NovelToon NovelToon
Warisan Kaisar Tiga Keahlian

Warisan Kaisar Tiga Keahlian

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di wilayah Provinsi Langit Hijau, Klan Long adalah salah satu kekuatan terbesar yang menjunjung tinggi bakat di atas segalanya. Long Yue, pemuda berusia lima belas tahun dari keluarga cabang, dianggap tidak memiliki bakat sama sekali dalam tiga jalur kekuatan utama klan—kultivasi, alkimia, maupun pembentukan formasi. Ia hidup dalam keterasingan, penghinaan, dan diasingkan oleh seluruh anggota klan bahkan keluarganya sendiri karena dianggap beban yang tidak berguna. Saat kepala klan mengusulkannya untuk dibuang di pertemuan tahunan, Long Yue dengan berani mengumumkan kepergiannya secara sukarela dan bersumpah akan kembali sebagai sosok terhebat yang pernah ada.

apa yang akan terjadi selanjutnya.?
dan akankah Long Yue berhasil membuktikan kepada klan nya.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Memasuki Reruntuhan Kuno dan Bertemu Binatang Tingkat Tinggi

Setelah melewati penyergapan kelompok Liu Hao, perjalanan Long Yue dan Jing Xu berjalan jauh lebih lancar dan cepat. Tidak ada lagi penghalang di jalan, dan semangat keduanya semakin membara. Jing Xu kini semakin percaya diri berjalan di samping Long Yue, mengetahui bahwa di sampingnya ada sosok yang kekuatannya bahkan melampaui standar jenius di klan besar mana pun.

Menjelang sore hari berikutnya, mereka akhirnya sampai di lokasi yang ditandai di peta. Di hadapan mereka, tersembunyi di dasar sebuah lembah dalam yang dikelilingi tebing-tebing curam, terdapat kawasan luas yang dipenuhi sisa-sisa bangunan kuno yang sudah runtuh tertimbun tanah dan lumut berusia ribuan tahun. Pilar-pilar batu raksasa yang retak, dinding-dinding berukir samar, dan sisa-sisa jalan batu yang masih terlihat jelas meski sudah tertutup semak belukar, memberi kesan kemegahan masa lalu yang kini tinggal kenangan.

Udara di sini terasa berat, dingin, dan penuh energi kuno yang kental. Kabut tipis berwarna keabu-abuan menyelimuti seluruh kawasan, membuat pandangan terbatas hanya sekitar seratus meter ke depan. Dari sela-sela reruntuhan, sesekali terdengar suara gemerisik halus atau gema suara hewan yang tidak dikenal, menciptakan suasana misterius dan mencekam.

"Ini dia... Reruntuhan Kuno Istana Langit," gumam Jing Xu dengan nada kagum dan sedikit ngeri, matanya berkeliling mengamati bangunan-bangunan tua itu. "Konon ribuan tahun lalu, ini adalah tempat tinggal kekuatan besar yang hampir mencapai tingkat Kaisar. Namun terjadi bencana dahsyat, dan seluruh wilayah ini runtuh serta tertutup kabut selamanya."

Long Yue mengangguk, matanya menatap tajam ke seluruh penjuru. Indranya yang tajam berkat Api Ungu Surgawi dan dasar energi yang murni, mampu menangkap aliran energi yang sangat aneh di tempat ini. "Energi di sini sangat kental dan murni, tapi ada campuran hawa yang mati dan dingin. Tempat ini memang penuh peluang, tapi juga penuh bahaya yang tertidur sejak lama. Kita harus sangat berhati-hati. Jangan berpisah lebih dari sepuluh langkah."

Jing Xu mengangguk setuju, tangannya erat mencengkeram gagang pedangnya. "Siap, Kak Long. Aku akan mengikutimu terus."

Keduanya mulai melangkah masuk melewati gerbang besar yang sudah rubuh, menapaki jalan batu yang ditumbuhi rumput liar. Semakin masuk ke dalam kawasan reruntuhan, semakin banyak mereka menemukan sisa-sisa tulang belulang, baik manusia maupun binatang, yang berserakan di sana-sini. Beberapa di antaranya sudah menjadi tanah, tapi ada juga yang masih utuh dan terlihat kokoh, menandakan pemiliknya dulu adalah makhluk yang sangat kuat.

