*THE HEIR'S MISTAKE*
*Kesalahan Sang Pewaris*
Mereka tidak pernah ditakdirkan untuk saling mencintai.
Dia adalah pewaris keluarga terpandang. Dingin, arogan, dan punya reputasi buruk.
Pertunangan yang diatur kedua orang tuanya adalah mimpi buruknya.
Dia adalah gadis baik-baik, putri dari sahabat orang tuanya.
Sama-sama benci perjodohan ini. Sama-sama ingin bebas.
Sampai satu malam menghancurkan segalanya.
Alkohol. Amarah. Dan satu kesalahan besar.
Dia hamil. Tanpa pernikahan. Tanpa cinta.
Penuh benci dan malu, dia memilih pergi.
Menghilang selama 5 tahun. Membesarkan anak itu sendirian.
Bersumpah tidak akan pernah kembali.
Kini dia kembali. Lebih kuat. Lebih dingin.
Menggandeng tangan putra yang wajahnya mirip sekali dengan sang pewaris.
Dia tidak butuh istri.
Tapi dia akan melakukan apa saja demi anaknya...
Bahkan jika itu berarti berlutut di hadapan wanita yang bersumpah akan membencinya selamanya.
_Beberapa kesalahan tidak bisa dihapus.
Kau harus menikahinya._
---
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tujuh Belas
# Tujuh Belas
Otaknya mulai berpikir, apa tidak apa-apa ia menerima tawaran pernikahan ini. Bila semula ia yang mengajukan rencana pernikahan palsu demi mamanya Leon, kini pria itu justru mengajaknya menikah dengan batas kontrak satu tahun.
Ingin memikirkannya lagi, namun ketika seorang perawat berlari ke kamar Mama Leon dengan sangat buru-buru. Leon dan dirinya lantas mengikuti perawat tersebut.
“Ada apa dengan Mama saya?”
“Sebaiknya kalian tunggu di luar!” ucap perawat ketika dokter menyusul dari belakang.
Lima belas menit kemudian, dokter keluar dan menghampiri Leon.
“Tekanan darahnya kembali naik, kami akan terus memantau perkembangannya.”
Leon kembali lesu, ia heran mengapa Mamanya tiba-tiba kondisinya memburuk. Sambil menatap Hanum, Leon mengatakan sesuatu.
“Bisakah kita menikah besok?”
Seperti bisa membaca situasi, Hanum wanita yang paling membenci Leon tersebut mengangguk pelan. Seakan memberi persetujuan atas tawaran yang Leon berikan. Demi Tante Yesy, Hanum pun menerima Leon menjadi pendampingnya. Ingat, satu tahun!
Hari itu, kondisi Mama tak kunjung membaik. Tekanan darahnya masih belum stabil, ditambah lagi lambung Mama bermasalah. Segala pemeriksaan sudah dilakukan, Leon hanya bisa menunggu sambil berdoa agar Mamanya segera pulih dari sakitnya.
Siang hari, Leon sudah mengundang Pak penghulu dan beberapa saksi. Rencananya, mereka berdua akan menikah di rumah sakit. Di depan Mama yang masih terbaring di ranjang rumah sakit.
Acara pernikahan itu berlangsung secara sederhana, tak ada perayaan atau pesta. Leon dan Hanum hanya ingin menunjukkan pada Mama Leon bahwa mereka akhirnya menikah.
Sean sendiri yang tak mengerti apa-apa ikut senang, karena Leon bilang padanya bahwa mereka akan tinggal bersama-sama. Gadis itu memang suka bila bisa tinggal dengan Papa dan Mamanya.
Di atas ranjang, Mama menyaksikan prosesi pernikahan putranya. Masih dengan banyak selang yang menempel pada tubuhnya. Sudut mata Mama berair, bulir bening itu mengalir tak kala mendengar putranya mengucapkan janji suci pernikahan di depannya.
Ketika kata sah menggema di ruangan VIP tersebut, suasana menjadi haru. Beberapa perawat yang menyaksikan pun ikut tersentuh.
“Ma, Mama cepat sembuh ya. Leon kini sudah menikah dengan wanita pilihan Mama.” Leon mengecup punggung tangan wanita yang telah melahirkan dirinya itu. Matanya juga ikut mengembun tak kala melihat mata Mamanya sudah basah karena air mata.
Mama yang belum bisa bicara denga lancar, hanya mengedipkan mata. Jauh di lubuk hatinya ia merasa lega karena akhirnya putranya menikah juga.
