NovelToon NovelToon
JIWA MAFIA DI TUBUH GADIS TERHINA

JIWA MAFIA DI TUBUH GADIS TERHINA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Mafia
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: 𝑁𝑜𝑣𝑖𝑒25

Zerrin Atalea Felix seorang gadis mafia yang meninggal dunia lalu berpindah jiwa atau biasa di sebut bertransmigrasi ke tubuh Claudia Ramirez seorang gadis kaya tapi begitu di benci oleh saudara kandung nya sendiri, hanya kedua orang tua nya lah yang menyayangi nya.. Claudia yang selalu di anggap sebagai pembully di sekolah nya, padahal kenyataan nya selama ini dia hanya selalu di jadikan kambing hitam oleh seorang yang iri pada nya. Kesalahan pahaman ini lah yang membuat Claudia akhir nya di benci secara berlebihan oleh kedua abang dan lelaki yang sudah dia cintai sejak lama beserta anggota genk nya yang merupakan anggota most wanted di kampus. Kelompok para cowok-cowok kaya, keren dan populer di kawasan sekolah.
Bagaimana kisah jiwa Zerin yang berada di tubuh Claudia selanjutnya, ikuti terus kisahnya ya 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝑁𝑜𝑣𝑖𝑒25, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Menghadapi Dendam dan Jarak yang Harus Dijaga

Kemenangan di perbatasan membuat nama Klan Felix kembali diperhitungkan, namun Zerrin tidak merasa puas atau lengah. Ia mengenal baik sifat pemimpin Klan Elang Guntur Wibowo adalah orang yang tidak mudah menerima kekalahan, dan rasa malu yang ia alami hanya akan berubah menjadi api dendam yang membara. Ia pasti akan mencari cara lain, mungkin dengan cara yang lebih tersembunyi dan berbahaya, untuk membalas kekalahannya.

Beberapa hari setelah peristiwa itu, Zerrin memanggil kembali seluruh kepala kelompok dan penasihatnya untuk membahas langkah selanjutnya.

“Guntur tidak akan diam saja,” ujarnya sambil menatap peta wilayah yang terbentang lebar. “Ia merasa harga dirinya diinjak, dan ambisinya tidak akan membiarkannya mundur begitu saja. Karena ia gagal menyerang secara terang-terangan, kemungkinan besar ia akan beralih ke cara yang lebih licik penyusupan, sabotase, atau bahkan mencoba mencari celah dari dalam untuk memecah belah kekuatan kita.”

Tuan Han mengangguk setuju, wajahnya terlihat serius. “Kau benar, Queen. Dalam sejarah persaingan kita dengannya, ia selalu menggunakan dua wajah: kekerasan saat merasa unggul, dan tipu daya saat kalah. Ia mungkin akan mencoba menyogok anggota kita, menyebarkan desas-desus untuk menimbulkan keraguan, atau bahkan menyerang jalur-jalur perdagangan kita secara diam-diam untuk merusak perekonomian klan.”

“Maka kita harus menutup setiap celah sebelum ia sempat menggunakannya,” jawab Zerrin tegas. “Perketat pengawasan di semua titik masuk dan keluar wilayah. Lakukan pemeriksaan rutin tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Beritahu semua kepala kelompok untuk mengawasi gerak-gerik orang-orang di bawah mereka, dan laporkan setiap hal yang mencurigakan sekecil apa pun. Jangan berikan kesempatan sedikit pun bagi mereka untuk masuk.”

Selain itu, Zerrin juga menyusun jaringan informasi baru yang lebih rahasia, yang beroperasi secara terpisah dari struktur biasa. Jaringan ini bertugas mengawasi pergerakan Klan Elang, mencari tahu rencana mereka, dan memantau apakah ada pihak di dalam klan sendiri yang mulai tergoda untuk bekerja sama dengan musuh.

Sementara urusan di dunia klan berjalan dengan ketat dan teratur, di sisi lain kehidupan sebagai Claudia di sekolah juga membutuhkan perhatian khusus. Pengakuan perasaan Arjuna beberapa hari lalu membuatnya sadar bahwa ia harus segera menetapkan batasan yang jelas, agar tidak menimbulkan harapan palsu yang pada akhirnya hanya akan menyakiti kedua belah pihak.

Ia menghargai ketulusan hati Arjuna, namun ia juga tahu bahwa hubungan apa pun yang melibatkan perasaan hanya akan menjadi beban tambahan dan risiko besar bagi rahasianya. Bagaimana mungkin ia bisa membangun hubungan yang jujur dan terbuka, sementara ia harus menyembunyikan identitas aslinya, tanggung jawabnya, dan seluruh dunia gelap yang ia pimpin?

Suatu sore, saat jam pelajaran usai dan suasana sekolah mulai sepi, Claudia meminta Arjuna untuk berbicara sebentar di taman sekolah yang agak jauh dari keramaian.

