NovelToon NovelToon
Takdir Semalam, Cinta Selamanya

Takdir Semalam, Cinta Selamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:27.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Satu jebakan di pesta sang adik tiri merenggut kesucian Aline.

Satu fitnah kejam membuat ayahnya tega mengusirnya dalam keadaan hamil.

​Diusir, dikhianati, dan tidak punya arah, Aline berada di ambang keputusasaan. Namun, tepat sebelum dia menyerah pada takdir, pria asing yang tidur bersamanya malam itu kembali datang dan mengajaknya pergi.

​Demi bayinya, Aline nekat ikut dengan pria yang bahkan tidak ia kenali itu. Akankah pria tersebut menjadi pelindung barunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 17 KEBERSAMAAN

Erlangga langsung membawa Aline pulang. Ia tampak seperti seorang ayah yang sedang memarahi anak perempuannya.

"Jangan makan sembarangan Aline! Sekarang kamu nggak cuma sendirian." Suara Erlangga terdengar penuh perhatian.

Aline mengangguk pelan. Ia tau pasti pria itu mengkhawatirkan anaknya. "Maaf..."

Erlangga mengangguk sambil menghela napas panjang saat melihat wanita itu menunduk. Lalu tangannya terulur mengelus pucuk kepalanya dengan lembut. "Aku masak dulu ya. Nanti kita makan sama-sama." ucapnya lembut.

Setelah itu Erlangga melangkah pergi ke arah kamarnya ia mengganti pakaiannya dengan kaos hitam polos yang membentuk setiap otot-otot tubuhnya. Lalu keluar dan menuju dapur.

Pria itu tampak terlihat seperti ibu rumah tangga sungguhan, ia tidak malu melakukan pekerjaan apapun demi Aline, agar wanita itu tidak melakukan aktivitas pisik berat yang mungkin mengakibatkannya akan kelelahan.

Erlangga sedang sibuk membuat nasi merah dengan ayam kukus dan juga tumis brokoli. Ia tidak ingin anak dalam kandungan wanita itu kekurangan gizi dan akan selalu mengusahakan yang terbaik untuk wanita itu dan calon anaknya.

Aline yang sedari tadi memperhatikan tidak bisa menahan kekagumanan pada pria itu. Ia melihat pria itu dengan cekatan menyiapkan segalanya dan melarangnya untuk membantunya.

"Aku bantu ya, keliatannya kamu cape setelah pulang dari Puskesmas." tawar Aline yang merasa tidak nyaman saat ia hanya berdiri memperhatikan pria itu.

Erlangga yang baru saja mengangkat tumisan brokoli dan menyimpannya di mangkuk sayur, sejenak menoleh dan menghentikan gerakkan nya hanya untuk menatap wanita itu dengan pandangan yang meneduhkan.

"Tidak perlu, kamu cukup temani aku saja, sebaiknya kamu duduk bukankah kakinya masih sakit." ujar Erlangga sambil tersenyum lembut.

Tanpa membantah Aline hanya mengangguk pelan. Ia duduk di meja makan memperhatikan Erlangga dengan pandangan yang sulit diartikan.

Lima belas menit kemudian. Erlangga menyiapkan makanan itu di depan Aline, aroma masakan pria itu mampu membangkitkan napsu makan Aline. Ia tidak sungkan meraih sayur brokoli itu dan memakannya dengan lahap entah ia yang lapar atau anaknya yang memang menyukai masakkan ayahnya.

Erlangga terkekeh kecil melihat sikap Aline yang mulai terbuka kepadanya. "Pelan-pelan Aline, tidak ada yang akan merebut makananmu."

"Aku suka sayur ini, Erlangga." jawabnya sambil terus mengunyah makanan tersebut.

"Syukurlah, jika kamu menyukainya... setelah makan kamu harus istirahat."

"Padahal cuma kaki yang sakit!" Aline cemberut dengan wajah ditekuk.

"Kalau begitu bagaimana jika kita melihat-lihat kota Bandung saja... sebelum kembali ke Jakarta." usul Erlangga tiba-tiba mencoba menghibur wanita itu.