Sepanjang jalan, mereka bertemu dengan beberapa binatang buas yang menjajah tempat ini: Tikus Tulang Tingkat 3, Serigala Bayangan Tingkat 4, dan Ular Keramik Tingkat 4. Namun, bagi Long Yue yang berada di Pembentukan Energi Tingkat 6, makhluk-makhluk ini hanyalah gangguan kecil. Dengan satu atau dua gerakan sederhana yang diperkuat energi murni dan sedikit hawa panas dari Api Ungu, mereka langsung musnah atau lari ketakutan. Jing Xu pun turut berpartisipasi, mengasah kemampuannya dan belajar dari cara bertarung Long Yue yang efisien dan mematikan.

Setelah berjalan sekitar satu jam, mereka sampai di bagian tengah reruntuhan. Di sana, terdapat sebuah bangunan utama yang bentuknya masih cukup utuh, berukuran sangat besar, dengan atap melengkung khas arsitektur kuno, dan dinding yang penuh dengan ukiran pola energi yang samar namun masih memancarkan kekuatan sisa. Di depan pintu masuk bangunan itu, terdapat sebuah lapangan luas yang rata, dan di tengah lapangan itu, tumbuh sebuah tanaman ajaib yang mempesona: Bunga Jiwa Putih.

Bunga itu berukuran besar, kelopaknya putih bersih seputih salju, memancarkan cahaya lembut yang menerangi sekitarnya, dan aromanya sangat harum serta menenangkan. Ini adalah bahan tingkat tinggi yang sangat langka, berkhasiat memperkuat jiwa dan kesadaran, bahan utama untuk menembus batas menuju tingkat Energi Jiwa.

"Ya Tuhan... Itu Bunga Jiwa Putih!" seru Jing Xu tak bisa menahan keterkejutannya, matanya berbinar-binar. "Benda ini harganya tak ternilai di pasaran! Di klan kami saja, hanya ada satu batang yang disimpan sebagai pusaka."

Namun, kebahagiaan itu hanya berlangsung sebentar. Long Yue langsung mengangkat tangan menahan Jing Xu mundur selangkah, ekspresinya berubah menjadi sangat serius dan waspada.

"Jangan bergerak. Lihat di sana..." tunjuk Long Yue pelan ke arah bayangan di bawah pilar besar di sisi kanan lapangan.

Perlahan, dari kegelapan itu, munculah sosok makhluk yang membuat napas keduanya tertahan.

Itu adalah seekor harimau raksasa, berukuran dua kali lipat lebih besar dari harimau biasa. Tubuhnya tertutup bulu tebal berwarna abu-abu gelap dengan garis-garis hitam samar yang berkilau seperti logam. Matanya besar, menyala dengan cahaya hijau menyala yang dingin dan cerdas. Di dahinya, terdapat pola berwarna emas berbentuk seperti mata ketiga yang tertutup. Setiap kali makhluk itu bergerak sedikit saja, tanah di sekitarnya bergetar pelan, dan hawa kekuatan yang sangat berat, padat, serta menekan hati menyebar ke seluruh lapangan.

Itu adalah Harimau Mata Baja — Binatang Buas Tingkat Enam.

Tingkat Enam! Setara dengan ahli kultivasi tingkat Penyatuan Energi Tingkat 1.

Jarak antara Pembentukan Energi dan Penyatuan Energi adalah jurang pemisah yang sangat lebar. Di tingkat Penyatuan Energi, energi di dalam tubuh sudah tidak lagi berupa cairan atau uap, melainkan sudah disatukan, dipadatkan, dan berputar terus-menerus sebagai satu kesatuan utuh. Kekuatan fisik, kecepatan, pertahanan, dan daya serangnya berkali-kali lipat lebih kuat dibandingkan puncak Pembentukan Energi sekalipun.

Jing Xu merasa kakinya lemas seketika. Napasnya menjadi berat, dan tubuhnya sulit bergerak karena tekanan hawa kekuatan makhluk itu. Wajahnya pucat pasi.

Ti... Tingkat Enam... Kak Long... itu setara Penyatuan Energi..." suaranya bergetar pelan. "Kita... kita tidak mungkin bisa mengalahkannya. Bahkan satu cakarnya saja cukup menghancurkan kita berdua..."

