NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Transmigrasi / Slice of Life
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Twinxle_Stars

Desi seorang budak korporat yang hidupnya hanya untuk bekerja tanpa sengaja menerima ajakan Dewa ketika dirinya mabuk untuk melakukan Transmigrasi.

Kini Desi harus menjadi seorang Maharani yang memimpin kekaisaran yang hampir jatuh bernama Maharani Da Xie. Sayangnya, menjadi Maharani berarti Desi harus bekerja mengurus kekaisaran.

Desi yang berada ditubuh Da Xie akhirnya muak terus bekerja, ia melakukan hal nekat dengan menjadi pemimpin yang buruk sehingga rakyat-rakyatnya menurunkannya dari takhta.

Desi melakukan investasi bodong, mengadakan peperangan dengan kekaisaran tentangga, dan membuat lahan sawit dimana-mana.

Namun anehnya, rakyat malah bahagia karena apa yang Desi lakukan bukannya merugikan Kekaisaran melainkan malah membuat kekaisaran menjadi semakin berkembang.

"Arghh!!! Aku hanya ingin turun takhta agar tak perlu mengurusi dokumen membosankan ini!!" -Maharani Agung Da Xie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twinxle_Stars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17 First Kiss

Diruang kerjanya, Da Xie seperti biasa sedang bekerja. Memangnya apalagi yang akan dilakukan Da Xie selain bekerja.

Tetapi kali ini da yang berbeda. Sebuah perbedaan yang sangat berpengaruh pada kehidupan Da Xie. Kalian ingin tahu? Tentu saja itu adalah dokumen diruang kerja Da Xie yang tambah menumpuk!!

Dokumen yang awalnya tak terlalu banyak dan bisa Da Xie tangani walau agak menyiksa kini jadi tambah banyak. Setiap sudut ruang kerja Da Xie tak luput dari dokumen-dokumen kekaisaran yang menumpuk sampai membuat orang susah jalan.

Tentu saja hal ini wajar dikarenakan wilayah kekaisaran Han kini menjadi milik kekaisaran Zhang. Jadi, banyak sekali surat-surat yang perlu diurus dan dikerjakan. Da Xie jadi super duber lebih sibuk dari sebelumnya.

"Huhu... Kayaknya lebih baik aku mati saja daripada harus mengurusi dokumen-dokumen ini." Da Xie berbicara sembari tangannya bergerak kesana kemari dengan pena bulunya.

Entah mengapa, Da Xie jadi menyesal sendiri karena berurusan dengan kekaisaran Han. Kalau kekaisaran Zhang kalah, maka ia akan mati. Tapi kalau kekaisaran Zhang menang, maka tugasnya jadi tambah banyak lagi. Da Xie jadi benar-benar menyesal.

"Aduh, sekarang kemana perginya dokumen lanjutan dari dokumen ini."

Da Xie menggaruk kepalanya. Dokumen yang sedang dikerjakannya ini seharusnya mempunyai halaman selanjutnya yang harus dikerjakan, tetapi halaman selanjutnya itu entah pergi kemana.

Da Xue kini terpaksa mencari lanjutan dokumennya. Ia berdiri dari duduknya ketika tidak menemukan dokumen yang diperlukan pada tumpukan dimeja kerjanya.

"Ya ampun, sepertinya ada dibawah."

Da Xie berjalan dengan susah payah kearah tumpukan dokumen yang berserakan dilantai. Ia mulai memeriksa satu persatu tumpukan tersebut.

"Tidak disini... Disini juga tidak... Disini tidak..."

Da Xie memeriksa dengan cermat. Tetapi secermat apapun dirinya memeriksa. Ia tetap tak bisa menemukannya. Lagian, tumpukan dokumen ini terlalu banyak untuk dicari sendirian.

"Aduh!! Dimana sih?!" Da Xie berteriak frustasi. Ia memegangi kepalanya yang serasa mau meledak.

"Ada apa Maharani Agung?"

Dari luar pintu, Ni Xao melongok kedalam. Memastikan keadaan dan kondisi Maharani Agung miliknya.

"Oh Ni Xao. Mendekat dan ayo cepat bantu aku."

Da Xie memberikan gestur tangan mengajak agar Ni Xao mendekat. Beberapa hari terakhir, pria itu selalu berjaga disekitar Da Xie. Sama seperti apa yang dia minta sebagai hadiah, yaitu menjadi pengawal pribadi Da Xie.

Meskipun demikian, terkadang Ni Xao juga pergi untuk mengurusi beberapa hal dan digantikan oleh prajurit lain. Karena selain menjadi pengawal pribadi, Ni Xao juga diangkat menjadi panglima.

"Apa yang bisa saya bantu?" Ni Xao dengan cepat melangkah kearah Da Xie.

