NovelToon NovelToon
Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Mahardika yang harus menanggung penyakit kusta selama 3 tahun, setelah berobat di berbagai macam caranya, dari obat alternatif, hingga rumah sakit besar, tapi penyakitnya tak kunjung sembuh.

Hingga akhirnya, uang tabungan habis untuk berobat dan hanya tinggal sebidang tanah dan sebuah rumah yang tersisa. Dan itu tidak mungkin ia jual karena hanya itu satu-satunya peninggalan untuk anak dan istrinya.

Hingga akhirnya ia bermimpi ada seorang kakek datang dan memintanya untuk datang ke gunung Merapi jika ia mau sembuh.

Mahardika pun meminta izin dengan istrinya, dan berharap bisa sembuh jika ia berobat dengan kakek tersebut.

Hari berganti bulan, hingga akhirnya dia tahun berlalu. Kini Mahardika sudah sembuh total dan sehat kembali dan mendapatkan wasiat menjadi tabib.

Tapi saat ia pulang, alangkah terkejutnya dia. Karena rumah dan tanah itu sudah terjual, dan lebih sakitnya, anaknya ternyata di titipkan ke panti, sementara istrinya sudah menikah lagi.

Akhirnya ia membangun keh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Setelah kembali dari balai desa, Mahardika melanjutkan kegiatannya mengolah tanah di pekarangan samping rumah.

Dengan cermat ia menyebarkan benih-benih itu ke dalam lubang tanah yang sudah dibasahi.

Tak terasa waktu berlalu cepat hingga sore hari tiba.

Warna jingga senja mulai menghiasi langit, menandakan hari akan segera berganti malam.

"Semoga besok benihnya sudah tumbuh," kata Mahardika penuh harap.

"Kalau tumbuh, kita siram ya, Pa," kata Amel dengan ceria dari tepi bedengan.

"Iya dong, Amel mau bantu Papa?" tanya Mahardika tersenyum lembut menatap wajah mungil putrinya.

"Mau dong, biar tanamannya tumbuh subur!" kata Amel sambil melompat ceria dengan kedua tangan terangkat ke atas.

Mahardika tertawa renyah melihat tingkah menggemaskan sang putri.

"Anak pintar," puji Mahardika lembut seraya berjongkok merengkuh tubuh kecil Amel.

"Ayo kita pergi mandi, habis itu kita pergi keluar untuk cari makan malam," ucap Mahardika mencubit pipi mungil Amel.

"Asikkk!" seru Amel kegirangan, matanya berbinar-binar.

Mereka pun segera masuk ke dalam rumah untuk membersihkan diri dan bersiap-siap jalan keluar menikmati suasana malam bersama.

Mahardika mengandeng jemari mungil Amel, berjalan menyusuri trotoar kota yang mulai dipenuhi gemerlap lampu malam.

Sepanjang jalan, terdengar suara tawa riang Amel. Anak kecil itu bercerita tentang banyak hal polos yang membuat Mahardika tak henti-hentinya tersenyum dan tertawa.

Rasa bahagia yang sederhana ini adalah sesuatu yang sangat dirindukan Mahardika selama bertahun-tahun.

Mereka akhirnya berhenti di depan sebuah warung sate kaki lima di pinggir jalan utama.

"Wajah Amel sampai ketahuan lapar banget ya?" goda Mahardika sambil melirik putrinya yang matanya berbinar menatap asap panggangan sate.

"Paaaa... wangi banget satenya! Amel mau sate ayam, Pa!" bisik Amel sambil memegang perut kecilnya.

"Boleh, Sayang. Ayo kita duduk di dalam," jawab Mahardika lembut.

Mahardika menuntun Amel menuju kursi meja kayu.

Seorang penjual sate paruh baya yang sibuk mengipas panggangan menyapa mereka dengan ramah.

"Sate ayamnya dua porsi, Mas? Pakai lontong atau nasi?" tanya penjual itu ceria.

"Dua porsi sate ayam pakai lontong ya, Pak. Bumbu kacangnya dibanyakin," sahut Mahardika tersenyum.

