NovelToon NovelToon
Jenderal Wanita Penguasa Dunia

Jenderal Wanita Penguasa Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

Song Jiao, di kehidupan pertamanya dia adalah Jenderal Wanita terkuat yang berhasil menguasai Dunia, tapi hidupnya berakhir begitu cepat karena sebuah penyakit bawaan yang belum ada obatnya.

Tetapi jiwa berdarah-darah Song Jiao tidak diterima di Surga maupun Neraka, hingga pada akhirnya dia harus menjalani kehidupan kedua sebagai Song Jiao yang lain, yaitu putri Raja yang kehilangan statusnya setelah gagal mengkudeta Kekuasaan Kaisar yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri.

Terbangun di tubuh gadis muda kurus yang lemah di akhir musim dingin, ingatan asing diterima Song Jiao begitu membuka mata, dan dari dalam ingatan itu dia tau hidupnya tinggal sebatang kara, dimana orangtuanya meninggal sebelum datangnya musim dingin, lalu para pelayan yang tersisa pergi setelah mengambil seluruh harta milik keluarga Song Jiao.

Tanpa harta, tanpa kekuatan, juga tanpa orang yang bisa diandalkan. Sanggupkah Song Jiao menjalani kehidupan keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membersihkan Mata-Mata Musuh

Hari-hari berlalu dengan cepat, dan akhirnya tiba hari dimana sebanyak lima ribu busur silang otomatis selesai dikerjakan, begitu juga dengan ratusan ribu anak panah yang siap menghukum prajurit Xue Long.

"Adik, apa kamu yakin ingin ikut pergi ke garis depan?"

Meski sudah tau kemampuan Song Jiao, tapi Qin Zixuan merasa alangkah baiknya jika adiknya itu tetap tinggal di kediaman, menunggu kabar kemenangan dari garis depan.

"Kakak, aku bukan hanya ingin ikut ke garis depan, tapi aku akan bergerak lebih dulu bersama dengan pasukan pemburu, memburu mata-mata Xue Long di luar kota!"

Pergi ke garis depan bisa dilakukan nanti. Tujuan utama Song Jiao adalah mata-mata musuh yang masih berkeliaran bebas di luar Kota Beixuan.

Dengan terlebih dahulu memusnahkan mereka, maka informasi tentang pergerakan besar pasukan Harimau Besi milik keluarga Qin tidak akan sampai ke telinga Panglima Besar musuh.

Tanpa adanya informasi yang sampai ke telinga Panglima Besar, musuh tidak akan siap saat pasukan Harimau Besi datang menyerang, apalagi kali ini pasukan Harimau Besi datang dengan membawa serta senjata jenis baru yang sangat mematikan.

"Pergi bersama pasukan pemburu? Adik, itu jauh lebih berbahaya daripada berada di garis depan! Bagaimana kalau kita pergi bersama-sama menuju garis depan?"

Qin Zixuan menawarkan sesuatu yang menurutnya lebih masuk akal dilakukan oleh Song Jiao.

"Kakak, rencana sudah tersusun rapi dan tidak mungkin dirubah. Sekarang juga aku akan pergi, sampai jumpa di garis depan!"

Mengabaikan tawaran Qin Zixuan, Song Jiao langsung saja memacu kuda putihnya menuju titik keberangkatan pasukan pemburu yang berjumlah 110 orang, termasuk Song Jiao.

Diantara pasukan pemburu ada 10 wanita, dimana mereka adalah prajurit wanita yang dilatih langsung oleh Song Jiao selama beberapa waktu terakhir, dan belum ada yang tau kemampuan mereka setelah dilatih Song Jiao.

Begitu keluar dari Kota Beixuan, pasukan pemburu berpencar menjadi 10 kelompok lebih kecil, mengikuti rencana awal yang merupakan usulan Song Jia.

"Semuanya, ikuti aku!"

Song Jiao memimpikan 10 prajurit wanita menuju ke hutan yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Kota Beixuan, tapi dia tidak melalui jalanan utama menuju hutan, melainkan melalui jalanan baru yang baru kemarin selesai dia buat.

Jalanan yang dilalui Song Jiao dan prajurit yang dia pimpin melewati tengah-tengah padang ilalang menjulang tinggi, membuat keberadaan mereka tersamarkan oleh tumbuhan ilalang yang tampak seperti sebuah bentang alami.

Begitu tiba diujung jalan, mereka langsung memasuki kawasan hutan, dan di tempat itu mereka mengikat kuda, lalu melanjutkan pergerakan dengan menggunakan teknik Qinggong yang sudah dilatih dengan sangat baik, membuat pergerakan mereka sangat cepat dan lincah.

Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menemukan jejak mata-mata Xue Long yang bersembunyi di bagian dalam hutan.

Dari jejak yang tertinggal, akhirnya mereka menemukan keberadaan mata-mata Xue Long yang jumlahnya ada puluhan orang, tiga sampai empat kali lebih banyak dari jumlah prajurit wanita yang dipimpin Song Jiao.

Tetapi bukannya memanggil bala bantuan, cepat Song Jiao dan sepuluh prajurit wanita mengambil busur panah silang yang terikat di belakang punggung, dan tanpa membuat suara yang membuat musuh mengetahui keberadaan mereka, serangan dilakukan secara tiba-tiba, berhasil membuat banyak musuh gagal menghindari serangan, membuat lebuh dari setengah musuh mati tanpa perlawanan, sementara sisanya yang tau jika ada penyergapan, mereka segera melarikan diri.