Long Yue pun merasa sangat berat. Ini adalah musuh terkuat yang ia temui seumur hidupnya. Lebih kuat jauh dibandingkan Naga Tanah Api Ungu yang dulu ia kalahkan. Naga Tanah itu hanya puncak Pembentukan Energi Tingkat 5, sedangkan ini sudah masuk ke tingkatan berikutnya.

Namun, Long Yue tidak mundur. Matanya menatap tajam ke arah Harimau Mata Baja itu, otaknya bekerja cepat menghitung peluang dan kemungkinan. Ia merasakan energi di dalam tubuhnya berputar otomatis, merespons bahaya besar di depannya.

"Benar, dia jauh lebih kuat dari kita," jawab Long Yue pelan namun tenang, menenangkan Jing Xu. "Tapi dia sedang tidur atau beristirahat, dan dia menjaga Bunga Jiwa itu. Kita tidak harus bertarung mati-matian. Kita punya keunggulan: pengetahuan tiga keahlian, Api Ungu Surgawi, dan teknik yang tidak dimiliki orang biasa."

Harimau Mata Baja itu perlahan mengangkat kepalanya sepenuhnya. Matanya yang hijau tajam menatap lurus ke arah Long Yue dan Jing Xu. Ia menguap lebar, menunjukkan gigi-gigi tajam sepanjang jari yang berkilau mematikan, lalu mengeluarkan suara auman rendah yang bergema hingga ke tulang sumsum.

Auuuummm...

Suara itu bukan sekadar suara, tapi mengandung gelombang energi jiwa. Jing Xu yang lemah kesadarannya seketika merasa pusing dan hampir jatuh berlutut. Long Yue dengan cepat mengirimkan sedikit energi murni ke tubuh Jing Xu untuk menopangnya, sambil tetap menatap makhluk itu tanpa berkedip.

Makhluk itu berdiri tegak, kakinya yang kokoh menghentak tanah. Ia tahu kehadiran mereka berdua. Bagi makhluk setingkat ini, naluri dan kecerdasannya setara manusia dewasa. Ia tahu mereka datang untuk mengambil bunga berharga yang dijaganya.

"Kita tidak bisa bernegosiasi," kata Long Yue cepat. "Jing Xu, kau cari celah untuk mengambil bunga itu. Aku akan menahannya. Gunakan teknik langkah cepat dari klanmu, dan jangan pedulikan aku, lari secepat mungkin kalau sudah dapat."

"Ta... tapi Kak Long... kau..." Jing Xu ragu, matanya penuh kekhawatiran.

"Percayalah padaku! Aku punya cara untuk menyelamatkan diri. Lakukan sekarang!" seru Long Yue tegas.

Saat itu juga, Harimau Mata Baja itu melesat maju secepat kilat. Gerakannya begitu cepat hingga seolah menghilang dari tempatnya, muncul kembali sudah berjarak sepuluh langkah di depan dengan cakar kanan yang terangkat tinggi, siap menebas ke arah mereka. Angin serangannya berdesir tajam, dan cahaya energi keemasan menyelimuti cakarnya.

"Pergi sekarang!" teriak Long Yue.

Ia segera melompat maju menghadapi serangan itu, kedua tangannya terbuka lebar. Di sekujur tubuhnya, Api Ungu Surgawi menyala terang, membentuk lapisan perisai panas berwarna ungu keemasan. Pada saat yang sama, ia mengaktifkan Formasi Pembelok Arus yang pernah ia gunakan dulu, namun kali ini jauh lebih kuat dan lebih rumit, langsung disusun di udara hanya dengan gerakan tangan dan energi.

Duar!!

Cakar raksasa itu menghantam perisai api dan formasi pembelok itu. Guncangan hebat terjadi, angin kencang menyapu ke segala arah, dan tanah di sekitarnya retak-retak. Long Yue terlempar mundur hingga belasan meter, kakinya menggesek tanah meninggalkan dua garis panjang, dan mulutnya mengeluarkan sedikit darah segar akibat guncangan energi yang hebat. Namun, ia berhasil menahan serangan itu!

