NovelToon NovelToon
Mantan Tapi Menikah

Mantan Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Idola sekolah
Popularitas:52.4k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Jeviza tidak menyangka, persetujuannya mengikuti Keandra-sang mantan kekasih berkunjung ke rumah eyangnya di suatu kota membuatnya semakin terjebak lebih serius dan intim dengan Keandra.


Setelah dipertemukan dan tinggal satu atap dengan mantan kekasih, sekarang justru lebih serius, nama Jeviza dan Keandra tercatat dalam buku pernikahan.


Sama-sama masih memiliki rasa, tetapi gengsi dan ego masih saja membumbui rumah tangga dadakan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Cemburu

Kampus pukul 10

Jeviza dan Tevi baru saja keluar dari kelas. Masih ada 2 kelas lagi hari ini, dan keduanya langsung mempersiapkan untuk pergantian kelas bersama dosen nanti.

"Je," lirih Tevi menatapi wajah Jeviza.

Jujur saja sejak kedatangan Jeviza tadi. Tevi terus salah fokus dengan bibir Jeviza yang tidak seperti biasanya. Terlihat bengkak dan merah, ingin bertanya tetapi Tevi ragu, namun terus dipendam juga membuat otaknya terus kepikiran. Setelah memberanikan diri, dengan nada yang sehalus mungkin, Tevi beranikan diri untuk percaya.

"Lo abis kissing, Je?" tanyanya sangat hati-hati. Bahkan setelahnya Tevi membenarkan letak kaca matanya. Sebuah gestur yang menggambarkan jika gadis itu sedang gugup, dan mungkin karena pertanyaannya pada Jeviza.

Jeviza langsung meraba bagian bibirnya, memang terasa lebih tebal sih, dan masih terasa kebas karena kegiatannya semalam dengan Kean.

"Jevi kissing? Sama siapa?" Naura dengan suara hebohnya langsung menyambar sebelum Jeviza sempat menjawab.

"Je, omg. Bibir lo emang kaya orang abis cipokan sama-"

Naura tidak melanjutkan kata-katanya. Ia mengamati bibir Jeviza yang sengaja gadis itu tutupi sekarang. Sebelum gelengan kepala Naura membuat Jeviza semakin gugup, merasa seperti kepergok setelah melakukan kesalahan.

"Ngisep tongkat bisbol," celetuk Sisil berhasil membuat Jeviza menoleh.

Jeviza sontak menggelengkan kepalanya kuat, ia semakin menutup bibirnya dengan salah satu tangannya. Berusaha agar tidak terlihat oleh kedua temannya yang paling tahu soal hal berbau dewasa.

"Je, liat," cicit Sisil penasaran.

"Guys, jangan deh, Jevi nggak nyaman," bela Tevi membuat Sisil menatap Tevi curiga.

"Lo udah liat kan tadi? Bener kan bibir Jevi abis dicipok sama cowok?" tuduh Sisil membuat Tevi menggelengkan kepalanya.

"Gue nggak tahu, disengat lebah kali si Jevi bibirnya, iya kan, Je?" Tevi melirik Jeviza yang menganggukan kepalanya. Masih dengan tangan yang menutup bibirnya.

Sisil dam Naura saling lirik, lalu keduanya secara bersamaan menyenggol lengan Jeviza.

"Nggak usah ngibul, gue tahu ya bibir lo abis disengat lebah jantan, tapi lebahnya punya bibir," ujar Naura dengan berbisik diakhir kalimatnya.

Pada akhirnya Jevi menurunkan tangannya, membuat Sisil dan Naura semakin mencondongkan wajahnya, mengamati bibir Jeviza dengan mata menyipit. Seperti sedang meneliti sesuatu yang sangat serius.

"Fix, lo abis cipokan," ujar Sisil diangguki setuju oleh Naura.

"Cie...si Jevi, di sini 5 bulan udah dapat doi aja, siapa, Je? Kak Janu bukan?" goda Naura kembali menyenggol lengan Jeviza.

Merasa butuh pertolongan, Jeviza melirik Tevi. Hanya Tevi yang tahu siapa pelaku yang membuat bibir Jeviza pagi ini bengkak.

