NovelToon NovelToon
Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak

"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.

kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 PROFISONAL

"Kamu lebih memilih anak itu, brayen kan? Apa rencana kamu? hm? mau menjodohkan lagi dengan teman dekat mu itu? Williams? silahkan saja. kalau persoalan bisnis. aku tidak larang, tapi saya minta sisa warisan berikan pada Beni. Jelas". Minta Maharani mengancam tegas

   Brayen yang mendengarkan sontak terkejut, di balik tujuan perjodohan itu ternyata masalah bisnis. Brayen pun berlahan melangkah mundur bersembunyi di balik tembok dengan ekpresi datar. Tidak lama Beni dan Nenek Maharani keluar dari ruangan UGD

"Seharusnya kamu tidak ada hubungan lagi dengan wanita itu. kenapa masih saja berpacaran. ini lah akibatnya. pilih, nikahin atau nanti akan mencoreng nama baik kita kalau tahu wanita yang kamu pacarin mengandung anak dari kamu". Ucap Maharani tegas

   Brayen makin shock mendengar fakta sebenarnya, ia mulai curiga tentang adiknya Dion teman kerjanya di Cafe. Beni hanya mengangguk kepala pada neneknya, kemudian mereka melangkah jalan bersama meninggalkan ruangan UGD. Melihat mereka pergi, brayen pun melangkah memasuki ruangan UGD

   Melihat sang ayah terbaring membuat brayen sedih. Arga menoleh melihat kedatangan brayen

"Ayah tahu... kamu menguping". Ucap Arga

   Sontak brayen terkejut

" Ayah, aku... ".

" Kemari lah. ". Minta Arga

   Brayen pun melangkah mendekat

" Ayah tahu. kamu merasa bersalah dan merasa kesalahan pada diri kamu sendiri. Jangan berfikir seperti itu. kamu tidak salah. ayah lah yang harus di salah kan. Beni... kakak kamu sudah menghamili anak orang, itu lah kenapa ayah serang jantung karena kaget harus mendengar fakta yang menyakitkan buat ayah. Ayah menjodohkan kamu sama Elina, bukan soal bisnis. tapi soal kamu.. agar memiliki masa depan yang jelas. Elina perempuan baik brayen... prilakukan lah baik padanya jangan melakukan hal yang tidak nyaman untuk nya jadi laki-laki sejati, jangan mengcewakannya, sesungguhnya perempuan tempat hati yang lemah ". Ujar Arga mengingat kan putranya.

" Iya ayah... aku janj'i akan menjaganya ". Ungkap brayen

     Dari sejak itu kini brayen bersikap berbeda tidak seperti dulu, ia lebih ke tenang dan lembut, semenjak tahu fakta kenyataan bahwa kakaknya memiliki hubungan gelap di luar nikah, entah apa yang akan terjadi nanti. Brayen memiliki perasaan yang tidak enak hati

   Dari tadi brayen hanya terdiam melamun masih duduk di kursi depan meja, ia tidak sadar bahwa sang istrinya duduk berhadapan memperhatikan dirinya.

   Elina memperhatikan sang suami dengan seksama, Ia menghela nafas bingung melihat keadaan brayen melamun.

   Malam semakin larut terlihat brayen terbaring di tempat tidur dengan posisi miring meringkuk dengan mata yang masih terbuka sambil melamun. Elina datang naik ke atas kasur membaringkan tubuhnya tarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Ia menoleh kesamping melihat keadaan brayen meringkuk membelakangi dirinya, dari pagi hingga malam ini masih terdiam melamun, entah apa yang dia pikirkan saat ini. Elina hanya berharap besok pagi ada perubahan tidak seperti ini. rasanya Elina tidak sanggup harus melihat seperti ini terus.

*******

*******

*******

    Seperti biasa brayen bersiap untuk berangkat kerja ia sudah memakai pakaian seragam Baju Cafenya, sudah terlihat rapi ia melangkah jalan keluar kamar, melihat di atas meja sudah disiapkan sarapan, brayen tersenyum tipis, berlahan melangkah mendekat, di dekat piring di atas meja ada sebuah kertas kecil seperti ada tulisan, brayen mengambil kertas tersebut dan membaca

"Selamat pagi... pria aneh... jangan lupa sarapan, ok."

    Brayen langsung tersenyum senang melihat dan membaca tulisan perempuan jutek ini, brayen meletakkan kembali kertas di atas meja, duduk di kursi untuk sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh sang istri.