"Ini, aku membutuhkan lanjutan dokumen dari ini. Apa kau bisa membantuku mencarinya?"

Da Xie menyerahkan selembaran dokumen ditangannya. Ni Xao melihat sebentar sebelum akhirnya mengangguk.

"Baiklah."

Mereka berdua akhirnya mulai mencari bersama. Da Xie senang karena dengan begini pencariannya akan menjadi lebih mudah. Ni Xao mencari disebelah timur ruangan, sedangkan dirinya disebelah barat dekat meja kerja.

"Maharani Agung, sepertinya saya menemukan dokumen tersebut."

"Wah." Baru beberapa saat mencari, Ni Xao langsung menemukannya. Wajah Da Xie langsung berubah menjadi ceria, ia bangkit dari posisi jongkoknya dan mulai berjalan kearah Ni Xao.

Tetapi ketika dirinya hanya tinggal beberapa langkah dari Ni Xao, Da Xie tidak melihat tumpukan dokumen yang ada di jalannya, hal ini membuatnya tersandung kearah pemuda itu.

Bruk!!

Cupp.

Da Xie bisa merasakan bibirnya bersentuhan dengan sesuatu. Mata Da Xie terpejam akibat kekagetannya karena tersandung. Dia akhirnya membuka matanya secara perlahan-lahan.

Tidak seperti apa yang para pembaca pikirkan. Ketika membuka mata, yang Da Xie temukan adalah lantai kosong yang dingin.

Benar sekali, lantai kosong!

Kalau kalian berpikir kalau Da Xie dan Ni Xao berciuman, maka pikiran kalian salah. Ingat, genre novel ini adalah komedi!

Jadi, yang sebenarnya terjadi adalah Da Xie memang hampir menabrak Ni Xao dan membuatnya terjatuh bersama. Tetapi dengan refleks Ni Xao yang super cepat, ia berhasil menghindar.

Lalu terjadilah seperti yang kalian tahu, Da Xie mencium lantai dengan bibirnya. Kasihan sekali, first kiss Da Xie malah diberikan kepada lantai yang dingin.

"Maharani Agung!!"

Pintu dibuka secara paksa oleh seseorang. Mereka –Dayang Ra dan Dayang Ya, tiba-tiba memasuki ruangan dan segera membantu Da Xie berdiri.

"Apa anda baik-baik saja Maharani Agung?" Dayang Ya bertanya dengan khawatir.

"Iya, terimakasih."

Da Xie berdiri dengan wajah yang memerah karena malu. Jidatnya membentur lantai, sehingga dirinya merasa sedikit kesakitan.

"Huh!" Disisi lain, Dayang Ra menarik pergelangan lengan Ni Xao degan kencang dan membawanya keluar ruangan.

Ni Xao hanya bisa kebingungan karena ditarik dengan tiba-tiba.

"Mau kemana mereka?"

"Tenang saja Maharani Agung. Daripada mengurusi mereka, lebih baik anda mengurusi dokumen kekaisaran ini saja."

"Eh?!!"

---

Setelah menjauh beberapa meter dari paviliun Maharani Agung, Dayang Ra segera berhenti dan melepaskan cengkeramannya.

"Ada apa Dayang?" Ni Xao langsung bertanya tanpa basa-basi.

Dayang Ra diam sejenak, sebelum akhirnya berbalik dengan ekspresi wajah curiga.

"Hei pemuda, sebenarnya kau itu siapa?"

"Apa?"

Ni Xao kebingungan mengenai pertanyaan Dayang Ra. Kenapa tiba-tiba Dayang itu bertanya hal seperti ini? Laku, apa mungkin dia tahu sesuatu?

Dayang Ra masih mengamati Ni Xao dari atas sampai bawah. Sebenarnya beberapa jam yang lalu, dirinya dan Dayang Ya mendengar desas-desus yang sangat menarik dari para prajurit kekaisaran Zhang.

Desas-desus itu mengenai identitas asli Ni Xao yang adalah seorang pangeran. Lalu mereka juga mencocokkan dengan beberapa kejadian terakhir mengenai pemuda itu, dan hasilnya mereka mendapat kesimpulan kalau Ni Xao memang seorang pangeran.

"Aku sudah mengobservasi dirimu dan mendapatkan beberapa bukti. Yang pertama sikapmu itu terlalu sopan dan selalu mengikuti tata krama. Tidak seperti rakyat biasa lainnya, kau seolah memang sudah diajari tata krama karena kau adalah pangeran."

Ni Xao hanya bisa tersenyum pasrah, ternyata kebiasaan itu tak bisa begitu saja dihapus dari dirinya.

