NovelToon NovelToon
Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Rumah Tangga
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Raisa Adiratna akhirnya menyerah akan pernikahannya, karena selalu mendapatkan KDRT dari sang suami---Dion Raharja. Dion seorang Pengacara kondang terkenal, di jodohkan atas desakan orangtuanya. Ada satu alasan kuat kenapa Dion membenci istrinya, sampai Dion mengancam jika sampai Raisa hamil maka tak segan Dion akan mengaborsi kandungan itu. Raisa yang mendengar itu ketakutan, wanita yang sudah menjadi yatim piatu itu terpaksa meminta cerai dari Dion karena dirinya hanya memiliki anak di kandungannya, tanpa di ketahui oleh Dion jika Raisa sedang hamil muda. Setelah bertahan di bawah hinaan Dion dan teman-temannya termasuk gundik suaminya---Chelsea. Chelsea seorang wanita yang bekerja sebagai LC di sebuah club. Setelah berhasil menceraikan Raisa, Pria itu menikahi gundiknya. Namun Karma dibayar konstan Dion mengalami kecelakaan yang membuatnya mandul hingga Chelsea meninggalkannya. Dion berusaha mencari mantan istrinya demi mendapatkan maaf, lalu apakah Dion sadar sudah punya anak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Sore dengan cahaya keemasan menyelinap masuk melalui jendela besar kamar rawat inap VVIP, di sana ada seorang wanita yang tengah menemani mertuanya.

Suasana ruangan itu hening, hanya di temani suara monitor yang terdengar dari alat detak medis.

Raisa mengenakan gaun biru pastel lengan pendek sampai lutut, rambut yang di ikat setengah dengan sisa gerainya jatuh menutupi bahunya.

Raisa tengah duduk di samping ranjang mertuanya, yang sedang koma---semakin hari keadaannya semakin memburuk.

"Ya allah kenapa engkau berikan penyakit ini pada mertua hamba, tolong sembuhkan beliau ya allah. Hamba tak punya siapapun lagi selain beliau," ucap Raisa sambil menggenggam tangan mertuanya.

Raisa saat ini tak bisa berbuat apapun, teringat bagaimana mertuanya membelanya saat putranya mau memukulnya.

Sungguh Raisa sangat menghormati Nyonya Raharja selayaknya ibu kandung yang sudah melahirkannya.

Tiba-tiba Raisa tersentak kaget, di atas nakas yang terletak samping brankar ponselnya bergetar.

Di benda pipih itu tertera nama 'Dion' disana, genggaman tangan Raisa seketika terlepas.

Namun, sang mertua sadar akan hal itu---tangannya masih tergenggam seolah tak ingin menantunya terkena masalah.

Apalagi terkena amarah dari putranya---Dion.

"Mas Dion...," ucapnya dengan tangan masih tergenggam oleh mertuanya.

Wajah Raisa yang tadi sayu kini menjadi pucat.

"Hallo, Mas ada apa?" tanya Raisa.

"Pulang sekarang," perintah Dion dengan nada dingin.

"Tapi Mas, mama gimana? mama nggak ada yang jagain?" tanya Raisa dengan kening berkerut.

"Nanti saya akan suruh Bi Lis kesana, kamu pulang nanti ama Mang Marsudi," ujarnya.

"Tapi Mas---" ucapan Raisa di potong cepat oleh Dion.

"Saya nggak mau denger alasan apapun, pokoknya Bi Lis kesana kamu pulang ama Mang Marsudi! Jika saya telepon Bi Lis kamu masih belum pulang! Saya akan kesana!" kata Dion.

Raisa yang mendengar itu, wajahnya pucat dan jantungnya berdegup kencang---kenapa saat suaminya menginginkan pulang sangat ketakutan seolah dirinya akan di jadikan tumbal.

"Tahu akibatnya kalo saya udah kesana!" ancamnya.

"I-iya Mas," jawabnya.

Raisa diam terpaku, tangannya menggenggam ponselnya dengan gemetar hebat.

Matanya berkaca-kaca menatap mata mertuanya dengan tatapan rasa bersalah.

"Mah...maafin Raisa...Mas Dion nyuruh Raisa pulang," bisik Raisa, dengan pelan-pelan melepaskan genggaman tangannya.

Raisa tahu situasi, jika ancaman Dion bukan sesuatu yang bisa di abaikan.

Wanita ini hanya bisa memejamkan matanya, dirinya tak bisa berbuat banyak menunggu Bi Lis kesini---lalu pulang.

Area kewanitaannya masih sakit karena aktivitas semalam, apa sang suami menginginkan seperti semalam.

Setelah Bi Lis datang dengan langkah dipaksakan, Raisa meninggalkan ruangan itu menuju parkiran---disana sang supir pribadi sudah menunggunya.

Malam yang telah tiba.

Malam telah tiba, dengan mobil yang membawa Raisa---waktu menunjukkan pukul 8 malam.