Harimau Mata Baja itu terkejut. Makhluk kecil di depannya yang hanya berada di tingkat Pembentukan Energi ternyata mampu menahan serangan penuh dari makhluk setingkat Penyatuan Energi. Matanya menyala semakin tajam, rasa hormat kecil muncul di hatinya, tapi juga rasa marah karena terhalang.

Di sisi lain, saat Long Yue menarik perhatian penuh makhluk itu, Jing Xu sudah bergerak secepat kilat. Ia menggunakan teknik langkah andalan Klan Jing — Langkah Angin Berkelebat, tubuhnya berubah menjadi bayangan kabut, melesat menuju tengah lapangan. Tangannya menggapai cepat ke arah Bunga Jiwa Putih itu.

Harimau Mata Baja itu menyadari gerakan Jing Xu. Ia hendak berbalik dan menerkamnya, tapi Long Yue tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

"Hei! Musuhmu ada di sini!" seru Long Yue keras.

Ia mengumpatkan seluruh sisa energinya ke kedua telapak tangannya, memadatkan Api Ungu Surgawi menjadi seberkas cahaya ungu yang sangat panas dan tajam, lalu melemparkannya langsung ke arah kepala makhluk itu. Ini adalah teknik serangan jarak jauh yang baru saja ia ciptakan sendiri berkat pemahaman Jalur Alkemis dan Penempaan: Tusukan Api Ungu.

Serangan itu sangat cepat dan sangat panas. Harimau itu terpaksa mengurungkan niatnya, menurunkan kepalanya dan mengangkat kaki depan untuk menangkis serangan itu.

Srett!

Cahaya ungu itu menabrak bulu tebal makhluk itu, menciptakan percikan api besar dan meninggalkan bekas hangus kecil di kulitnya. Makhluk itu mengaum marah luar biasa, matanya merah padam karena sakit dan marah. Kini, seluruh fokus kemarahannya tertuju sepenuhnya pada Long Yue.

"Sudah dapat! Kak Long, aku sudah dapat!" teriak Jing Xu gembira dari kejauhan, tangannya menggenggam batang Bunga Jiwa Putih yang sudah dicabut utuh. "Ayo lari!"

"Bagus! Sekarang lari ke luar gerbang! Jangan berhenti!" jawab Long Yue sambil terus mundur perlahan, tetap berdiri tegak meski dadanya terasa sesak dan lengan kanannya terasa mati rasa.

Harimau Mata Baja itu tidak mau melepaskan mereka begitu saja. Ia mengaum panjang ke langit, lalu tubuh besarnya itu memancarkan cahaya emas yang lebih terang lagi. Kali ini, ia mengerahkan seluruh kekuatan Penyatuan Energi-nya. Di sekeliling tubuhnya, terbentuk bayangan samar harimau raksasa berwarna emas yang mengikuti gerakannya. Ia bersiap melancarkan serangan mematikan yang akan menghancurkan apa saja di jalurnya.

Long Yue tahu, ia tidak mungkin menahan serangan penuh ini. Perbedaan tingkat kekuatan terlalu besar. Namun, ia sudah bersiap sejak awal.

Saat makhluk itu melompat ke udara, meluncur turun dengan mulut terbuka lebar siap menelan Long Yue utuh, pemuda itu dengan cepat membentuk pola tangan rumit. Ia mengaktifkan cadangan energi yang tersimpan diam-diam sejak tadi di tanah, menggunakan jejak-jejak pola kuno yang ada di lantai bangunan itu.

1
Nanik S
💪💪💪💪🙏
Nanik S
Berhasil Long Yu
Nanik S
Bisakah Long Yu menundukkan api ungu
mengejar cahaya
kan namanya juga tanaman langka tanaman itu udah nyerap enrgi alam selama ribuan tahun y jelas lah pasti banyak binatang yang tertarik ya kan.
Nanik S
Setiap tanaman langka pasti ada penghuninya
Nanik S
oky💪💪💪
Nanik S
👍👍👍👍👍
Nanik S
Coba menyuling Ramuan ya
Nanik S
shiiip👍👍
Nanik S
Binatang apa yang menjaga Tanaman Rumput Roh
Nanik S
Cuuuuuuuust
Nanik S
Semakin menarik
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Menarik
Nanik S
Hadir
Nanik S
Awal yang cukup menarik
Deevy Tresiyana
💪👍mantap Thor cerita nya lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!