Tetapi

Tevi tidak tahu jika bengkaknya bibir Jeviza lebih dari sekedar yang mereka tuduhkan, tetapi seperti yang Sisil tuduhkan diawal tadi. Memikirkan itu membuat Jeviza tanpa sadar kembali menggigit bibir bagian bawahnya, membuat Sisil dan Naura tertawa renyah melihat salah tingkahnya Jeviza baru saja.

"Gimana, Je? Enak?"

"Please, jangan bahas itu, kita di kampus ya sekarang." Jeviza berjalan lebih dulu. Sengaja menghindar dari pertanyaan itu.

"Kalau gitu, nanti kita ke kos gue ya? Lo harus cerita siapa cowok yang udah bikin si cantik ini berani kissing."

"Nggak bisa, gue udah janji sama kak Pus mau nemenin belanja bulanan."

"Gue yang ijin kak Pus nanti." Sisil berucap dengan penuh tekad.

"Gue mau-"

"Mau nginep juga? Oke, nanti gue yang ijin kak Puspa," seloroh Naura membuat Jeviza seketika panik.

Menginap?

Yang benar saja. Jeviza sekarang tidak bisa sebebas dulu, selain ijin dengan Puspa, Jeviza juga harus ijin dengan suaminya dulu.

Ah, lagi-lagi setiap kali kata itu terucap atau terdengar membuat hati Jeviza langsung berdebar.

"Iya, nanti Jevi ke kos, tapi nggak bisa nginep guys, Jevi udah janji juga mau nyariin gue kerjaan." Tevi yang berjalan di belakang mereka menimpali, mencoba mencari cara agar Jeviza tidak didesak untuk menginap di kos.

"Iya, bener kata Tevi, gue nanti mampir bentar lah, tapi nggak nginep, soalnya mau tanya kak Puspa juga part ti**me buat Tevi," lanjut Jeviza diangguki Sisil dan Naura.

Lalu salah satu tangan Naura menarik Tevi yang tadi sempat terlupakan di belakang, menggandengnya dan menatap dengan serius. "Emang beneran, lo mau kerja, Vi?"

Tevi mengangguk, ia harus mempersiapkan semuanya dari sekarang, mungkin saja adiknya masih bisa ditanggung jawabi ayahnya yang brengsek itu, tetapi untuk dirinya, sejak ia tahu ibunya memilih untuk pergi dan meninggalkan ia dan adiknya. Tevi bertekad untuk memulai hidupnya sendiri, dan mungkin sesekali membantu adiknya nanti jika ia sudah mempunyai pemasukan.

"Semangat ya, Vi, sorry gue nggak bisa bantu apa-apa selain doa buat keberhasilan lo." Sisil ikut memegangi tangan Tevi, membuat Tevi tersenyum dan menganggukan kepalanya. Merasa masih ada yang peduli dengannya.

Sampai di kantin Teknik, Kantin yang sebenarnya sangat Jeviza hindari, mereka memesan makan sebelum kelas kembali dimulai. Sebenarnya untuk kelas ke 2 masih ada waktu 2 jaman lagi, tetapi kembali ke rumah terlebih dahulu juga tidak mungkin dilakukan.

"Eh, ada anak BEM, tumben kompak banget pada ke sini semua," cicit Naura mulai memperhatikan satu persatu anggota BEM yang masuk ke kantin.

"Si ganteng mana sih? Presma kita yang mahadahsyat itu?" gumam Naura mencari keberadaan Keandra.

"Tumben banget, mau ada apa ya?" Sisil ikut menimpali, setelah hampir setengah dari anggota BEM masuk dan duduk di kursi yang kosong.

Pantas saja kantin Teknik hari ini tidak seramai biasanya, hanya beberapa mahasiswa saja, mungkin memang sudah ada desas desus anak BEM yang akan makan bersama di sana hari ini, entah untuk membahas apa, yang jelas karena di tempat umum sudah jelas bukan rapat serius.

Dan pada akhirnya, orang yang sedari tadi ditunggu Sisil dan Naura muncul, Kean dengan almamater yang ia bawa, menyisakan kaos hitam mahal dan arloji di tangannya membuat aura Kean semakin mahal, cowok itu masih berjalan dengan tenang, wajahnya tenang dan sesekali tersenyum tipis saat disapa oleh salah satu ibu kantin.

"Kak Kean senyum? Mimpi apa gue? Manis banget anjing," Naura meremas ponselnya, napasnya mulai tersengal hanya karena tidak sengaja melihat senyum Kean tadi.