Malam harinya, setelah melihat pernikahan Leon dan Hanum kondisi Mama semakin membaik. Bahkan untuk bernapas ia tak butuh lagi alat bantu.
Mama justru meminta Leon dan menantu barunya untuk pulang saja ke rumah mereka. Mama sudah baikan, kiranya itu pesan Mama pada Leon.
“Ngak, Ma. Leon malam ini akan tidur di sini.”
Mama menggeleng, ia bersikeras Leon membawa istri dan anaknya untuk pulang dan tidur di rumah. Karena Mama terus memaksa, maka mau tak mau Leon pun pulang. Mereka pulang ke rumah Leon sendiri.
Sampai di sebuah rumah berlantai tiga, karena suasana yang gelap. Maka kemegahan rumah itu tak nampak. Hanya bayang gelap yang menjulang tinggi yang terlihat.
“Masuklah!”
Sambil menggendong Sean, Leon memencet bel rumahnya. Menanti asisten rumah tangga membuka pintu untuk mereka.
Cekrek
Bik Ijah membuka pintu rumah lebar-lebar untuk Tuan rumahnya. Hanum nampak ragu-ragu saat akan melangka masuk ke dalam. Kalau bukan karena tangan Leon yang menuntunnya masuk, mungkin Hanum masih gamang dan canggung.
Ketika mereka sudah masuk, di situ Leon dan Hanum pun mulai bingung. Malam ini akan tidur di mana. Takut bila semua orang curiga, Leon pun berbisik.
Pria itu mendekatkan wajahnya untuk berbisik di telinga Hanum, “Sementara ini tidur di kamarku, aku tidak ingin ada yang curiga. Belum lagi bik Ijah, Mama nanti pasti mengintrogasi mata-matanya tersebut.”
Hanum menelan ludah dengan kasar, mengapa ia mendadak menjadi merinding. Wanita itu bergidik ngeri karena harus satu kamar dengan Leon. Untunglah ada Sean, jadi ia tak merasa cukup canggung.
Leon pertama kali yang masuk kamar, diikuti Hanum yang mengekori dari belakang. Setelah membaringkan Sean di tengah ranjang, pria itu menuju kamar mandi.
“Aku akan mandi dulu.”
‘Untuk apa dia bilang mau mandi padaku?’ gumam Hanum yang makin merasa canggung. Meskipun mereka sudah sah sebagai sepasang suami istri, tetap saja. Hanum merasa tak nyaman dan tak aman, sekelebat masa lalunya menggelayut dalam benaknya. Malam itu, malam paling kelam dalam hidupnya.
Tidak ingin terpuruk dalam kenangan yang buruk, Hanum mengibaskan kepalanya berkali-kali. Mencoba mengusir segala pemikiran buruk yang menghampiri.
Kini ia alihkan perhatian, lewat memandang Sean yang tidur pulas. Salah satu alasannya menerima pernikahan ini selain Mama Leon adalah Sean. Anak gadisnya itu terlanjur dekat dengan Leon, ikatan itu terjalin begitu saja.
Mungkin itulah yang membuat Hanum mau tinggal dengan Leon, sayang leon pada Sean membuat Hanum ingin mencoba memberi kesempatan pada pria tersebut.
Beberapa saat kemudian, Leon muncul dengan hanya mengenakan selembar handuk yang melilit di pinggang. Dengan rambut yang masih basah pula, ketika meliriknya. Hampir saja Hanum terkesima, wangi shampo yang dikenakan Leon tanpa permisi menyebar memenuhi ruangan.
Aroma kesegaran itu menambah jantung Hanum berdetak kian cepat. ‘Sadar Hanum!’ wanita itu mencoba membangunkan alam bawah sadarnya yang sepertinya mulai terlena.
“Kamu gak mandi, Hanum?”
“Ah... iya!”
Hanum bangkit dari ranjang, saat berpapasan. Ia bisa menghirup aroma yang memikat dirinya, kalau gak kuat iman mungkin Hanum akan melempar tubuhnya di bagian tubuh berbentuk kotak-kotak itu. Tegap, gagah dan menggoda!
Hanum menggeleng kepalanya, mengusir segala pikiran yang keruh. Sejak kapan ia jadi begini? Hidup sendirian rupanya membuatnya makin sensitive. Melihat Leon barusan hampir saja temboknya jebol.
