NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Romansa
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Alexa tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah novel dark romance yang ditulis oleh saudara kandungnya sendiri. Saat membaca bab terakhir, ia menggerutu karena merasa alurnya terlalu kejam dan tokoh utama perempuan diperlakukan tanpa belas kasihan. Namun, ketika tanpa sengaja terjatuh dari tempat tidur, Alexa membuka mata di dunia yang sama persis dengan novel itu. Yang lebih mengejutkan, ia bukan menjadi tokoh sampingan—melainkan Alexa, karakter utama dengan nama yang sama dengannya. Kini ia adalah istri dari Raiden Damon Alteir, seorang mafia paling berkuasa yang namanya ditakuti di seluruh dunia bawah tanah. Di balik wajah tampannya, Raiden dikenal sebagai pria yang dingin, kejam, dan tak mengenal belas kasihan. Setiap kali amarahnya memuncak, kedua matanya berubah menjadi merah, seolah memperlihatkan sisi tergelap yang bahkan para pembunuh bayaran pun takut hadapi. Dalam alur novel, Alexa hanyalah pion yang terus dipermainkan dan dikendalikan oleh sang mafia psikopat. Ia tahu bagaimana kisah itu seharusnya berakhir—tragis. Karena itulah, Alexa bertekad mengubah takdirnya dan keluar dari cerita sebelum semuanya terlambat. Namun, semakin keras ia berusaha melarikan diri, semakin Raiden Damon Alteir menolak melepaskannya. Di dunia yang dipenuhi rahasia, perebutan kekuasaan, dan bahaya di setiap sudut, Alexa harus memilih: mengubah akhir cerita yang sudah ditulis, atau tenggelam dalam takdir kelam yang menantinya bersama sang raja mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mata merah sang iblis

DOR!

Suara tembakan menggelegar dahsyat, memecah keheningan ruang tamu mansion yang megah. Cahaya kilatan dari ujung laras senjata api memantul singkat di dinding marmer, disikuti oleh suara hantaman berat dan cairan merah pekat yang langsung merembes deras membintangi lantai.

Sekitar lima belas menit kemudian.

Derap langkah kaki yang tenang dan teratur terdengar mendekat dari arah lorong ruang bawah tanah. Raiden berjalan masuk ke ruang tamu dengan kemeja putihnya yang sedikit ternoda ceceran darah kering di bagian lengan.

Langkahnya terhenti sejenak ketika iris mata kelamnya menangkap sosok Alexander sang papa yang sedang duduk santai di sofa utama sembari menyesap minumannya. Raiden tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya diam berdiri di ambang ruangan, menatap pria tua itu dengan raut wajah yang sama dingin dan tak berjiwanya. Sikap, aura, dan cara mereka menatap dunia memang sangat mirip—dua iblis dari generasi yang berbeda.

Pandangan Raiden perlahan bergulir ke arah lantai marmer di tengah ruangan. Genangan darah segar yang cukup banyak tampak mengalir pekat, membasahi karpet tebal hingga merembes ke mana-mana.

Namun, Raiden sama sekali tidak peduli. Bagi seorang Raiden Damon Alteir, pemandangan darah di dalam rumahnya adalah hal biasa. Tanpa bertanya atau mengalihkan perhatian, ia kembali melangkah, berniat berjalan melewati genangan darah pekat itu begitu saja untuk menuju kamarnya.

SRET.

Langkah tegap Raiden mendadak terhenti kaku di tengah genangan.

Mata hitamnya yang semula tampak bosan kini memicing tajam. Tepat di pinggiran genangan darah merah yang kental itu, ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Sebuah kilau perak yang sangat jelas memantulkan pendar cahaya lampu gantung, meski sebagian permukaannya telah bernoda darah.

Raiden berlutut perlahan, mengulurkan jemarinya yang panjang untuk memungut benda berdarah itu.

Sebuah kalung liontin perak tipis kini berada di atas telapak tangannya.

Jantung Raiden menyentak pelan. Pria itu tahu betul milik siapa kalung ini.

Ingatannya melayang kembali ke momen tadi pagi di dalam kamarnya—saat tangannya mencengkeram dan meremas tubuh Alexa di atas tempat tidur, jemarinya sempat menepis dan menyentuh liontin kecil ini yang melingkar indah di leher jenjang istrinya.

Udara di dalam ruang tamu mendadak membeku total.

Raiden mengepalkan tangannya rapat-rapat hingga liontin berdarah itu teremas kuat di dalam genggamannya. Pria itu perlahan menegakkan tubuhnya kembali, memutar kepalanya, dan menghujamkan tatapan mata yang teramat tajam, pekat, dan membunuh lurus tepat ke arah sang papa.

Alexander memutar cangkir porselennya dengan gerakan santai, menatap putranya yang berdiri kaku di tengah genangan darah. Senyum miring tanpa beban terukir di bibirnya yang keriput.