Aline yang mendengar ajakkan itu tersenyum lebar tampak antusias, matanya berbinar-binar. "Aku mau..." jawabnya dengan cepat.

Setelah selesai makan siang, Erlangga mengajak Aline untuk menyusuri kota Bandung. Kini mereka sedang di dalam perjalanan, Erlangga melajukan mobilnya menuju Kawah Rengganis.

Pesona danau vulkanik disekeliling gunung dan pepohonan, memberikan pemandangan yang memanjakan mata bagi pengunjung yang menyukai alam bernuansa menenangkan dengan udara sejuk.

Aline menutup mulutnya saat menatap pemandangan itu merasa takjub. Biasanya ia hanya tau berkas-berkas milik ayahnya tanpa tau ternyata dunia luar seindah ini.

Aline berlari kecil dengan terpincang-pincang. seolah rasa sakit pada kakinya menghilang begitu saja. Ia mengelilingi tempat itu. Sesekali tertawa kecil.

Di sisi lain, Erlangga diam-diam mengabadikan setiap momen yang dilakukan wanita itu. Sambil menggeleng kepala saat melihat wanita itu terlihat antusias tanpa menghawatirkan kondisi kakinya.

Ia mulai menghampiri Aline lalu menatapnya dengan pandangan lembut.

"Bagaimana kamu suka?" tanya Erlangga lembut.

Aline mengangguk antusias. "Apakah ada yang lebih bagus dari ini?"

Erlangga mengangguk pelan. "Tentu saja ada banyak."

"Aku ingin melihat ke tempat yang lain." mohon Aline dengan mata berkaca-kaca.

"Kaki kamu sedang sakit dan itu tidak baik untuk kesehatan kamu sendiri."

"Please! Satu kali lagi bawa aku ke tempat yang lain. Mau ya, ayok dong Erlangga." Aline sambil menggoyang-goyangkan tangan Erlangga seperti anak kecil yang ingin meminta uang untuk jajan.

Erlangga menghela napas sejenak, sebelum akhirnya membawa gadis itu untuk naik mobil kembali dan melajukannya menuju ke tempat lain.

Kini Erlangga mengajak Aline ke tempat Orchid Forest Cikole (Lembang). Selama perjalan tidak hentinya Aline memandangi ke arah jendela mobil.

Erlangga yang melihat wanitanya bahagia hanya karena hal kecil seperti ini membuatnya merasa sedih sekaligus bahagia. Ia tidak tahu kehidupan seperti apa yang dialami wanita itu sebelum bertemu dengannya. Apalagi mengingat ayah kandunganya sendiri bisa membuangnya begitu saja.

Akhirnya mobil yang dikendarai Erlangga terparkir tepat di tempat Orchid Forest Cikole (Lembang). Seketika lagi-lagi mata Aline disuguhkan dengan pemandangan taman anggrek di tengah hutan pinus yang sangat indah. Apalagi saat ini sudah menunjukan pukul 08.00 malam hari pemandangan itu seketika menjadi lautan gemerlap hutan yang diterangi cahaya lampu hias Ascott.

Erlangga membawa Aline ke sebuah tenda VIP yang sudah ia pesan lebih dulu. Keduanya duduk sambil menikmati dua gelas cappuccino dan berbagai camilan.

Aline memandangi langit malam yang di penuhi lampu kelap-kelip di area hutan pinus tersebut. Perlakuan manis dan setiap bentuk perhatian Erlangga menyentuh sisi hatinya yang paling dalam.

"Apa aku masih bisa berharap padanya." bisiknya dalam hati sambil menatap wajah tampan Erlangga dari samping.

Setelah merasa cukup lama di tempat itu. Erlangga memutuskan untuk pulang. Ia tidak ingin Aline terlalu kelelahan, dengan mengajaknya mencari suasana di luar bukan berarti ia mengabaikan kesehatan wanita itu dan anaknya.

"Aku rasa sudah cukup kamu perlu istirahat, Alien." ucap Erlangga lembut.

"Padahal aku masih ingin menikmati malam ini." jawab Aline yang terdengar lesu.