Di dalam kamar, Hanum mengamati tiap titik di sudut ruangan. Kamar mandinya bahkan lebih besar dari pada kamar tidurnya di perumahan.
Matanya yang lentik tertuju pada sebuah bath up warna putih mengkilat, karena tubuhnya memang kelelahan. Sepertinya akan enak bila berendam air hangat di sana. Maka, Hanum pun mengisi bathtub kosong itu dengan air hangat sampai penuh.
Ia tak akan khawatir Sean bangun, karena ada Leon. Enak juga memiliki teman pendamping, biasanya ia harus mandi cepat-cepat karena tak ada yang menjaga putrinya. Wanita itu pun menikmati me timenya.
Dengan rileks, ia menenggelamkan sekujur tubuhnya di dalam air yang hangat tersebut. Namun, hal tak terduga malah terjadi. Entah karena apa, tiba-tiba keran di samping bath up bocor dan air meluber ke mana-mana. Kaget, Hanum sempat menjerit. Hal itu membuat Leon bergegas masuk ke dalam, jadi kamar mandinya tak memiliki pintu.
Kaget Leon masuk ke dalam kamar mandi, Hanum spontan menutup tubuhnya dengan tangan.
dan Leon sudah tidak di marahin lagidi usir di dorong dan tidak pakai baju ya hanya koloran saja wong kadung nesu ga ngertio ulah calon Leon Junior 👍👍🌹🌹😂😂
Su TREMOSI. hampir meledak kaya gunung Krakatau ,,, memuntahkan lahar koyo wedus gembel 😆 gregeten sama dua orang itu,,,,sudah di panghil sayang ga terima,,,di galak i mewek,,,di belani hanya pakai kolor ijo. ngopo ga pakai kaca mata riben nya Hanum Leon,,,,,biar kocak. ,
coba acak cerita bagaimana awal ketemu nya ,,,tapi lagi senang ketemu pak Su nya beruntung Lo ga di bikin amnesia. sapa sang jawara penulis 😂 baik Lo Jeng Sept
wong di buat jebur berenang lama,,
mempermain kan wanita Ahir sekarang
sedang di uji,, kasian Hanum dan Shian
sabar ya shean ,,,jadi kantor nya siapa yang pegang,,,apa di jarah
anak dan istrinya berpisah dalam keadaan tidak tau mati opa urip,,,😭😭 penuh air mata
namanya juga pELaKoR dan dia juga mau balas dendam menggunakan anak pria lain dodol kuprettt Leon,,,
Leonardo ko ga cerds si sewa dong mata mata,,,masa percaya begitu saja. dan jujur pah agar ada tempat untuk curhat jangan
malah jadi takut,,, justru malah ketauan
bobrok nya cerdas dong Leon. jangan terlbat,,,,ehhh protes sama penulis nya keles 😄😄 ngapa sama Leonardo di ke
pruk i,,😈😈
berat Leon. menjaga hati sang istri dan buah hati,,,
dengan sendirinya lebih baik jujur dan seperti tadi bilang seandainya terjadi sesuatu di masa lalu jangan tinggalkan Ak ya Hanum gitu dan jangan bawa Sean,,,
ya katakan juga mengapa baru bilang ya
karena baru tau dan yang tau justru mama Yesi ,,,
seandainya tau ternyata kebaikan Leon
saat ini ada Nido besar di masa lalu kini,,
tinggal menunggu Bom nya meledak ,,,,
beruntung Hanum tidak keluar dari kerjanya. jadi apabila kelak terjadi percekcokan karena masa lalu sang Suami sebagai pemain wanita ternyata membuahkan anak laki-laki tak berdosa,,,
berarti lebih cerdas Hanum. memang si di tolong Hendra. tetapi tidak pacaran apa
lagi menikah,,,lebih baik hanya hidup berduaan dengan putrinya,,
yang sudah sudah kalau abis bahagia biasanya di bikin sedih sengsara. mudah mudahan kali ini ga ya kasian sudah sama sama menderita 4 th dah cukuplah tinggal meraih kebahagiaan saja,,,,tapi masih ada Anak nya Zura bikin dah dig dug derrrr,,,,
menyesal karena merusak Anak gadis
wanita yang sangat di kenal,,,duh kayanya akan ada perang dunia ke empat 😂👍
semoga Leon benar' benar insyaf ,,,menjadi suami dan Ayah terbaik dan Mama Yesy. menjadi orang tua yang sangat bangga 👍🤲🤲♥️♥️