    Kemudian tidak lama setelah selesai sarapan pagi, kini brayen melangkah jalan memasuki Cafe untuk memulai berkerja bersama mereka.

"Pagi semua" Sapa brayen pada mereka semua yang sedang merapikan meja

"Pagiii". Seruan mereka menjawab dengan senyum ramah

Di kantor

    Elina kepikiran tentang suaminya, ia merasa khawatir, apa lagi akhir-akhir ini sering melamun tidak jelas. ingin menelepon gimana kabarnya tapi tengsin ia rasa untuk apa mencari tahu kabarnya. ia menurunkan niatnya, berubah pikiran.

Tok

Tok

Tok

    saat memikirkan suaminya seketika Elina tersadar seseorang mengetok pintu

"Ia masuk". Minta Elina

     Ternyata Sanfani melangkah menghampiri

" Ada apa? ". Tanya Elina

" Ini... Adik kamu Dara. tidak menyelesaikan berkerjaan soal kelanjutan pembangunan hotel di kota, sampai sekarang belum di bahas lagi. " Ujar Sanfani

"Ihhhh bener -bener iya" Elina sangat kesel hasil kerja adiknya tidak Profisonal ia beranjak melangkah jalan keluar, Sanfani pun mengikuti dari belakang.

   sampai lah Elina di lobby

"Pinjem sepiker". Minta Elina pada karyawanya. Karyawan pun memberikan sepiker

" Tes... tes... tes... kepada Dara saya tunggu di ruang kantor saya minta membawakan hasil kerja tentang pembangunan hotel sekarang juga. sekali lagi kepada Dara saya minta membawakan hasil kerja tentang pembangunan hotel. saya tunggu!! ". Ucap Elina dari sepiker hingga terdengar semua karyawan yang ada di kantor

    Dara yang lagi bermesraan dengan sang pacar langsung kaget dan panik

" Aduh... sayang gimana ini? ". Ucap Dara panik

" Tenang sayang. lagian kenapa sih kakak kamu harus pakai sepiker segala jadi malu... merasa kamu tidak Profisonal dalam berkerja, apa dia sengaja? ". Ucap kelvin mempengaruhi Dara

   Dara terdiam agak bener nya juga kenapa harus pake Sepiker

" Kamu bener sayang... iihhhhiihhh punya kakak keterlaluan, awas saja". Ucap Dara kesel

"Sayang... harus di balas setelah apa yang dia lakukan padamu". Minta Kelvin

" Hm! ". Dara terdiam berfikir keras

    Kemudian Dara datang meletakkan berkasnya di atas meja depan Kakaknya dengan kasar

" Bisa tidak, tidak usah pakai sepiker sengaja iya.. biar semua orang tahu... hah... atau biar ayah tahu... kalau aku kerja tidak benar... punya kakak keterlaluan banget deh...." Ujar Dara kesel

"Kalau kau sadar itu, kenapa protes, ini ada yang harus di kejar... sedangkan kamu malah asik-asikkan pacaran kamu tuh sadar diri, disini Harus bertanggung jawab dan Profisonal dalam kerja, paham!! ". ucap Elina sambil pegang berkas yang di berikan Dara menujuk - nujuk tegas dengan menegurnya

" Tapi tidak harus semua orang dengar juga".

"Ini tugas kamu, Dara. kenapa baru sekarang selesainya?. seharusnya ini selesai dua hari yang lalu"

"maaf lupa" Ucap Dara tidak merasa bersalah

"Hah? lupa... bagaimana bisa kamu lupa hah? ". Jawab Elina tidak percaya

" Namanya juga lupa ya.. lupa kak.... jangan desak aku deh..." Rengek Dara merasa kesel di tegur oleh kakaknya sendiri.

"Dengar ya... jangan di ulangi lagi... kalau sampai kakak memberikan tugas lagi sama kamu. dan kamu tidak menyelesaikan berkerjaan kakak akan bicara sama ayah" Ujar Elina

"Loh... kak!! kenapa dikit-dikit mengadu sama ayah. Gitu saja di repotin".

" Hah? repotin, kamu tahu tidak berkas ini sangat penting bagi bisnis kita. kalau kamu tidak mau ribet tidak usah belaga ingin mengurus perusahaan! ". Ucap Elina tegas

" Iiihihhh iya iya, aku tidak akan kayak gitu lagi... salah lagi deh.... aku" Ucap Dara kesel mengerutkan wajah murung.

"Ya sudah sana... pergi". Minta Elina

    Dara pun melangkah jalan keluar ruang kantor dengan cemberut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!