Raisa sampai pukul 8 malam karena tadi sangat macet, apalagi di jam pulang kerja.

Di ruang tamu Dion duduk dengan menggenggam gelas wine, dengan wajah gusar menunggu istrinya pulang.

Di ruang tamu.

Dion mengenakan kaos polo warna navy dan celana panjang warna senada, baru saja Raisa masuk rumah---dirinya melihat sang suami duduk dengan menatapnya.

Tangannya tampak memutar-mutar gelas wine.

Dion langsung berdiri berjalan mendekat, lalu menatapnya seolah menunjukkan raut wajah yang tak suka.

"Mas...," ucap Raisa dengan lirih.

"Kenapa lama?!" bentaknya, saat mendekati sang istri.

"Tadi aku ke jebak macet, kalo nggak percaya coba tanya Mang Marsudi," jawabnya dengan gemetar.

Dion diam memperhatikan dari kaki sampai kepala, tubuh Raisa sangat menggoda---semalam adalah malam yang liar baginya.

Dirinya puas menyiksa Raisa dengan alat-alat permainan ranjang miliknya, Dion amat menikmati setiap adegan Raisa tersiksa, bagai ada kepuasan pribadi.

"Mas...kamu lapar? tadi udah makan belum?" tanya Raisa menatap suaminya.

"Saya lapar, mau makan kamu!" ucapnya tegas.

Tangan Dion menarik tangan Raisa mendekat, lalu tanpa sepatah katapun Dion tak berbicara lagi.

Pria itu langsung membungkuk dan membopong tubuh Raisa di pundaknknya.

"Mas!" teriak Raisa.

Dion menggendong tubuh istrinya selayaknya seonggok karung beras, wajah Raisa kini hanya menatap lantai marmer dengan pasrah.

Percuma dirinya memberontak, seperti sebelumnya memukul punggung Dion----hasilnya juga percuma.

"Pasti mau melakukan seperti semalam," ucap Raisa memejamkan matanya.

Rasanya sudah lelah, dari pagi dirinya menyiapkan kebutuhan suaminya sampai ke rumah sakit untuk mengurus mertuanya.

Dion melangkah menuju tangga, tangannya sesekali memukul bokong istrinya.

"Mas...akh," rintih Raisa, saat tangan Dion memukul bagian belakangnya.

"Akh... Mas," ucap Raisa.

"Apa Dokter Hassan melakukan ini sama kamu, hah?" tanya Dion terus melakukan kegiatan itu berulang kali.

"Mas...aku ama Dokter Hassan cuman---Akh!! Mas sakit!" teriak Raisa.

Di bawah lampu gantung kristal yang mewah berjalan menuju kamar, seolah martabat Raisa sebagai seorang istri di injak-injak.

Di dalam kamar.

Tubuh Raisa di banting ke atas kasur, seketika wanita itu mundur di atas kasur.

Sementara di nakas, Dion sudah menyiapkan alat-alat untuk menghukum istrinya.

"Mas...aku," ucapan itu terhenti, tatkala Dion menggunakan alat pada kaki Raisa dan mengikat tangannya di sisi ranjang.

"Aku mau mandi dulu," ucap Raisa.

Dion menggunakan sebuah alat, untuk mengikat kedua tungkai Raisa agar melebar.

Dan di ikat ke sisi bawah tiang ranjang.

"Mas...," ujarnya.

Dion melepas paksa gaun warna biru muda itu dengan merobeknya paksa, dan mengatakan jika akan membelikan gaun baru untuknya.

"Rai..." ucap Dion dengan susah payah menelan salivanya.

Tubuh Raisa menyisakan underwear berwarna biru muda, mata Dion langsung menatapnya penuh gairah.

Namun, pikirannya masih fokus---untuk menikmati siksaan yang membuat Raisa tersakiti.

Dion mengenakan alat pecut, untuk memecut salah satu pilar milik istrinya.

Push!!

"Akhhh," jerit Raisa menggenggam kedua tangannya, yang terikat di kedua sisi ranjang.

Push!!

"Akhhh," jerit Raisa lagi menggenggam kedua tangannya saat pecutan itu mengenai perutnya, yang terikat di kedua sisi ranjang.

Raisa memejamkan matanya, saat sang suami tengah menjalankan permainan---sebuah permainan ranjang yang di ciptakan untuk menyiksanya.

Setelah puas melakukan itu, Raisa di lepaskan dan di persilahkan membersihkan diri---namun dengan syarat---Raisa harus mengenakan lingerie yang di berikannya.

Raisa langsung berlari masuk kamar mandi.

Malam yang larut membuat Raisa di bawah guyuran shower meratapi nasibnya, sebuah nasib yang harus diterima karena karma.

