NovelToon NovelToon
Second Half: Velix The Next Legend

Second Half: Velix The Next Legend

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wawan wan

Velix Purnama umur 26tahun seorang pekerja kantoran tanpa sengaja kembali ke masa lalu saat dia masih menduduki bangku SMP.

"Dengan sistem aku akan mengejar apa yang menjadi mimpiku", ujar Velix

bagaimana kisah Velix menjadi legenda sepakbola mari kita saksikan bersama sama!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25 Pukulan Sang Komandan

BAB 25: Pukulan Sang Komandan

Kartu merah yang diterima gelandang bertahan SMP 21 menjadi titik balik yang fatal. Meski memiliki striker sekelas Reyhan, hilangnya satu jangkar di lini tengah membuat struktur permainan sang juara bertahan goyah. Mereka dipaksa memilih: terus membombardir pertahanan Merah Marun dengan risiko serangan balik, atau mundur bertahan dan merelakan trofi juara.

Pelatih SMP 21 memilih opsi pertama. Dia menginstruksikan Reyhan untuk tetap berada di depan, berharap keajaiban fisik anak itu bisa melahirkan gol penyeimbang.

Namun, di hadapan visi seorang pria dewasa, keputusan itu adalah sebuah bunuh diri taktis.

"Danu, lu tahan di belakang gua. Ryan, lu siap lari tusuk dari sayap kanan begitu gua dapet bola," perintah Velix dengan suara bariton yang tenang namun penuh penekanan. Sisi serius dan fokusnya telah memetakan setiap celah yang menganga di lini tengah lawan.

Menit ke-65, SMP 21 mencoba menusuk lewat umpan panjang langsung ke arah Reyhan. Namun, sebelum bola mencapai kaki sang striker monster, Danu dengan berani memotong bola lewat sundulan keras. Bola liar itu memantul tepat ke arah koordinat Velix.

Dua pemain lawan langsung mencoba menutup ruang gerak Velix. Di sinilah koordinasi tubuh 163.5cm-nya yang kian bugar dan padat menunjukkan hasil optimalisasi Sistem.

Sret!

Menggunakan Sentuhan Pertama Sutra, Velix tidak menghentikan bola ke bawah, melainkan mencungkilnya sedikit ke udara, melewati kepala gelandang lawan yang merangsek maju. Sebuah flick bola udara yang sangat menakjubkan. Begitu bola kembali menyentuh tanah, Velix memutar tubuhnya secepat kilat.

[Atribut Diperbarui dalam Laga:]

[Kontrol Bola (Ball Control): 41.0 -> 41.5 / 100]

[Tingkat Sinkronisasi "Sentuhan Pertama Sutra": 14% -> 16%]

"Jangan kasih dia lepas! Langgar aja!" teriak kapten SMP 21 panik melihat Velix sudah lolos dari jebakan lini tengah.

Satu bek tengah lawan maju menghadang dengan tekel keras menyapu rumput. Namun, ketenangan dari Cold-Blooded Mentor menjaga detak jantung Velix tetap berada di angka 78 BPM. Dengan perhitungan yang sedingin es, Velix memindahkan bola dengan sol sepatunya (ball roll), membuat tekel bek lawan hanya memotong angin kosong.

Kini, Velix berada tepat di depan kotak penalti. Sudut tembaknya terbuka lebar. Kiper SMP 21 bergerak maju dua langkah, bersiap mengantisipasi tendangan melengkung khas Velix seperti di babak semifinal.

Namun, Velix tidak menembak. Dia melihat Ryan telah melakukan lari vertikal memotong dari sisi buta bek kanan lawan.

Plak!

Bukan umpan lambung, Velix melepaskan umpan terobosan mendatar menggunakan tumitnya (backheel pass) yang sangat tidak terduga. Bola meluncur mulus melewati sela-sela kaki bek yang tersisa, mendarat tepat di hadapan Ryan yang berlari bebas tanpa pengawalan.

"Ryan! Habisi!" teriak Danu berapi-api.

Ryan yang sudah berada di posisi one-on-one dengan kiper tidak menyia-nyiakan umpan genius tersebut. Dengan sekali kontrol, dia melepaskan tembakan keras menghujam langit-langit gawang SMP 21!

Breeettt!

Gol! Skor berubah menjadi 3-1 untuk keunggulan mutlak Tim Merah Marun di menit ke-68!

Stadion Mini Jakarta Timur seketika meledak dalam kegilaan massal. Suporter Merah Marun tumpah ruah merayakan gol yang mengunci kemenangan tersebut. Ryan berlari histeris, tidak menuju ke pinggir lapangan, melainkan langsung menjatuhkan diri berlutut di depan Velix, memeluk kaki sang jenderal lapangan tengah dengan air mata haru yang mengalir deras.

"Vel... kita juara, Vel! Umpan lu bener-bener gila!" isak Ryan penuh emosi.

Velix melepaskan mode monsternya sejenak. Sifat hangat dan ramahnya kembali memancar saat dia menarik Ryan bangkit dan memeluknya erat, disusul oleh Danu dan seluruh pemain yang menumpuk menjadi satu lingkaran kemenangan.

Di lingkaran tengah, Reyhan berdiri terpaku. Wajah monsternya runtuh total, digantikan oleh tatapan kosong penuh keputusasaan. Tingkat konversi peluangnya terkunci mati di angka 12% karena suplai bola yang terputus total sepanjang babak kedua. Dia sadar, remaja bernomor punggung 11 di hadapannya ini bukan sekadar pemain berbakat—dia adalah komandan yang mengendalikan seluruh jalannya takdir di lapangan hijau.

Prreeettt! Prreeettt! Prreeettt!

Peluit panjang ditiup panjang oleh wasit. Pertandingan berakhir! Tim Merah Marun resmi keluar sebagai Juara Turnamen Antar-Kecamatan!

Bersamaan dengan peluit akhir, layar Sistem di depan mata Velix meledak dalam pendaran cahaya emas yang paling megah yang pernah dia lihat.

[MISI UTAMA SELESAI: JUARA KECAMATAN!]

[Kondisi Bonus Terpenuhi: Konversi Peluang Reyhan berhasil ditekan di bawah 20% (Hasil Akhir: 12%).]

[Mengkalkulasi Hadiah Anda...]

Velix menarik napas panjang, menatap langit sore Jakarta Timur dengan senyuman lebar seorang pria dewasa yang berhasil menuntaskan langkah pertamanya. Panggung kecamatan telah dia taklukkan, dan kini pintu menuju level regional serta toko tier perak telah menantinya.

1
Alia Chans
lanjut🌹✍️🤭
Wawan
Salam kenal buat Velix✍️
aldo
seru sekali 🙏🙏🙏🙏
aldo
ayo lanjut author 🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏
NoxVeil
Ayok like dan komen guys biar tambah smngt up nya💪😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!