Arjuna datang dengan perasaan campur aduk sedikit berharap, namun juga siap menerima apa pun keputusan yang akan disampaikan. Ia berdiri di hadapan Claudia dengan sikap sopan dan tenang.

“Kau memanggilku, Claudia?” tanyanya lembut.

Claudia menatapnya dengan pandangan yang tulus namun tegas, mencoba menyampaikan maksudnya dengan cara yang tidak menyakiti namun tetap jelas.

“Arjuna, aku ingin berbicara terus terang tentang apa yang kau sampaikan beberapa hari lalu,” katanya perlahan. “Aku sangat menghargai ketulusan dan rasa hormat yang kau berikan padaku. Selama ini kau telah berubah menjadi teman yang baik, dan aku menganggap kehadiranmu sebagai hal yang berharga.”

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih serius. “Namun aku harus menegaskan kembali saat ini, dan mungkin untuk waktu yang sangat lama ke depan, aku tidak bisa membuka hatiku untuk hubungan yang lebih dari sekadar teman. Hidupku memiliki beban dan tanggung jawab yang tidak bisa kau bayangkan, dan ada rahasia yang harus aku jaga demi keselamatan semua orang. Jika kita melangkah lebih jauh, hanya akan menimbulkan kesulitan, bahaya, dan kekecewaan untukmu di kemudian hari.”

Wajah Arjuna terlihat sedikit muram, namun ia tetap mendengarkan dengan penuh perhatian. “Apakah ada hal yang tidak bisa kau ceritakan padaku? Mungkin aku bisa membantu atau setidaknya mengerti beban yang kau pikul?”

Claudia menggeleng pelan, senyum sedih terukir di bibirnya. “Bukan karena aku tidak percaya padamu, tapi ini bukan hal yang bisa dibagikan kepada siapa pun. Jika aku menceritakannya, itu hanya akan membahayakan dirimu sendiri. Lebih baik kau tetap hidup dalam ketenangan dan tidak terlibat dalam dunia yang penuh bahaya itu.”

Ia menatap mata Arjuna dalam-dalam. “Jadi tolong, Arjuna jaga jarak yang wajar. Tetaplah menjadi teman yang baik, tapi jangan berharap lebih dari itu. Itu adalah cara terbaik untuk melindungi dirimu sendiri dan juga menjaga hubungan kita tetap baik tanpa beban.”

Mendengar penjelasan itu, Arjuna akhirnya mengerti. Meskipun hatinya terasa berat, ia menyadari bahwa Claudia memiliki alasan yang kuat, dan ia tidak ingin menjadi beban atau membahayakan gadis yang ia kagumi itu.

“Baiklah, aku mengerti,” jawabnya dengan suara lembut namun mantap. “Aku tidak akan memaksamu, dan aku akan menjaga batasan itu seperti yang kau minta. Aku hanya berharap kau tahu, jika suatu saat kau membutuhkan bantuan apa pun , apapun itu aku akan selalu ada untukmu, tanpa perlu mengetahui alasannya.”

Setelah percakapan itu, suasana di antara mereka tetap hangat namun ada jarak halus yang tercipta. Arjuna tetap bersikap sopan dan membantu, namun ia tidak lagi menunjukkan perhatian yang berlebihan, sesuai dengan permintaan Claudia. Bagi Zerrin, ini adalah keputusan yang berat namun perlu ia harus mengorbankan kenyamanan pribadi demi menjaga keamanan rahasianya dan orang-orang di sekitarnya.

Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama. Seminggu kemudian, laporan penting masuk dari jaringan mata-mata Zerrin , Guntur Wibowo ternyata telah mengirimkan utusan rahasia untuk bertemu dengan seorang mantan anggota Klan Felix yang dipecat beberapa bulan lalu karena melanggar aturan . Rendi, orang yang dikenal memiliki dendam mendalam dan rela melakukan apa saja demi uang dan kekuasaan.

“Rendi tahu banyak jalur rahasia di wilayah kita, serta kebiasaan dan titik lemah dalam sistem pertahanan kita,” lapor Karim dengan nada khawatir. “Jika ia membocorkan informasi itu kepada Guntur, mereka bisa menyerang tempat-tempat yang selama ini kita anggap aman.”

Zerrin mendengarkan laporan itu dengan tatapan yang semakin tajam. Ia sudah menduga Guntur akan mencari celah dari dalam, dan sekarang dugaan itu terbukti benar.

“Jadi ia mencoba menggunakan orang yang sudah dibuang dan memendam dendam,” gumamnya pelan. “Strategi yang umum, tapi cukup berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat.”

Ia segera menyusun rencana. Ia tidak hanya ingin menangkap Rendi dan utusan Guntur itu, tapi juga ingin menggunakannya sebagai kesempatan untuk memberikan pukulan psikologis yang kuat kepada musuh, sekaligus mengingatkan semua orang bahwa tidak ada yang bisa bersembunyi atau berkhianat tanpa diketahui.