"Lain kali aku akan mengajakmu kemana pun kamu mau... untuk sekarang cukup sampai sini."

Aline mengangguk pasrah padahal ia masih ingin berlama-lama di tempat itu.

Keduanya mulai meninggalkan tempat itu. Di sepanjang jalan kehening mulai menyelimuti di antara mereka, yang terdengar hanya suara mesin yang menderu halus.

Satu jam kemudian mobil itu terparkir di depan rumah dinas.

Erlangga menoleh ke arah samping dan mendapati Aline yang tertidur, sejenak ia menatap lekat-lekat wanita yang berada di sampingnya itu. Sebelum akhirnya ia turun lebih dulu dan membuka pintu mobil itu. Lalu menggendong Aline dengan hati-hati agar tidak membangunkan tidurnya.

Ia membawa Aline ke kamarnya lalu membaringkannya di atas kasur, membukakan sandal yang wanita itu kenakan dan dengan lembut menutupi tubuhnya dengan selimut hingga batas dada. Sebelum beranjak dari sana ia mencium kening wanita itu dengan penuh perasaan.

"Selamat istirahat... aku akan selalu mengusahakan agar kamu tetap bahagia."

Setelah mengatakan itu Erlangga keluar dari sana dan menutup pintu itu dengan perlahan.

1
Key
salfok sama Dady. Saking paniknya, sampe bawa Vas bunga. OMAYGAT diluar prediksi BMKG
Key
Erlangga hebat juga ya, bisa bertahan 1 Minggu tanpa asupan infus atau apapun. Kalau orang normal biasanya sudah good by🥲
mawar merah
Semoga cepat ketemu keluarga ya Erlangga
mawar merah
Astagfitullah ya Allah bantulah Erlangga ya Allah. Itu pasti jebakan jika khansa masuk akan diteriaki kumpul kebo...
aira_kayla
makasih kak....
yah gantung🤭🤭🤭
semangat kak💪💪💪💪💪
aira_kayla
kak cepat pertemukan erlangga dg kluarganya kasian kak🙏🙏
Jing_Jing22: hehehe siap Kak Aira_ izin tag namanya ya kak🙏
total 1 replies
Key
Suami istri sama-sama nggak sadar apa jangan-jangan mereka janjian di alam lain ya🤭, semoga cepat sadar Erlangga, jangan sampe kamu jadi ubi😭
Key
Ada juga kok yg bikin laporan kehilangan tapi dimintai uang🤣 kocak emang🤭 tapi d negara lain deh kayanya🫣
mawar merah
Aku doakan kamu menjadi wapres yang akan datang nazar 🙏🙏🙏
mawar merah
Selamat Aline telah lahirnya baby Twins dengan selamat dan sehat 🙏🙏
mawar merah
Semoga semua sehat dan Baby twinnya lahir dengan sempurna dan sehay
mawar merah
Alhamdulillah Erlangga sudah sadar,, tapi lumpuh total semoga ada keajaiban ya Allah
aira_kayla
lanjut💪💪💪
Jing_Jing22: Siap kak Aira cantik. semoga berkenan untuk singgah🤭🫶
total 1 replies
Key
Sad banget, pas Aline sadar 😭 bawang banget sih thor
Key
ini kelopak maksudnya ya thor🤭
Jing_Jing22: hihihi salah tulis🤧
total 1 replies
Key
Bram marahnya serem banget, khodam ekor sembilanya keluar😭
mawar merah
Kadang anak-anak nakal itu punya bakat tersembunyi. Tapi karena keadaan dia memilih untuk jadi anak nakal
Jing_Jing22: hihihi🤭 iya kak mawar
total 1 replies
mawar merah
Ya begitulah kalau orang yang nggak punya akan di pandang sebelah mata..kalau ada uang minum pun disiapkan🤭🤭🙏🙏🙏
aira_kayla
yah jangan kejam" lok kak🤭🤭🤭
lumpuh nya sebentar saja woke🤭🤭🤭
Jing_Jing22: hihihi🤭 siap kak aira🫶
total 1 replies
mawar merah
Kasian kamu aline..kamu harus kuat demi si kembar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!