Tentu saja Song Jiao tidak mengizinkan mereka melarikan diri, apalagi setelah menjadi targetnya.

Dengan memaksimalkan kecepatan yang mereka miliki, Song Jiao dan sepuluh prajurit wanita tidak kesulitan mengejar musuh yang melarikan diri.

Sambil bergerak, mereka menggunakan lengan tangan kiri sebagai alas busur panah silang, dan serangan dilakukan tanpa menghentikan pergerakan yang mereka lakukan.

Seketika itu juga puluhan anak panah kecil tapi mematikan menghujani musuh yang mencoba melarikan diri, membuat satu demi satu musuh tumbang dan mati hanya dalam beberapa tarikan napas.

Tersisa dua orang, Song Jiao bergerak lebih cepat dari sebelumnya, dan begitu muncul di depan dua orang yang terkejut dengan keberadaannya, Song Jiao mengeluarkan sebuah belati, menyerang dua orang yang sempat melakukan perlawanan, sebuah perlawanan sia-sia yang gagal membuat mereka lolos dari kematian.

Tidak ada musuh yang berhasil lolos melarikan diri, dan mayat-mayat itu langsung dibakar setelah dikumpulkan dan disiram menggunakan minyak, membuat aroma daging bakar segera menyebar di kedalaman hutan, tapi saat ini Song Jiao dan sepuluh prajurit wanita telah jauh meninggalkan tempat pembakaran puluhan mayat.

Di tempat berbeda, puluhan prajurit pemburu juga berhasil memburu habis setiap mata-mata Xue Long yang mereka temui, membuat bagian luar Kota Beixuan terbebas dari keberadaan mata-mata Xue Long, juga mata-mata yang dikirim oleh Raja Beiliang, Song Yanzhe.

Tepat di tengah hari, pasukan besar Harimau Besi milik keluarga Qin akhirnya diberangkatkan menuju garis depan pertahanan Xue Long, yaitu Kota Langya, markas pasukan Serigala Utara, pasukan besar yang dipimpin oleh Pangeran Kedua Xue Long, Pangeran Xue Rong.

Jika Song Jianyu dijuluki Sang Pemimpi Kawanan Serigala Salju, Pangeran Xue Rong dijuluki Serigala Putih Utara yang setiap kedatangannya senantiasa mendatangkan bencana bagi musuh.

Empat puluh ribu prajurit Harimau Besi dipimpin langsung oleh Qin Tianyu, lalu ada Qin Zixuan yang tepat berada di sebelah sang ayah.

"Perang hari ini adalah untuk memukul mundur musuh supaya masuk kembali ke Kota Langya, baru setelah senjata penghancur benteng selesai diujicoba, kita akan menyerang habis-habisan Kota Langya!"

Suara Qin Tianyu terdengar jelas diantara para pemimpin pasukan, dan segera ucapan itu disebarluaskan sampai seluruh prajurit mendengarnya.

Jarak Kota Beixuan dengan perkemahan besar pasukan Xue Long di luar Kota Langya sangat dekat, hanya setengah hari perjalanan pasukan Harimau Besi akan tiba di tempat musuh, dan sejauh ini tidak ada mata-mata musuh yang melaporkan pergerakan mereka pada Pangeran Xue Rong di perkemahan.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama setengah hari, Qin Tianyu mengangkat tangannya tanda untuk pasukan supaya berhenti, dikarenakan hanya berjarak ratusan meter di depan mereka, di tempat itulah terdapat perkemahan besar musuh yang ada di luar Kota Langya.

"Istirahat, dan malam ini kita akan melakukan serangan saat musuh lengah!"

Tidak ada aturan perang yang melarang adanya serangan di malam hari, jadi Qin Tianyu mengikuti saran Song Jiao untuk melakukan serangan di tengah malam, saat musuh sedang berada di puncak kelengahan.

Begitu mendengar kata istirahat, puluhan ribu prajurit segera istirahat, dan segera petugas pergi menuju kereta perbekalan untuk membagikan makanan juga minuman pada para prajurit.

Dengan makan, minum, dan juga istirahat yang cukup, mereka akan sangat siap menghadapi peperangan yang akan terjadi tidak lama lagi.

1
Leni Ani
mantap👍,tanjt thor yg banyak up nya👍👍👍💪💪💪💪☺️😘
Leni Ani
ketemu pelayan atau teman lama kah😅🤔
Sribundanya Gifran
lanjut
Sekar
teman lama kah?
Sekar
lanjut thor💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Sekar
double up thor
Leni Ani
lanjut thor 💪💪👍👍👍
Sribundanya Gifran
lanjut
Eka Haslinda
typo ny banyak sangat thor
Sekar
lanjut thor💪💪
Leni Ani
mantap thor,lebih mantap lagi up yg banyak☺️💪👍
Sekar
lanjut thor💪💪
Leni Ani
lanjut thor👍👍💪💪
Sekar
yah kabur
Sekar
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
thor up yg banyak💪💪💪💪💪
Leni Ani
manyap thor💪💪💪👍👍😘☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!