NovelToon NovelToon
TEBUSAN RANJANG ( Kontrak Pernikahan 1 Tahun )

TEBUSAN RANJANG ( Kontrak Pernikahan 1 Tahun )

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

*Novel dengan Alur Sat Set dan Bab Pendek.*


Junee tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan Ben Pratama.

Anak culun yang dulu ia tolak di SMA, sekarang jadi CEO muda yang dingin dan sukses. Ketika panti asuhan tempat Junee mengabdi terancam digusur, satu-satunya jalan keluar adalah menerima tawaran Ben: Menjadi istri kontraknya selama satu tahun. Tidak ada cinta. Hanya kesepakatan.


Begitu pikir Junee. Tapi tinggal serumah dengan Ben ternyata tidak sesederhana itu. Setiap tatapannya penuh teka-teki. Setiap sikapnya seperti menyimpan amarah yang belum selesai.


Junee mulai bertanya: Apakah Ben benar-benar membencinya? Atau selama ini, ia salah paham tentang alasan penolakan itu? Satu tahun. Satu kontrak. Satu kesempatan untuk memperbaiki masa lalu. Pertanyaannya… apakah hati mereka masih bisa diperbaiki?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Vania Berulah Lagi.

Ben telah memikirkan dengan matang keputusannya untuk membatalkan kerja sama dengan Lisa Hartono.

Ia tidak suka melihat orang lain meremehkan Junee. Apalagi, seolah menganggap rendah profesi guru di panti asuhan.

Lebih baik Ben kehilangan uang milyaran rupiah, daripada bekerja sama dengan orang yang tidak memiliki adab dan empati. Suka memandang rendah orang lain. Dan menganggap diri paling baik karena memiliki banyak uang.

Kontrak kerja sama dengan Lisa Hartono, di putus secara sepihak keesokan harinya. Sehingga membuat beberapa bawahan Ben terkejut. Dan menyayangkan keputusan sang atasan.

Namun ada juga yang mendukung keputusan Ben, karena memang tidak suka dengan Lisa Hartono sejak awal.

Dan Ben pun merasa lebih tenang setelah memutus kontrak kerja sama dengan wanita itu.

Siang ini, Ben bekerja seperti biasa. Ada Junee juga di ruangan pria itu. Mereka sedang membahas mengai acara amal untuk panti asuhan.

Bel pada pintu ruangan kantor itu tiba - tiba berbunyi. Ben menekan tombol pada remote kontrol, sehingga pintu terbuka secara otomatis.

Mbak Rina masuk ke dalam ruangan dengan tergesa, sembari memegang ponselnya.

“Ada apa, mbak?” Tanya Ben pada sang sekretaris.

Mbak Rina menunjukkan layar ponselnya pada Ben.

Obrolan di grup pesan kantor, yang isinya para bawahan Ben dari berbagai devisi.

Vania mengirim screenshot sebuah email internal yang entah ia dapat darimana.

“Proyek Glowish Skin dibatalkan hanya karena istri CEO cemburuan.”

Komentarnya pun langsung penuh.

Mereka yang suka bergosip pun langsung mengeluarkan pendapatnya.

“Wah istrinya toxic.”

“Pantes pak Ben menjadi aneh akhir - akhir ini. Di atur sama istrinya.”

“Guru panti sok mengatur.”

“Baru jadi orang kaya saja sudah sombong.”

“Padahal wajahnya polos, ya. Ternyata, berbisa juga.”

“Makanya, jangan melihat orang dari tampilan luar saja. Yang polos di luar, dalamnya belum tentu. Busuk.”

“Pak Ben menurut sekali ya sama omongan istrinya. Pasti kena guna-guna itu.”

“Iya, padahal pak Ben dulu tidak mudah ditentang. Sekarang beda sekali.”

“Istrinya membawa pengaruh buruk.”

Tangan Ben terkepal sempurna membaca kalimat - kalimat itu.

Di gedungnya sendiri, sang istri dihujat oleh para bawahannya. Sungguh membuat Ben sangat marah.

“Beraninya mereka membicarakan istri saya di belekang saya.” Geram Ben.

Junee menatap bingung pada sang suami dan sekretarisnya.

Mbak Rina pun beralih menunjukkan layar ponselnya pada wanita itu.

Junee membacanya dalam diam. Ia sama sekali tidak marah. Ia sudah lelah meladeni Vania.

“Biarkan saja, Mbak. Nanti juga mereka berhenti.” Ucap Junee sembari mengembalikan ponsel Mbak Rina.

Sang sekretaris hanya mampu menganggukkan kepalanya.

Namun tidak dengan Ben. Pria itu tidak akan tinggal diam melihat sang istri menjadi bahan pembicaraan para bawahannya.

---

Ben meminta sang istri untuk kembali ke penthouse lebih dulu. Dengan alasan menyuruh wanita itu untuk menyiapkan makan malam untuk mereka.