"Demi? Kak Kean senyum, Nau? Kok gue nggak liat?" Sisil merasa kecewa karena tidak sempat melihat senyum dari mahasiswa paling mahadahsyat di kampus.

"Mata lo kurang jelu, periksa gih," seloroh Naura.

Sementara Tevi yang sedari tadi memerhatikan keduanya, melirik Jeviza, tangannya tanpa sadar mengenggam tangan Jeviza memberi semangat melihat dua temannya begitu mengagungkan Kean. Tetapi tanggapan Jeviza yang begitu tenang dan memberi Tevi senyum, membuat Tevi merasa lega, meski Tevi yakin ada perasaan tidak enak yang Jeviza rasakan saat melihat suaminya sendiri begitu dielu-elukan oleh hampir semua sesama jenis mereka di kampus.

"Lah, oon! Kak Kaina deket banget si duduknya sama kak Kean," nada suara Sisil terdengar kesal.

Saat Jeviza menoleh, benar saja, gadis cantik yang juga merupakan anggota BEM dan terus dipuji oleh Puspa saat datang ke rumah itu duduk dekat Kean. Awalnya Jeviza merasa biasa saja, tetapi saat melihat beberapa kali Kaina mencuri pandang pada Kean dan tersenyum tipis, entah kebapa hatinya mulai goyah, tidak tenang dan sedikit gelisah, perasaan ini tidak pernah ia rasakan pada dua temannya yang bahkan dengan gamblangnya memuji Kean langsung di depannya.

Gue, kenapa sih?

Jeviza menghela napas panjang dan sangat pelan, takut jika ada yang mengamati perubahan moodnya. Ia coba mengingat kejadia tadi malam, dimana keduanya begitu intim meski belum melakukan penyatuan, paling tidak itu bisa meyakinkan Jeviza jika Keandra sekarang suaminya, dan miliknya. Tetapi saat kembali menatap meja Keandra dan teman-temannya, hatinya kembali terusik, lengan Kaina entah sadar atau tidak bersentuhan dengan lengan Kean yang bahkan tidak memakai almamaternya.

Jantung Jeviza langsung terpompa dengan sangat cepat, otot lengan Kean ternyata tercetak begitu jelas. Tetapi ingin menuduh Kaina sengaja juga Jeviza ragu, kakak tingkatnya itu berbeda dari yang lain, seperti Vio yany cukup bar-bar untuk anggota BEM.

"Jeviza, hei." Januar berdiri dari duduknya.

 Jeviza menoleh ke arah Januar, bersamaan dengan Kean yang menoleh pada meja Jeviza, dan baru menyadari keberadaan gadis itu di sana.

1
dwi alfiah
kean bahasanya ampiuuun dah
Nita Nita
waduh parah nih x jev 😄😄😄🤣
Nita Nita
hah 😱
Aam Siti
🤭🤭🤭
Deky Suprapto
astaga🤣🤣 pesan dari Kean bikin berdesir sndri🤭
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
ditinggal 2thn aja masih love" ke jepi. aplgi cuma ada hileund bulu d kantor.. 😜
Reni Anjarwani
doubel up
Tulas Bundae Felli
ya ko GK ada adengan bangun tidur malu2 gitu mlh di tinggal meeting
Ita Putri
🤣🤣🤣🤣ampun dah jepii
pake nanya mau ngapain
MANDI sonoo🤣🤣🤣
Ita Putri
wadduuhh
bahaya ikii
calon " ulet bulu nih pasti 🤣
Nurs_tars
siap grak
Tulas Bundae Felli
kak mana ko blm up lagi sih, nanggung banget
Nikita
hareudang hareudang
Nita Nita
siap kak,,,, lanjut 🤣😄😄
Septi Wulandari
weeeiiii mantaapppp
hareudang kak🤭😍🤭🤭🤭
Herman Lim
aduh panas dingin ku disini Thor mana suami lagi dia rmh 🤪🤪
Herman Lim
bagus kompor u berhasil buat jevi meleduk😭😭🤪🤪
Herman Lim
di naikin donk ke jevi nya 😭
Herman Lim
aku ke bar² banget sih ngomong nya
Riria Raffasya Alfharizqi: iya kan? kaya yang uda perna aja
total 1 replies
Siti Nur Rohmah
yah..yah.. udah panas inii,,,
lanjut maljum😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!