*

*

*

*

1
Ma Em
Puuaas , itu pilihanmu Dion wanita yg kamu cinta tapi emang dasar pelacur walaupun sdh diangkat dari lumpur yg hina tetap saja TDK berubah .
Putri Sabina: Emang modenya begitu kak🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Namanya psk ya begitu, diminta seperti Raisa ya tidak bisa instan.Mungkin tidak bisa.Itu pilihan kamu ,tujuan kamu membuat Raisa menderita dan hancur,namun malah sebaliknya Raisa jadi bersinar sedangkan hidupmu seperti sampah karena rumah kamu dijadikan pesta barang haram istrimu
Putri Sabina: Bukan PSK kak tapi LC.
total 1 replies
sunaryati jarum
Selamat usahamu telah berjalan sesuai harapan kamu Raisa, bahkan sudah balik modal diakali lipat.Jika pesanan banyak sebaiknya cari pekerja jait dan ngepak paket yang dipesan online
Putri Sabina: rejeki orang terzalimi🤭 tinggal tunggu karma Dion dan Chelsea
total 1 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
bini model lont3 dipelihara👻👻🤣🤣
Putri Sabina: Pilihan hidupnya dia🤣🤣🤣LC lagian di cinta yang endingnya luka🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Rumah jadi tempat maksiat , penghuninya bisa sial.Kebiasaan di klub malam di bawa ke rumah, jadi jauh dari berkah.
Putri Sabina: ini baru awal🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Ternyata bayi Raisa menyiksa ayahnya yang telah kejam pada mamanya.Sedangkan mamanya nyaman membawanya dan dapat bekerja,sungguh adil Authoor.
Sukses selalu Raisa,semoga baby membawa hoky setiap langkah usamu
Putri Sabina: Ini baru awal karma Dion, dan nanti akan lebih kejam lagi, tunggu karmanya😄
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah , sebetulnya kamu itu cinta namun tertutup kebencian kamu.Bulan madu? Sebelum jadi istri setiap sudah ngangkang dan berbagi peluh ,Masih bulan madu.🤣🤣🤣
Putri Sabina: Malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
awas jadinya obsesi.. kau MANUSIA LAKNATULLAH
Putri Sabina: malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
buang aja itu bayi nanti si dion malah ngejar ngejar lagi
Putri Sabina: tunggu karmanya kak, nanti ada kok karmanya😄
total 5 replies
Jamayah Tambi
Macam Ragat wanita Syri yg dinikahi arwah menteri besar di negeri ku.Alih2 bila suaminya meninggal habis harta ditukar atas namanya.
sunaryati jarum
Berani melanggar wasiat dari ibumu Dion, kesialan hidup yang akan kau dapat.Alhamdulillah kandungan Raisa sehat.Somoga kesehatan dan kemurahan rezeki yang berlimpah untukmu Raisa.
Putri Sabina: biarin aja nanti kena karma instan
total 1 replies
Jamayah Tambi
Pakai la yg sopan Raisa.Seluar pendek.Tak ada ke seluar panjang.
Jamayah Tambi
Ambik la pembantu.Bayar hari ke.Ni kerja semua nak buat sendiri
Jamayah Tambi
Rumah sebesar itu duduk sorang Raisa.Kau cari bibik buat teman.
Jamayah Tambi
Kenapa wartawan tak serbu Dion yg ada simpanan semasa sidang tu.Hancurkan reputasi Dion sebagai pengacara kondang.Natizen pasti penci pada pelakor seperti Chelssa.Dah la LC sama mcm pelacur.
Di tempat kita kalau menghadiri persidangan nikah cerai di pejabat agama pakaian mesti sopan menutup aurat,bertudung .Ah lain negara lain peraturannya.
Putri Sabina: iya kak di Malaysia mungkin lebih condong ke hukum syariat, kalo Indonesia kan lebih bebas ada 6 agama. Jadi beda peraturan, meski di Malaysia ada agama lain tahu kok mayoritas islam😄
total 1 replies
Jamayah Tambi
Semoga Dion kena HIV kerana main dgn pelacur
Putri Sabina: bukan cuman HIV tapi karmanya lebih pedih tunggu aja yaa
total 1 replies
Jamayah Tambi
Perempuan ni keja nak nanges jer.Patutnya kau bahagia kerana Dion menceraikan mu.Bebad,tidak di seksa.Harga diri mu tidak di injsk2 lagi.Kau bebas perempuan.Jadi orang kena tegas.Apa lagi jadi janda.
Jamayah Tambi
Baju macam emak2 je Raisa
Jamayah Tambi
Kan dah mendapat Dion Bijak tp bodo.Pelacur tu perasan kamu mencintainya.Sepatutnya kamu tak memberinya rumah.Cukupnjumpa dan guna di cukup saja.
Jamayah Tambi
Betapa sakit hati seorang dibilang sundal oleh suaminya.Dion kau pendosa,zina,mengainaya isteribdgn perbuatan dan mulut longkangmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!