NovelToon NovelToon
MENCINTAI ANAK MAJIKAN IBU KU

MENCINTAI ANAK MAJIKAN IBU KU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Terlarang
Popularitas:916
Nilai: 5
Nama Author: Lembayung Senjaku

Intan adalah gadis yang lugu dan baik hati, dia selalu membantu ibunya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah rumah mewah. Intan bersama ibunya hanya orang biasa yang tidak memiliki keluarga dan beruntung mereka bertemu dengan bu Ratna yang membawa mereka kerumah nya dan bekerja di sana.

Ratna yang berusia 18 tahun itu nampak cekatan membantu ibunya. Sikap sopan dan paruhnya membantu Ratna dan suami Agung begitu menyukai Intan, 5 tahun sudah berlalu kini intan sudah beranjak menjadi gadis dewasa.
Di mana kisah yang tidak pernah dia bayangkan akan terjadi, kisah pencinta dan tanpa restu akan terlibat dalam kehidupan nya.

Saat pertemuan nya dengan anak tunggal keluarga Wicana yang sudah menampung nya dan ibunya selamat bertahun-tahun lama nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lembayung Senjaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jaga Dia, Dia Sendirian

" Hallo pa, apaa iyaa Mahen sama Intan ke rumah sakit sekarang. "

Rumah sakit Persada

Detak jantung gadis itu terus berdetak dengan kencang, air matanya tak henti mengalir dengan deras.

" Ayo kak... " Pekik nya dengan suara pelan tubuh nya bergetar hebat dada nya terasa benar-benar sesak saat itu.

Dia tidak ingin kehilangan satu satunya keluarga yang dia miliki dia benar-benar takut jika ibunya akan pergi meninggalkan nya di saat dia sendiri belum siap untuk berdiri di kaki nya sendiri.

" Paaa, gimana keadaan bik Ami?. " Ucap Mahendra menghampiri Agung ayahnya yang nampak sedang menghubungi seseorang.

" Tuan, bagaimana keadaan ibu saya, dia akan baik baik saja kan?. " Tubuh mungil nya luruh begitu saja membuat Mahendra dan Agung terkejut dan langsung membawa gadis itu ke ruangan IGD.

Dokter datang memerikan keadaan Intan.

" Bagaimana dok?. "

" Dia baik baik saja hanya sedikit syok, tekanan darah nya sangat rendah. "

" Terima kasih dokter Alen. " Ucap Agung membiarkan dokter itu pergi.

Sedangkan Mahendra masuk kedalam duduk di samping ranjang Intan menatap gadis itu sedih, dia benar-benar pucat tidak seperti beberapa jam lalu saat bersama dengan nya.

Agung menatap putra nya dari balek kaca ruangan itu melihat tatapan tak biasa dari Mahendra untuk Intan, Agung menghela nafas pelan dia tahu jika putra nya itu pasti menaruk hati pada gadis itu tapi dia sendiri tahu bagaimana nanti Ratna ibu Mahendra tahu jika putra nya menyukai anak dari pembantunya.

" Pak Agung.. " Seseorang dokter pria datang menghampiri Agung dengan tatapan yang sulit di artikan.

Mata gadis itu mengerjab pelan menatap sekeliling .

" Ibu, ibu... ibu di manaaaa, ibuuuuuu... " Peliknya histeris. Mahendra dengan pelan menenangkan gadis itu memeluk nya membuat nya nyaman dan merasa tenang.

" Semua akan baik baik saja Intan. " Mahendra bingung harus bicara apa pada gadis itu, beberapa waktu lalu Agung meminta nya untuk keluar dan berbicara serius.

***

" Kenapa pa, bik Ami gak papa kan?. " Seru Mahendra menghampiri Agung yang diam.

" Bik Ami mau ketemu sama kamu, sebaiknya kamu temui dia biar papa yang jaga Intan dulu. " Mahendra yang tak mengerti kemudian langsung masuk ke ruangan Ami yang sedang di rawat.

" Heyy, bik.. " Ucap Mahendra pelan menghampiri wanita tua yang nampak pucat itu.

Wanita itu menatap Mahendra dengan tatapan sayu meminta nya untuk datang mendekat padanya.

" Bibik belum mengenal den Mahen terlalu lama bibik belum tahu banyak hal tentang den Mahen, tapi yang bibik tahu Intan nyaman dengan mu Intan merasa aman dan dia merasa memiliki teman. Den bibik cuman minta anden untuk menjaga anak bibik, bukan dalam artian semua cukup jaga dia dari jauh jaga dia dari orang-orang yang berniat buruk terhadap nya. " Mahendra menggengam erat tangan lemas Ami yang bergetar.