"Lalu yang kedua, tadi aku melihatmu membaca dokumen untuk membantu Maharani Agung. Itu cukup aneh mengingat rakyat biasa apalagi seorang budak seharusnya tidak bisa membaca. Maka, bisa dipastikan kau bukanlah berasal dari kalangan rakyat biasa."

Sebenarnya Ni Xao tahu kalau Dayang Ra dan Dayang Ya menguping dirinya dan Da Xie cukup lama tadi, tapi ia membiarkannya karena Ni Xao juga cukup suka dengan momen berduaan bersama Maharani Agung.

"Dan yang terakhir, beberapa hari yang lalu, tepat pada saat acara pemberian penghargaan, kau tiba-tiba mencium punggung tangan Maharani Agung. Padahal, mencium punggung tangan seorang wanita hanya bisa dilakukan oleh suaminya saja, dan itu adalah pengetahuan umum. Tetapi, aku dengar dibeberapa kekaisaran lain, hal ini tidak berlaku."

Ni Xao hanya bisa berdiri diam ditempatnya. Semua ucapan Dayang Ra benar-benar benar. Akhirnya ia tidak punya pilihan lain selain mengakui.

"Baiklah... Aku memang seorang pangeran dari kekaisaran Liu. Tetapi itu dua tahun terakhir sebelum akhirnya aku dibuang oleh keluargaku sendiri."

Dayang Ra kaget dengan pernyataan Ni Xao. Kekaisaran Liu adalah satu dari lima kekaisaran besar di benua ini. Ia memang pernah dengar gosip kalau salah satu pangeran kekaisaran Liu melakukan sesuatu yang sangat buruk sehingga dibuang dari kekaisarannya sendiri, tetapi dirinya tak menyangka kalau pangeran tersebut adalah Ni Xao.

Namun, tetap saja ada satu hal yang mengganjal Dayang Ra.

"Aku percaya ucapan mu itu, tapi... Kenapa seorang pangeran sepertimu bisa sangat bodoh?!!"

"Maaf?"

"Kenapa tadi kau malah menghindar ketika Maharani Agung hendak terjatuh, seharusnya kau tetap diam ditempat mu agar adegan romantisnya bisa berjalan dengan lancar!! Atau setidaknya, kau harusnya menangkap Maharani Agung agar dirinya tidak menanggung malu dihadapan para pembaca!!"

"Maaf, tadi aku refleks–"

"Shutt! Diam-lah!! Aku tidak mau berbicara dengan dirimu lagi!"

Dayang Ra kemudian berjalan melewati Ni Xao dan meninggalkan pemuda itu sendirian.

"Kau memang pangeran dari kekaisaran besar, tapi bisa-bisanya kau begitu tidak peka dan bodoh!" Cibir Dayang Ra membuat hati Ni Xao serasa tertusuk anak panah.

1
Schauven
Permaisuri ngawurr
Schauven
Fitnahhh wkwkwkwk
Schauven
Dia ini relate banget sama kita kita wkwkwk
Schauven
Wkwkwkwkwk
Schauven
Ih apa sih buuu wkkwkwkwkwk
Momen'to
koplak 😭
Momen'to
kok covernya ganti thor, padahal cover sebelumnya udah bagus banget loh /Frown/
Momen'to: protesss, jangan mau ganti 😭
total 2 replies
Berliana Febbyola
lanjutkan ceritanyaaaa😍
Schauven
Kenapa siii😭
Schauven
Pake diingetin wkwkwk
Schauven
Wkwkwkkwkw
Schauven
Betul, ini impian semua budak korporat
cila_aa
Ya ampun, giginya aman nggak tuh? 😭, next thor lanjut semngat yaa buat authornyaa✨️
Momen'to
masih up ternyata, meski ga kubaca sih setelah chap 6 😭🙏
NonaMudaDesi: aku masih up terus walau kadang radak malass kak😭
total 1 replies
cila_aa
next chapterr berikutnya kak, btw semangat nulisnya yaaa✨️
NonaMudaDesi: Makasihhhh🤭
total 1 replies
cila_aa
widihh akhirnya menang juga kakk suka dehh🤍
cila_aa
semoga kekaisaran zhang menang
Key Kastara
😍🔥
cila_aa
emg biasanya kalau kagak niat malah lebih hasil😭
NonaMudaDesi: Wkwk iya nihh
total 1 replies
Momen'to
sebenarnya aku masih mikir², di zaman dulu, budak laki-laki jadi pemuas majikan perempuan itu hal tabu ga sih? karena bisa mengacaukan garis keturunan, beda dengan budak perempuan yang jadi pemuas majikan laki-laki yg mana jika perempuan hamil maka otomatis jadi orang merdeka jika anaknya sudah lahir
NonaMudaDesi: Hah? iyakah? Baru tau aku, soalnya dulu aku pernah baca cerita tentang budak laki-laki, jadinya aku terinspirasi dehh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!