Junee pun menurut. Meski tempat tinggal mereka hanya berada 3 lantai di atas ruang kantor sang suami. Ia pun pulang lebih dulu.

Setelah kepergian Junee, Ben pun mengirim email ke seluruh Staff dan karyawan Ben Holding.

Dari: ben.pratama@benholding.com

Subject: Klarifikasi.

“Vania telah dipecat beberapa waktu yang lalu, karena pelanggaran kerahasiaan dan pencemaran nama baik.

Setiap berita yang dia sebarkan tentang istri saya adalah karangan yang di buat - buat.

Siapa yang ikut menyebarkan, bersiap menerima konsekuensi hukum.

Ben Pratama”

Satu email itu membuat seluruh gedung Ben Holding terbungkam. Tidak ada lagi yang berani bergosip di grup pesan kantor.

Bahkan Vania pun di keluarkan dari anggota grup.

Pukul 19.00, Ben baru kembali dari kantor. Ia melihat sang istri berada di dapur. Pria itu pun menghampirinya.

“Masak apa?” Tanya Ben sembari memeluk tubuh sang istri dari belakang.

Jiwa dan raga pria itu sangat lelah setelah menyelesaikan masalah Vania dan Lisa Hartono.

“Soto ayam dan bakwan sayur. Tadinya mau buat bakwan jagung, tetapi jagungnya tidak ada.” Ucap Junee.

Ia membiarkan sang suami menempel pada tubuhnya.

“Apa kamu takut?” tanya Ben pelan.

“Takut apa?” Junee balik bertanya.

“Takut hidup kamu semakin bermasalah setelah ini. Sekarang banyak orang yang mengenali kamu sebagai istri aku.” Ucap Ben kemudian.

Junee membalik badannya. Kemudian menatap Ben dengan lekat.

“Aku tidak takut. Karena ada kamu yang akan selalu melindungi aku dari sorotan mereka.” Ucap wanita itu tanpa ragu.

Selama ada Ben yang akan selalu melindunginya, Junee tidak akan pernah takut pada siapapun.

Ben tersenyum kecil. “Semoga kamu tidak menyesal, Junee.”

“Untuk apa menyesal? Aku sudah pernah menyesal selama 10 tahun karena menolak kamu. Tidak mau menyesal untuk yang dua kali.” Ucap Junee.

Ben pun kembali tersenyum.

“Baguslah, Junee. Karena aku juga tidak mau kamu pergi lagi.”

Junee menganggukkan kepalanya.

“Mau makan atau mandi dulu?” Tanyanya.

Sudah cukup membahas masalah. Saatnya untuk mengisi perut.

“Makan dulu.” Ucap Ben.

Junee mengangguk pelan. Ia kemudian menyiapkan makanan untuk sang suami.

Mereka makan dengan tenang. Tidak ada obrolan. Hanya terdengar suara sendok dan garpu yang beradu di atas piring.

Setelah selesai makan malam, Ben pun pergi ke kamar utama untuk membersihkan diri. Sedangkan Junee menmbereskan meja makan.

Setelah selesai di dapur, Junee pun menyusul sang suami ke kamar. Menyiapkan piyama untuk pria itu.

Sembari menunggu Ben selesai mandi, Junee bermain ponsel. Ada notifikasi masuk di aplikasi Instagram pribadinya.

Akun baru atas nama @vania_truth. Menggunggah sebuah foto Junee dan Ben waktu makan di kantin, dengan caption.

“Istri CEO yang sederhana? Atau hanya pencitraan?”

Junee meremat ponselnya. Ben yang baru keluar dari kamar mandi melihat tingkat aneh sang istri.

“Ada apa?” Tanyanya dengan dahi berkerut.

Junee memperlihatkan ponselnya. Ben mengambil benda itu dan membaca layarnya dengan serius.

Kemudian menghapus aplikasi media sosial sang istri.

“Jangan melihat sampah, Junee. Kamu punya aku dan hal lain yang lebih penting.” Ucap Ben dengan tegas.

Junee mengangguk pelan.

Ben kemudian memakai piyamanya. Setelah itu membawa sang istri ke atas ranjang.

Keduanya tidur saling memeluk satu sama lain.

Vania sungguh keterlaluan. Sepertinya wanita itu belum puas menyakiti Junee.

---

1
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Hennyy exo
wow awal yg bagus thor
Naufal Affiq
gak usah dengar ocehan si arga ini ya jun,ingat jun ada ben yang selalu mencintaimu
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
jangan di ingat masa lalu yang penyakit kan,entar timbul masalah baru ben,ingat ben masa depan lebih indah dari pada masa lalu
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
semoga kedepan nya hubungan mu dengan suami mu lebih baik lagi ya junee
merry yuliana
crazy up ya kak
Author Amatir🍒: Satu bab lagi masih nyangkut kak..
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor seru ceritanya
ardiana dili
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!