"Siap, Mas! Tunggu sebentar ya!"

Sambil menunggu pesanan datang, Amel mengayun-ayunkan kakinya yang menggantung di bangku kayu.

"Papa, dulu sewaktu Amel masih kecil banget, Papa pernah ajak Amel makan sate seperti ini juga kan?" tanyanya mencoba mengingat masa lalu.

Mahardika tertegun sejenak. Ingatan masa lalu membua ia teringat. "Amel masih ingat?"

"Ingat dong! Papa yang suapin Amel pakai lontong kecil-kecil," angguk Amel penuh semangat. "Terus waktu itu Mama..."

Kalimat Amel terhenti seketika. Wajah mendadak berubah saat mengingat sosok ibunya.

Melihat perubahan raut wajah sang putri, Mahardika langsung mengusap tangan mungil Amel dengan penuh kehangatan.

"Amel... yang penting sekarang ada Papa di sini. Papa janji, setiap kali Amel mau makan sate atau jalan-jalan, Papa bakal selalu ada buat Amel," janji Mahardika penuh ketulusan.

"Iya, Pa! Amel cuma butuh Papa kok!" kata Amel menatap mata ayahnya yang penuh kasih sayang.

Perlahan, ia tersenyum kembali.

Tak lama kemudian, dua piring sate ayam hangat lengkap dengan lontong dan siraman bumbu kacang yang melimpah dihidangkan di meja mereka.

Brakkk! Ckrrrsh!

Tiba-tiba suara benturan amat keras.

Sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam hilang kendali dan langsung menghantam bagian depan gerobak sate kaki lima tempat Mahardika dan Amel makan.

1
Wega Luna
kok bisa kecolongan sih ,
Wega Luna
malu GK tuh malu dong🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
yang bener namanya Lena,Rina atau Ningsih Thor?
less22: Ningsih🤣🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ga pp miskin penyakit yg penting kan sehat masih hidup 🤪🤪
less22: kwkwk betul tuh🤣
total 1 replies
Wega Luna
bales gini dik"setidaknya tidak seperti mantan istriku yg rela membuang darah dagingnya sendiri demi menjadi simpanan pria pebinor seperti mu",,bales ka bales jgn lupa sindir tentang tanah ,atau perlu sindir"jangan jangan penyakit ku ini ulahmu yh Ningsih"
less22: nah iya🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
tak sabar nunggu dika tlp baakoro
less22: kwkwkw iya tuh🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ayo semangat Thor lagi seru ini 👍
less22: hahah, besok lagi🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bagus thorr rupa x baskoro orang baik berati ada yg jahat pake nama x untung curang jg ttg tanah panti t4 amel dulu
Wega Luna
Baskoro itu suami kedua nya si Ningsih?
less22: bukan, tapi pemilik perusahaan besar. tapi Siska bekerja sama dengan baskoro, Ningsih dan suami barunya
total 1 replies
Wega Luna
jangan jangan yg membuat dia sakit dan meracuni panti yh Siska dan Ningsih serta keluarga barunya
less22: aamiin, ada buku baru lagi nih, mampir ya kak🥰
total 9 replies
Sarah
makin seru ceritanya
less22: wah Terima kasih, 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 love you sekenlbon karet e orang
total 3 replies
Icha Arlita
ayo Mahardika di tolong biar tetangga kmu pada tau gimana hebat ny kamu sekarang👍
less22: asekkkk
total 1 replies
less22
okehh
Icha Arlita
ayo lanjut Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
TUAN AMIR
sambung lagi thor
Icha Arlita
seru pokok nya
less22: wahhh Terima kasih
total 1 replies
Icha Arlita
ayo sat set 🤭
Icha Arlita
lagi Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
Icha Arlita
zahen vino letisya itu sapa Thor kok jadi bingung sih 🤦
less22: aduuu, salah pula tadi🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
awal cerita yg bagus 👍👍 rajin2 up ya thorr 💪💪
less22: hahah siappp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!