NovelToon NovelToon
Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Jiang Yuan—18 tahun, hidup terasing di Desa Daun Hijau. Ketika desanya dihancurkan oleh kelompok misterius dari Aula Jiwa, ia terpaksa melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya.

Di ambang kematian, Jiang Yuan diselamatkan oleh Wang Ning, seorang tetua kuat dari Sekte Bulan Kabut. Melihat bakat dalam dirinya, Wang Ning menjadikan Jiang Yuan sebagai murid dan membawanya memasuki dunia kultivasi.

Kini, Jiang Yuan harus bertahan di dunia yang kejam dan penuh bahaya, menempuh jalan menuju puncak kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Siapa yang menang?

Pedang mereka saling bertemu lagi, terhenti di tengah dengan kekuatan yang seimbang. Keduanya saling mendorong, otot-otot mereka menegang, urat-urat di leher mereka menonjol karena usaha.

"Aku tidak akan kalah!" ucap Ling Xi, suaranya bergetar karena usaha dan emosi.

"Aku juga," balas Jiang Yuan, suaranya rendah namun mantap.

Keduanya saling mendorong dengan kekuatan penuh. Tanah di bawah kaki mereka mulai retak karena tekanan energi yang mereka hasilkan.

Lalu Jiang Yuan menggerakkan kakinya dengan cepat. Telapak kakinya menginjak punggung kaki Ling Xi dengan presisi yang sempurna, membuat wanita itu kehilangan keseimbangan.

"Apa—"

"Haghh!"

Krank!

Pedang Ling Xi terlepas dari genggamannya, terlempar jauh ke udara dan jatuh berdering di tanah arena. Bilahnya yang berkilauan tergeletak tak berdaya, untuk pertama kalinya dalam sejarah, jatuh dari tangan pemiliknya.

Ling Xi baru saja menyeimbangkan tubuhnya, matanya membelalak karena tidak percaya. Pedangnya—pedang yang tidak pernah jatuh dari tangannya selama bertahun-tahun—kini tergeletak di tanah.

"Sialan!"

Ia tidak menyerah. Tangannya mengepal, Dou Qi hijaunya berkobar lebih terang dari sebelumnya.

"Pukulan Angin Pemecah Gunung!"

Dengan kekuatan penuh, ia langsung memukul perut Jiang Yuan dengan tinjunya yang diselimuti angin kencang.

Wush!

Pukulan itu mendarat tepat di perut Jiang Yuan dengan kekuatan yang dahsyat.

Udara terdorong keluar dari paru-parunya, dan tubuhnya terpental mundur beberapa meter, kakinya menyeret tanah meninggalkan bekas yang dalam. Darah segar menyembur dari mulutnya, menodai jubah hitamnya dan tanah di bawahnya.

Namun ia segera sadar. Pedangnya terjatuh di suatu tempat, tapi ia tidak peduli.

Dengan sisa kekuatannya, ia tetap berlari maju.

"Haaghh!"

Ia menangkap kedua bahu Ling Xi dengan cengkeraman yang kuat, lalu dengan gerakan yang tidak terduga, ia membenturkan kepalanya ke dahi Ling Xi.

Bugh!

Ling Xi terhuyung saat kepala mereka saling berbenturan. Rasa sakit yang luar biasa menjalar di kepalanya, membuat penglihatannya bergetar. Darah mulai mengalir dari lukanya.

"Bajingan!" teriaknya, namun suaranya terdengar goyah.

Jiang Yuan tidak berhenti. Ia kembali maju, tangannya mengepal kuat. Dou Qi keperakan berkumpul di tinjunya, memadat menjadi energi yang siap meledak.

"Pukulan Bunga Gelap!"

Bugh!

Pukulan itu tepat mengenai dada Ling Xi. Dou Qi keperakan menyusup masuk, lalu meledak di dalam dengan efek bunga gelap yang berkilauan, keindahan yang mematikan.

Ling Xi terpental mundur, tubuhnya bergulung di tanah beberapa kali sebelum akhirnya berhasil menghentikan gerakannya.

Darah menyembur dari mulutnya, namun dengan tekad yang luar biasa, ia mengepalkan tangannya dan memaksa tubuhnya untuk berdiri kembali.

"Jiang Yuannn!" teriaknya, suaranya pecah karena emosi dan rasa sakit.

"Ling Xii!" balas Jiang Yuan, suaranya serak namun penuh semangat juang.

Kemudian keduanya saling berlari lagi.

Dou Qi kehijauan menyelimuti Ling Xi seperti angin puyuh yang mengamuk. Dou Qi keperakan menyelimuti Jiang Yuan seperti cahaya bintang yang dingin dan tajam.

Mereka berlari saling mendekat, masing-masing mengangkat tinjunya untuk serangan penentuan. Langkah mereka berirama, detak jantung mereka berdegup kencang, dan di mata mereka, hanya ada satu tujuan, kemenangan.

"Haa!"

"Haaghh!"

Tinju keduanya saling terangkat, siap menghantam dengan kekuatan penuh. Energi di sekitar mereka bergetar, udara terasa berat, dan waktu seolah berjalan lebih lambat—

Lalu—

Wush!

Ledakan!

Keduanya saling terpental mundur. Tubuh mereka terbang di udara seperti boneka.

Keheningan menyelimuti arena.

Wang Ning langsung turun dari tribunnya, gaun merahnya berkibar seperti api saat ia melesat ke arena.

