NovelToon NovelToon
Manusia Vs Setan

Manusia Vs Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor
Popularitas:705
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Maka jadikanlah mereka sebagai musuh mu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepala Terbang

Perumahan yang semula adem ayem itu berubah suasananya menjadi gempar.

Tidak hanya sekedar rekaman video yang sudah viral di jejaring sosial.

Tapi muncul saksi-saksi baru yang mengaku melihat fenomena gaib.

"Malam itu aku pulang lewat tengah malam",

"Aku sudah sangat mengantuk",

"Waktu aku buka pintu terdengar suara terkekeh dari atas",

"Aku melihat ke atas pohon palem yang ada di seberang rumahku",

"Aku melihatnya",

"Kepala perempuan itu terbang sambil tertawa",

Tentu saja warga khawatir.

Terutama bagi mereka yang memiliki bayi.

Mereka yakin itu adalah penampakan sosok hantu yang disebut kuyang.

"Tapi kenapa bisa ada di sini?",

"Bukannya itu hantu khas dari tempat lain",

Warga sepakat untuk melakukan tindak pengamanan.

Mereka wajib menutup semua akses masuk ke dalam rumah sebelum gelap.

Mereka juga menambah jumlah kamera pengawas di titik strategis yang langsung terhubung dengan mata orang-orang.

Di rumah masing-masing setiap warga bisa turut memantau.

Selain itu ada yang mengusulkan untuk mendatangkan orang pintar.

Tapi sejauh ini masih belum menyelesaikan masalah.

Kuyang itu masih gentayangan di area perumahan asri.

Memang belum ada korban jiwa. Tapi setiap malam para orang tua dan anak-anak menjadi was-was.

Mereka takut jikalau makhluk yang berupa kepala dan jeroan yang bisa melayang itu masuk ke dalam tempat tidur mereka.

"Katanya mereka suka makan orok",

"Perut perempuan hamil bisa langsung kempes",

"Amit-amit",

Mama menginap di rumah sang anak. Setiap malam nenek Danial itu selalu begadang.

Siaga di dalam rumahnya sendiri dengan semua pintu dan jendela yang sudah rapat terkunci.

"Kalau saja eyang Mujarab masih ada",

Samuel dan Wina sempat menghubungi Mama untuk meminta tolong mengundang eyang Mujarab.

Tapi nenek yang terlalu tua itu sudah meninggal satu tahun yang lalu.

Biar kata orang pintar. Kematiannya terbilang konyol.

Eyang Mujarab berakhir hidupnya karena perkara sepele.

Waktu makan mie ayam ceker. Beliau keselek.

Satu ceker utuh masuk ke dalam tenggorokan.

Belum lagi kuku cekernya yang runcing dan tajam-tajam.

Menyebabkan lecet, pendarahan dan gagal nafas yang berujung kematian.

"Mama nggak tidur lagi?",

"Mama tidurnya besok pagi saja",

"Mama nggak mau cucu Mama kenapa-napa",

"Samuel, kamu coba cari kenalan orang pintar",

"Hidup di perumahan modern rasanya seperti hidup di perkampungan dekat hutan",

"Aku tidak ada kenalan orang pintar Ma",

"Ya kamu usaha tanya sama teman-teman kamu",

"Teman kerja kamu kan banyak",

"Iya Ma, besok aku coba cari tahu",

Besok harinya ketika sedang di kantor, Samuel benar-benar melakukannya.

Ia bertanya kepada orang-orang yang dikiranya bisa memberikan solusi.

"Kebetulan sekali Sam",

"Aku kemarin baru saja berkenalan dengan staf baru",

"Dia dulu di bagian produksi",

"Dan dia aslinya memang orang sana",

"Terimakasih kalau begitu",

"Biar aku kenalan sendiri",

"Siapa namanya?",

"Namanya... ",

"Sapto atau... ",

"Sarno... atau... ",

"Ah... ",

"Namanya Sabdo",

Hari itu juga ketika jam makan siang. Samuel bertemu dengan Sabdo.

"Boleh saya lihat videonya mas?",

Rupanya Sabdo tidak suka membuka aplikasi-aplikasi yang sedang tranding.

"Iya mas, ini kuyang",

"Di sana kamu beneran tinggal di kampung kuyang?",

"Kampung kami paling dekat jaraknya dengan pemukiman mereka",

"Tapi kenapa makhluk itu bisa sampai ke sini?",

"Berdasarkan cerita mas Samuel tadi, kuyang itu tidak sama seperti apa yang ada di tempat asal kami",

"Yang asli lebih beringas dan berburu darah",

"Saya sendiri juga penasaran kenapa ada makhluk seperti itu di daerah sini",

"Jadi sebenarnya mereka itu manusia?",

"Manusia yang sudah bersekutu parah dengan setan",

"Mereka berkerjasama memakai medium ilmu hitam untuk merugikan orang lain",

"Jadi kapan kamu bisa ikut ke rumah ku?",

"Sebaiknya malam hari saja mas",

"Saat sosok itu sedang keluar",

Samuel berhasil menemukan sosok manusia yang tepat yang bisa membantunya.

Dari gaya bicaranya orang yang bernama Sabdo ini sangat serius.

Tidak ada indikasi atau unsur penipuan dan mengada-ada.

Sabdo bersedia menolong warga perumahan asri melawan kuyang gentayangan yang semakin meresahkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!