“Kita akan membiarkan mereka bertemu, tapi kita akan mengawasi setiap gerakan mereka dari jarak dekat,” perintah Zerrin. “Biarkan mereka berbicara, membuat kesepakatan, dan mengumpulkan bukti bahwa mereka berencana untuk menyabotase dan menyerang kita. Saat semuanya jelas, kita akan menangkap mereka secara langsung, sehingga tidak ada keraguan sedikit pun tentang kesalahan mereka.”

Malam itu, di sebuah gudang tua yang berada di perbatasan wilayah, pertemuan itu berlangsung seperti yang diperkirakan. Rendi dan utusan Guntur sedang bernegosiasi, membahas rencana untuk merusak jembatan penghubung jalur perdagangan, membocorkan jadwal pengiriman barang, dan bahkan mencoba membujuk beberapa anggota lain untuk bergabung.

Namun tepat saat mereka menandatangani perjanjian dan bertukar uang, pintu gudang terbuka lebar, dan pasukan Klan Felix masuk dengan cepat dan teratur, mengepung mereka dari segala sisi.

“Rendi, kau pikir perbuatanmu tidak akan terdeteksi?” suara Zerrin terdengar lantang dari ambang pintu, diikuti oleh Tuan Han dan Karim. “Kau dipecat bukan karena aku tidak memberimu kesempatan, tapi karena kau sendiri yang memilih jalan yang salah. Dan sekarang kau berani menjual rahasia klan kepada musuh kita demi keuntungan pribadi?”

Rendi terkejut dan panik, mencoba melarikan diri namun segera ditangkap. Utusan Guntur juga tidak sempat berbuat apa-apa, hanya bisa berdiri kaku menyadari bahwa ia telah terjebak.

“Bawa mereka ke tempat tahanan,” perintah Zerrin. “Segera periksa semua dokumen dan barang yang mereka bawa, dan catat setiap kata yang mereka ucapkan. Besok pagi, kita akan mengumumkan hal ini kepada seluruh anggota klan, agar semua orang melihat apa akibatnya jika berkhianat atau bekerja sama dengan musuh.”

Keesokan harinya, dalam pertemuan umum, Zerrin menampakkan bukti-bukti yang lengkap dokumen perjanjian, uang terima suap, dan rekaman percakapan mereka. Semua orang yang hadir melihat dengan jelas bagaimana pengkhianatan itu direncanakan.

“Hukuman bagi pengkhianat adalah pengusiran selamanya dan penyitaan seluruh harta yang mereka miliki,” ujar Zerrin dengan suara tegas. “Dan bagi siapa saja yang berpikir untuk mengikuti jejak mereka, ingatlah, tidak ada tempat persembunyian di dalam klan ini, dan tidak ada keuntungan yang bisa didapatkan dari menjual kepercayaan yang telah diberikan.”

Pengumuman ini memberikan efek yang sangat kuat. Semua anggota semakin sadar bahwa pemimpin mereka tidak hanya cerdas dan adil, tapi juga memiliki pengawasan yang ketat dan tidak akan membiarkan pengkhianatan terjadi tanpa hukuman. Rasa persatuan dan kewaspadaan pun semakin meningkat.

Namun di balik keberhasilan ini, Zerrin tetap merasakan beban di pundaknya. Ia melihat bagaimana dendam dan ambisi bisa membuat orang berbuat apa saja, bahkan menghancurkan dirinya sendiri. Ia juga menyadari bahwa semakin kuat posisinya, semakin banyak pula orang yang ingin menjatuhkannya, baik dari luar maupun dari dalam.

Malam itu, saat ia kembali ke rumah dan bersiap untuk beristirahat, ia duduk di tepi tempat tidur dan merenung sejenak. Di satu sisi, ia memiliki kekuasaan, kepercayaan, dan kemampuan untuk melindungi orang-orang yang ia anggap sebagai keluarga. Di sisi lain, ia harus terus menyembunyikan jati dirinya, menjaga jarak dengan orang-orang yang baik di sekitarnya, dan hidup dengan beban rahasia yang tidak akan pernah bisa dibagikan.

“Ini adalah harga yang harus dibayar untuk kedua kehidupan ini,” pikirnya dalam hati. “Selama aku tetap teguh pada tujuanku, menjaga keadilan, dan melindungi mereka yang ada di bawah tanggung jawabku, maka semua pengorbanan ini akan terasa berharga.”

Dengan tekad yang kembali diperkuat, Zerrin memejamkan matanya, siap menghadapi hari esok yang pasti akan membawa tantangan baru, baik di sekolah maupun di dunia yang membutuhkan kepemimpinannya.

**✿❀ ❀✿** To be continued **✿❀ ❀✿**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!