Dalam sekejap, ia sudah berada di samping Jiang Yuan, menangkap tubuh pemuda itu sebelum jatuh sepenuhnya.

Di sisi lain, Ciya Liu juga bergerak cepat. Tubuhnya yang anggun melayang turun, menangkap Ling Xi yang hampir jatuh ke tanah.

Di tengah arena, Zhang Gong berdiri dengan tegap, menyaksikan kedua tubuh yang tak bergerak di pelukan tetua masing-masing.

"Pertarungan hanya bisa sampai sini saja!" serunya, suaranya lantang menggema di seluruh arena. "Kalian berdua bisa mati jika dilanjutkan!"

Di tribun, ribuan murid terdiam. Tidak ada satu pun suara yang terdengar, hanya hembusan angin dan debu yang masih berputar perlahan di udara.

Ini pertama kalinya mereka menyaksikan pertarungan berdarah seperti ini, di mana kedua peserta memberikan segalanya tanpa peduli pada luka mereka.

Ciya Liu menyentuh pipi Ling Xi dengan lembut. Matanya yang tajam mengamati lukanya, dan ekspresi wajahnya berubah menjadi serius.

"Ling Xi-ku terluka parah," ucapnya, suaranya penuh kekhawatiran. "Tidak bisa bertarung lagi."

Wang Ning juga mengamati Jiang Yuan dengan saksama. Tubuh pemuda itu penuh luka, jubah hitamnya robek di sana-sini, dan napasnya terasa sangat lemah.

"Xiao Yuan-ku juga tidak bisa," balasnya, suaranya rendah namun tegas. "Ia sudah memberikan segalanya."

Zhang Gong memperhatikan keduanya dengan saksama. Matanya bergerak dari Ling Xi yang terbaring lemah di pelukan Ciya Liu ke Jiang Yuan yang nyaris pingsan di pelukan Wang Ning.

Ia menarik napas dalam-dalam.

"Diantara keduanya," ucapnya perlahan, suaranya lantang dan jelas, "yang paling parah adalah Ling Xi. Lukanya jauh lebih dalam dan lebih mengancam jiwa."

Ia berhenti sejenak, memandang seluruh penonton di tribun.

"Itu berarti Jiang Yuan bisa menjadi juara untuk pertarungan ini. Dan dengan ini, dinyatakan bahwa Puncak Teratai adalah juara pertarungan antar jenius kali ini!"

Sorak-sorai meledak di tribun. Para murid Puncak Teratai melompat kegirangan, saling berpelukan dan berteriak histeris.

"HOREEEE!"

"PUNCAK TERATAI!"

"JIANG YUAN! JIANG YUAN!"

"DIA BERHASIL!"

Murid-murid dari puncak lain hanya bisa terdiam, mengakui kekalahan mereka dengan ekspresi campuran antara kagum dan iri.

Di tengah keramaian, Jiang Yuan dan Ling Xi sama-sama tak sadarkan diri dan akhirnya dibawa keluar arena oleh para tabib yang segera muncul.

Wang Ning hanya tersenyum tipis, tangannya yang lembut mengelus-elus rambut Jiang Yuan yang basah oleh keringat dan darah.

"Kau berhasil," bisiknya, suaranya nyaris tak terdengar. "Kau benar-benar berhasil."

Di sisi lain, Ciya Liu menatap Ling Xi. Ia menghela napas pelan, namun senyuman tipis terbentuk di bibirnya.

"Kau akhirnya bertemu dengan lawan yang sepadan, Ling Xi," gumamnya. "Mungkin ini adalah awal dari perjalananmu yang sebenarnya."

Matahari pagi bersinar cerah di atas arena Sekte Bulan Kabut, menerangi pemandangan kemenangan dan kekalahan yang bercampur menjadi satu.

Pertarungan telah usai. Namun bagi Jiang Yuan, perjalanannya baru saja dimulai.​

1
yayat
sungguh kuat mental jian
yayat
dapat bonus extra ni dari tetua ning
Cecilia: tinggal tunggu mainnya😋
total 1 replies
emg gw pikirin?
yh, ini mc ga naif, ga asal ambil harta, best deh
emg gw pikirin?
mc msi cool2 dsnii
emg gw pikirin?
suka dchhh sama mc gni
Gege
belom kunjung ada adegan kulit bertemu kulit dan bulu bertemu dengan bulu dalam adegan kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan sang MC..💪😄🤣🤭
Cecilia: hampir ini🗿 dikit lagi, besok keknya
total 1 replies
Cecilia
besok ku up sampe bab 40
yayat
ditunggu
Cecilia
letsgooo, tungguin next bab gaes
Tsumuri Makabe
bagus, mc op, licik
Tsumuri Makabe
lesgooo jiang yuann
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
hmmm, awal yg bagus
asammanis
kurus dagingnya dikit
yayat
apa ni yg diminta ga mungkin minta nganu kn haha
Gege
di tunggu proses penyatuan yin yang dalam tajuk kultivasi ganda mempraktekkan isi kitab kamasutra 99 gerakan, guna memanen energi..🤣😄..makin banyak hareem makin kuwatt MC nyaaaah...💪
Cecilia: nantikan aja bab 39nya wkwk, bentar lagi🗿
total 1 replies
yayat
wah hal apa ni lanjut
Fajar Fathur rizky
gambar wang ning thor
Cecilia: ntar di bab 39 pas mereka nganu
total 1 replies
Zed Wara
13. Da da
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!