Air mata wanita itu tumpah begitu saja ada isakan pelan yang membuat hati nya semakin teriris sakit, Mahendra menyeka air mata di pipi keriput wanita itu.

" Bibik rasa waktu bibik sudah tiba den, bibik gak bisa menjaga Intan lagi sekarang. Intan sendiri tidak memiliki siapapun dalam hidup nya dan bibik takut nanti dia hanya akan di manfaatkan oleh oleh jahat di luar sana. Intan itu tidak mengenal luar sana den, Terima kasih sudah mau menjadi teman pertama Intan selama 3 hari ini... "

Tittttttttttt

Mahendra hanya diam terpaku saat suara nyaring itu menyentuh gending telinganya dengan keras, air mata nya menetes sangat deras. Para dokter langsung bertindak untuk melihat apa dia masih bisa di selamat kan atau tidak.

Mahendra mundur perlahan lalu keluar dan langsung memeluk erat Agung yang juga merasa sedih dengar kepergian Amin, selamat ini wanita itu menyimpan rahasia besar tentang penyakit yang dia derita agar putri nya Intan tidak berlarut dalam kesedihan.

" Bagaimana kita menjelaskan pada Intan paaa.. " Gumam Mahendra dengan isakan nya.

" Papa juga bingung, tapi kita harus tetap memberitahu nya tentang ini nak. Papa juga sudah mengabari bunda mu dan dia segera pulang. "

Dalam ruangan Intan

" Aku mau ketemu ibu kak?. " Intan menatap dalam mata hitam Mahendra yang berembun.

" Aku mau ketemu ibu ku sekarang, kenapa kak Mahendra seperti menyembunyikan sesuatu?. Ibu Intan gak papa kan?. " Intan yang panik mendorong Mahendra dan turun dari ranjang nya dengan cepat.

Tanpa alas kaki gadis itu berlari menuju ruangan di mana Ami berada. Air mata nya kian deras mengalir dengan Mahendra yang mengejarnya, tubuh nya berhenti kaki nya kaku saat Agung menangkap tubuh mungil itu dengan cepat.

Gadis itu diam melihat di balik tubuh besar Agung, bagaimana para dokter itu melepaskan semua alat dari tubuh Ami dan langsung menutup tubuh wanita itu sepenuhnya membuat tubuh nya benar-benar rubuh tak berdaya dalam dekapan Agung yang merasa tak tega.

Mahendra diam melihat gadis itu meraung-raung dengan keras melihat ibu nya di bawa pergi untuk di bersihkan dan langsung akan di bawa ke peristirahatan terkahir nya, gadis itu terus memberontak.

" Ibuuu, ibuuuuuuu jangan tinggalin Intan nanti Intan sama siapa... ibuuuuu... " Beberapa orang nampak pilu melihat gadis muda itu yang meraungi kepergian ibu nya.

Bahkan Agung pun tak kuasa menahan air matanya yang mengalir begitu saja.

" Intan sabar bik Ami sudah tidak merasa sakit, kamu harus ikhlas Intan.. " Gumam Mahendra mengelus lembut punggung Intan.

" Intan sendiri kak, Intan gak punya siapa pun lagi.. " Gumam gadis itu yang mulai melemah. Agung menyerahkan tubuh gadis itu pada Mahendra membuat nya langsung memeluk tubuh mungil itu. Agung menghapus air matanya beberapa kali dia sendiri merasakan bagaimana sakitnya kehilangan orang yang berarti dalam hidup nya.

" Papa akan mengurus semua nya dulu, kamu tenangkan Intan buat dia nyaman dulu Mahen. " Ucap Agung lalu pergi meninggalkan Mahendra dan Intan yang masih terisak.

" Ada aku, kamu gak perlu takut dan khawatir masih ada aku yang akan tetap di sini jagain kamu. " Gumam Mahendra membuat pelukan Intan semakin erat. Mencium aroma tubuh pemuda itu membuat nya lebih nyaman dan memenangkan dirinya.

" Kenapa ibu, gak pernah ngomong sama Intan kalau ibu sakit. Seandainya ibu ngomong mungkin masih bisa di obati kak.. "

" Stttt, semua sudah menjadi takdir setiap orang Intan. Jangan menyesali sesuatu yang sudah terjadi sekarang kamu harus tabah kuat dan ikhlas bik Ami pergi untuk istirahat dengan damai. " Mahendra mengecup ujung kepada gadis itu dengan lembut membuat orang orang melihat jika mereka adalah sepasang kekasih yang sedang saling menguatkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!