"Kau tidak memerlukan istri tak berguna seperti dia, Raiden," ujar Alexander datar, suaranya menggelegar tenang tanpa penyesalan. "Jika kau hanya menganggapnya sebagai mainan pemuas nafsu... aku bisa memberimu seratus, bahkan seribu wanita jauh lebih cantik dan bergairah dari dirinya."

Raiden tidak membalas. Pria itu berdiri bagaikan patung batu, genggaman tangannya pada kalung berdarah milik Alexa makin erat hingga buku-buku jarinya memutih. Keheningan yang menyelimuti tubuh Raiden terasa jauh lebih menakutkan daripada erangan kesakitan di ruang penyiksaan bawah tanah.

Alexander menghembuskan napas pendek, lalu menyandarkan punggungnya kembali. "Aku sudah menyingkirkannya. Nama wanita itu sudah bersih dari silsilah keluarga kita."

DEG.

Tepat saat kalimat itu meluncur dari mulut sang papa, aura di dalam ruangan mendadak runtuh.

Perlahan, Raiden mendongakkan kepalanya. Rahangnya mengetat keras hingga urat-urat di lehernya menegang tajam. Dan tepat saat iris mata kelamnya kembali menatap Alexander, perubahan yang teramat berbahaya terjadi.

Mata hitam Raiden... perlahan berubah warna menjadi merah darah yang sangat pekat dan menyala.

Bukan sekadar guratan merah biasa, melainkan pendar mata merah membunuh yang hanya akan keluar ketika Raiden Damon Alteir benar-benar berada di puncak murka absolutnya kondisi langka di mana akal sehatnya musnah sepenuhnya dan berganti menjadi pembantaian tanpa ampun. Para pengawal yang berdiri di sudut ruangan seketika menundukkan kepala makin dalam, tubuh mereka gemetaran hebat menahan tekanan udara yang mendadak terasa begitu menyesakkan dada.

Meski Raiden tetap bungkam dan tak mengeluarkannya lewat kata-kata, pendar mata merah itu menyuarakan ancaman maut yang sanggup meratakan siapa saja di hadapannya.

Melihat pendar mata merah milik putranya, Alexander justru menyunggingkan senyum miring yang kian lebar. Ada kilat kepuasan tersembunyi di matanya saat melihat monster di dalam diri Raiden terbangun sempurna.

"Simpan matamu itu, Raiden," pangkas Alexander dingin, berdiri dari duduknya sembari merapikan setelan jas abu-abunya. "Sekarang bukan waktunya untuk memikirkan perempuan murahan yang sudah jadi mayat itu."

Alexander melangkah mendekati Raiden, menepuk bahu tegap putranya dengan tekanan yang mantap.

"Bersiaplah. Mata-mataku baru saja melaporkan bahwa pergerakan klan musuh utama kita sudah makin dekat," lanjut Alexander dengan nada suara yang kembali tegas dan mematikan. "Mereka akan menyerang mansion ini sebentar lagi. Tunjukkan pada mereka, siapa penguasa dunia bawah yang sebenarnya."

1
merry
akhirnya ingt juga kmu lex 🤣🤣🤣🤣untung gk jdi lompat🤣🤣🤣🤣 si Rey bisa ajj nakutin kmu lex
Diah Al Khalifi
Alexa malu sendiri JD nya🤣🤣🤣🤭
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
double up
merry
jlsin Rey kll klo kmu yg tdr in kec bukn tiga cwo sewaan jasmine itu biar gk lompat klo kmu diam ajj ap lex bukn dr dunia in mngkin dgn bgni dia bisa balik ke dunia asli ya
Shela Pereira
lanjuut
mimief
lagi Thor...
takut Raiden nya kelamaan ngejelasinnya nya
Alexa main lompat aja🥹
Pa Muhsid
udah kejam oon lagi anak perawan orang yang sudah gak perawan lagi sama kamu kok ditinggal trauma dan ketakutan lagi kalau udah ilang baru tau rasa, Mampoos
mimief
lagian Raiden kemana si yaa
anak orang udah diperawanin trus ilang
jangan salahin kalau ntar Alexa nya menghilang juga😔
Shela Pereira
lanjut.
Pa Muhsid
dari kejam otw bucin setengah hidup
ketagihan kan kan 🙊🙄🙄
Diah Al Khalifi
lanjut Thor
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Raiden bikin Alexa hamil
Septi Wijaya
awwww manisnya 🥰🥰🥰
merry
untung Rey dtg cb ngk gmn ya,, lgian kn msk ke dunia novel dh bc semua nya hrs bs menghindari jebknn jasmine donk knp mlh terjebak lex,, ap permainan takdir 🤔🤔🤔🤔Xavier sikat tu jasmin dan teman teman nya
mimief
wah ..apakah terjadi yg iya iya itu?
Mita Paramita
lagi thor double up 😍😍😍
Septi Wijaya
awwww....
tunjukkan kehebatan mu Raiden
Mita Paramita
lagi thor double up 😍😍😍
mimief
Dahlan
siap siap besok kita liat perkedel human😱
Pelangi Jingga
iya tor perbanyak up please 💪🙏🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!