsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17
Maaf updatenya lama, dikarenakan saya sedang banyak aktivitas lain yang menyita waktu dan tenaga saya. Pokoknya saya usahakan untuk update bila saya memiliki waktu. Terima Kasih 🙏
####
Semenjak permintaan dari kedua wanita yang pernah berseteru tersebut diutarakan, Somi menyadari bahwa keputusan memilih Gandhi adalah keputusan yang salah. Bagaimana mungkin mamanya dan Tante Linda menyuruhnya untuk tinggal bersama dengan Gandhi.
Hal itu rupanya membuatnya semakin ingin menjaga jarak dengan Gandhi. Bila ia bisa, nyatanya ia tak mampu. Apalagi hari ini sepasang kekasih imitasi tersebut akan dipertemukan dalam suatu persidangan.
Iya, sidang pertama bagi Somi sebagai pihak penggugat yang telah memperkarakan Amara dan suaminya yang bernama Alex. Alex yang merupakan manatan calon suami dari Somalia. Alex dan Amara telah digugat oleh Somi dengan tuduhan penggelapan serta tindak pidana pencucian uang.
Somalia nampak keluar dari mobil yang membawanya ke pengadilan negeri. Ia didampingi oleh supirnya, meski ia bersikeras ingin pergi sendiri namun mamanya juga tak mau kalah. Mamanya bersikeras juga menyuruh orang menemani dirinya. Kalau Somi masih tak mau menuruti Amy, Amy berencana menyuruh Gandhi lah yang menjemputnya. Daripada harus berdebat dengan sang mama atau lebih parahnya lagi pergi bersama Gandhi. Bersama dengan Gandhi merupakan masalah yang sulit ia hadapi.
Gusti datang menyambutnya dan memberikan senyum manis untuknya. Mungkin Gusti ingin memberikan dukungan baik itu moril atau pun dukungan semangat untuk Somi. Lagi-lagi ia harus menekan egonya lantaran ia pasti akan bersama dengan lelaki angkuh dan seenaknya itu.
"Sudah siap?" goda Gusti pada Somalia, mendengar Gusti meremehkannya Somi hanya membalas Gusti dengan senyum paling manis yang ia punya. Apa Gusti meragukan ku? batinnya.
Namun dari arah belakang, seseorang menarik tangannya dan menyeretnya untuk memasuki ruang sidang. Somi melihat tak lain dan tak bukan adalah pacar imitasinya. Lelaki itu memang selalu bersikap seenak jidatnya.
"Lain kali jangan tunjukan sikap seperti itu pada anak buah ku!" ucap Gandhi memperingati Somi agar menjaga batasannya. Bagaimana pun juga statusnya kali ini adalah pacar Gandhi. Jadi Somi harus menjaga sikap pada lelaki lain.
"Memangnya apa yang ku lakukan?" Somalia menatapnya dengan tatapan menelisik. Wanita itu masih tak tahu letak kesalahannya di mana. Hanya Gandhi lah yang tahu.
"Hm ... duduklah, nanti jangan katakan apapun bila tak ada yang menyuruhmu bicara. Cukup tunjukan wajah murka untuk menggertak lawanmu dan tunjukan keyakinan dirimu!"
"Itu saja?" Tambah Somi, ia akan menuruti sang kekasih pura-puranya. Meski terkesan arogan dan sombong namun yang dikatakan oleh Gandhi adalah benar. Ia tak boleh lengah pada persidangan pertama dan seterusnya.
*
Setelah petugas membacakan doa sebagai pembukaan sidang pada hari ini, sidang pertama kasus penggelapan dana yang dilakukan oleh Amara dan Alex.
Kemudian hakim membacakan dakwaan yang dilayangkan oleh pihak penggugat. Semua nampak mendengarkan dengan seksama. Dari arah pihak tergugat, Alex dan pengacara yang ditunjuk oleh Amara merasa itu keberatan atas dakwaan dari pihak Somi. Dan Amara sendiri hanya menundukkan kepalanya ketika ia melihat kebengisan Somi dan juga kuasa hukumnya.
Meski kuasa hukum Amara bersikeras menolak tuduhan itu, tidak menyurutkan bagi Gandhi untuk melunak. Seperti biasa sang predator persiapan itu mampu mendesak sang terlapor dengan kata-kata tajamnya. Seolah memiliki daya magis tersendiri, setiap kata yang terlontar dari mulut pengacara tersebut tak ubahnya bagai mata pisau yang mampu menyerang setiap lawannya.
Pantas saja lelaki ini melarang ku berbicara! Ternyata ia melakukan ini dengan cukup baik.
Hal seperti ini cukup mudah bagi Gandhi, pasalnya kasus yang lebih besar dan rumit dari ini pernah ia tangani sebelumnya.
Pihak Somi kini menghadirkan saksi yang akan membantunya untuk memberatkan tuduhan yang ia layangkan pada Amara dan Alex. Saksi tersebut ia lah karyawan Somi sendiri, ia merupakan staf yang menangani keuangan perusahaan.
Saksi itu mengatakan bahwa Amara beberapa kali memintanya untuk memindahkan sejumlah uang ke akun lain selain akun perusahaan. Staf itu tak gentar meski pernah mendapatkan ancaman dari Amara. Karena ia telah mendapatkan perlindungan hukum sebagai saksi dari pihak berwajib. Serta ada Gandhi dibelakangnya.
Pihak tergugat menyangkal bahwa saksi memberi keterangan palsu, dan ingin sidang ini ditunda Minggu depan. Namun bukan Gandhi namanya bila tak mampu mempecundangi pihak lawan. Karena pihak lawan menyangkal kesaksian dari pegawai Somi, Gandhi akan menghadirkan saksi kedua. Saksi kedua merupakan saksi ahli. Yakni petugas audit keuangan yang ia datangkan untuk menyelidiki masalah ini.
Saksi kedua mengatakan ada aliran dana mencurigakan yang mengarah pada akun atas nama Alex. Saksi kedua ini begitu memberatkan pihak Amara dan Alex.
"Kamu percaya kan sekarang bila bos mampu membereskan kasus ini dengan mudah?" bisik Gusti pada Somi yang berada di depannya.
"Ehem ..." Gandhi berdehem guna mengingatkan batasan yang baru saja ia katakan pada sebelum sidang ini dimulai.
"Apa aku salah lagi?" dengan wajah polosnya Somi bertanya pada pria yang duduk di sebelahnya. Pria itu terlihat kesal karena kedekatan antara Somi dengan anak buahnya.
Setelah mendengarkan saksi ahli keuangan yang telah dihadirkan oleh pihak penggugat, Hakim akan menganalisa kesaksian tersebut. Saat ini pihak Somi sedang diuntungkan oleh dua orang saksi yang telah dihadirkan ke dalam persidangan.
Sidang akan dilanjutkan kembali pada Minggu depan. Agenda pada Minggu depan adalah mendengarkan saksi dari pihak tergugat. Somi dan tim kuasa hukumnya merasa puas akan kemenangan pada sidang pertama.
"Selamat Gan, aku tak mengira kau mau menangani kasus kecil seperti. Ini bukan dirimu yang sesungguhnya," tegur Sandra sembari memberi ucapan selamat pada Gandhi atas kemenangan di sidang pertama.
Wanita itu terlihat akrab dengan Gandhi, bahkan Sandra tak sungkan untuk memeluk pria itu dan Gandhi pun tak menepisnya.
Somi yang melihatnya tak percaya pada kata-kata Gandhi bahwa lelaki itu tak memiliki hubungan dengan wanita manapun saat memintanya untuk bekerjasama bersama dirinya.
"Aku akan mengantarkan Anda, bukankah kaki Anda masih belum sembuh sepenuhnya?" Gusti menawarkan bantuan pada Somi seperti yang biasa ia lakukan pada klien lainnya. Namun ia tak menyadari bahwa sang atasan akan murka bila mengetahuinya.
"Tak perlu, Saya akan pulang bersama orang lain. Terima kasih sudah mengkhawatirkan saya Pak!"
Gusti yakin, Gandhi lah yang akan mengantarkan Somi pulang. Namun hal yang tak terduga hadir di depan mata kedua pria dewasa tersebut.
Gandhi dan Gusti melihat seorang lelaki menjemput Somi. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Somi terlihat akrab dengan lelaki itu. Baru setelah mobil yang membawa Somi terlihat menjauh dari area pengadilan, Gusti berani membuka suara pada bosnya.
"Bos, Anda sepertinya memiliki saingan!" goda Gusti pada sang atasan yang terlihat menahan amarah. Wajah Gandhi memerah karena murka.
pas ketemu sama judul ini baca sinopsisnya dan ada tulisan #tamat serta episodenya yang gak panjang langsung tertarik...
tapi ternyata... judul ini belum tamat, bahkan dari komentarnya ditulis lebih dari setahun yang lalu yaitu bulan 2 tahun 2022, apa judul ini gak dilanjutkan lagi?
kecewa sih, karena udah terlanjur baca dan sebenarnya ceritanya bagus juga, sayang mandek di tengah jalan
penasaran gimana mereka berkhianat di belakang Somi